
Cahaya matahari hangat pada pagi hari menyinari wajah Alice, K yang telah bangun lebih dahulu melihat sorotan cahaya matahari itu membuat Alice gelisah karena sinarnya mengganggu tidurnya. K tidak tega melihat tidur Alice yang terganggu dan berinisiatif merentangkan telapak tangannya untuk menghalau sinar matahari yang menyoroti wajah Alice.
Alice kembali tertidur dengan tenang, K tersenyum dan memperhatikan wajah gadis itu tanpa bosan. Tangan kiri K yang menjadi bantalan kepala Alice, dan tangan kanannya yang menghalau cahaya matahari yang menyinari wajah Alice yang tertidur miring memunggungi K bersentuhan dengan dada bidang pria itu.
“Ma’afkan aku, sepertinya aku tidak bisa untuk memenuhi janjiku untuk mejauhi mu. Apalagi tidak memiliki hubungan apapun dengan mu. Aku malah akan membuatmu menjadi milikku apapun yang terjadi. Meskipun mungkin itu akan menyakitimu atau membahayakan mu. Aku tetap tidak akan melepaskanmu. Kamu akan menjadi milikku selamanya.” Ucap K kepada Alice yang tertidur lelap di lengannya.
Beberapa saat kemudian Alice bergerak untuk merubah posisi dalam tidurnya ke posisi kanan, namun karena tubuh K berada dekat dengannya membuat Alice terganggu.
“Emhhhh..” Suara erangan Alice yang terganggu dengan tubuh K yang terlalu dekat dengannya dan menghalanginya untuk bebas bergerak membuat Alice membuka matanya perlahan-lahan.
“Selamat pagi cantik.” Ucap K manis.
“Bisakah kau menyingkir. Kau terlalu dekat.” Ucap Alice dengan suara serak khas orang bangun tidur.
“Bukankah sejak semalam kita sudah sedekat ini, mengapa kau sekarang protes.” Ucap K, namun tetap bergeser memberikan ruang gerak untuk Alice.
“Jangan di bahas.. Itu hanya bayar hutang. Hutangku sudah selesai, aku akan mandi dan segera pergi dari sini. Penuhi janjimu.” Ucap Alice beranjak dari kasur dan segera masuk ke kamar mandi untuk membersihkan diri.
K yang mendengar itu terlihat gusar, dia tidak rela akan berpisah dengan Alice namun bagaimanapun saat ini dia juga harus segera pergi. K memutuskan mandi di kamar mandi lain dan membersihkan dirinya lalu ke bawah untuk menyiapkan sarapan untuk mereka berdua.
K membuat omurice dengan ham adalah makanan khas jepang dan korea berupa nasi putih yang digoreng bersama saus tomat dan di bungkus oleh telur goring omelet dan roti bakar dengan selai kacang untuk mereka berdua. Untuk minumannya K menyiapkan jus jeruk dan teh chamomile yang terbuat dari bunga chamomile yang di keringkan. Tak berapa lama Alice turun dengan menggunkan dress lengan panjang selutut berwarna putih.
K melihatnya tanpa berkedip. “Kau cantik bagaikan bidadari.” Ucap K terpana.
“Aku bukan bidadari, aku malaikat pencabut nyawa.” Ucap Alice ketus.
“Hahahah.. aku mau di cabut nyawaku jika malaikat pencabut nyawanya secantik kau.” Gurau K.
“Hentikan ocehanmu, aku lapar. Dan kau jangan mengganggu ku atau napsu makan ku akan hilang.” Ucap Alice lagi dan duduk di kursi itu dan mulai menyantap makanannya.
__ADS_1
“Baiklah, sarapan untuk yang terakhir kalinya sudah jadi Nona. Makanlah yang banyak Ice.” Ucap K, dan itu membuat Alice mengerutkan alisnya.
“Kenapa? Kan sudah sepakat aku akan memanggilmu Ice. Bukankah saat kita melakukannya aku juga menyebutkan namamu itu Ice.” Ucap K dengan seringainya.
“Ckckck.. membuat napsu makan ku hilang saja.” Kesal Alice dan menghentikan sarapannya. Dan pria itu hanya tertawa melihat gadis itu kesal.
“Ini kau minum.” Ucap K memberikan dua tablet kecil berwarna putih.
“Apa ini?” Tanya Alice bingung.
“Kau ingin memiliki anak denganku Ice?” Tanya K dengan jahil.
“Tentu saja tidak mau. Dalam mimpimu saja pria bertopeng.” Ucap Alice ketus dan mengambil obat itu dan segera meminumnya seketika. Tablet itu adalah postpil atau bisa disebut juga dengan emergency pil morning pil/kontrasepsi darurat terdiri dari dua tablet kecil yang dapat membantu mencegah kehamilan sesaat setelah melakukan hubungan se*ksual tanpa perlindungan kontrasepsi.
