
“Iiii iibuuu.. a a aku takut.. Aa ayah..Aaayah.. Ibu Ayah kenapa? Pak Ahmad?” Tanya sang anak dengan bergetar dan ketakutan melihat keadaan sekilas tubuh sang Ayah dan Pak Ahmad yang tergantung kaku tidak bergerak dengan kondisi badan terjepit body mobil dan tertancap pecahan kaca di beberapa bagian tubuh dan kepalanya itu.
“Sayang tenang semua akan baik-baik saja, tutup matamu nak.. Kamu akan baik-baik saja.. Anggap saja sedang dalam permainan wahana kesukaan mu Nak.. Ohya maukah kamu menyanyikan lagu buat kami? Bukankah kamu ingin memperdengarkannya pada Ayah dan Ibu?” Tanya sang ibu membujuk putrinya agar tenang dengan kondisi yang tidak nyaman karena dalam keadaan tubuh yang terbalik tergantung terikat oleh seat belt.
“Taa taa tapi Buu..Aayah dan Pak Ahmad..” Tolak sang anak dan masih mencoba melirik ke arah Ayah dan pak Ahmad.
“Ayo sayang.” Bujuk sang Ibu sambil melirik sekilas kearah sang suami, yang mengakibatkan matanya sudah mulai bekaca-kaca mengerti situasi yang terjadi kepada suaminya itu.
“Baiklah Buu……” Lalu sang anak menutup matanya dan diam dalam dekapan sang ibu dan mulai menyanyikan sebuah lagu yang baru dia kuasai dan ingin di pamerkannya kepada kedua orang tuanya itu.
“Ughhh…” Keluh sang ibu sambil memejamkan matanya merasakan nyeri yang sangat hebat, sepertinya lukanya dalam sehingga darah tidak kunjung berhenti mengalir. Pening dan rasa teramat sakit di kepala dan punggungnya pun makin terasa.
“Ibuuu…” Anaknya mulai merasa takut karena ibunya juga tidak banyak berbicara lagi.
Sang ibu perlahan membuka matanya dan berkata “Putriku semua akan baik-baik saja.. maukah kamu menyanyi lagi,, suaramu sangat indah,, Ibu jadi sedikit mengantuk,, maukah kamu menyanyikannya lagi? Biarkan ibu mendengarkannya lagi sambil tidur.. hmmm.. maukan?" Ucap Ibunya dan kemudian diam sesaat.
"Ibu akan istirahat.. Kamu akan baik-baik saja Nak, kami akan selalu ada untuk mu.. Ughh..” Sang Ibu merasakan tubuhnya mulai melemas dan akan kehilangan kesadaran akibat sakit dan perdarahan yang hebat, dia tersenyum melihat putri kesayangannya yang mau menuruti kemauannya untuk yang terakhir kalinya sebelum akhirnya dia kehilangan kesadarannya.
Perlahan-lahan tubuhnyapun melepaskan pelukannya kepada sang putri yang mengakibatkan tanggannya menggantung di udara.
“Yaa Ibuu..” Ucap sang anak kecil itu menuruti keinginan ibunya lagi, lalu sang anak mulai menyanyikan lagi lagu kesukaannya itu.
“Iii Ibuuu.. aku sudah berkali-kali mengulanginya menyanyikannya, tenggorokanku kering.. bolehkah aku berhenti saja?” Tanyanya saat merasakan kelelahan saat mengulang berkali-kali lagu itu.
__ADS_1
”Buu.. Ibuu.. Ibuu?” Tidak ada sahutan apapun yang gadis itu dengarkan. Bahkan hembusan nafaspun tidak dapat dia dengarkan.
“Aaayahh.. Ayahhhh?” Ucap anak itu lagi mulai memanggil orang-orang yang dia sayangi. Tidak ada jawaban ataupun suara apapun selain suara hembusan angin yang terdengar.
“Pak Ahmad.. kenapa kalian diam? apakah nyanyian ku terlalu bagus? Ayah? Ibu? Pak Akhmad? Kenapa kalian tidak menjawabku?” Gadis kecil itu mulai ketakutan karena tidak ada jawaban apapun dari semua orang.
“Apakah kalian sudah tidur?” Tanyanya masih dengan memejamkan matanya sesuai dengan permintaan sang Ibu. Gadis itu tidak berani untuk memvuka matanya.
“Aku mulai lelah Buuu.. Bolehkah aku tidur juga bersama kalian?” Tanyanya lagi meski tetap tidak mendengarkan jawaban apapun gadis itu terus saja berucap untuk menghilangkan ketakutannya.
