JiHan (Janji Dan Penghianatan)

JiHan (Janji Dan Penghianatan)
Siapkah dengan kenyataan


__ADS_3

Keesokan harinya.. matahari pagi yang hangat masuk memalui celah gorden dan menerangi ruang perawatan itu. Sedangkan para penghuninya masih sibuk memeluk mimpi mereka.


Alice terbangun saat perawat datang mengetuk pintunya untuk meminta izin mengganti tabung infus yang habis milik Anton. Alice melihat kekasihnya masih tertidur dan memutuskan untuk mandi dan membersihkan dirinya saat perawat itu telah pergi dari ruangan itu. Gadis itu juga membuat beberapa sarapan simple untuknya setelah mandi. Roti tawar dengan selai strowbery adalah kesukaannya.


Gadis itu memutuskan pergi saat kedua orang tua Anton datang ke ruang perawatan. Alice berpamitan kepada Anton dan kedua orang tuanya dan beralasan akan pulang dahulu untuk menyelesaikan beberapa keperluannya. Kedua orang tua Anton mengizinkan gadis itu untuk pergi menyelesaikan urusannya dan akan menemani Anton saat Alice sedang keluar. Bahkan kedua orang tua Anton menemani Alice turun ke bawah sampai gadis itu benar-benar pergi menghilang dari pandangan mereka dengan menaiki sebuah taksi.


“Emhh Anton kemana ya yah?” Tanya Ibunya Anton saat melihat Anton tidak ada di dalam kamarnya.


“Mungkin sedang ada pemeriksaan.” Ucap Bram.


“Bu sebenarnya ayah bingung. Mengapa anak rekan ibu bisa mengenal Anton.” Tanya Bram.


“Ibu yang mengenalkannya yah, saat ibu ada pertemuan pekerjaan dengan ibunya Diana.” Ucap Lidia.


“Bu.. sebenarnya maskud ibu apa dengan mengenalkan wanita lain untuk Anton.” Tanya Bram saat mengetahui tidak ada siapapun di dalam ruangan itu.


“Ibu hanya ingin mengenalkan wanita itu, siapa tau dia cocok dengan Anton. Apa salahnya yah.” Ucap Lidia tak mau mengalah.


“Tidakkah ibu memikirkan bagaimana perasaan Alice. Kita sudah menyetujuinya untuk menjadi salah satu bagian dari keluarga kita, tapi ibu malah memperkenalkan Anton dengan wanita lain.” Ucap Bram tak habis pikir dengan pemikiran istrinya itu.


“Katakan sejujurnya bu.. di sini tidak ada siapa-siapa. Katakan sebernarnya ada apa.. Kenapa ibu tidak senang dengan Alice. Ibu tidak akan memikirkan seseorang dari latar belakangnya atau pun pendidikannya. Ibu selalu melihat seseorang dari sifatnya dan hatinya. Dan Alice adalah anak yang baik menurut ayah.. Dan ibu lihat wanita yang ibu bilang mungkin cocok dengan Anton adalah seorang wanita yang sepeti apa sampai dia benar-benar berani berbuat nekat seperti itu. Apa yang sebenarnya ibu janjikan kepada wanita itu sampai dia benar-benar nekat seperti itu.” Ucap Bram.

__ADS_1


“Ibu hanya memintanya untuk menemani Anton yah, ibu memberitahukan posisi Anton karena dia bilang dia juga kebetulan lagi di luar kota. Ibu tidak tahu bahwa wanita itu sampai akan menggoda Anton hingga ke kamar hotelnya, bahkan ibu juga tidak tahu bahwa wanita itu berniat menikam Alice atau bahkan mencoba untuk melenyapkan Alice.” Ucap Lidia.


“Ibu yang paling tahu siapa Alice itu yah.. maka dari itu ibu tahu bahwa gadis itu adalah anak yang baik sangat baik bahkan. Tapi dia tidak pantas untuk Anton.. ibu tidak akan membiarkan mereka bersama yah..” Lanjut Lidia.


“Mengapa ibu bicara seperti itu, jika memang Alice gadis yang baik, lalu mengapa tidak pantas untuk Anton anak kita.” Tanya Bram bingung.


“Ayah tidak akan mengerti.. ini untuk kebaikan semuanya yah.. ibu melakukan ini terpaksa untuk kebahagiaan semua orang.” Ucap Lidia dengan sedikit berteriak karena frustasi.


“Maka dari itu beritahu Ayah, agar ayah mengerti. Jangan menyimpanny sendiri, katakan semuanya dengan jelas.” Ucap Bram sambil menenangkan istrinya.


