JiHan (Janji Dan Penghianatan)

JiHan (Janji Dan Penghianatan)
Firasat Buruk


__ADS_3

Author PoV


‘Wajah tersenyumnya sangat tampan, dunia ku seolah terpaku dan berhenti kepadanya. Sungguh rasanya aku ingin sekali melompat kedalam pelukannya. Jantung ku pun juga berdetak dengan tidak karuan, rasanya aku ingin selalu berlama-lama dengan pria ini. Apakah ini yang di namakan cinta?’ Batin Alice saat melihat senyum Antonius yang mengembang di wajahnya.


‘Namun ini belum waktunya untuk saling terikat dengan romance, aku masih harus menyelesaikan misiku belum lagi aku tidak bisa bebas memberi tahukan identitas ku, selain itu orang yang berada di sisi ku bisa saja menjadi terancam kapan saja. Dan aku harus mencari siapa kedua orang tua kandungku, dan alasan mengapa mereka meninggalkanku.’ Batin Alice sedih, menyadarkan dia pada kenyataannya kini.


Setelah makan siang itu Anton membawa Alice kembali ke rumah sakit, Anton kembali ke ruangannya setelah berpisah di basement dengan Alice. Alice kembali ke ruang perawatan melati untuk melihat Johan dan membantunya berkemas utuk pulang sore ini.


“Hai, apakah aku terlalu lama? Ma'af aku bertemu teman saat makan tadi, jadi kami banyak mengobrol.” Ucap Alice tidak enak hati kepada Johan.


“Tentu tidak masalah, tidak terlalu lama kok. Lagi pula aku sudah pulih, aku tidak perlu pengawasan suster cantik di sisi ku.” Gurau Johan.


“Ohya tadi dokter sudah visit, dan aku sudah di perbolehkan pulang sekarang sebenarnya.” Ujar Johan.


“Astaga, kalau begitu mari kita pulang sekarang. Ma'af aku malah membuat mu menunggu ku.” Ujar Alice.


Setelah mereka menyelesaikan pembayaran merekapun bergegas pulang menuju apartemen Johan.


“Kau tinggal sendiri?” Tanya Alice, saat dia baru saja sampai di unit apartemen Johan, tidak ada seorangpun di sana.Kemudian mereka duduk di sofa.


“Iya. Aku tinggal sendiri di apartemen ku akhir-akhir ini, pelayan akan datang setiap pagi untuk membersihkannya dan menyiapkan makan kemudian pulang. Biasanya aku jarang tinggal di sini aku biasa tinggal di rumah utama kediaman orang tua ku, namun akhir-akhir ini aku hanya malas saja untuk pulang belakangan.” Ujarnya jujur.


“Apakah karena masalah Zeline?” Tanya Alice.


“Ya, namun kau tenang saja ini bukan karena mu Ara, kau tidak perlu tidak enak hati. Ini murni karena keinginan ku saja.” Ucap Johan menenangkan gadis itu.


“Ohya nanti malam bisa kah kau menemaniku?” Tanya Johan.


“Ke mana?” Tanya Alice pura-pura tidak tahu.


“Aku ada acara nanti malam, pesta di kapal pesiar.” Jawab Johan.


“Bukankah kau masih sakit?” Tanya Alice.


“Ini tak masalah aku sudah benar-benar pulih, lagi pula aku tidak bisa mengabaikan undangan pesta dari bos ku. Mau kah kau jadi partner ku malam ini Ara?” Ajak Johan.


“Tentu Johan.” Senyum Alice sangat mengembang.

__ADS_1


‘Aku memang menantikan semuanya untuk malam ini Johan.’ Ujar Alice dalam hatinya.


Johan terpaku dengan senyuman gadis itu, Johan mencoba mendekatkan diri kepada Alice. Dia mencoba untuk memeluk bahu gadis itu yang duduk di sebelahnya dan mendekatkannya kedalam pelukannya, namun Alice mendorong dadanya pelan dengan telapak tangannya.


