JiHan (Janji Dan Penghianatan)

JiHan (Janji Dan Penghianatan)
My Sunshine2


__ADS_3

Malam itu Alice banyak berbincang dengan Jasmin dan Puspa. Mereka banyak menceritakan tentang beberapa hal di pulau ini. Mayoritas penduduk asli Maladewa beragama Muslim, sehingga pakaian berbikini, minuman beralkohol, daging babi, narkoba dan anjing di larang di pulau ini. Jika ingin menggunakan bikini atau minum minuman beralkohol, mereka dapat menggunakannya di area pulau resort atau pantai privat milik hotel, floating bar, pesta kapal pesiar atau di sebuah pantai khusus bernama Bikini Beach.


"Ahh.. aku baru mengetahuinya dari kalian.. sebelumnya aku tidak tahu tentang hal itu. Untunglah setidaknya aku mengenakan pakaian renang one piece dan selalu memakai kaus besar dan hot pants saat keluar, dan selama ini aku baru berada di area resort, belum berjalan-jalan kearea pemukiman warga." Ucap Alice bersyukur dia tidak melakukan kesalahan.


"Untunglah.. aku tidak ingin meninggalkan kesan buruk bagi warga sini, apalagi jika harus berhadapan dengan hukum.. terima kasih infonya Kak Jasmin dan kak Puspa." Ucap Alice lagi.


"Sama-sama." Ucap mereka berdua.


"Apakah kau berencana pergi melihat pulau yang dekat dengan pemukiman warga?" Tanya Puspa lagi.


"Hemm aku ingin, namun aku tidak tahu jadwalnya bagaimana. Semua yang mengatur Anton." Ucap gadis itu sambil tersipu malu.


"Uhh manisnya.. jika kau berniat bermain datanglah ke Maafushi island. Kami berdua tinggal di sana." Ucap Puspa.


"Tentu kak.. jika aku berkesempatan main ke sana, aku akan mengunjungi kalian." Ucap Alice saat Puspa dan Jasmin akan berpamitan pulang bersama para suami mereka.


"Sepertinya kau sangat kehilangan mereka." Ucap Anton saat melihat Alice yang sepertinya sedikit enggan dengan kepergian kedua teman barunya itu.


"Ahh.. tidak hanya saja sedikit merasa sepi.. kau tahu pembicaraan sesama wanita itu seperti lebih berapi-api saja." Ucap Alice sambil terkekeh.


"Ya.. aku mengerti.. dari tadi kau terlihat sangat bahagia dan atraktif bersama kedua teman baru mu itu, sampai-sampai aku hampir di lupakan." Ucap Anton berpura-pura merajuk.


"Astaga.. hentikan itu.. dari tadi kau kan ada di samping ku.. jangan bertingkah kau tidak bertemu dengan ku." Ucap Alice kesal dan malah meninggalkan Anton sendirian di sana. Sedangkan Alice berjalan menyusuri pantai hendak kembali ke hotel tempat mereka menginap malam itu.


"Hei.. kok aku di tinggalkan? bukannya harusnya kau melakukan sesuatu agar aku tidak merajuk?" Tanya Anton yang sedikit kesal karena sikap Alice yang jauh dari apa yang dia bayangkan.


"Dalam mimoi mu tuan tampan." Ucap Alice tanpa memandang Anton dan masih berjalan menuju hotel, Anton mengejar Alice dengan berjalan cepat menyusul gadis itu.


Beberapa menit kemudian mereka sampai di area hotel. Alicd masih tidak henti-hentinya terpesona oleh keindahan dasar laut yang menjadi tempat tinggalnya malam ini.


"Aku tidak pernah bosan melihat ini." Ucapnya sambil mencoba menggapai-gapai ikan yang berada di lautan lepas itu.


"Ya.. mereka terlalu indah, tidak bisa di abaikan begitu saja." Ucap Anton dan mengelus lembut rambut Alice.


"Aku berharap perjalanan liburan kita ke sini juga tidak mudah kau lupakan. aku berharap kenangan indah ini akan selalu kau ingat sepanjang hidup mu. Dan kita akan menambah kenangan-kenangan indah lainnya." Ucap Anton dan mengecup puncak kepala gadis itu.


"Hemm.. ya.. tentu saja." Ucap Alice dan menggangguk cepat.


"Sana kau duluan mandi." Perintah Anton saat mereka sudah sampai di dalam kamar hotel mereka.


"Ya.. aku mandi dahulu." Ucap Alice dan pergi menuju lemari dan mengambil satu stel piama lengan pendek dan masuk ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya.

__ADS_1


Anton duduk di kursi panjang di mana ikan-ikan berenang di samping kaca tempat duduknya. Pria itu mengambil ponselnya dan menciba menghubungi Paul anak buahnya.


"📞Halo Paul, bagaimana apakah sudah ada informasi terbaru mengenai Alice?" Tanya Anton penasaran mengenai kelanjutan pencarian informasi mengenai gadis itu.


"📞Maaf Tuan, sudah ada beberapa informasi namun karena kejadiannya 10 tahun yang lalu, kita agak memiliki kesulitan di samping sepertinya ada beberapa pihak yang sepertinya memang sengaja untuk menutupi kasus 10tahun yang lalu." Ucap Paul sedikit mencurigai hal itu.


"📞Apa? mengapa begitu? apakah sebegitu sulitkah!"


"📞Maaf Tuan.." Ucap Paul karena pria itu tidak bisa mendapatkan apa yang di inginkan sang Tuan.


