JiHan (Janji Dan Penghianatan)

JiHan (Janji Dan Penghianatan)
Misi baru


__ADS_3

Setelah makan malam di rumah Anton, Anton mengantarkan Alice ke toko bunganya sekaligus rumahnya itu.


“Ayo.. Rumah ku ada di bagian atas toko.” Ucap Alice saat mereka sampai di depan toko. Mereka menaiki tangga dari luar toko menuju lantai atas.


“Masuklah.” Ucap Alice saat membukaan pintu untuk Anton.


“Kau tinggal sendiri Alice?” Tanya Anton.


“Ya aku tinggal sendiri.. Tapi dulu aku sering tinggal berdua bersama temanku. Namun dia kini sudah di surga. Jadi hanya ada aku sendiri sekarang di rumah ini.” Jelas Alice.


“Ahh begitu, apakah itu teman mu saat pertama kali kau bertemu dengan Tasya?” Tanya Anton.


“Ya, tapi dari mana kau tahu?” Tanya Alice penasaran.


“Aku tidak sengaja berada di sana saat kalian berbicara. Jadi sedikit banyak aku mendengarkan percakapan kalian.” Ucap Anton tidak enak.


“Dasar stalker tampan.” Ucap Alice asal.


“Kau mengakui ku tampan sayang?” Ucap Anton menggoda Alice.


“Dasar bukan itukan pembahasan utama kita, aku mengataimu stalker tau.” Ucap Alice kesal karena malu mengakui bahwa pria itu memang tampan.


“Ara, kau di dalam. Aku ingin berbicara.” Suara seorang pria terdengar samar dari bawah toko.


“Siapa itu?” Tanya Anton.


Ara mengintip melalui jendelanya yang menghadap ke depan


parkiran, dia melihat kebawah ternyata Johan berada di bawah di depan tokonya.


“Tunggu sebentar ya, aku akan keluar dahulu.” Ucap Alice dan dengan segera beranjak dari sana. Anton menghalangi tangan Alice yang akan membuka pintu untuk keluar.


“Aku akan menemanimu.”


“Tidak, aku harus berbicara dengannya sendiri, ada beberapa hal yang perlu kami bicarakan. Kau tunggu sebentar saja di sini ya.” Ucap Alice menjelaskan.


“10 menit. Aku menunggumu selama itu, lebih dari itu aku akan turun menjemputmu.” Ucap Anton tegas.


“Baiklah.” Ucap Alice menyetujuinya dengan cepat dan segera keluar menemui Johan.

__ADS_1


“Ara, kau tidak apa-apa? Aku sangat khawatir kau menghilang malam itu.” Ucap Johan saat melihat Alice turun dari tangga, dan Johan segera memeluk Alice saat gadis itu tiba di hadapannya.


“Aku baik-baik saja.” Ucap Alice dan mendorong Johan pelan untuk melepaskan pelukannya.


“Aku mencoba menghubungimu sejak saat itu dan aku tidak pernah terhubung. Aku sungguh sangat khawatir padamu. Aku bahkan datang kemari beberapa kali, namun kata pekerjamu kau belum pulang. Ara apa yang sebenarnya terjadi?” Tanya Johan.


“Aku tidak apa-apa Johan, tenanglah. Semua baik-baik saja. Aku hanya sibuk belakangan ini.” Ucap Alice menenangkan Johan.


“Sayang kenapa kau masih disini, masuklah nanti kau masuk angin. Malam ini udaranya sangat dingin.” Ucap Anton kepada Alice dari atas tangga dan berjalan turun mendekati Alice.


“Dia siapa?” Tanya Johan kesal dengan pria yang tiba-tiba muncul di antara mereka.


“Aku kekasihnya Antonius, kau Johankan temannya.” Ucap Anton lugas saat tepat berada di antara Alice dan Johan.


“Ara?” Tanya Johan meminta kejelasan.


“Ia Johan, kenalkan dia Antonius kekasihku.” Ucap Alice lugas.


“Maaf beberapa hari ini aku tidak bisa menghubungimu. Ponselku rusak, dan aku sedang sibuk bersamanya akhir-akhir ini.” Lanjut Alice berbohong.


“Ahh begitu rupanya. Baiklah aku pergi dahulu Ara. Aku bersyukur kau baik-baik saja.” Ucap Johan dengan kecewa dan pergi meninggalkan mereka dengan segera tanpa berbalik lagi.


“Jangan berpura-pura, jika kau merasa tidak enak, kamu tidak akan muncul sekarang bukan.” Sungut Alice.


