JiHan (Janji Dan Penghianatan)

JiHan (Janji Dan Penghianatan)
Sarapan Yang Hangat


__ADS_3

K membaringkan tubuh Alice yang pingsan di atas kasur miliknya. Dia mengambil beberapa handuk dan kaus baru di dalam lemari. Dia melepaskan baju bagian atas yang sudah terkoyak mengeringkan tubuh basah wanita itu dan memasangkan kausnya. Kemudian pria itu merobek dress bagian bawahnya karena jika dia harus melepaskannya akan banyak menghabiskan waktu begitu pikirnya.


Pria itu terbelalak saat melihat garter yang gadis itu gunakan, bukan tubuh indah gadis itu yang membuat pria itu terbelalak, namun pistol yang ada di antara pahanya yang di sembunyikan ke dalam stokingnya itu membuat pria itu jadi tersenyum sinis.


“Wah wah wah aku sudah mengira kau terlalu bersih, pasti ada sesuatu yang janggal jika kau berada di sana. Belum lagi alat-alat yang kau bawa, kau sungguh membuatku makin ingin mendekati mu.” Ucap K sambil mengambil pistol dan keluar dari kamar itu dan menyimpannya di tempat yang tersembunyi.


Kemudian saat dia masuk kembali ke kamarnya, tak lama gadis itu tersadar saat pria itu mulai melepaskan garter yang menempel pada stokingnya itu.


“Tu..tuan.. tolong aku tuan.. aku benar-benar tidak tahan lagi.. aku sangat kesakitan.” Ucap gadis itu memelas.


“Astaga kau masih belum tersadar? Sebanyak apa bajingan tua itu memberimu.” Kesal K.


“Tuannn.. kumohon…” ucap wanita itu memelas lagi.


“Astaga tadinya aku hanya ingin mengintrogasimu saat kau sadar dan tak ingin di ganggu saat mengintrogasimu. Namun sepertinya kau masih tidak bisa menetralisir pengaruh obat itu hanya dengan merendammu sepanjang jalan menuju pulau ini tadi.” Ucap K kesal.


“Tuannnn…. Aku mohon… bantulah akuu..” Ucap Gadis itu saat ini badannya benar-benar sudah tidak bisa dia tahan lagi.


“Baiklah, ini kemauan mu ya cantik. Jangan salahkan aku.” Ucap pria itu, dia tau percuma jika dia berbicara sekarang dengan gadis yang sedang di pengaruhi obat itu.


Bagaimanapun K adalah pria normal, dari tadi dia sudah mencoba menahan hawa napsuya hanya dengan melihat tubuh gadis ini di atas kasur saat di kapal pesiarnya, apalagi dia juga harus melihat gadis itu dalam bathtub di dalam kamar mandi yacthnya dan sekarang gadis itu yang tidak menggenakan pakaian dress bawahnya membuatnya benar-benar sudah kehilangan kendalinya.


K menundukan badannya dan menci*umi bibir gadis itu dengan lembut, gadis itu awalnya hanya menerima saja ciumannya kemudian ahkirnya gadis itu juga membalas ciumannya meski tampak kaku. K merasakan dirinya sangat mudah terpancing dengan hanya ciuman bibir saja dari wanita itu.


“Astaga aku seperti pemula saja.” Kesal pria itu.


“Kumohon sekarang aku sudah tidak tahan lagi.” Ucap gadis itu memohon dengan pandangan yang penuh naps*u.


“Baiklah sesuai keinginanmu cantik, lagi pula hanya dengan ciuman sepertiny kau sudah sangat siap.” Ucap pria itu sambil melepaskan pak*aian yang wanita itu gunakan, kemudian memosisik*an kaki gadis itu untuk memudahkan langkahnya selanjutnya.

__ADS_1


“Ahhhh..” Teriak wanita itu. K kaget melihat wanita itu meneteskan air matanya, kemudian dia melihat kebawah.


“Ohh shit…Sial..” Ucap K kesal karena sepertinya wanita itu benar-benar gadis yang polos.


“Ma'af aku tidak menyangka kau.. ahh sudahlah..  aku akan gentle sekarang.” Ucap pria itu dan mulai perlahan mengulanginya lagi. Akhirnya mereka pun selesai menyelesaikan luapan kebutuhan yang mereka rasakan.


“Aku ingin lagi.” Ucap gadis itu tanpa malu, sepertinya tubuhnya masih belum sepenuhnya sadar.


“Baik nona, sesuai keinginanmu.” Ucap K, karena baginya pun ini masih belum cukup, tubuh wanita itu sudah seperti candu baginya. Mereka menghabiskan beberapa kali olahraga mereka sampai pagi menjelang, setelah itu mereka kelelahan dan mereka tidur berpelukan tanpa di sadari.


K terbangun saat matahari hangat menyoroti mata dan sebagian wajahnya yang masih tertutup topeng, dia terbangun dan tersenyum meihat gadis itu masih terlelap tidur disisinya. Sejak semalaman dia tidak melepaskan topengnya sama sekali. Dia beranjak dari sana dan mandi di dalam kamar lain, karena tidak ingin membangunkan gadis itu. Setelah mandi K kembali menggenakan topengnya dan pergi ke dapur di bawah untuk menyiapkan sarapan untuk mereka. Dia membuat pancake dengan sirup maple dan buah berry, dia juga membuatkan salad buah. Dia juga menuangkan jus jeruk kedalam sebuah gelas.


