
“Jawaban dari pertanyaan di dalam kartu itu.” Tunjuk Anton pada kartu yang terselip di dalam bunga mawar itu.
“Apakah ini pesanan mu Anton? Kapan kau memesannya?” Tanya Alice memastikan.
Gadis itu bangkit dari kursinya dan menuju kedepan kekasihnya itu. Anton menggenggam kedua tangan kekasihnya dan berbicara.
“Hemm.. ya,, aku tadi pagi sudah menelpon untuk pemesanan itu. Aku merasa sedikit bersalah karena telah menentukan semuanya tanpa melakukakan permintaan yang pantas dengan serius kepada mu. Tapi semua yang kubicarakan tadi pagi dan yang tertulis di dalam kartu itu adalah semua isi hati ku. Jadi aku berharap kau mau memberikan kita kesempatan untuk melangkah lebih maju untuk keseriusan hubungan kita. So… will you be a part of my life forever?” Tanya Anton serius dengan wajah yang sedikit tegang takut jika Alice akan kesal dengan perbuatan yang dia lakukan.
“Yes, definitely yes.” Ucap Alice dengan sedikit terharu dengan perbuatan pria di depannya itu yang menyebabkan sedikit genanggan di pelupuk matanya.
“Terima kasih sayang untuk semuanya.” Ucap Anton dan mengecup puncak kepala kekasihnya itu.
“Jadi ayo bersiap, aku sudah menyiapkan makan malam untuk kita. Kita akan makan di luar. Kau bersiaplah dahulu.” Lanjut Anton.
“Sekarang?” Tanya Alice.
“Ya,, kau bisa mandi dan bersiap-siap dahulu. Aku tahu kau pasti membutuhkan beberapa waktu untuk mempersiapkan diri.” Goda Anton kepada kekasihnya itu.
“Hemm kau benar, wanita memang perlu waktu agak lama untuk mempersiapkan dirinya tampil sempurna.” Ucap gadis itu namun teringat akan sesuatu.
“Ahh ya.. aku masih belum memaafkan mu karna kau dengan sengaja mengerjai ku membuat karangan 1.000 bunga hanya dalam waktu setengah hari. Tidakkah kau pikir itu keterlaluan? Kasihan Bu Ani akan kewalahan jika dia harus melakukannya sendiri, belum lagi dengan pesanan-pesanan yang lainnya.” Ucap gadis itu kesal.
“Ahh untuk itu aku minta maaf, aku melakukan tindakkan mendadak yang langsung terbesit di dalam pikiran ku. Dan kebetulan di bawah toko mu adalah toko bunga, jadi langsung aku menemui Bi Ani dan meminta bantuannya untuk membantu ku.” Ucap Anton menyesali perbuatannya.
“Ahh ya itu memang terdengar agak konyol. Aku yang merangkaikan bunga untuk diri ku sendiri.” Ucap gadis itu sambil sedikit tersenyum.
__ADS_1
“Maafkan aku sayang, itu pasti akan menjadi hal yang akan selalu kau ingat sepanjang perjalanan hubungan kita.” Ucap Anton sedikit menyesal.
“Tidak.. tidak masalah.. Itu malah akan menjadi kenangan yang manis, lucu dan konyol. Kau tidak perlu khawatir itu akan tetap menjadi kenangan yang menyenangkan.” Ucap Alice menenangkan kekasihnya.
“Baiklah aku akan bersiap-siap dahulu.” Lanjut Alice dan segera pergi dari sana membawa buket 1.000 bunga mawar itu ke atas bersamanya dengan wajah yang tersenyum cerah.
Anton melihat kekasihnya begitu bahagia, membuatnya tambah senang dan dia berjanji kepada dirinya sendiri akan rela melakukan apapun untuk selalu dapat melihat senyum cerah dari sang kekasihnya itu.
Empat puluh lima menit waktu yang di butuhkan Alice untuk mempersiapkan dirinya untuk makan malam pertama di luar bersama kekasihnya itu. Selama ini keduanya sangat sibuk dengan pekerjaan mereka masing-masing, sehingga tidak pernah pergi berkencan dengan serius. Mereka hanya saling bertemu di sela-sela waktu senggang mereka. Sehingga ini juga merupakan kencan keluar pertama mereka.
Alice mengenakan dress biru tua lengan panjang sesiku dengan bahan transparan yang panjangnya hingga lutut, dan di bagian depan dress itu memiliki kancing mutiara hingga bagian dada dan di bagian perut memiliki karet yang membuat bentuk tubuhnya menjadi indah. Alice memakai ikat pinggang untuk menutupi di bagian karet itu, dress itu benar-benar menonjolkan lekuk tubuhnya yang indah meski dengan gaun yang agak tertutup. Gaun itu memberikan kesan cantik dan semi casual.
