
Setelah sarapan pagi, Alice di bawa oleh Lidia dan kedua calon kakak iparnya ke sebuah ruangan. Disana terdapat dua kursi pijat, dan beberapa kursi dengan meja panjang. Di atasnya terdapat peralatan untuk merawat kuku. Di sudut lain terdapat kursi untuk cuci rambut, bahkan ada dua buah alat untuk spa uap. Sungguh pemandangan di dalam ruangan ini seperti sebuah salon kecantikan.
Tidak berapa lama datang beberapa orang berseragam masuk kedalam ruangan itu.
“Selamat Pagi Nyonya.” Sapa salah satu dari mereka.
“Pagi Sis Azra..” Ucap Lidia sopan.
“Sesuai instruksi jeng Lidia. Saya sudah membawa tiga karyawan saya untuk melakukan perawatan seluruh tubuh.” Ucap salah satu wanita itu menjelaskan.
“Ahh terimakasih loh Sis Azra.. Tolong bantu dia ya hari ini untuk perawatannya.” Ucap Lidia dan merangkul Alice.
“Iya tenang saja jeng.. Ayo siapkan semuanya.” Ucap Azra menyuruh ketiga karyawannya untuk melayani Alice.
“Emhh Buuu..” Alice yang bingung harus bagaimana.
“Kamu tenang saja, mereka yang akan membantu mu.” Ucap Lidia.
“Sudah nikmati saja hari mu ini Al.” Ucap Amanda menenangkan Alice.
Alice hanya diam saja dan mengikuti ketiga orang itu menuju sebuah ruangan, di dalamnya terdapat sebuah kolam kecil.
“Silahkan Nona mengganti pakaian mengenakan ini dahulu. kami akan menyiapkan air dan yang lainnya.” Ucap salah satu petugas itu menyerahkan bathrobe kepada Alice. Alice menurut dan mengganti pakaiannya di sebuah bilik tirai di pojok ruangan. Setelah selesai Alice datang menuju kedua orang itu.
“Mari Nona tengkurap di atas ranjang itu.” Tunjuk salah seorang petugas. Ranjang datar sperti ranjang pasien namun dengan bagian kepala yang bolong di tengahnya, dengan keempat sisi roda di bawahnya, sehingga mudah untuk di pindakhan.
“Emhh..” Ucap Alice sedikit ragu.
“Kami akan bantu memberikan anda pijatan dan lulur untuk Nona.” Ucap salah satu dari mereka.
“Baiklah.” Ucap Alice dan naik ke atas kasur dengan posisi tengkurap, wajahnya di masukkan kedalam lubang itu.
“Kami mulai ya nona.” Ucap salah satu dari mereka. Mereka mulai membalurkan minyak essense dan memberikan pijatan-pijatan lembut kemudian sedikit kuat. Setelah membalur dan memijat seluruh tubuh, mereka mengelapnya dengan handuk air hangat. Setelah itu mereka membalur seluruh tubuh Alice dengan lulur hingga kering.
__ADS_1
“Air sudah siap Nona, silahkan lepaskan bathrobnya dan masuk berendam ke dalam air hangat.” Ucap salah satu wanita itu yang sudah menyiapkan air.
“Ha? Apa?” Ucap Alice bingung, melepaskan bathrobenya di depan ke dua orang itu, bukankah meski mereka sesama perempuan itu sangat memalukan dan tidak nyaman.
“Emhh kalian bisa tinggalkan saya, saya bisa sendiri.” Ucap Alice akhirnya.
“Tidak perlu malu Nona, ini pekerjaan kami. Nona tidak perlu canggung.” Ucap salah satu dari mereka lagi.
“Tidak perlu saya bisa berendam dan membersihkan diri saya sendiri.” Ucap Alice lagi.
“Tidak bisa Nona, nanti kami yang terkena masalah.” Ujar salah satu dari mereka sedikit khawatir.
“Emhh kalau begitu saya berendam mengenakan bathrobe saja.” Ucap Alice akhirnya. Gadis itu masuk ke dalam kolam kecil itu menggenakan bathrobe nya dan berendam air hangat yang sudah di beri minyak essensial dan bubble bath. Kedua petugas itu langsung bergegas mengambil scrub untuk membantu menghilngkan kulit mati di kedua lengan Alice, punggung dan bahunya.
“Sudah, kalian sudah melakukan tugas kalian. Sisanya biar aku lakukan sendiri saja. Bisakah kalian keluar sebentar, sebentar lagi saya selesai.” Ucap Alice meminta kedua petugas itu untuk pergi meninggalkannya.
“Emhh baiklah Nona, kami akan menyiapkan untuk perawatan yang lainnya.” Ucap salah satu petugas itu, dan kedua orang itu pergi meninggalkan Alice sendirian.
“Kami sudah menyiapkan perawatan rambut untuk anda. Anda bisa duduk di kursi itu nona.” Ucap salah seorang petugas itu.
Alice menuruti ucapan petugas itu dan duduk di kursi dengan sandaran pembilas di atas kepalanya. Alice sedikit merebahkan tubuhnya dan menjulurkan rambut dan menutup matanya. Petugas itu memulai tugasnya dengan membasahi rambut Alice kemudian mencuci rambutnya dengan shampoo kemudian membilas dan memberinya creambath dan kemudian membilasnya.
“Sudah Nona.” Ucap petugas itu dan mengenakan handuk kecil yang melilit di kepala Alice.
“Hai Al, apakah sudah lumayan releks?” Tanya Amanda saat Alice memasuki ruangan utama itu.
