
Keesokan harinya acara Pekan Olahraga Sekolah Dasar Negri Langit Biru di mulai. Anton membantu beberapa staf guru untuk membawakan beberapa barang dan dia akan melakukan penyuluhannya mengenai membersihkan gigi pada saat pagi ini dan di lanjutkan dengan beberapa acara pekan olahraga.
Semua pelaksanaaan untuk penyuluhan itu telah selesai dan dia merapihkan kembali seluruh peralatan. Bahkan Anton juga membantu berpartisipasi dalam acara pekan olah raga itu.
Seluruh siswa dan guru berbahagia hari itu, tanpa sadar Anton selalu memperhatikan gadis kecil itu. Senyum cerahnya dan lesung pipi di pipi gembulnya itu benar-benar manis dan imut.
Acara penutupan acara itupun selesai dengan mereka yang berfoto bersama dengan banner yang bertuliskan Pekan Olahraga SDN Langit Biru. Antonpun ikut berfoto di sana.
Saat seluruh siswa dan guru hendak pulang, merkeka semua juga berpamitan dengan Anton karena ini juga merupakan hari terakhir pria itu berada di sekolah mereka.
Beberpa siswa dan guru berpelukan hangat untuk calon dokter tampan itu. Alice memeluk pria itu terakhir dan mengucapkan sesuatu.
"Satu minggu lagi adalah ulang tahun ku.. maukah dokter berjanji untuk datang ke acara ku? ini undangannya." Adeliana menyerahkan undangan ulang tahunnya kepada Anton.
"Iya pak dokter ikut saja, aku juga sudah di berikan undangan itu." Ucap salah seorang siswi dan di timpali oleh siswa lainnya.
"Ahh.. tentu aku akan datang." Ucap Anton akhirnya. Ini merupakan perpisahan yang hangat dan manis.
Antonpun pergi meninggalkan pelantaran sekolah itu dan mengemudikan mobilnya menuju Kota S tempatnya kuliah di Negara B itu.
****
Sudah enam hari sudah dia lewati di kota S di kampusnya setelah melaksanakan pelatihan praktiknya di kota X itu. Dia sudah ujian praktek akhir semester maupun ujuan tulisnya.
"Huft.. akhirnya selesai juga.." Ucap Anton sore itu, setelah menyelesaikan seluruh ujiannya. Pria itu pulang ke asramanya untuk menyimpan barangnya.
"Kau mau kemana?" Tanya Widi teman sekamar Anton saat melihat Anton hendak pergi membawa beberapa baju dan di masukkan ke dalam ranselnya.
"Aku akan mengunjungi rumah paman ku." Ucap Anton santai sambil membereskan beberapa barang yang di butuhkan ke dalam ransel itu.
"Tumben.. biasanya kau betah di asrama kampus atau di perpustakaan saja." Ucap Widi merasa aneh dengan teman satunya ini.
__ADS_1
"Tidak ada.. hanya ingin berkunjung saja. Tidak ada alasan yang spesial." Ucap Anton dan kemudian menyimpan bukunya dan pergi membawa ranselnya keluar dari kamar asrama itu.
Selama kuliah jurusan kedokteran di Le Rosey University yang ada si kota S di Negara B, Anton tinggal di asrama meskipun pamannya Bagus Hadi Jaya juga tinggal di kota S itu.
"Malam Paman Aldo.." Ucap Anton saat masuk ke dalam rumah itu.
"Malam Tuan muda.." Ucap Pak Aldo.
"Paman Bagus di mana?" Tanya Anton kepada paman Aldo yang merupakan orang kepercayaan pamannya itu.
"Tuan Besar sudah masuk ke kamarnya sedang istirahat. Perlukah saya bangunkan?" Tanya Paman Aldo.
"Tidak perlu paman Aldo.. aku juga aka langsung istirahat saja.. besok pagi baru menyapa Paman ku." Ucap Anton.
"Baik Tuan muda." Ucap Pak Aldo.
"Baiklah.. aku ke atas ke kamar ku paman.. paman Aldo juga istirahatlah." Ucap Anton dan segera naik ke atas menuju kamarnya yang tersedia di rumah pamannya itu.
"Pagi Paman.." Ucap Anton saat sudah sampai di ruang makan untuk sarapan pagi itu. Dia melihat pamannya masih sibuk dengan beberapa berkas-berkas di tangannya meski dia berada di meja makan.