Anton terpana saat melihat Alice turun dari tangga rumahnya, pria itu sedang menunggu Alice di depan mobilnya dengan wajah terbengong. Sebelumnya Anton tadi memutuskan tidak kembali ke dalam rumah Alice dan menunggu di dalam mobilnya saja sambil memeriksa pekerjaannya. Setelah pekerjaannya selesai, Anton memutuskan untuk keluar dari mobil. Dan di saat itu ponselnya berbunyi dari rekan kerjanya. Anton sibuk dengan telpon dari rekannya itu dan tidak menyadari ke hadiran Alice saat gadis itu sudah menutup pintu rumahnya. Saat Anton selesai menelpon Anton membalikkan tubuhnya ke arah toko dan melihat gadis pujaan hatinya sedang turun dari atas tangga.
“Kau sangat cantik Alice.” Ucap Anton saat gadis itu tiba di depannya.
“Ahh tidak, hanya rekan kerja ku saja.” Ucap Anton cepat.
“Ahh ayo kita segera pergi, aku sudah mereservasi untuk pukul 07.00 PM, nanti kita terlambat. Ayo.” Ucap Anton dengan cepat dan membukakan pintu penumpang di bagian depan.
“Terima kasih.” Ucap Alice saat pria itu menutupkan kembali pintu mobil untuk Alice.
Anton berjalan menuju tempat duduknya dan duduk di depan kemudi, kemudian mengenakan seatbeltnya. Alice telah duduk manis dengan seatbelt di tubuhnya. Mereka mulai menjalankan mobilnya menuju keramaian kota A pada malam hari yang padat itu.
Tiga puluh menit mereka sampai ke restoran yang sudah Anton reservasi sebelumnya. Anton dan Alice turun dari mobil dan menuju ke dalam restoran. Di dalam restoran mereka di sambut oleh seorang pelayan wanita.
__ADS_1
“Selamat malam, ada yang bisa saya bantu? Apakah sudah ada reservasi sebelumnya?” Tanya pelayan wanita itu.
“Ya, atas nama Anton.” Ucapnya cepat.
“Baiklah silahkan saya akan tunjukkan jalannya.” Ucap wanita pelayan itu dan menunjukkan jalan untuk keduanya menuju meja mereka.
“Silahkan ini meja anda.” Ucap sang pelayan itu.
“Jika kalian sudah memutuskan pesanan, nanti rekan saya yang lain akan melayani kalian.” Ucap pelayan wanita itu sambil memberikan dua buku menu kepada Alice dan Anton.
“Ya.. Terima kasih.” Ucap Alice.
“Kalau begitu saya permisi.” Ucap wanita pelayan itu lalu pergi dari sana meninggalkan Alice dan Anton.
Meja mereka berada dekat dengan jendela yang dapat memperlihatkan pemandanga dari luar sana. Pemandangan kerlap kerlip lampu mobil dan lampu jalan beserta lampu gedung-gedung pencakar langit yang membuatnya tampak indah menghiasi gelapnya malam.
Anton memanggil pelayan, mereka sudah siap dengan apa yang akan mereka pesan. Pelayan datang menghampiri mereka dan menulis pesanan mereka.
Alice melihat menu dan memilih grilled duck foie grass bed on toased brioche with grapes, hazelnuts and red wine sause adalah bebek panggang dengan anggur dan kacang hazelnut dan saus anggur merah, dan dengan minumannya wine.
Sedangkan Anton memilih beef in cream sause, terbuat dari daging sapi pilihan dengan saus cream whipping cream, jus lemon, garam dan lada dan bumbu rahasia yang membuatnya kaya akan cita rasa. Anton juga memilih wine untuk minuman mereka.
Setelah menulis pesanan mereka, pelayan itu pergi meninggalkan mereka dan mulai menyiapkan pesanan keduanya. Di saat menuggu pesanan mereka, tiba-tiba muncul seorang wanita dari arah belakang Anton.
“Anton sayang… kau kah itu?” Tanya seorang wanita berusia sekitar 35tahunan dengan menggenakan dress berwarna oranye pas tubuh yang datang menghampiri Anton dan Alice ke arah meja mereka. Wanita itu meletakkan telapak tangannya di pundak Anton, sentuhan wanita itu begitu ringan bagaikan mereka memiliki hubungan yang sangat akrab.
__ADS_1
Bersambung....