“Aku sih tidak keberatan jika kau mau mengandung anakku.” Ucap K dengan tersenyum jahil.
“Ah ya ini milikmu. Ini akan langsung aktif setelah aku pergi dari sini, dan rekanmu akan tau lokasimu saat ini dan pasti akan segera menjemputmu.” Ucap K sambil menyerahkan kalung berbatu berwarna biru tua kepada Alice.
“Aku kira kau sudah membuangnya.” Ucap Alice.
“Yang lain sudah kubuang. Kusisakan satu itu untuk penjemputanmu. Karena aku tidak mungkin mengantarkanmu Nona. Atau apakah kau ingin aku mengantarkanmu sampai rumahmu? Dan kau akan mengundangku kerumahmu Nona?” Ucap K dengan senyum jahil.
“Dalam mimpimu Tuan bertopeng. Cepat sana kau pergi, aku ingin segera pulang. Urusan kira sudah selesaikan. Dan ingat diantara kita tidak memiliki hutang apapun dan kita tak akan berhubungan lagi kedepannya nanti. Ingat itu!” Ucap Alice mengingatkan K. K hanya tersenyum dan melambaikan tangan pergi segera dari sana.
K pergi meninggalkan Alice sendirian di vila itu. Tanpa di sadari K, Alice melihat kepergian K untuk memata-matainya dari jendela. Dia melihat K menyapa salah satu anak buahnya yang membawakannya motor jetski berwarna hitam dan K segera menaikinya, sedangkan anak buahnya yang lain berada di atas jetski berwarna merah. Kemudian anak buahnya yang sedang berdiri itu menaiki jetski berwarna merah dengan rekannya dan segera mengendarai jetski itu membuntuti bos mereka dari belakang.
‘Sial aku tidak bisa memfoto mereka. Tapi jika aku melihat mereka lagi di suatu tempat, aku yakin bisa mengingat salah satu dari mereka.’ Batin Alice.
20menit berlalu dan Alice mendengar suara mesin kapal bermotor. Alice melihatnya melalui jendela dan mendapati dua kapal speedboat, satu speedboat penuh dengan anggota keamanan bersenjata dan satunya lagi di naiki oleh Galih dan Juna. Semua pasukan bersiap layaknya pasukan yang akan menyergap vila itu. Alice segera berlari keluar vila dan menyambut kedatangan mereka di depan pintu.
__ADS_1
“Alice kau tidak apa-apa?” Ucap Galih sesaat melihat Alice didepannya.
“Ya aku baik-baik saja.” Ucap gadis itu.
“Bagaimana kau bisa disini? Kami mencarimu di setiap kamar kapal pesiar dan tidak menemukanmu, kami juga tidak dapat mencari lokasi dari Gps mu sebelumnya. Namun tiba-tiba beberapa saat lalu kami menemukan Gps mu memberikan sinyal di pulau misterius tak bertuan ini. Apa yang sebenarnya terjadi Alice?” Tanya Galih sambil memeluk gadis itu.
“Geledah semua yang bisa menjadi bukti sekarang.” Ucap Juna kepada anak buahnya yang ada di sana.
“Ceritanya panjang. Tapi aku baik-baik saja. Masuklah.” Ucap Alice mendorong tubuh Galih pelan dan menyuruh mereka masuk dan menyiapkan minumanuntuk Juna dan Galih.
Juna duduk diam di barpantry sedangkan Galih diam-diam melihat sekeliling isi dapur itu dan melihat sesuatu bungkusan di dalam tempat sampah, dia mengambilnya dan menyimpannya di sakunya.
“Apa yang terjadi Al?” Tanya Juna, masih penasaran dengan kejadian di kapal pesiar itu dan muncul tiba-tiba di pulau tak berpenghuni ini.
“Aku akan jelaskan semuanya nanti dimarkas.” Ucap gadis itu singkat.
“Lapor Pak semua tempat sudah kami geledah tidak ada seorangpun di dalam vila ini, dan tidak ada satu barangpun yang bisa menjadikan petunjuk atau bukti kepemilikan pulau ini atau bahkan vila ini.” Ucap salah satu bawahan Juna melapor. Belum sempat Juna menjawab tiba-tiba muncul seseorang dari luar vila.
“Lapor Pak, kami sudah menjelajahi pulau ini, tidak ada seorangpun yang tinggal disini dan semua clear Pak.” Ucap bawahan Juna melapor setelah menyusuri pulau itu.
“Baiklah semua segera kembali ke markas.” Perintah Juna.
“Siap Pak.” Ucap semua bawahannya kompak.
“Ayo Al kita harus segera melapor. Roy sangat mengkhawatirkan mu.” Ucap Juna dan di angguki oleh Galih.
“Ya kak Jun.” Ucap Alice dan dia segera bergerak mengikuti Juna dan Galih menuju kapal speedboot.
Bersambung....
__ADS_1