"📞Selidiki lebih rinci, apapun caranya harus mendapatkan informasi itu." Perintah Anton.


"📞Baik Tuan." Ucap Paul cepat.


"📞Lalu apa informasi yang baru kau dapat?" Tanya Anton mulai penasaran.


"📞Sudah di putuskan saat nona Alice kembali ke Negara A, dia akan langsung mendapatkan misi sebagai model di negara X." Ucap Paul pasti.


"📞Apa? Bukankah Negara X di curigai sebagai tempat tinggal yang melakukan pembantaian pada genk Black Mouse? Lalu mengapa mereka malah menyerahkan Alice ke Negara itu!" Ucap Anton tidak kalah pikir dengan keputusan petinggi di RJP itu.


"📞Maaf bos, untuk itu mata-mata kita tidak memberi tahu." Ucap Paul cepat.


"📞Astaga.. benar-benar menjengkelkan.. kosongkan jadwal ku selama Alice akan pergi ke Negara X. Aku akan menemaninya dan bekerja dari Negara X." Ucap Anton Akhirnya.


"📞Baik Tuan." Ucap Paul cepat.


"📞Baik Tuan." Ucap Paul lagi.


"📞Lalu selain itu informasi terbaru mengenai Alice apa?" Tanya Anton lagi.


"📞Itu mengenai nona Alice dan nyonya Lidia..." Belum selesai Paul akan menceritakan, Anton mendengar suara kunci pintu kamar mandi berbunyi, sebentar lagi Alice pasti akan keluar dari sana karena sudah selesai dengan mandinya.


"📞Nanti kita lanjutkan lagi." Ucap Anton dan langsung mematikan ponselnya.


"📞Tapi Tuan ini penting.." Ucap Paul namun sudah pasti Anton tidak dapat mendengarkannya karena panggilan itu telah di matikan oleh Anton.


"Huftt... yasudahlah.. tinggal menunggu Tuan pulang saja baru ceritakan semuanya." Ucap Paul sambil menghembuskan nafasnya kasar.


"Telepon dari siapa?" Tanya Alice Penasaran.


"Paul.." Ucap Anton jujur.

__ADS_1


"Mengenai pekerjaan?" Pancing Alice lagi. Pasalnya gadis itu sudah mendengarkan semua perbincangan Anton dan Paul, namun gadis itu berpura-pura tidak tahu karena ingin mengetes kekasihnya itu. Apakah dia akan memainkan trick trick kotornya lagi.


"Bukan tentang kerjaan ku.. Tapi tentang kerjaan mu." Ucap Anton jujur


"Kerjaan ku?" Tanya Alice pura-pura bingung.


"He'em.. kau akan segera mendapatkan misi di Negara X. Aku tidak mengerti mengapa mereka menempatkan mu di Negara itu." Ucap Anton tidak habis pikir.


"Huhh dasar mata-mata." Ucap ketus Alice.


"Sayang aku kan hanya ingin tahu mengenai penugasan mu selanjutnya. Bagaimana jika tugas mu berbahaya dan aku berada sangat jauh dengan mu. Bukankah aku akan sangat khawatir.. Begitu juga jika sebaliknya bukan?" Ucap Anton mencoba menjelaskan pikirannya.


"Hemm yang kau katakan benar.. Baiklah aku tidak akan perhitungan dengan mu mengenai masalah itu. Tapi ingat jangan mengganggu misi ku." Ucap Alice memperingati pria itu. Anton menagngguk cepat agar kekasihnya itu tidak merajuk. Kemudian gadis itu duduk di atas kasur.


"Cepat sana mandi.. aku sudah mengantuk." Ucap Alice menyuruh Anton segera pergi mandi. Pria itu langsung bergegas menuju kamar mandi dan membersihkan dirinya.


Beberapa saat kemudian Anton muncul dengan menggunakan piama yang model dan warnanya serupa dengan Alice. Gadis itu tersenyum lucu.



"Kenapa? ada yang salah?" Tanya pria itu bingung melihat ekspresi Alice.


"Tidak.. hanya gemas saja.. sudah kayak newlyweds aja." Ucap Alice sambil terkikik geli.


"Gak apa-apa ini latihan dulu." Ucap Anton acuh dan beranjak menaiki kasur dan merebahkan tubuhnya di atas kasur dan menekuk tangannya, siku di kasur dan telapak tangan sebagai penopang kepalanya. Pria itu posisi miring memperhatikan kekasihnya.


"Kamu kalau pose kayak gitu kelewatan tampanya. Udah rabahan aja." Ucap Alice dan mendorong tubuh Anton hingga pria itu mendaratkan kepalanya di atas bantal.


"Emang baru tahu bahwa calon suaminya tampan?" Goda Anton sambil tersenyum bahagia.


"Ishh terlalu Pd.." Kesal Alice namun gadis itu menyelusup ke dada pria itu dan kemudian menjadikan lengan Anton sebagai bantalan kepalanya seperti biasa.


"Anton besok acara kita apa?" Tanya Alice yang mulai penasaran mengenai rencana besok.


"Rahasia." Ucap Anton lagi.


"Ish.. menyebalkan." Dengus Alice. Tidak berapa lama gadis itu mendengkur halus dan tertidur nyenyak.


"Sepertinya kamu benar-benar kelelahan." Ucap Anton dan mengecup pelipis gadis itu.


"Night My Sunshine." Ucapnya dan kemudian menutup matanya dan menyambut mimpinya.

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2