JiHan (Janji Dan Penghianatan)

JiHan (Janji Dan Penghianatan)
Yacht


__ADS_3

1 jam sebelum pergi ke ruang pertemuan.


“Apa kah kau lapar Ara?” Tanya Johan.


“Hemm sedikit.” Jawab Alice sambil masih setia mendampingi Johan.


“Ya sudah kau pergi saja ambil makanan, aku masih harus menemani mereka berbicara.” Ucap Johan dan Alice mengangguk dan berpamitan kepada mereka untuk izin pergi ke toilet.


Setelah dari toilet Alice ke tempat cemilan untuk menikmati makanan manis kesukaannya. Dia menggambil beberapa cake dan berjalan, tanpa sengaja dia menabrak punggung seorang pria di sana.


“Ah ma'af aku tidak sengaja, aku tidak fokus. Tolong maafkan aku tuan.” Ucap Alice kepada seorang pria tinggi besar menggunakan setelan yang mewah, pria itu berbalik dan memandang Alice.


Pria itu menggunakan sebuah topeng setengah wajah berwarna hitam dan gold yang menyembunyikan wajah bagian atasnya, hanya terlihat bagian bibir dan dagunya saja.


“Ya tak masalah.” Jawab pria itu dingin setelah akhirnya pria itu tersadar dari lamunannya.


“Sepertinya aku harus membersihkan jas mu tuan?” Ucap gadis itu. Cakenya mengotori baju jas bagian punggung yang digunakan oleh pria itu.


“Tak masalah aku bisa menggantinya.” Ucap pria itu lalu pergi dari sana.


“Astaga apa yang terjadi, mengapa aku sangat ceroboh.” Gerutu Alice sambil memukul pelan kepalanya.


Pria itu pergi dari sana, dia pergi keatas menuju di mana kamarnya berada dan mengganti pakaiannya segera. Kemudian setelah mengganti setelan jasnya, dia pergi ke luar dari kamarnya dan menuju atas tangga memperhatikan semua aktivitas yang terjadi di tempat pesta itu dari atas sana.


“Selidiki wanita itu dan apa hubungnnya dengan si tua Macel.” Ucap K saat melihat wanita yang menabraknya tadi bergandengan tangan dengan pria lain dan mengikuti Macel ke sebuah ruangan yang ada di bawah sana.


“Ahh dan apa yang akan mereka lakukan di ruangan itu. Sekarang!” Perintah pria itu kepada bawahannya.


“Lapor tuan K. Namanya adalah Ara dia seorang pemilik toko bunga, datanya terlalu bersih. Wanita itu kemari hanya sebagai pendamping Johan lelaki yang dia gandeng sebelumnya. Dan untuk Macel sepertinya dia melakukan transaksi obat terlarang di sini tuan, dia melakukannya dengan mencuri-curi keadaan tuan.” Jelas asisten K sesaat setelah dia menyelidiki mereka semua.


“Breng*sek.. beraninya pria tua itu main-main di dalam kapal pesiarku.” Ujar K geram.


“Lalu pa yang harus kita lakukan tuan?” Ucap sang asisten.

__ADS_1


“Tentu saja kita harus melihat apa yang akan dia lakukan ambil bukti dan kau tau apa yang harus kau lakukan bukan Paul?” Ujar K tersenyum menyeramkan.


“Baik tuan saya mengerti.” Ucap sang asisten hormat dan pergi meninggalkannya sendirian untuk melaksanakan perintah tuannya itu.


“Aku semakin penasaran tentang mu cantik.” Ucap pria itu.


***


“Kumohon tuan.. tolong aku… lepaskan aku.. aku sungguh tidak nyaman..” Ucap gadis itu lemah. K tersadar akan lamunannya.


“Apa yang harus kita lakukan tuan?” Tanya Paul sang asisten. K mendekati tubuh gadis itu pria itu tersenyum sinis.


“Sepertinya dia bukan wanita biasa.” Ucap K saat dia berada di dekat gadis itu.


“Maksud anda tuan.” Tanya sang asisten bingung.


K mendekatkan jari telunjuknya dan menggambil sebuah kancing yang masih menempel di baju Alice dan mengambil peniti kecil di sana yang tersisa di tubuhnya. K menelitinya dan dia tau itu merupakan kamera sekaligus microphone. Kemudian dia memperhatikan gelang yang digunakan gadis itu dan meletakkannya di atas meja di samping kasur bersama dengan peniti dan kancing. Dan dia memperhatikan kalung yang gadis itu gunakan dan menyimpannya juga di atas meja. Kemudian dia memperhatikan giwang yang digunakan gadis itu dan melepaskannya juga.


“Hancurkan semuanya kecuali kalung itu. Buat kalung itu mati untuk sementara sampai aku memerintahkannya untuk mengaktifkannya lagi.” Ucap K tegas saat Paul kembali kedalam ruangan.


“Baik tuan.” Ucap Paul dan dia bergegas keluar lagi untuk memerintahkan salah satu pengawalnya itu untuk melaksanakan perintahnya.


