
“Aku baik-baik saja, tidak ada yang perlu kau khawatirkan.”
“Kau ada di mana sekarang?” Tanya pria itu lagi.
“Aku ada di rumah sekarang.” Ucap gadis itu masih dengan senyum yang menggembang.
“Mengapa ponselmu tidak aktif belakangan? Aku sangat mengkhawatirkan mu.” Ucap pria itu lagi.
“Ahh ponselku rusak jadi maaf aku tidak bisa menghubungi mu.” Dusta Alice.
“Astaga kau membuat ku khawatir saja.. aku hampir akan melaporkan orang hilang jika saja kau tetap tidak bisa di hubungi pagi nanti.” Ucap pria itu serius.
“Astaga, tidak usah separah itu. Aku baik-baik saja. Aku tidak menghafal Nomer mu, jadi tidak bisa menghubungimu.” Ucap Alice berbohong, dan meringis mendengar kata akan melaporkan orang hilang atas namanya. Yang ada dia akan di tertawakan selama sebulan oleh semua orang di RJP.
“Lalu bagaimana kau bisa tahu aku sudah mengaktifkan ponsel ku. Kau belum tidur?” Tanya Alice.
“Aku baru saja selesai dari ruang operasi. Terus aku melihat notifikasi pesan terbaca dan kau baru saja online, jadi aku langsung mencoba menghubungi mu..” Ucap pria itu.
“Lalu?” Tanya Alice penasaran.
"Lalu apa?" Tanya Anton bingung.
"Lalu bagaimana dengan kerjaan mu, bisa sampai pagi buta begini?" Tanya Alice.
“Tadi ada pasien melahirkan secara sesar.. Ibunya baik-baik saja tapi masih dalam pengaruh bius. Untuk bayinya masih di dalam ruang NICU untuk mendaptkan perawatan suportif di dalam incubator.” Ucap Anton dengan nada sendu.
__ADS_1
“Apa yang terjadi?” Ucap Alice lagi.
“Bayinya mengalami Anencephaly atau anensefali adalah kondisi cacat lahir serius yang menyebabkan bayi terlahir tanpa sebagian otak atau tulang tengkoraknya.”
“Bagaimana bisa itu terjadi?” Tanya Alice penasaran.
“ Itu adalah cacat lahir yang terjadi saat tabung saraf tidak menutup dengan sempurna selama beberapa minggu pertama perkembangan janin di dalam kandungan. Tabung saraf sendiri merupakan lapisan sel yang nantinya akan berkembang menjadi otak, tengkorak, sumsum tulangnbelakang dan jaringan lainnya pada bayi. Penutupan tabung saraf yang tidak berjalan dengan baik mengakibatkan otak dan sum sum tulang yang sedang berkembang jadi terpapar oleh cairan ketuban yang mengelilingi di dalam Rahim sehingga menyebabkan jaringan sistem saraf terurai dan hancur. Sebenarnya kasus ini cukup umum, namun karena tidak pasti jumlahnya karena banyak kehamilan yang melibatkan cacat tabung saraf berakhir dengan keguguran atau lahir mati. Sekitar 1 dari 1.000 kehamilan berpeluang untuk mengalami hal ini.” Jelas Anton sedih.
“Lalu apa yang bisa mengakibatkan itu? Atau bagaimana cara agar tidak terjadi hal seperti itu?” Tanya Alice penasaran.
“Tidak semua kasus Anencephaly di ketahui pasti apa penyebabnya. Beberapa bayi terlahir dengan itu karena adanya perubahan pada gen atau kromosom mereka, yang paling banyak dari gen ini adalah MTHFR, gen yang menyediakan intruksi untuk membuat protein yang terlibat dalam pengolahan asam folat{Vitamin B9}. Kekurangan asam folat selama kehamilan maupun sebelum berencana hamil merupakan faktor risiko yang kuat untuk terjadinya cacat tabung saraf seperti anensefali. Ataupun faktor resiko yang akan terjadi pada komplikasi kehamilan nantinya seperti diabetes ataupun obesitas. Sehingga sangat perlu untuk selalu berkonsultasi dengan dokter kandungan.” Jelas Anton.