“Baiklah aku akan pulang dahulu sekarang Johan.” Ucap Alice, tangannya masih berada di dada lelaki itu.


“Sekarang? Tidak bisakah nanti saja?” Pinta Johan memelas, dia menginginkan agar lebih dekat dengan wanita yang dia puja.


“Kau tau wanita memang membutuhkan banyak waktu untuk bersiap bukan.” Ucap Alice menolaknya dengan halus, dan jari telunjuknya bermain-main di dada bidang pria itu agar tidak ketara akan penolakannya.


“Ahh,, Baiklah.” Ucap Johan tidak rela melepaskan gadis itu.


“Aku akan menjemputmu nanti malam.” Lanjut Johan menyerah.


“Baik. Aku tidak akan mengecewakan mu.” Ucap gadis itu dan dia segera pergi dari sana.


Saat sampai di dalam kamarnya, Alice segera mandi dan mengambil kotak Box yang berisi barang-barang yang di berikan Roy, dan segera bersiap-siap.


Dia mengenakan Gaun yang di berikan Roy yang memiliki microphone dan camera tersembunyi. Gaun itu berwarna biru langit dengan model bahu dada atas dan punggung yang terbuka memiliki sedikit lengan pada bagian lengannya dan petticoat pada tangan hingga pergelangan tangan dengan model kain yang transparan dapat memperlihatkan sosok tubuh bagian atasnya yang putih dan bersih.


Gaun itu panjang hingga menjuntai ke lantai. Selain itu dia juga menggenakan garter belt untuk menahan stoking yang dia gunakan untuk menyimpan rapi pistol yang dia selipkan di antara sela pahanya. Dia juga mengenakan kalung GPS yang terpasang di dalam batunya yang berwarna Biru tua, dan anting berlian stud model paling sederhana hanya terdiri dari satu batu permata yang di bentuk bulat dan desain simpel berwarna putih. Dan sebuah gelang yang memiliki microphone dan camera tersembunyi juga.


Setelah siap, dia menghubungi Roy untuk memberitahukannya bahwa dia akan berangkat sebentar lagi agar mereka sudah siap di sana nantinya. Roy juga memberitahukannya bahwa semuanya aman. Tak lama suara mobil berhenti di halamannya. Dia menyimpan ponselnya yang biasa dia gunakan dan menggambil ponsel lain yang kosong akan informasi apapun, dia khawatir jika nanti poselnya malah jatuh ke tangan musuhnya dan malah akan membahayakan semua timnya nanti.


Dia bergegas keluar dan turun menuju halamannya, dan Alice melihat Johan sudah tampan dengan double breast jas, dengan bahan polister bagian dalamnya berbentuk vest yang menyatu dengan jas bagian luarnya. Pria itu mengenakan warna charcoal dan kemeja yang berwarna biru langit yang kontras dengan warna kulitnya yang putih.


“Wah kau cantik sekali Ara, dan sepertinya kita memang jodoh. Kita memakai warna yang sama layaknya couple.” Ujar Johan sambil mendekat dan mendekap pinggang gadis itu.


“Kau juga sangat tampan Johan, mari kira berangkat nanti malah jadi terlambat.” Ujar Alice sambil menjauhkan tubuhnya dari tubuh pria itu, kemudian masuk ke mobil dan pergi dari sana.


“Aku jadi tidak rela kau dilihat oleh banyak orang di sana Ara.” Ucap pria itu saat sudah sampai pelabuhan dan akan menaiki tangga penyebrangan masuk ke dalam kapal pesiar itu.


“Kau terlalu berlebihan Johan.” Ucap Alice sambil menggandeng lengan pria itu. Kemudian mereka berjalan menuju kamar Johan.


“Masuklah, aku akan menyimpan ini dahulu.” Ucap Johan sambil menyimpan tas laptop di dalam lemari di kamarnya.


