JiHan (Janji Dan Penghianatan)

JiHan (Janji Dan Penghianatan)
Konfrensi pers


__ADS_3

"Saat ini kami akan menyampaikan hal penting terkait dengan keluarga besar Baskoro.. Yang akan menyampaikannya adalah dr. Imanuel Brees Sp.PD di persilahkan.." Ujar moderator memberikan kesempatan kepada Imanuel untuk menyampaikan berita penting itu.


"Tunggu bukankah itu model yang minggu lalu menempati peringkat pertama pencarian terpanas?" Ujar salah seorang wartawan yang mulai mengenali Alice sebagai Zara seorang model pakaian renang.


"Mengapa dia duduk di depan? Apa hubungannya dengan keluarga Baskoro?" Tanya salah seorang wartawati.


"Terima kasih atas perhatiannya para rekan reporter semua. Mungkin beberapa orang sudah mengenal saya sebelumnya, saya adalah Imanuel Brees dokter pribadi keluarga besar Baskoro.. Saat ini saya akan mengumumkan kepada publik bahwa Adeliana Fransisca Baskoro anak tunggal dari Frans Baskoro dengan Amelia Putri masih hidup." Ucap Imanuel tegas.


"Apa?"


"Bagaimana bisa?"


"Tunggu apa hubungannya dengan Zara? Apakah dia adalah Adeliana?


"Bukankah putri tunggal dari keluarga Baskoro seharusnya sudah meninggal?"


"Bukankah keturunan asli Baskoro sudah meninggal?" Berbagai pertanyaan di ajukan oleh para wartawan karena info saat ini sangat tidak relevan dengan info 10tahun yang lalu.


"Mohon tenang semuanya.. Silahkan ajukan pertanyaan dengan tertib satu persatu." Ucap moderator yang langsung turun tangan untuk menertibkan acara yang mulai gaduh di dalam ruangan itu. Beberapa suara masih terdengar gaduh di ruangan itu.


Alice, Juna, Roy, dan Galih masih duduk santai di depan meja panjang bersama Imanuel yang ikut duduk juga, karena kegaduhan itu dia memilih duduk manis di samping Alice.


"Jika masih tidak tertib dengan terpaksa kami akan mengeluarkan kalian dengan paksa dari ruangan ini!" Ucap moderator tegas yang di dampingi kedua pria berbaju hitam yang mengenakan kacamata hitam senada.


Seluruh ruangan mendadak hening, hanya bunyi ketikan di atas keyboard mereka yang terdengar dengan bunyi pada cahaya kamera yang memfoto dan merekam acara live itu.


"Baiklah karena sudah tertib kita lanjutkan beberapa pertanyaan yang akan kalian tanyakan. Kami hanya akan membuka 3 pertanyaan. Siapkan pertanyaan terbaik untuk mewakil seluruh orang." Ucap moderator tegas.


Seketika semua orang terdiam dan memikirkan pertanyaan apa yang bisa membuat semuanya jelas, namun tiga pertanyaan adalah jumlah yang sedikit jika itu mengenai hilangnya dan kembalinya putri tunggal keluarga Baskoro.

__ADS_1


"Saya ingin bertanya." Seorang wartawati yang mengenakan kacamata bulat besar yang bertengger di hidungnya mengangkat tangannya tinggi. Moderator mengangguk dan seseorang memberikan microphone kepada wanita itu.


"Saya Lies dari koran harian IBius.. Apakah bisa di pastikan bahwa dia adalah Adeliana Fransisca Baskoro yang merupakan anak tunggal Frans Baskoro dengan Amelian Putri? Jika iya mengapa 10tahun yang lalu dia di nyatakan meninggal setelah koma selama 1bulan?" Tanya wanita itu tegas dengan mendorong kacamata besarnya yang turun dari hidungnya.


"Saya hanya akan menjawab satu pertanyaannya." Ucap Imanuel tenang.


"Ya.. Saya sudah melakukan pemeriksaan tes DNA paternal dari Adeliana dengan Frans dan Amelia. Ini adalah hasil tesnya yang menyatakan 99,9% mereka terhubung ibu dan anak, serta ayah dan anak. Selain itu kami juga mencoba mengetes DNA Adeliana dan data yang ada pada Bank DNA dan hasilnya adalah 99,9% adalah orang yang sama. Jadi sudah bisa di pastikan saat ini gadis yang duduk di samping saya adalah Adeliana Fransisca Baskoro." Jawab Imanuel tepat dan tegas.


Ceklek!


Ceklek! Tek tek tek tek.. Suara tarian di atas papan ketik laptop dan juga lampu blitz kamera terdengar menggema seisi ruangan.


