JiHan (Janji Dan Penghianatan)

JiHan (Janji Dan Penghianatan)
Kejujuran2


__ADS_3

“Ahh iya tadi Nona Alice baru saja menitipkannya, silahkan ini kuncinya tuan.” Ucap Resepsionis itu dan menyerahkan kuncinya kepada Anton.


“Terima kasih.” Ucap Anton dan bergegas pergi dari sana menuju tangga darurat.


“Hemm untunglah hanya lantai 20..” Ucap Anton sambil melompati beberapa anak tangga sekaligus agar dia cepat menemui kekasihnya itu.


“Hemm akhirnya sampai juga.” Ucap pria itu saat melihat petunjuk bahwa dia sudah berada di lantai 20. Kemudian pria itu keluar dari pintu darurat dan menyusuri lorong menuju kamar 2001.


“Ahh ini dia.” Ucap Anton saat menemukan kamar dengan bertuliskan nomer 2001. Anton membukanya dengan pass card yang di berikan resepsionist itu dan masuk kedalam.


Alice yang mendengar suara pintu terbuka langsung menghampiri pintu dan melihat kekasihnya dengan wajah yang sangat kacau.


“Apa yang terjadi? Kau habis dari mana? Kenapa begitu banyak keringat?” Tanya Alice yang mulai khawatir melihat baju yang sudah basah dengan keringat dan pelipis wajah Anton yang memiliki beberapa buliran keringat.


“Olahraga pemanasan, tentu saja.” Ucap pria itu dan mencoba masuk ke dalam dan melepaskan kemeja hitamnya dan hanya meninggalkan tubuh toplessnya.


“Anton kenakan baju mu.” Ucap Alice kesal.


“kau tidak lihat baju ku sudah banjir keringat, aku akan mandi dahulu. aku sungguh tidak nyaman dengan seluruh keringat di tubuh ku. Mau ikut bersama?” Goda Anton.


“Astaga, cepatlah masuk kamar mandi sana.” Ucap Alice kesal dan Anton masuk kamar mandi dan melepaskan seluruh pakaiannya.


“Al.. bisakah kau berikan ini kepada bagian laundry, aku tidak bisa mengenakan pakaian itu lagi dalam keadaan banyak keringat di sana tentu saja.” Ucap Anton yang memunculkan kepalanya di cel*ah pintu dan menyerahkan celana jeansnya juga.


“Astaga kau ini.” Ucap Alice kesal dan mengambil celana jeans Anton.


“Hati-hati.” Ucap Anton ambigu dan menutup pintu kamar mandinya lagi.

__ADS_1


“Antonnnnnnnnnnn.” Teriak Alice kesal saat celana box*er yang terselip di celana jeans itu terjatuh begitu saja ke lantai. Dan Anton tertawa semakin terbahak-bahak saat mendengar jeritan kekasihnya itu.


“Kau harus terbiasa dengan itu sayang.” Teriak Anton dari dalam kamar mandi, Alice yang mendengar itu hanya memutar bola matanya kesal.


“Siapa suruh kau menjahili ku, menyuruh ku menaiki tangga hingga lantai 20.” Lanjut Anton dengan suara pelan yang bersamaan dengan suara kucuran dari air shower.


Alice menelpon bagian laundry hotel untuk membersihkan pakaian Anton. Beberapa saat kemudian petugas laundry datang mengambil pakaian basah anton dan pergi dari sana. Saat Alice masuk kembali dan duduk di sofa, Anton muncul dengan handuk kimono dan tangan yang sedang mengeringkan rambutnya yang basah.


“Kenapa? Terpesona?” Ucap Anton melihat kekasihnya tidak melepaskan pandangannya dari tubuhnya.


Alice yang terpaku dari lamunannya langsung tersadar dan kemudian gadis itu mengingat tujuannya menyuruh kekasihnya itu datang ke hotel itu.


“Ada apa?” Tanya Anton bingung saat melihat raut wajah yang berubah serius dari kekasihnya itu.


“Aku perlu bicara serius dengan mu, maka dari itu aku memilih tempat ini. Ada sesuatu hal penting yang ingin aku bicarakan dan ini tempat terdekat dari lokasi ku sebelumnya, dan juga aku membutuhkan privasi agar tidak ada yang mendengar percakapan kita. Aku juga tidak memiliki banyak waktu saat ini. Bisakah kita mulai.” Ucap Alice serius.


