JiHan (Janji Dan Penghianatan)

JiHan (Janji Dan Penghianatan)
Penyelidikan


__ADS_3

"Ha?? Apaa??" Ucap Anton yang matanya terbelalak saat melihat foto satu keluarga seorang pria gagah dan wanita cantik di sampingnya yang wajahnya sangat mirip dengan Alice dan seorang anak kecil dengan jepit stowbery di rambutnya.


"Ini adalah foto ulang tahun di depan wahana permainan yang di hadiahkan oleh orang tuanya di tahun sebelumnya. Dan di tahun berikutnya mereka malah mengalami kecelakaan yang mengenaskan." Ucap dokter Markus sendu.


"Sebenarnya hampir seluruh media mengenai keluarga mereka bahkan foto-fotonya pun menghilang setelah kejadian pengambil alihan kekuasaan oleh saudara tirinya. Saya memiliki foto ini karen kebetulan saya bersama mereka di tahun itu bersama anak saya yang satu sekolah dengan gadis kecil itu." Ucap Markus.


"Tunggu jadi maksud anda seluruh keluarganya meninggal saat kecelakaan itu?" Tanya Anton memastikan.


"Ya.. itu di jadikan hari kesedihan nasional saat itu." Ucap Markus.


"Baiklah terima kasih atas informasinya dok." Ucap Anton dan segera pergi dari cafe itu. Semua berita yang baru saja dia dapatkan sedikit membuatnya sakit kepala, belum lagi foto terakhir yang dia lihat. Wajah wanita itu terlalu mirip Alice.


"Tuan.. anda tidak apa-apa?" Tanya Paul sedikit khawatir. Pasalnya wajah Anton sangat pucat tangan dan kaki pria itu juga bergetar entah karena apa.


"Tuan apa kita perlu ke rumah sakit saja. Anda tampak tidak baik." Ucap Paul lagi.


"Aku tidak apa-apa." Ucap Anton sambil berjalan dan segera masuk kedalam mobil mereka.


Anton membuka kaca mobil lebar-lebar dan memejamkan matanya menenangkan dirinya. Entah apa yang di rasakan saat ini, keadaan ya ini sangat buruk seperti saat pertama dia menghadapi claustrophobianya.


Keringat dingin muncul di seluruh pelipis dahi dan tangan Anton. Anton masih memejamkan matanya menenangkan hati dan pikirannya yang kalut.


"Tuan.. ini minum dahulu.. anda benar-benar tidak dalam keadaan baik." Ucap Paul menyerahkan sebotol air mineral kepada pria itu. Namun Anton masih memejamkan matanya dan tidak melakukan apapun.


"Kenapa kau keluar.. Apa sudah selesai?" Tanya Alex dan Pak Aldo yang tiba-tiba muncul di belakang Paul yang berdiri si samping pintu penumpang.


"Ha ada apa? Tuan tampak sakit." Ucap Alex khawatir.


"Aku tidak tahu dia seperti ini saat keluar dari cafe." Ucap Paul menjelaskan.


"Biar ku periksa." Ucap Aldo dan masuk ke dalam mobil pria itu memeriksa nadi dan detak jantung Anton. Benar tubuh pria itu sangat dingin dan keringat di mana-mana.


Aldo melepaskan jas yang di kenakan Anton dan membuka kancing atas hingga dua kancing di lepaskan, kemudia melepaskan kancing di pergelangan tangan pria itu.


Aldo mengambil sebutir obat dan memasukkannya ke dalam mulut Anton.

__ADS_1


"Minimulah ini." Ucapnya dan mendorong obat itu dengan bantuan air mineral.


Anton tampak meminum itu tidak lama kemudian wajah anton sudah tampak tidak sepucat tadi.


"Apa yang terjadi." Tanya Alex kepda Paul.


"Aku juga tidak tahu.. akh belum pernah melihat Tuan sepertin ini." Ucap Paul lagi.


"Penyakit lamanya kambuh.. Aku pikir dia sudah sembuh total, ternyata masih ada.." Ucap Aldo sedikit prihatin.


"Aku tidak apa-apa paman Aldo.. aku hanya kelelahan." Ucap Anton dengan suara seraknya.


"Baiklah kita ke kota S sekarang" Ucap Anton memerintah.


"Tapi anda sedang tidak sehat Tuan.. bisakah kita tunda besok saja." Ucap Paul menyarankan.