K kemudian membuka jasnya dan menutupinya ke tubuh gadis itu dan membawa gadis itu di dalam gendongannya dan membawa gadis itu menaiki yacht yang menunggu mereka pergi dari sana.


“Cepat tinggalkan kapal pesiar ini, bawa semua anggota kita menaiki yacht dan pergi dari sini. Suruh nakhoda kapal pesiar menepi di dermaga terdekat dan suruh dia menghubungi polisi.” Ucap Paul pada salah satu anak buahnya saat dia sudah melihat K naik ke dalam yacht miliknya.


“Siap tuan” Ucap salah satu bawahannya yang segera pergi dari sana menuju ke tempat nakhoda kapal dan memberikan intruksi padanya, kemudian dia pergi dari kapal pesiar itu dan naik ke yacht yang menantinya di sana.


“Lapor tuan, semuanya sudah di laksanakan sesuai intruksi. Gps di dalam kalung ini juga sudah di matikan tuan. Barang-barang yang lainnya sudah di musnahkan ke dalam laut.” Ucap pria itu kepada Paul.


“Oke kau boleh pergi. Aku akan menghubungi mu jika butuh bantuan.” Tutup Paul dan mengambil kalung itu.


Tok tok tok ketukan pintu terdengar.

__ADS_1


“Tuan K semua sudah di jalankan sesuai intruksimu, kapal pesiar kan segera menepi di dermaga terdekat. Lalu apa yang akan kau lakukan kepada gadis itu, sepertinya dia tidak dalam keadaan baik. Dan mustahil jika dia mengikuti kita sampai ke markas.” Ucap Paul.


“Ya, kau benar. Gadis ini sepertinya dia di berikan obat perangsang, aku sudah merendamnya dalam bathtub. Kita ke vila yang ada di pulau tak berpenghuni, itu tak terlalu jauh daripada ke markas kita. Lagi pula orangmanapun tidak dapat mengetahui tempat dan kepemilikan dari vila itu. Kalian pergi saja langsung ke markas setelah mengantarkan kami, siapkan semua yang nanti dia dan aku butuhkan nanti dan bawa saja jet ski kesayangan ku untuk menjemputku saat aku menghubungi kalian nanti, aku tidak ingin terlalu mencolok dan aku tidak ingin di ganggu kau mengerti bukan Paul.” Ucap K.


“Baik tuan K. Tetapi buka kah itu terlalu berbahaya? Gadis ini terlalu bersih.” Paul membeberkan kecurigaannya.


“Apakah aku harus takut jika aku adalah seorang K, Paul?” Tanya K dengan nada sinis.


“Ma'af aku salah tuan K. Anda benar, silakan saya akan pergi mengurus semuanya. Saya akan mengabari jika sudah tiba.” Ucap Paul. Paul bergegas dari sana, dan meninggalkan Alice dan K berduaan saja di kamar yacht milik bosnya itu.


Setelah kepergian Paul, K pergi ke kamar mandi memperhatikan gadis yang seperti sedang mabuk, dia meracau tidak jelas dengan tubuh yang kepanasan karena tidak nyaman.


“Kau sungguh membuatku penasaran cantik.” Ucapnya sambil menyenderkan badannya di pintu kamar mandi dan hanya melihat gadis itu yang berendam dalam bathtub itu, pakaian gadis itu masih terpasang. K hanya menceburkan tubuh gadis itu di dalam rendaman air dingin dan tidak melepaskannya tadi.


Tok tok tok suara pintu di ketuk


“Tuan kita usdah sampai, dan semuanya sudah di siapkan di sana.” Ucap paul.


“Ahh baiklah.” Ucap K menggangkat wanita di dalam air itu dan memakaikannya jas nya lagi, sepertinya wanita itu pingsan.


“Biar saya saja tuan yang menggendongnya.” Ucap Paul.


“Apakah kau berpikir aku begitu lemah sehingga aku tidak bisa menggendong wanita bertubuh kecil ini?” Tanya K sambil berjalan melewati tubuh Paul.


“Saya tidak berani berpikir seperti itu tuan.” Ucap Paul menunduk meminta ma'af merasa bersalah atas ucapannya.


“Sudahlah, kalian cepat pergi.” Ucap K saat dia menyusuri jembatan kayu di sana yang menghubungkan lautan dan daratan itu.


“Baik tuan.” Ucap Paul dan membungkuk sebentar kemudian dia berteriak. “Jalankan kapalnya kita pergi ke markas.” Ucapnya memerintah nakhoda kapal itu. Yacht itu pergi meninggalkan pulau itu dengan segera.


Beberapa saat setelah melewati jembatan dan beberapa hutan kecil, akhirnya mereka samapi di Vila itu. Meski ini vila tidak berpenghuni, vila ini selalu di bersihkan dan di rawat minimal seminggu sekali dan kebetulan para pekerja yang membersihkannya tadi masih ada di sini, jadi mereka mempersiapkan semuanya sebelum mereka meninggalkan pulau itu dengan meminta tolong orang yang akan menjemput mereka, membeli semua kebutuhan untuk tuannya beberapa hari dan menata semua dengan rapi sebelum tuan mereka akan tiba.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2