JiHan (Janji Dan Penghianatan)

JiHan (Janji Dan Penghianatan)
Umpan yang di tangkap


__ADS_3

Di sisi lain di gedung pencakar langit perusahaan swasta di kota X.


Tok tok tok pintu di ketuk dari luar pintu ruangan presiden direktur.


"Masuk.." Sahutan dari dalam.


Tidak berapa lama seorang wanita muncul di balik celah pintu, "Permisi Tuan.. seseorang ingin bertemu dengan anda." Ucap sekertaris wanita yang menggunakan pakaian serba minim dan pas body membuatnya dapat terlihat dengan baik bentuk tubuh wanita itu.


"Suruh dia masuk." Ucap pria tua dari dalam ruangan.


"Silahkan Pak.." Ucap sekertaris mempersikahkan masuk tamu pria itu dan kemudian menutup kembali pintu ruangan bosnya.


"Ada apa? kenapa mencari sampai kemari?." Tanya Pria tua itu.


"Bos.. ada sesuatu hal yang perlu saya sampaikan.. Ada seorang artis pendatang baru, dia sangat berbakat dan cantik bos." Ucap pria itu memperlihatkan sebuah foto dan video pendek saat di dalam air.


"Ha? wanita ini..." Ucap pria tua itu.


"Iya bos.. sebenarnya dia seorang model baru, namun dia memiliki bakat sepertinya dia akan melejit jika kita memberinya kesempatan." Ucap pria itu.


"...." Pria tua itu tidak berkomentar apapun hanya memandangi selembar foto dan melihat sebuah video di Ipad yang di berikan tamu pria itu.


"Saya mendengar Sutradara Fang mengundangnya ke acara pesta besok malam." Lanjut tamu pria itu.


"Bukankah besok malam adalah acara pesta topeng?" Tanya Pria tua itu baru bersuara.


"Benar Tuan.." Ucap pria itu.


"Berikan dress beserta topeng yang sesuai namun berbeda dengan para tamu lainnya." Ucap Pria tua itu.


"Baik tuan.. Namun dari agensi kecil itu dia ada dua model apakah keduanya di berikan dress yang sama juga?" Ucap pria itu.


"Tidak.. berikan dress dan topeng yang berbeda.." Ucap pria tua itu menjelaskan.


"Baik tuan akan saya laksanakan." Ucap tamu pria itu dan segera pergi meninggalkan ruangan bosnya itu.


Setelah pintu tertutup, pria tua itu memandang ke arah luar jendela dan memperhatikan suasana jalan raya ibu kota yang mulai padat itu.


"Kau yang menyerahkan sendiri nyawa mu di hadapan ku.. jangan salahkan aku yang bersikap terlalu tega." Ucap pria tua itu sambil tersenyum sinis dan penuh benci.

__ADS_1


****


Malam hari di apartemen Alice dan Maya.


"Huft... sungguh menguras seluruh energi ku.." Ucap Maya dan langsung duduk di sofa setelah mereka pulang dari acara pemotretan sebuah majalah fasion.


"Ya.. sedikit tidak terbiasa dengan semua jadwal ini, namun kau bisa melakukannya dengan baik Hanum.." Puji Alice dan gadis itu juga duduk di samping Maya.


"Kalian sudah berusaha keras hari ini.. besok kalian bebas.. namun malamnya kalian memiliki jadwal untuk pesta di Queen Hotel." Ucap Bu Rosa mengingatkan.


"Baik.. kami paham.." Ucap keduanya bersamaan.


"Baiklah saya pamit dahulu.. kalian bisa beristirahat." Ucap Risa dan meninggalkan kedua orang itu beristirahat.


"Aku akan membersihkan diri dahulu.." Ucap Alice dan beranjak dari sofa menuju ruang kamarnya.


"Aku juga ahh.. sudah tidak nyaman.." Ucap Maya dan juga beranjak menuju kamarnya.


20 menit kemudian..Teng tong bunyi bel apartemen mereka berbunyi.


"Siapa malam-malam begini bertamu." Ucap Maya sambil mengeringkan rambutnya yang basah karena baru selesai mandi, untunglah wanita itu telah mengenakan baju piyamanya.


"Bu Rosa.. bukankah anda sudah pulang?" Tanya Maya bingung melihat Bu Rosa kembali datang ke apartemen mereka.