“Aku hanya merasa sedih, sebelumnya aku mendengar penjelasan dari pasien. Dia sebelumnya mengkonsumsi obat penggugur kandungan, karena dia merasa kekasihnya belum menginginkan anak itu. Namun ternyata hanya terjadi sedikit perdarahan, sehingga dia mengabaikannya dan merasa bahwa semuanya sudah selesai. Hingga beberapa bulan kemudian dia tidak mendapatkan siklus haidnya lagi, kemudian dia datang control dan ternyata janin itu masih kuat tetap berada di sana. Meski akibat dari terpaparnya obat itu mengakibatkan pertumbuhan janinnya terhambat, janin itu masih berjuang untuk hidup sampai saat ini, bahkan akibat kecerobohan dua insan yang masih belum bisa membuat keputusan yang tepat mengakibatkan seorang bayi tanpa dosa menjadi menderita.” Ucap Anton sendu.
“Astaga, kasihan sekali bayi itu. Apakah dia bisa bertahan?” Tanya Alice sedih.
“Kasihan sekali bayi itu, cobaan bertubi-tubi datang kepadanya. Aku berharap yang terbaik untuk bayi itu.” Doa Alice.
“Ya aku juga berharap demikian, baiklah ini sudah terlalu larut, kau belum istirahat kan? Kau istirahatlah. Nanti aku akan menghubungimu kembali.” Ucap Anton.
“Baiklah, selamat bertugas.” Ucap Alice.
“Ciuman perpisahannya mana?” Ucap pria itu mencoba mengganggu Alice.
“Astaga, kau seperti anak ABG saja.” Ucap Alice kesal.
__ADS_1
“Aku tidak akan menutup telponnya jika kau tidak memberikan ku ciuman selamat tinggal.” Ucap Anton.
“Baiklah. Selamat bertugas muachh.” Ucap Alice cepat dan segera menutup telponnya tanpa mendengarkan jawaban dari sang pujaan hatinya itu.
“Dasar lucu sekali dia, dengan seperti itu saja aku yakin wajahnya pasti akan semerah kepiting rebus.” Ucap Anton monoton kepada dirinya sendiri dengan tersenyum membayangkan wajah gadis itu. Pria itu kembali keruangannya untuk menuliskan kembali laporannya.
Sedangkan Alice wajahnya memerah hanya dengan mencium jarak jauh saja, bagaikan remaja yang sedang jatuh cinta.
Alice memutuskan untuk tidur selain untuk melupakan momen memalukannya tadi, Alice juga ingin mengistirahatkan fisik dan mentalnya yang lelah karena selalu berjaga meski dalam keadaan tidur. Saat ini akhirnya gadis itu benar-benar bisa melepaskan pertahanan dirinya dengan mengistirahatkan psikisnya. Tak berapa lama gadis itu sudah terlelap jauh memeluk mimpinya dengan damai tanpa takut atau siaga dengan apapun.
Tok tok tok
Bunyi suara ketukan di pintu, Alice bergerak dalam tidurnya dan menyadari suara pintu rumahnya di ketuk sekali lagi. Kemudian gadis itu membuka matanya perlahan dan mulai tersadar sepenuhnya dari tidurnya.
Tok tok tok
“Emhhh ternyata aku tidak bermimpi, siapa pagi-pagi sudah bertamu.” Ucap gadis itu dan segera bangkit dari kasurnya yang empuk.
Alice keluar dari kamarnya dan menyusuri ruang tengahnya dan kemudian menuju pintu dan membukakan pintu itu. Saat pintu telah terbuka, Alice tampak syok dengan kedatangan tamu yang tidak terduga. Seorang wanita cantik langsung menampar pipinya saat pintu telah terbuka, wanita itu menggunkan dress berwarna merah sebatas paha dan tampak marah.
“Apa yang kau lakukan Zeline.” Ucap Alice bingung dengan kedatangan tak terduga dari gadis itu, belum lagi tamparan yang tiba-tiba mendarat di pipinya tanpa aba-aba saat pintu baru saja terbuka.
“Dasar kau wanita ******* tak tahu diri. Apa yang telah kau lakukan sehingga membuat Johan seperti seorang pemabuk berat bahkan dia lebih pantas di sebut mayat hidup. Kau pasti menggodanya dan mengajaknya untuk mabuk-mabukkan dan menghabiskan semua uangya.” Ucap Zeline kesal sambil menunjuk-nunjuk dada Alice dengan jari telunjuknya hingga sedikit terdorong beberapa kali.
“Apa maksudmu Zeline? Aku sudah lama tidak berhubungan dengan Johan. Aku tidak tahu apapun dengan segala tuduhanmu itu.” Ucap Alice dan menepiskan tangan Zeline yang menunjuknya itu yang membuat Alice mulai merasa kesal.
__ADS_1
Bersambung....