"Ada pertanyaan lain?" Tanya moderator mulai memberikan kesempatan untuk pertanyaan selanjutnya.


"Saya ingin bertanya." Ucap seorang pria berwajah oriental mengangkat tangannya. Seorang petugas segera mendekati pria itu dan memberikan microphonenya.


"Saya Bayu dari stasiun TV nasional. Jika benar gadis di samping anda adalah Adeliana Fransisca Baskoro, mengapa dia baru muncul sekarang? Mengapa 10 tahun yang lalu dia dinyatakan meninggal?" Tanya wartawan itu kritis.


"Adeliana Fransisca Baskoro hilang ingatan dan baru saat ini dia bisa mengingat identitasnya saat sesuatu terjadi di kota X." Jawab Roy ambigu.


"Wah.. Apa yang terjadi di kota X? Apakah ada hubungannya dengan viralnya foto beserta video yang tersebar minggu lalu dengan hebohnya?" Tanya seorang reporter yang menyerobot microphobe seorang wartawan dan mengajukan pertanyaannya.


Roy tersenyum, sepertinya pancingannya berhasil, pria itu dengan tenang langsung menjawab pertanyaan wartawan itu.


"Ya, kemungkinannya ada hubungannya. Setelah foto dan video itu viral sesuatu yang terjadi di kota X mengancam jiwa Zara. Beberapa orang mungkin khawatir dengan kehadiran Zara yang sangat mirip dengan seseorang. Namun hal baiknya adalah ingatan Zara kembali. Untuk pihak mana dan siapa kami masih mendalami kasusnya." Jawab Roy menggantung.


"Apa? Ada yang mencoba membunuh Zara? Apakah karena sangat mirip dengan mendiang Amelia Putri?" Tanya seorang wartawan.


Suasana kembali ricuh dengan dugaan pencobaan penyerangan dan praduga lainnya.

__ADS_1


"Ketiga pertanyaan sudah selesai, konfrensi pers hari ini sudah berakhir." Ucap Moderator mengakhiri sesi pertanyaan dan mulai menutup acara meski beberapa reporter dan kameramen mendekatkan kamera dan mikroponnya kepada Alice untuk mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang mengganggu mereka.


Dengan di lindungi oleh beberapa pengawal, Alice, Roy, Galih, Juna dan Imanuel terbebas dari kepungan wartawan dannmereka dengan cepat bergegas masuk ke dalam mobil mereka.


Berakhirnya pemberitahuan itu membuat gempar pemberitaan terpanas hari ini mengalahkan berita terpanas artis internasional yang melakukan perceraian akibat perselingkuhan sesama artis.


***


Sedangkan di sebuah gedung pencakar langit.


Brak! Prang!


"Sialan! Breng$ek! Gadis itu ternyata benar adalah Adeliana. Dan dengan terbukanya mereka mengumumkan gadis itu masih hidup. Sialan! Ayo cepat kita datangi mereka!" Ucap Fiktor emosi.


"Tuan.. Anda harus tenang dahulu. Jika anda sekarang datang dan mengacaukan, itu malah akan membuat anda terlihat memalukan di televisi." Ucap sekertarisnya mengingatkan.


"Arghh menyebalkan! Breng$ek! Sialan! Aku juga tidak bisa menyingkirkan wanita itu saat ini. Kalau tidak publik pasti akan langsung menunjukku sebagai tersangkanya, jika terjadi sesuatu pada wanita itu!" Ucap Fiktor keceplosan saat dia masih dipenuhi oleh emosi.


Sekertarisnya saat mendengar itu langsung terkejut dan Fiktor baru menyadari ucapannya.


"Ehem.. Kau pergi dari ruangan ku.. Aku membutuhkan waktu sendiri." Ucap Fiktor yang baru saja sadar dan meminta sekertarisnya untuk pergi meninggalkan ruangannya.


Setelah sekertarisnya meninggalkan ruangan, Fiktor kembali menghempaskan barang yang ada di atas meja kerjanya.


Sedangkan Belinda yang melihat siaran lansung melalui ponselnya saat dia sedang makan siang di sebuah restoran, gadia itu menghempaskan semua makanan yang sudah tertata raoih dibatas meja makan itu.


"Dasar wanita j@lang! Berani sekali kau masih bernafas dan mencoba mengusik hidup ku!" Ucap wanita itu dengan wajah memerah menahan emosi.


"Nyonya.. Apa yang terjadi?" Tanya seorang pelayan yang datang menghampiri dan melihat semua pecahan piring dan makanan yang berhamburan di bawah meja.

__ADS_1


"Diam! Aku akan mengganti semuanya!" Ucap Belinda kesal dan melemparkan black card keatas meja itu dengan kesal.


Bersambung....


__ADS_2