"Siapa Hanum?" Tanya Alice yang baru saja keluar dari kamar mandi mengenakan piyama panjang berwarna pastel, rambutnya di lilitkan oleh handuk yang bertengger di kepalanya.


"Bu Rosa?" Tanya Alice juga bingung dengan kedatangan Bu Rosa lagi.


"Ya.. aku tadinya sedang berjalan pulang namun ada telepon dari kantor dan menyuruh ku mengambil ini untuk kalian.." Ucap Rosa menjeda ucapannya, "Bawa masuk.." Ucap wanita itu lagi dan dua orang pekerja membawa sebuah kotak besar di tangan mereka masing-masing.


"Simpan di atas meja sana saja." Perintah Rosa kpada ke dua petugas itu.


"Kalian boleh pergi.. terima kasih." Ucap Rosa dan kedua pria itu pergi meninggalkan mereka bertiga dan menutup rapat pintu apartemen itu.


"Apa ini?" Tanya Alice dan Maya bersamaan.


"Dari agensi Littel Star, mereka bilang ini kostum kalian untuk pesta besok malam. Yang kotak merah untuk Zara dan kotak pink untuk Hanum." Ucap Rosa namun dengan nada dingin.


"Ada apa?" Tanya Alice yang tahu ada yang tidak beres dengan semua ini.

__ADS_1


"Tidak pernah mereka sampai memberikan satu set lengkap untuk artis baru yang muncul. Aku curiga ada pihak pusat yang ikut campur." Ucap Rosa sedikit curiga.


"Ahh.. ternyata umpan sudah di tangkap. Jangan terlalu khawatir.. kita akan bisa memberikan penampilan yang menarik." Ucap Alice percaya diri. Maya hanya sedikit termenung dan kemudian menganggukkan kepalanya.


"Baiklah.. kalian yang lebih tau bagaimana harus menghadapi situasi seperti ini.. akh menyerahkan semuanya kepada kalian. Ingat penampilan kalian memang harus baik namun jangan lupakan keselamatan kalian." Pesan Rosa.


"Tentu saja Bu Rosa." Ucap Alice ceria.


"Apakah saya perlu menghubungi..." Tanya Rosa bimbang.


"Kau tidak perlu melakukan apapun.. aku yang akan memberi tahu mereka." Ucap Alice cepat sebelum Rosa mengatakan 'Pusat RJP'.


"Baik.. kalau begitu kalian bisa istirahat.. saya permisi." Ucap Rosa dan keluar dari apartement itu.


"Aku akan pergi ke kamar ku." Ucap Alice dan masuk ke dalam kamarnya.


Alice mengambil ponselnya dan menghubungi nomer ponsel Galih.


"Ya.." Ucap panggilan dari sebrang sana.


"Kita akan tampil besok malam di Queen Hotel." Ucap Alice ambigu. Namun Galih tahu apa yang di maksud oleh Alice.


"Lakukan penampilan yang maksimal, tetapi tetap keselamatan yang utama." Ucap pria itu dan kemudian panggilan di putuskan.


"Tentu saja aku akan melakukan penampilan yang terbaik.. aku sudah menunggu lama untuk mengungkapkan semuanya." Ucap Alice tersenyum ketus.


Sedangkan di kamar Maya, Maya mengambil ponselnya yang sedang di charger di atas nakasnya. Gadis itu kemudian mengirimkan sebuah email kepada tuannya itu, bagaimanapun besok adalah tempat yang paling tidak aman untuk Alice. Dia harus segera memberitahukannya kepada Tuannya itu.


💌 di Queen Hotel besok malam beraksi.


Itu isi pesan singkat yang Maya kirimkan kepada Tuannya K. Wanita itu tidak ingin tuannya sampai marah jika dia tidak memberitahukan rencana kegiatan berbahaya Nona yang di jaganya.


"Semoga semuanya berjalan lancar.. agar aku juga bisa terbebas dari misi ini." Ucap Maya dan menghembuskan nafasnya kasar.


Meskipun misi menjaga Alice tidak merepotkan dan dia senang melakukannya, tapi bagaimanapun juga menurutnya terbebas dari segala bentuk peraturan di RJP lebih membuatnya bebas. Dia merindukan The Black Phanter yang lebih bebas dan tidak banyak peraturan.


"Tapi.. akankah nantinya setelah aku menyelesaikan misi ini aku akan merindukan orang-orang yang berada di RJP? atau akankah mereka merindukan ku?" Ucap Maya monoton kepada dirinya sendiri.


Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2