“Ibu tahu bagaimana Anton menderita selama ini, dan ibu juga tahu bagaimana Alice juga menderita. Ibu tidak akan membiarkan mereka berdua menderita yah.. ibu melakukannya demi kebaikan mereka berdua. Ibu akan memberikan mereka berdua kebahagian, namun tidak dengan bersama.” Ucap Lidia.


“Tapi kebahagiaan Anton hanya jika ada Alice di dalamnya Buu.. “ Ucap Anton.


“Apa maksudnya itu?” Tanya Bram bingung dengan ucapan anak bungsunya itu.


“Ayah.. Alice adalah salah satu anak dari panti asuhan Cahaya Hati di bawah naungan keluarga besar kita. Bahkan gadis itu di sekolahkan di sekolah swasta milik keluarga kita. Dan Ibu sudah mengenal Alice sejak gadis itu masih kecil. Ibu mensuport semua kebutuhan gadis itu. Namun yang tidak Anton mengerti, mengapa ibu harus sembunyi-sembunyi, bahkan berpura-pura tidak mengenal Alice, padahal ibu selama ini sudah mengenalnya dan memantau perkembangan gadis itu. Dan bahkan sekarang ibu tidak menyukai hubungan kami. Padahal ibu sangat menyayangi Alice juga.” Ucap Anton menjelaskan semua yang dia ketahui.


“Anton.. dari mana kamu tahu semua itu Nak?” Tanya Lidia bingung dengan semua perkataan Anton. Pasalnya dia sudah menutupi semuanya dengan sangat baik selama ini.


“Jadi yang di katakana Anton benar? Lalu mengapa kamu menyembunyikannya sayang?” Tanya Bram bingung.

__ADS_1


“Ibuu.. apakah Alice adikku?” Tanya Anton bingung dengan kenyataan ini. Sebelumnya Anton memang tidak tinggal bersama kedua orang tuanya saat dia masuk sekolah kedokteran.


“Anton jangan bicara sembarangan.” Ucap Bram marah.


“Aku hanya tidak habis pikir dengan semua ini Yah.. Ibu sangat menyayangi Alice dan bahkan memantau perkembangan gadis itu. Tapi ibu tidak mengizinkan kami bersama.. Apa lagi yang bisa Anton simpulkan dari semua ini.. Jika tidak lalu ada apa sebenarnya, apa yang telah terjadi..” Ucap Anton frustasi dengan pemikirannya sendiri.


“Ibu tidak bisa menjelaskan apapun kepada kalian. Ibu akan keluar untuk mencari udara segar.” Ucap Lidia dan mencoba meninggalkan ruangan itu.


“Ibu,, kita belum menyelesaikan masalah ini, bagaimanapun ibu tidak akan bisa menghindari masalah ini. Dari pada menghindarinya lebih baik kita menghadapinya bukan Bu.. Buu kumohon jelaskan semuanya padaku..” Ucap Anton memelas.


“Ibu hanya melakukan ini untuk melindungi kalian. Ibu melakukannya demi kebaikan kalian.” Ucap Lidia dan hendak meninggalkan ruangan itu.


“Ibu Anton sudah dewasa bu, Anton bukan anak kecil lagi yang harus di lindungi dari sesuatu. Biarkan Anton melindungi diri sendiri dengan kemampuan Anton sendiri bu.. percayahlah pada Anton bu,, Anton tidak selemah itu..” Ucap Anton memelas. Namun Lidia tetap akan beranjak pergi.


“Anton bisa menyuruh seseorang untuk mengungkap semua yang ibu sembunyikan. Pilihannya adalah apakah ibu mau mengungkapkannya sendiri atau aku akan mengetahuinya dari orang lain.” Ancam Anton. Ancaman Anton membuat Lidia berhenti berjalan dan membalikkan tubuhnya menghadap anak bungsunya itu.


“Tapi Nak..” Ucap Lidia ragu.


“Anton mohon bu.. jelaskan semuanya.. siapa Alice sebenarnya.” Ucap Anton tegas.


“Baiklah jika itu yang kamu inginkan..” Ucap Lidia luluh dan beranjak duduk di sofa di ruang perawatan itu. Bram dan juga Anton mengikuti Lidia dan duduk di sofa juga untuk mendengarkan apa yang akan di sampaikan Lidia.

__ADS_1


“Apapun itu siapkan hatimu dan mentalmu.. ibu sudah mencoba melindungi mu dengan semua yang bisa ibu lakukan. Ibu tak mau jika kau mencari kebenarannya dan kau mengetahuinya dari orang lain.” Ucap Lidia. Anton mengganggukkan kepalanya siap mendengarkan penjelasan dari ibunya.


Bersambung...


__ADS_2