
Ting..
Pintu lift terbuka, Juna dan Maya berjalan keluar dari pintu lift itu. Kemudian mereka melihat seorang pria muda berdiri di depan sebuah unit aparteman.
"Hai de.. ehemm.. Hai broo.." Ucap pria itu yang langsung meralat ucapannya cepat sambil melambaikan tangannya di atas kepalanya.
"Astaga konyol sekali.." Gumam Juna pelan bagaikan bisikan.
"Hai broo.. sorry lama ya.." Ucap Juna basa-basi sambil merangkul pria itu dan memukul punggungnya agak keras karena kesal, Yoga hampir saja menyebut dirinya 'Den' dan membocorkan identitasnya.
"Uhuk.. Uhuk.." Yoga terbatuk akibat pukulan di punggungnya yang terlalu keras.
"Tidak apa-apa.. aku baru menunggu juga kok." Ucap Yoga cepat, karena takut akan mendapatkan pukulan yang lainnya lagi.
"Ahh ya ini kenalkan rekan kerja ku namanya Maya, dia sedang mencari tempat tinggal. Siapa tahu cocok dengan unit milik mu." Ucap Juna basa-basi dan memperkenalkan gadis dingin di sampingnya itu.
"Saya Maya." Ucap Maya dan mengulurkan tangannya untuk berjabat tangan dengan Yoga.
"Wahh anda cantik sekali Nona." Ucap Yoga spontan. Mendengar ucaoan itu Juna melirik Yoga dengan tatapan mautnya. "Uhuk.. maksud saya mari silahkan masuk dan lihat-lihat ke dalam." Ucap Yoga cepat dan segera membuka unit apartemen itu dengan pass card di tangannya.
"Silahkan masuk." Ucap Yoga lagi mempersilahkan kedua orang itu masuk.
"Permisi.." Ucap Maya sopan dan masuk ke dalam apartemen itu.
Yoga memperlihatkan pintu masuk, tempat penyimpanan sepatu, payung dan benda lainnya yang bisa di masukan ke dalam lemari di yang tidak jauh dari pintu masuk. Kemudian beralih ke ruang keluarga sekaligus ruang tamu yang dominannya berwarna hitam dan coklat.
"Jika kamu tidak suka dengan sofa dan perabotan yang dominan dengan warna hitam, kau bisa memilih beberapa desain yang kau suka, nanti akan saya ubah." Ucap Yoga cepat, karena itu adalah pesan dari sang tuan muda.
__ADS_1
"Ahh tidak.. saya suka dengan warna hitam dan coklat." Ucap Maya. Maya menyukainya karena jika berwarna soft dia khawatir wanita itu tidak akan bisa sering-sering membersihkan unitnya ini, warna gelap dapat membantunya menyamarkan kemalasannya.
"Ini meja makannya dan ini adalah kitchen dan pantry bar." Ucap Yoga mengajak wanita itu berkeliling.
"Dan ini adalah kamarnya. Jika tidak suka warna ataupun gayanya, saya bisa mengubahnya sesuai keinginan Nona." Ucap Yoga lagi.
"Ahh tidak ini sudah sangat bagus.. saya menyukainya.. kalau boleh tahu ini di sewakan pertahun berapa?" Tanya Maya langsung penasaran dengan harga yang akan pria itu tawarkan.
"Emhh 50 juta.." Ucap Yoga. Namun pria itu langsung mendapatkan tatapan dingin dari Juna.. "Uhuk.. tapi bisa masih kurang untuk harga teman." Ucap Yoga buru-buru agar tuannya tidak marah.
"Ahh begitu jadi kira-kira untuk tahunan berapa? apakah bisa bulanan juga?" Tanya Maya penasaran.
"Emhh bisa.. bulanannya sekitar 4juta.. Namun untuk harga teman saya kasih 3,5juta perbulannya dan untuk pertahunnya 40jutan." Ucap Yoga cepat.
"Kamar mandinya hanya ada 1 dan itu kamar mandi di luar kamar." Ucap Yoga dan memperlihatkan kamar mandinya.
"Dan ada satu ruangan lagi, ini ruang cuci dan juga jemur, namun bisa di gunakan untuk menyimpan beberapa barang lainnya." Ucap Yoga lagi.
Maya dan Juna masih mengikuti Yoga yang memperlihatkan berkeliling ruangan itu.
"Di sini sudah terpasang wifi, gas, air, perawatan, keamanan serta listrik sudah include bersih semua." Ucap Yoga lagi memasarkan unit milik tuannya ini.
