
Keesokan harinya.
Ting tong.. Bel apartemen Alice dan Maya berbunyi dari luar. Alice bergegas keluar dari kamarnya dan menuju pintu masuk di lihatnya dari celah pintu seorang wanita yang sudah cantik dan rapih berdiri di balik pintu dan Alice segera membukakan pintunya.
Ceklek.. Pintu di buka dan munculah seseorang dari balik pintu.
"Hai anak-anak selamat pagi." Ucapnya ceria sambil merangkul tubuh Alice.
"Bagaimana kabar mu Zara?" Tanya Rosa yang sedikit khawatir atas hilangnya gadis itu dalam acara pesta sebelumnya.
"Baik Bu Rosa.. Masuklah.." Ucap Alice dan mempersilahkan Rosa manajer mereka masuk dan duduk di ruang tamu itu.
"Kalian dudah siap?" Tanya Rosa lagi sambil mendudukkan bokongnya dan menyandarkan punggungnya di sandaran sofa.
"Ya.. kami sudah siap. Apa pekerjaan kita kali ini?" Tanya Alice lagi dan ikut menemani Rosa di ruang tamu, penasaran dengan apa pekerjaan untuknya kali ini.
"Karena kau memiliki daya tarik saat melakukan pekerjaan sebelumnya, kita di undang foto shoot di kapal pesiar menggunakan pakaian musim panas dan beberapa pakaian renang sedangkan malam harinya kalian akan mengikuti acara pameran busana di atas kapal pesiar itu." Ucap Rosa mengenai jawal Alice dan Maya.
"Baguslah.. aku pikir misi kita akan gagal saat aku di culik." Ucap Alice.
"Tidak.. kau tenang saja, aku menutupi semua kejadian kemarin dengan bilang bahwa kau kurang sehat. Tapi kau tahu kan ini bisa saja menjadi tempat yang berbahaya juga, karena kita mendapatkan undangannya dari pusat." Ucap Rosa lagi.
"Tentu saja aku tahu.. Tapi kali ini aku akan mempersiapkannya dengan sangat baik, sehingga tidak akan ada lagi kejadian seperti kemarin." Ucap Alice serius.
"Baiklah aku akan mempersiapkan beberapa barang.. tunggu sebentar Ros." Ucap Alice dan masuk ke dalam kamarnya.
Alice membawa beberapa barangnya ke dalam tas kecilnya dan kemudian keluar dari kamarnya. Di sana ternyata sudah ada Maya yang sudah siap.
"Maaf aku terlamat." Ucap Maya dan wajahnya sedikit merona.
"Tentu tidak apa-apa. Apa kau baik-baik saja? wajah mu sedikit merona." Tanya Alice sedikit khawatir dengan keadaan Maya.
"Aku tidak apa-apa.. aku baik-baik saja." Ucap Maya sambil tersenyum cerah dan membayangkan kejadian semalam.
__ADS_1
Kejadian semalam..
Juna meminta Maya menemaninya makan malam di sebuah restoran fine dining yang romantis yang bisa memperlihatkan seluruh kota X pada malam hari.
"Kenapa kita kesini?" Tanya Maya bingung saat di depan restoran itu.
"Aku kira kita akan makan di tempat biasa saja, kenapa harus ke tempat seperti ini." Ucap Maya sedikit enggan, pasalnya dia memakai pakaian dress biasa saja sedangkan ini adalah tempat yang mewah.
Maya tahu di beberapa tempat fine dining, ada yang harus di perhatikan salah satunya adalah pakaian. Dan kini dia memakai pakaian yang sangat sederhana.
"Tidak masalah.. Aku sedang ingin makan di sini." Ucap Juna santai.
"Tidak bisa kau lihat jika ini adalah fine dining mewah? yang ada nanti kita akan di usir sebelum kita sempat masuk. Sudahlah lain kali saja kesananya. Aku tidak mau di permalukan di depan umum." Ucap Maya dan akan beranjak pergi dari tempat itu.
Namun tangan Juna mencegah Maya untuk pergi meninggalkan tempat itu.
"Aku mau makannya sekarang." Ucap Juna lagi.
"Aishh kau benar-benar akan mempermalukan kita saja jika di tolak dari depan pintu." Keluh Maya kesal.