Sebelum akhirnya benar-benar akan kehilangan kesadaran, anak itu mendengar suara sirine mobil dari kejauhan. Namun lama-lama suara sirine itu makin terdengar jauh dan menjauh di telingganya hingga ia benar-benar kehilangan kesadarannya.
Di Saat yang bersamaan setelah kejadian kecelakaan itu, dari dalam mobil sport yang tebalik terlihat seorang duduk di bangku pengemudi dalam keadaan terbalik. Pelipisnya berdarah-darah, namun bukan itu yang menjadi fokusnya.
Dia melihat mobil lain di seberang pandangannya yang kondisi mobilnya juga sama terbalik seperti miliknya, dengan cepat dia meraih ponselnya dalam saku celanyanya dan menelpon no darurat dan memberi tahukan lokasi saat ini, setelah itu dia mematikan ponselnya dan melemparnya.
Brughh.. Anton terjatuh kebawah, untunglah mobil yang dia kendarai tidak begitu hancur dan tidak menyebabkan terhimpit badan mobil. Sehingga dia bisa terbebas dengan mudah. Kemudian dia menekan kepalanya di bagain yang berdarah dengan dasi yang ada di depan dashbornya yang terbalik, dia mengikatkannya dengan ketat di kepala.
Kemudian pemuda itu mencoba untuk membuka pintu mobil dengan menendangnya beberapa kali dengan cukup keras karena pintunya macet akibat terkena benturan sebelumnya.
Brakk....
Akhirnya pintu mobil itupun terbuka. Dia keluar dari mobil dengan terhuyung kemudian dia mendekati mobil lain yang bertabrakan dengan mobilnya itu.
__ADS_1
Dia melihat mobil itu sangat parah melibihi kondisi mobilnya saat ini. Ia semakin mendekati bagian depan mobil itu dan bermaksud untuk menolong orang yang ada di dalamnya namun dia terkejut saat melihat kondisi pria yang terjepit di dalam mobil yang hancur ringsek dan pecahan parah di bagian kanan depan dan belakang mobil.
Seorang tubuh pria yang terhimpit serupa di bagian belakang kanan jok penumpang. Ia mencoba membuka pintu namun tidak bisa karena rusak parah.
Laki-laki itu juga melihat ada penumpang lain di bagian penumpang. Dari kejauhan terdengar suara sirine mobil Ambulance. Laki-laki itu segera mengelilingi mobil dan mendekati pintu sebelah kiri yang tampak tanpa kaca namun tidak ringsek dan mencoba membuka pintunya dengan paksa.
Pintu berhasil terbuka, terlihat seorang wanita yang kehilangan kesadarannya dengan kondisi badan penuh bercak darah karena pecahan kaca dan seorang anak kecil yang berada di sampingnya. Ketika akan membantu mengeluarkan wanita itu, tiba-tiba kesadarannya menurun dan dia pingsan di samping pintu mobil yang terbuka.
Petugas medis dan polisi yang baru sampai di tempat itu segera mendekat dan melakukan evakuasi korban dan mengamankan lokasi kejadian. Kemudian melakukan tindakan dan segera membawanya ke rumah sakit dengan ambulan.
Melakukan identifikasi korban dan menghubungi pihak keluarga korban kecelakaan ini.
Pihak polisi menghubungi orang tua pemuda itu yang kebetulan yang mengangkat panggilan itu adalah ibunya.
📞"Dengan keluarga dari Antonius Hadi Jaya?" Tanya polisi di sana.
📞"Benar saya Lidia Handoko." Ucap Lidia yang bingung dengan panggilan ini.
📞"Saya dari pikah kepolisian. Anak anda yang bernama Antonuis Hadi Jaya mengalami kecelakaan di ruas jalan menuju kota X. Saat ini dia di bawa ke rumah sakit pusat di kota X." Jelas polisi itu.
📞" Apa?? apa yang terjadi pak?" Ucap Lidia kaget sekaligus kalut.
📞"Untuk saat ini saya masih belum tahu keadaannya, karena mereka langsung di larikan ke rumah sakit. Namun karena ini bukan kecelakaan tunggal, dan ada korban lainnya saya harap anda segera datang." Ucap polisi itu dan mengakhiri panggilan itu.
__ADS_1
Lidia yang kalut yang kebetulan sedang berada di negara X untuk melakukan check up di rumah sakit pusat kota X pun segera pergi menuju rumah sakit itu.
Bersambung....