“Aku tahu mungkin seharusnya aku bisa berbohong kepadamu untuk saat ini, tapi sungguh.. aku lelah jika aku harus terus menerus berbohong. Maka dari itu, aku ingin berbicara jujur kepada mu.” Ucap Alice memulai pembicaraannya.


“Aku memiliki pekerjaan utama ku, dan pekerjaan itu merupakan pekerjaan yang agak sedikit beresiko.” Ucap Alice dan sedikit menjeda ucapannya. Namun gadis itu tidak bisa mundur untuk pengakuannya kepada kekasihnya itu. Dia sudah memutuskan akan memberitahu segalanya kepada kekasihnya itu.


“Aku bekerja di Roy Jaya Putra Company, aku  sebagai salah satu agen mata-mata di sana. Aku tahu dengan diri mu terlibat bersama ku, sedikit banyak itu akan mempengaruhi kehidupan mu bahkan bisa saja itu dapat membahayakan nyawamu sendiri. Masih mau kah kamu terlibat dengan wanita seperti ku?” Tanya Alice yang sekarang mulai sedikit ragu dengan pengakuannya itu.


Anton yang diam beberapa waktu, membuat Alice tambah khawatir dengan keputusannya itu.


“Bolehkah aku bertanya?” Tanya Anton serius.


“Apa?” Tanya Alice khawatir.

__ADS_1


“Jika aku ada di posisi mu, masih maukah kamu menerimaku meski kamu bisa saja berada dalam bahaya karena pekerjaan ku? Atau kau akan meninggalkan ku?” Tanya Anton serius.


“Tentu saja aku tidak akan takut dan tidak akan meninggalkan mu. Aku akan menjadi wanita yang kuat untuk bisa berdiri tegak berada di samping mu.” Ucap Alice yakin.


“Gadis bodoh..” Ucap Anton mengetuk keningnya Alice menggunakan buku jari telunjuk yang di tekuknya.


“Begitu juga dengan ku.. Meski pekerjaan mu berbahaya dan bahkan bisa saja membahayakan aku, yang ada aku akan berusaha untuk melindungi mu apapun yang terjadi. Kita akan saling menguatkan dan melindungi satu sama lain. Aku mencintaimu karena kebaikan hati mu dan jati dirimu, mungkin sedikit banyak karena pengaruh pekerjaan mu yang membuat jati dirimu kuat saat ini.” Lanjut Anton kemudian pria itu mengusap kening gadis itu yang dia pukul tadi.


“Terima kasih untuk segalanya.” Ucap Alice memeluk tubuh kekasihnya itu. Pria itu menyambut pelukan kekasihnya itu dan mengusap lembut rambut wanita yang sangat dia cintai itu.


“Baiklah aku harus pergi sekarang.” Ucap Alice dan melepaskan pelukannya dan sedikit mendorong badan kekasihnya itu.


“Apa?” Tanya Anton yang bingung dengan ucapan kekasihnya itu.


“Bukankah kau memesan tempat ini untuk menghabiskan waktu kita bersama?” Ucap Anton kesal dengan ucapan Alice yang akan meninggalkannya.


“Haha maaf kan aku..” Ucap Alice.


“Aku harus pergi misi, beberapa waktu kedepan mungkin aku akan sulit di hubungi. Aku tidak bisa menghubungi mu lebih tepatnya. Aku harus fokus kepada misi ku, aku akan menghubungi mu kembali jika aku sudah menyelesakan masalahnya.” Lanjut  gadis itu.


“Misi apa? Akankah berbahaya? Kau akan pergi kemana? Berapa lama?” Tanya Anton khawatir.


“Emhh maaf aku tidak bisa menceritakan apa, berapa lama dan kemana tujuan ku. Ini demi kebaikan kita dan ini tanggung jawab ku terhadap pekerjaan ku. Untuk berbahaya atau tidaknya, aku pasti akan lebih berhati-hati. Bagaimanapun aku memiliki seseorang yang sedang menungguku bukan.” Ucap Alice menggoda kekasihnya.


“Iya kau benar. Aku akan selalu menunggu mu. Pulang dalam keadaan baik-baik saja. Aku tidak akan memaafkan mu jika terjadi sesuatu hal yang buruk terhadapmu. Bahkan jika kau kehilangan satu helai rambutpun aku tidak akan memaafkan mu.” Ucap pria itu tegas.


Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2