“Aku hanya tidak suka melihat kau bersama pria lain. Aku cemburu jika melihat kau terlalu dekat dengan pria lain.” Kesal Anton dengan jujur.


“Sudahlah itu bukan masalah besar, lagi pula itu juga jauh lebih baik. Ini jadi lebih memudahkan ku.” Ucap Alice bersyukur masalahnya dengan Johan bisa terselesaikan juga.


“Baiklah kalau begitu, aku tidak menyesali perbuatanku tadi. Aku akan melakukannya lagi jika kau terlalu dekat dengan pria lain.” Ucap Anton.


“Dasar, aku baru mengetahuinya bahwa kekasihku ternyata terlalu menyebalkan.” Ucap Alice pura-pura kesal.


“Wahh akhirnya kau mengakuiku sebagai kekasihmu juga.” Ucap Anton bahagia dan dia memeluk gadis itu dengan erat.


“Astaga, terlalu erat. Sudahlah sana pergi ini sudah terlalu larut.” Ucap Alice, namun tidak melepaskan pelukan kekasihnya itu.


“Baiklah aku akan pulang dahulu, kau istirahatlah. Mungkin beberapa hari kedepan aku akan sibuk, aku harus mengatur ulang jadwalku yang kemarin tertunda. Tak masalah kan? Tapi kau jangan khawatir, aku akan selalu menghubungimu.” Jelas Anton.


“Iya tidak apa. Aku tahu kau pasti sibuk. Ya sudah sana pergi. Hati hati di jalan.” Ucap gadis itu.

__ADS_1


“Aku pergi ya sayang.” Ucap pria itu dan mencium kening gadis itu. Alice menunggu mobil Anton pergi  hingga mobil pria itu menghilang dari pandangannya.


****


Pagi harinya Alice menyirami tanaman, memberikan pupuk serta merapihkan sedikit halaman bunganya itu.


“Pagi Non Ara.” Ucap pak Aryo sopan.


“Pagi Pak, tadi saya sudah menyiram maupun memberikan pupuk, pak Aryo bisa mengerjakan tugas yang lainnya.” Ucap Alice saat pak Aryo karyawannya tiba.


“Baik Non. Ah ya Non bapak baru ingat, beberapa hari yang lalu ada seorang pria yang bolak-balik mencari Non Ara. Sepertinya teman Non Ara waktu itu.” Ucap Pak Aryo mencoba mengingat.


“Ahh iya Pak, saya sudah bertemu kok dengannya semalam. Terima kasih ya Pak Aryo.” Ucap Alice dan melanjutkan pekerjaannya.


Drrt drrtt drrtt


Alice mengeluarkan ponselnya dan melihat IP address nya adalah Galih


‘Ada apa pagi-pagi bocah ini sudah menelpon.’ Batin Alice.


“Halo Gal.. ada apa?” Tanya Alice.


“Al, bisa ke markas? Aku butuh bantuanmu.” Ucap pria itu dari sebrang telpon.


“Oh baiklah, aku kesana.” Ucap Alice dan mematikan panggilan tersebut.


“Pak Aryo, saya ada keperluan. Saya pergi dahulu ya Pak, saya titip tokonya sama Pak Aryo dan Bu Ani.” Ucap Alice dan meninggalkan tempat itu dengan mobil kesayangannya.


***


“Ada apa?” Tanya Alice saat tiba di depan Galih di dalam ruang kerja pria itu. Disana juga ada Juna yang duduk di sofa ruang kerja Galih.


“Begini, ada masalah di kota M, beberapa wanita menghilang secara misterius dalam beberapa bulan ini. Sekarang malah lebih menghkawatirkan, 8 wanita menghilang hanya dalam kurun waktu kurang dari dua minggu. Aku tau kau di beri cuti oleh Roy selama dua minggu ini. Namun kau juga tahu bukan, bahwa agen wanita dalam tim kita terbatas. Sebenarnya kita juga baru merekrut beberapa anggota wanita baru, namun karena kemampuan beladiri mereka jauh di bawahmu aku tidak bisa membiarkan mereka terjun langsung. Namun salah satu dari mereka masih bisa menjadi rekanmu kali ini. Apakah kau bersedia?” Jelas Juna dengan tidak enak hati karena gadis ini baru saja terlepas dari bahaya sebelumnya.


“Tentu saja aku tidak keberatan, malah aku merasa bosan jika kalian tidak memberikanku kerjaan.” Gurau gadis itu dengan penuh semangat.


“Baiklah apa yang harus aku lakukan?” Tanya Alice.


Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2