'Ohh ternyata sudah semua ya.. berarti jauh lebih ekonomis dong, aku pikir masih harus bayar ini itu lagi dalam bulan pertama. Harganya juga jauh lebih ekonomis dan aku tidak perlu naik kendaraan lagi jika ke kantor.' Batin Maya.
__ADS_1
"Ehemm.. apakah masih bisa kurang lagi biayanya." Ucap Maya menawar. Bagaimanapun wanita paling suka dengan harga murah tapi berkualitas bukan. Apalagi bisa menghemat beberapa ribu saja sudah luamayan bisa untuk beli hal yang lain.
Yoga sedikit melirik kepada Juna, Juna menganggukkan singkat tanpa di ketahui oleh Maya.
"Tentu.. karena anda temannya sahabat saya, saya kasih diskon lagi.. untuk perbulannya 3 juta saja dan jika ingin menyewa selama satu tahun harganya 35juta." Ucap Yoga dengan sedikit meringis. Pasalnya pasaran harga unit di daerah ini yang studio saja bisa di atas 60juta pertahunnya apalagi ini dengan tipe 1 kamar dan kamar mandi beserta semua sudah lengkap. Astaga tuan mudanya benar-benar sangat loyal terhadap teman kerjanya.
"Oke deal setuju. Saya akan ambil tahunan saja." Ucap Maya cepat dan langsung menyetujuinya.
"Baiklah saya sudah membuatkan beberapa kontrak dan hal lainnya silahkan di baca dahulu." Ucap Yoga dan menyerahkan sebuah kertas kepada Maya.
Maya membaca seluruh yang tertulis di sana, dan semuanya tidak memberatkannya bahkan untuk perawatan dan kerusakannya. Namun syaratnya dia tidak boleh keluar dari apartemen sebelum kontraknya benar-benar habis, singkat kata dia tidak boleh membatalkan kontrak di tengah jalan meskipun penyewa tidak menginginkan uangnya kembali. Ini sedikit aneh namun Maya tidak mempermasalahkan hal itu. Toh jika benar dia tidak betah, dia bisa menyimpan saja barang miliknya bukan, kenapa di bikin sulit. Selain itu di sini sangat bersih dan nyaman mengapa harus berpikir untuk memutuskan kontrak di tengah jalan. Sungguh aneh, namun sekali lagi wanita itu tidak mempermasalahkannya dan langsung membubuhkan tanda tangannya di atas kertas putih bermatrai itu.
"Untuk uangnya harus saya transfer sekarang ke mana?" Tanya Maya bingung. Mengapa pria itu tidak memberitahunya harus menyetor kemana.
"Ahh.. tidak perlu sekarang juga tidak apa-apa." Jawab Yoga keceplosan.
"Ha? kok bisa?" Tanya Maya aneh dengan sikap Yoga.
"Ehem.. maksud saya kamu kan kenalan Juna, tidak mungkin kamu bisa kabur kan, saya jadintidak perlu khawatir. Kamu bisa membayarnya setelah kamu menempati tempat ini, atau mungkin setelah 1minggu kamu menempati tempat ini. Bukankah kamu harus menyelesaikan dahulu masalah mu dengan kostam sebelumnya dan kemudian pindahan barang dan lain-lain? urus saja itu dahulu. Setelah itu baru selesaikan pembayaran. Toh kamu sudah menandatangani surat perjanjian bukan." Ucap Yoga menjelaskan panjang lebar agar wanita itu tidak menaruh curiga kepadanya.
"Ahh benar juga.. aku harus menyelesaikan permasalahan dengan kost sebelumnya dan melakukan pemindahan kemari. Masih banyak biaya yang harus aku urus. Kalau begitu terima kasih banyak atas pengertiannya Pak Yoga." Ucap Maya tulus dengan pengertian dari pemilik apartemennya itu.
"Tentu tidak masalah. Teman Juna adalah teman saya juga." Ucap Yoga dengan senyum bahagia. Akhirnya tugasnya selesai juga, dan sepertinya tuan mudanya puas dengan hasil kerjanya ini.
"Baiklah kami akan pamit dahulu Yoga, kita akan melakukan pindahan hari ini juga." Ucap Juna memutuskan. Maya yang mendengar itu sedikit bingung dengan keputusan yang di ambil pria itu tanpa merundingkan dengannya. Kan itu tempatnya dan dia yang akan pindah. Kenapa malah pria itu yang memutuskan seenaknya.
"Loh.. kok kamu yang ngatur?" Tanya wanita itu bingung bercampur kesal.
Bersambung....
__ADS_1