“Hmm iya kak, ibu dan kak Sisilia dimana kak?” Tanya Alice yang hanya melihat Amanda yang sedang melakukan perawatan kuku oleh salah seorang petugas itu.
“Sisilia lagi melihat anaknya dahulu, nanti akan menyusul melakukan perawatan juga.” Ucap Amanda.
“Ahh kak Sisilia sudah memiliki anak?” Tanya Alice bingung. Pasalnya gadis itu belum pernah bertemu dengan anak kecil manapun disini.
“He’em.. aku dan Sisilia memiliki 2 anak. Kamu belum bertemu dengan mereka, nanti kami akan mengenalkannya pada mu.” Jawab Amanda.
__ADS_1
“Ahh kak Amanda juga sudah memiliki anak? Kalian berdua terlihat masih muda dan tidak terlihat seperti dua ibu muda.” Ucap Alice.
“Ahh itu karena ibu.. dia tahu menantunya pasti akan kerepotan mengurus anak dan tidak akan sempat merawat diri. Maka dari itu setiap weekend atau beberapa hari sekali ibu mendatangkan orang salon langganan ibu untuk memberikan perawatan. Jadi saat kami berkunjung ibu akan bermain bersama keempat cucunya dan kami akan merawat diri kami disini. Ibu benar-benar ibu mertua yang sangat baik.” Jelas Amanda.
“Ahh ternyata begitu.” Ucap Alice, yang merasa para petugas ini sudah sangat biasa dengan letak barang-barang yang ada di ruangan ini, ternyata memang mereka sering berkunjung kemari untuk memberikan perawatan-perawatan.
“Nona, mari berbaring disini.. saatnya untuk perawatan wajah.” Ucap salah satu dari mereka.
“Ahh baiklah.” Ucap Alice dan mulai merebahkan tubuhnya di atas bed di ujung ruangan itu. Petugas itu membersihkan wajah Alice dan kemudian melakukan brightening facial yaitu perawatan wajah yang di lakukan dengan cara memijat wajah menggunkan alat atau skin care agar lebih mudah menyerap kulit, setelah itu melakukan chemical peeling untuk menghilangkan sel kulit mati yang mengelupas. Kemudian setelah itu melakukan totok wajah untuk memancarkan aura kecantikan pada kulit setelah itu memberikan masker wajah untuk menenangkan kulit wajah.
Setelah melakukan perwatan wajah, Alice di bawa duduk ke sebuah kursi di samping Amanda. Kursi dimana untuk melakukan perawatan kuku.
“Hai.. aku tidak ketinggalan kan?” Tanya Sisilia masuk kedalam ruangan itu.
“Iya tidak ketinggalan kok, sudah pumping nya?” Tanya Amanda.
“Hemm sudah.. padahal sebelum ke sini sudah bawa stok beberapa botol, ternyata sudah habis. Jadi mau tidak mau pumping lagi buat stok untuk sampai acara malam nanti.” Ucap Sisilia dan duduk di kursi di samping Amanda.
“Apakah masih bayi kak Sisil?” Tanya Alice.
“Sudah mau 1tahun Al.. lagi ga bisa diem, maunya jalan kesana kemari belum lagi ngoceh-ngoceh gitu. Lucu deh..” Ucap Sisilia.
“Apakah kakak tidak kerepotan mengurus suami sekaligus anak dan pekerjaan? Bukankah kakak berdua masih bekerja.” Tanya Alice penasaran.
“Hemm dia mulai penasaran dengan job desk kita Sil.. sebenarnya sedikit merepotkan dengan beberapa pengaturan dan lain-lain, namun semuanya terbalaskan dengan senyum anak-anak kita saat mereka bermain. Belum lagi suami kita yang memang selalu saja memanjakan istrinya. Sebenarnya kita di bantu juga oleh seorang perawat yang menjaga satu anak satu. Untuk mengurus rumah ada pekerja yang lain lagi. Itu semua ibu yang mengaturnya, agar kami tidak sters dengan pekerjaan sebagai ibu rumah tangga namun tetap mengawasi anak, merawatnya dan tidak lupa merawat mata dan hati suami.” Ucap Amanda menjelaskan.
“He’em.. kita sangat beruntung punya ibu mertua yang selalu mengingatkan anak maupun menantunya untuk saling membahagiakan dan memberikan waktu untuk me time. Jadi kerepotan sesulit apapun masih bisa di tangani. Kebetulan aku hanya ibu rumah tangga. Namun kerepotan dan kesulitan tidak kalah dengan ibu yang bekerja. Tapi karena aku merasa semua dalam keadaan bahagia, semua bisa di jalankan dengan baik. Aku bersyukur memiliki ibu mertua yang sangat memanjakan menantunya melebihi ibu ku sendiri. Dan sangat bersyukur memiliki suami yang sangat penyayang. Kamu juga akan merasakan kebahagiaan jika bersama Anton, dia tidak jauh berbeda dengan kedua abangnya. Dia penyayang dan pasti akan membuat mu selalu bahagia. Apalagi jika kalian segera memberikannya anak dan cucu untuk ibu. Dia pasti akan jauh lebih memanjakan kalian berdua” Ucap Sisilia menggoda Alice.
“Ehem.. aku masih belum memutuskan sampai ke sana kak.. emhh aku hanya penasaran saja kalian masih tampil modis namun masih bisa mengurus rumah, mengurus anak dan mengurus suami” Ucap Alice.
“The power of mommy donk..” Gurau Amanda dan Sisilia bersamaan.
Bersambung....
__ADS_1