"Pagi.. Hai Nak.. Bagimana ujian-ujian mu?" Tanya pamannya yang tahu bahwa Anton sedang ada ujian akhir-akhir ini.
"Tentu saja hasilnya akan memuaskan." Jawab Anton Bangga.
"Paman percaya itu." Jawab Bagus tahu kemampuan keponakannya itu.
"Tuan hari ini ada pertemuan dengan salah satu Mafia di pusat kota S.. tapi bertepatan juga nanti malam dengan acara ulang tahun rekan tuan tanggal 03 Juli hari ini." Ucap Pak Aldo menjelaskan jadwal tuannya itu.
"Tunggu!! sekarang tanggal berapa paman?" Tanya Anton yang kaget mendengarkan tanggal itu.
"Hari ini tanggal 03 Juli 2011." Paman Aldo menjawab dengan lengkap.
__ADS_1
"Astaga!! aku lupa.. hari ini ulang tahun bocah kecil itu. Astaga! paman aku pinjam mobilnya ya.." Ucap Anton dan segera lari menuju garasi mobil.
Tapi belum sempat dia masuk ke garasi, dia sudah melihat mobil ferrari merah dengan plat 13055 yang terparkir di luar garasi sudah di siapkan oleh seseorang. Sepertinya pamannya akan keluar menggunakan mobil itu. Tanpa mengecek ulang kembali semuanya dan tanpa ada rasa curiga, Anton segera masuk ke dalam mobil itu dan mengendarai mobil pamannya dengan cepat.
Pria itu membawa mobil dengan kecepatan sedang perjalanan 4jam bisa dia tempuh selama 2jam setengah karena jalanan sepi dan sebentar lagi dia akan samapai di tempat tujuannya. Oleh karena itu dia sedikit menambahkan kecepatannya.
Namun saat dia akan mengerem, entah mengapa seperti ada sesuatu yang tidak biasa. Mobil yang dia kendarai tidak bisa dia kendalikan kembali.
"Ada apa ini? Ada apa dengan remnya? tadi baik-baik saja kok." Jawab pemuda itu sedikit panik. Dan mulai mengurangi gasnya, namun tidak bisa berbuat banyak.
"Astaga benar-benar ada yang salah dengan mobil ini!!" Ucapnya tambah panik, untunglah jalanan itu sepi tidak ada mobil yang berlalu lalang.
Hingga dia bebar-benar kehilangan kendali dan ban depan mobilnya pecah sehingga dia masuk ke luar jalurnya dan masuk ke jalur lawan.
"Astaga!! ini tidak baik.." Ucap Anton yang sudah tidak bisa mengendalikan lagi mobilnya.
Sedangkan di dalam mobil yang Alice dan kedua orang tuanya naiki.
Di jalanan berlawanan arah terlihat sebuah mobil sport berwarna merah melaju dengan kecepatan tinggi kemudian mobil itu oleng dan terlihat kehilangan kendali. Mobil itu masuk kejalur mobil berlawanan, mobil itu masih dengan kecepatan tinggi seperti ingin menabrakan diri kearah mobil yang mereka tumpangi.
“Awas…….” Teriak bersamaan dari bangku belakang penumpang.
Karena terkejut Pak Ahmad mencoba menghindarinya, namun karena mobil sport itu melaju dengan kecepatan yang sangat tinggi, mobil itu tidak bisa menghindari tabrakan. Dan terjadilah tabrakan yang mengakibatkan sisi mobil bagian kanan saling bersenggolan keras.
Tabrakan kedua baja yang sangat memekakan telinga. Kedua mobil terbanting terpental dan berguling-guling di pinggir jalan, mobil pun terbalik. Pak Ahmad sang supir langsung kehilangan kesadaran. Begitu juga dengan Ayah sang anak yang berada di bangku belakang yang tergantung terikat seat belt dan terjepit pintu bodi mobil yang ringsek kedalam.
Sementara sang Ibu masih melindungi anaknya dengan memeluk anaknya dalam kondisi tergantung terbalik, dengan kepala dan punggung yang bercucuran darah terkena benturan dan pecahan kaca dari samping mobil.
“ Adel sayang kamu tidak apa-apa nak?” Tanya sang ibu khawatir dengan anaknya yang berada di bawah dekapan pelukannya.
Bersambung....
__ADS_1