Drrt drrt drrt dia melihat ponselnya bergetar di sana tertera Paul sebagai Id nya.


“Pagi tuan, ma'af mengganggu. Semalam aku menyelidiki bawaan gadis itu, ternyata di dalam tasnya dia memiliki sebuah pistol lipstick dan bedak bersandi aku baru bisa menghubungi tuan karena ponsel tuan sejak semalam mati.” Jelas Paul di sebrang sana. Pasalnya K memang sengaja mematikan ponselnya untuk fokus mengintrogasi gadis itu, tetapi yang terjadi malah malam yang panas bagi mereka berdua.


“Tuan….” Ucap Paul khawatir karena tuannya tidak merespon ucapannya.


“Ahh ternyata tidak hanya pistol Desert Eagle, kau juga memiliki pistol lipstick. Sepertinya dirimu bukan wanita biasa. Seperti dugaan ku.” Ucap pria itu.


Dia melihat jam saat ini sudah menunjukkan pukul 10.00 dia bergegas ke atas dan membawakan sarapan yang hangat itu ke atas. Pria itu meletakan sarapannya di samping meja dan duduk di sofa kecil di ruangan itu, dan memperhatikan gadis itu yang masih tertidur. Tak lama kemudian ada sebuah gerakan dari gadis itu.


“Emhh aduh kepalaku.. ini di mana? Pakaian ku kemana? Tubuh ku terasa tidak nyaman.” Keluh wanita itu saat ia mencoba beranjak dari posisi tidur ke posisi duduk dan menyandarkan tubuhnya pada kepala kasur.


“Astaga…. Siapa kau?” Tanya gadis itu kaget saat sadar ada seorang pria bertopeng yang sedang duduk di ujung sudut memperhatikannya.


“Hai sambutan yang menyenangkan.” Ucap pria itu saat melihat selimut bagian atas wanita itu melorot jatuh ke bawah saat wanita itu terkaget. Dengan cepat wanita itu menarik kembali selimutnya dan menutupi bagian tubuhnya.


“Siapa kau? Mengapa aku ada di sini? Apa yang terjadi kepada ku?” Rentetan pertanyaan yang  gadis itu ucapkan.

__ADS_1


“Wow wow wow.. satu-satu, aku masih banyak waktu kok..Ahh ternyata kau bawel juga saat tersadar.” Ucap pria itu menyebalkan.


“Jelaskan apa yang terjadi.” Ucap Alice kesal.


“Aku K yang menolongmu. Kau di beri obat perangsang oleh si tua bangka itu, dan kekasih mu itu entah di mana. Tadinya aku akan meninggalkan mu di dalam kamar mu saja, namun bawaan yang kau gunakan menggundang perhatianku. Jadi aku menyelamatkan mu malam itu, awalnya hanya ingin mengintrogasimu karena kau menggenakan alat perekam pada tubuhmu. Tetapi semalam aku melihat kau membawa senjata pada tubuhmu dan juga di dalam tas tangan mu ada pistol lipstik. Ada yang ingin kau jelaskan nona?” Jelas K kepada gadis itu.


“Astaga bajingan tua itu.” Ucap Alice kesal.


“Apa yang terjadi padanya? mengapa aku malah ada bersama mu?” Lanjut  gadis itu kemudian.


“Aku menyelamatkan mu dan membawamu kesini. Tua Bangka itu sepertinya sudah tidur di dalam hotel berjeruji.” Ucap pria itu santai.


“Bagaimana dengan jenazah rekan-rekan ku yang meninggali? Emhh maksudku para penyusup itu.” Jelas Alice salah tingkah.


“Ahh para penyusup itu tidak jadi di buang ke laut, aku menyuruh bawahan ku mengurus mayat mereka. Bagaimanapun aku salut kepada mereka bisa menerobos masuk kesana.” Ucap pria itu.


“Sepertinya kau lupa, dari tadi kau tidak menjawab pertanyaan dari ku. Dan aku dari tadi sudah menjawab semua pertanyaan dari mu nona cantik.” Ucap pria itu.


“Tidak ada yang perlu aku jelaskan.” Ucap ketus gadis itu.


“Bisa kau menyingkir aku akan ke kamar mandi.” Lanjut gadis itu.


“Wah wah wah, ternyata kau sudah sangat menikmati tinggal di sini.” Ucap pria itu.


“Lagi pula apa yang kau malukan? Aku sudah melihat semuanya.” Lanjut pria itu.


‘Apakah dia pikir aku takut?’ Alice hanya memutar bola matanya kesal dan berdiri dari kasur dan masuk kedalam kamar mandi tanpa mengenakan sehel*ai benangpun.


“Wow Nona, apakah kau mencoba menggoda ku?” Tanya pria itu dengan senyuman yang menggoda.

__ADS_1


“Dalam mimpimu tuan bertopeng.” Ketus Alice dan segera menutup kamar mandi dengan keras.


Bersambung...


__ADS_2