"Tidak.. kita akan pergi sekarang.. aku sudah tidak apa-apa." Ucap Anton dan kembali duduk tegak di kursinya.


"Baik Tuan." Ucap Paul dan Alex bersamaan.


"Kau benar tidak apa-apa? aku pikir kau sudah sembuh total." Ucap Aldo khawatir.


"Aku sudah sembuh paman.. mungkin aku hanya kelelahan saja. ini bukan mengenai cloustrolhobia ku. aku baik-baik saja." Ucap Anton menenangkannya.


"Baiklah.." Ucap Aldo dan kembali duduk dengan tenang.


Mobil segera membelah jalanan tengah malam yang lenggang itu menuju kota S yang berada di perbatasan antara negara X dengan negara B itu.


Mereka tiba di kota S pada pagi harinya.


"Tuan Anda mau menginap di hotel mana?" Tanya Paul.


"Tidak, aku cukup tidur di mobil kita lanjutkan saja. Alex dan Paul kalian bisa istirahat di hotel biar aku dan paman Aldo pergi ke rumah sakit." Ucap Anton.


"Baik Tuan." Ucap Alex dan Paul. Alex mengendarai mobilnya hingga rumah sakit Healthy Center.

__ADS_1


"Kalian istirahat di hotel terdekat. Aku akan menghubungi kalian jika membutuhkan sesuatu." Ucap Anton.


Anton tahu Paul dan Alex membutuhkan tidur karena semalaman mereka tidak istirahat untuk membawanya pergi ke kota S ini. Maka dari itu dia hanya akan pergi dengan paman Aldo. Lagi pula ini adalah rumah sakit milih sahabat ayahnya. Dia akan meminta bantuan Widi untuk menyelidikinya diam-diam.


Alex menurunkan Anton dan Aldo tepat di depan rumah sakit Healthy Center. Anton mengambil ponselnya dan menghubungi nomor ponsel Widi.


📞"Haloo Wid.. kau di mana?" Tanya Anton tanpa basa-basi.


📞"Cepat keluar.. aku di bawah.." Ucapnya lagi dan kemudian mematikan ponselnya.


"Woahh kau mengalahkan hantu.. Tiba-tiba datang dan muncul begitu saja di sini. Ohya bagaimana liburan mu? mana oleh-oleh untuk ku?" Ucap Widi saat mereka bertemu.


"Tidak ada oleh-oleh.. aku membutuhkan bantuan mu." Ucap Anton serius.


"Wahh kau serius sekali.. ada apa?" Tanya Widi lagi penasaran ada aap dengan sahabatnya ini.


"Bantu aku menyelidiki berkas pasien ini yang kurang lebih sama di data pasien di rumah sakit kah 10 tahun yang lalu." Ucap Anton menjelaskan.


"Ha?? kasus lama? kau pikir mudah melihatnya begitu saja. Lagi pula itu berkas rahasia aku tidak bisa sembarangan memberitahu mu." Ucap Widi menolak.


"Aku mencurigai sesuatu aku membutuhkan bantuan mu." Ucap Anton dengan wajah serius.


"Astaga baiklah-baiklah.. aku akan tanyakan pada ayah ku." Ucap Widi dan segera mengambil ponselnya di saku snelinya. Namun belum sempat pria itu akan bergerak menghubungi seseorang, Anton sudah menghentikannya dan merebut ponsel itu.


"Hei apa-apaan kau? katanya kau ingin tahu aku akan menanyakan pada ayah ku." Ucap Widi tidak mengerti kenapa pria itu malah merebut ponselnya.


"Aku tidak ingin orang tua kita tahu apa yang kita lakukan. Bisakah kau menyelidikinya secara diam-diam?" Tanya Anton lagi. Dia khawatkr jika para orang tua tahu, itu malah akan mempersulit pemcarian mereka. Bahkan lebib buruknya jika mereka malah menutupinya.


"Aihhh kau benar-benar sangat merepotkan!!" Kesal Widi. Namun pria itu mengajak Anton dan Aldo masuk untuk mengikutinya.


"Kqu datang pagi-pagi buta bukannya mengajak sarapan malah memberikan tugas kepada orang! kau pikir kau adalah raja!" Gerutu Widi namun pria itu tetap saja mengajak kedua orang itu untuk menemui seseorang.


Tok tok tok..


Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2