“Kau masih akan membawa kerjaan mu ke sini Johan?” Tanya Alice, melihat tas laptop yang di simpan oleh johan.

__ADS_1


“Hemm ya, kau tau beberapa hari terakhir aku tidak terlalu fokus pada kerjaanku, jadi aku harus mengeceknya nanti.” Ucap Johan menjelaskan.


“Ahh Baiklah.” Ucap Alice sambil melihat keliling kamar.


Kamar di dalam kapal pesiar ini sungguh sangat mewah dan elegan, kamar ini layaknya kamar jenis suit hotel bintang 5. Mulai dari karpet, dinding, lampu semua warnanya sangat kontras dan indah perpaduan antara white dan gold serta kayu menjadi pemandangan yang indah.


“Yuk, aku akan mengenalkan mu kepada atasanku. Dia sudah menunggu.” Ucap Johan dan mengajak Alice keluar dari sana. Karena jika mereka lebih lama di sana, Johan tidak tau apa yang akan terjadi nantinya padahal dia sudah di tunggu oleh bosnya itu.


Di sana terlihat banyak orang terbagi-bagi menjadi beberapa kelompok berdiri sambil berbincang dan meminum wine. Di aula ini sangat megah dan luas, di ujung pinggirnya tertata meja panjang yang sudah disiapkan makanan, minuman maupun kudapan untuk menemani mereka bercakap-cakap atau untuk sekadar mengisi perut yang kosong. Di sana juga terdapat kursi dan meja bundar yang di susun rapi untuk makan atau hanya sekadar melepas penat karena berdiri.


“Ayo kita kesana.” Ucap Johan, menuju kelompok orang yang sepertinya dia kenal.


‘Mereka tampak jauh lebih berumur dari Johan dan tampak licik di mataku.’ Batin Alice.


“Ahh kau sudah datang Johan. Kupikir kau tidak akan datang.” Ujar pria tua itu yang tampak sedikit tambun dan beruban.


“Ma'af bos Macel aku sedikit terlambat.” Ucap Johan sambil meminum wine nya sebagai permintaan ma'af.


“Lalu siapa wanita di sampingmu?” Tanya pria tua itu yang Johan panggil bos itu.


“Ahh, dia Ara pendamping ku.” Ucap Johan.


“Ara, kenalkan ini bos ku Macel.” Ucap Johan mengenalkan pria tua itu. Alice hanya bersalaman sekilas.


“Wah kau mendapatkan barang bagus ternyata.” Ucap lelaki tua itu dengan bibir yang di angkat sebelah menunjukkan senyumnya yang jahat.


‘Aku memiliki firasat buruk dengan hanya melihat senyumnya saja.’ Batin Alice.


Setelah menyapa seluruh kenalan yang mereka undang, kelompok Johan yang berisi Macel dan asisten pribadinya, Johan dan Alice mereka akan pergi menuju sebuah ruangan yang sepertinya penjagaannya jauh lebih ketat. Terdapat 10 orang pria berjas hitam berdiri berjajar di kedua sisi menjaga sebuah ruangan.


“Kau akan membawa gadis itu?” Tanya Macel pria tua itu.


“Iya bos, aku sudah menyelidikinya dia bersih.” Ucap Johan yakin.


“Oh baiklah, lagi pula kita bisa bersenang-senang nantinya.” Ujar Pria tua itu. Sungguh membuat merinding bulu kuduk setiap orang yang mendengarnya.


Di dalam ruangan itu terdapat penjagaan juga yang jauh lebih banyak, ada 20 orang berjajar di dekat dinding. Mereka mengelilingi sebuah meja lonjong dan beberapa kursi pertemuan tersedia di sana. Alice duduk di sebelah Johan yang duduk di samping Bosnya dan asisten pribadi bosnya berdiri di samping Macel. Tak lama pria bertubuh tegap datang bersama 3 orang lainnya,mereka menjinjing tas berwarna hitam di kedua tangan mereka masing-masing.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2