Saat mereka berjalan akan memasuki pintu, para penjaga di pintu itu membungkuk hormat kepada kedua orang itu dan mempersilahkan mereka berdua untuk masuk.
Maya yang melihat itu bingung dan mengernyitkan dahinya.
"Sudah ku bilang bukan tidak ada yang akan menghentikan kita." Ucap Juna dan tersenyum menggoda Maya.
"Apa yang terjadi? Mengapa meraka seperti hormat sekali kepada mu?" Tanya Maya bingung.
"Tidak tahu.. mungkin mereka kagum pada ketampanan ku.. Ayo kita lewat ke sebelah sini." Ucap Juna dan menarik Maya mengikutinya untuk menaiki lagi sebuah lift dan mereka tiba di sebuah rooftop dengan pemandangan indah kota X di malam hari.
Roftoop itu terbentang luas dengan kolam renang di tepinya dan ada sebuah bar di tengah beserta beberapa meja dan sofa yang sudah di tata sedemikian rupa sehingga menambah kesan cantik.
Kerlap kerlip lampu ibu kota yang menyala dan lampu dari kendaraan yang melewati jalan raya itu menambah keindaham kota X yang sibuk saat ini.
__ADS_1
"Indah sekali..." Ucap Maya dan memandangi keindahan itu dari atas sana.
"Masih cantikan dirimu.." Ucap Juna santai dan memilih duduk di meja tak jauh dari tepi menghadap pemandangan yang ada di bawah itu.
"Apa maksud mu? kau benar-benar aneh akhir-akhir ini." Ucap Maya sedikit bergidik mendengar ucapan dari Juna.
"Aku sedang memuji mu dan kau bilang aku aneh.. kau lah yang aneh." Ucap Juna santai dan mengangkat tangannya untuk memanggil pelayan.
"Iya Tuan.. ini beberapa menunya.." Ucap pelayan itu sopan sambil menyerahkan buku menunya kepada Maya dan juga kepada Juna.
"Bukankah ini menu prancis?" Tanya Maya yang mekihat isi menu itu.
"He'em.." Ucap Juna santai.
"Aku mengikutimu saja." Ucap Maya dan meletakkan buku menu itu.
"Saya pesan Chilled Brittany Artichoke Terrine yang terdiri dari jamur truffle (Yaitu jamur yang biasanya ditemukan di dalam tanah, daun selada sucrine, dibungkus dalam flemish tart). Crispy roasted Fega barramundi filet (Terdiri dari ikan Barramnundi yang di baluri bubur kacang polong). Hazelnut Crusted Fresh Goat Cheese (yaitu irisan keju kambing yang di lumuri irisan kacang hazel). Dan yang terakhir Amuz Red velvet (yang merupakan pencuci mulut es cream stroberi red velvet)." Ucap Juna dan pelayan mencatat pesanan Anton.
"Baik Tuan sudah saya catat. Mohon di tunggu." Ucap pelayan itu dan segera pergi dari sana.
15menit kemudian makanan sudah di hidangkan di atas meja makan mereka. Maya sedikut terpesona melihat hidangan yang di tata sesemikian ruapa di atas meja mereka.
"Ehem.. Juna.. bukankah sedikit aneh.. di sini tidak ada siapapun, hanya kita berdua saja." Ucap Maya yang sedikit kikuk saat melihat sekelilingnya tidak ada siapapun selain mereka berdua.
"Ya.. memang.. karena kebanyakan mereka makan di dalam ruangan." Ucap Juna santai.
"Ohya aku masih penasaran, katakan sejujurnya mengapa kita bisa dengan bebas masuk tadi." Ucap Maya yang masih penasaran dengan kejadian sebelumnya.
"Kau benar-benar tidak percaya bahwa ku bilang mereka mungkin kagum pada ketampanan ku." Ucap Juna bercanda yang membuat Maya malah mendecakkan bibirnya.
"Ck.. cepatlah katakan jangan bikin aku penasaran." Ucap wanita itu kesal.
Bersambung....
__ADS_1
Nb. (Untuk nama-nama makanan dan sedikit penjelasannya di ambil dari Kreator: Dina Mardiana di kompasiana.com)