JiHan (Janji Dan Penghianatan)

JiHan (Janji Dan Penghianatan)
Pastry chef?


__ADS_3

Matahari masuk menerobos kaca besar di kamar Alice dan Maya. Kedua gadis itu mengerjap-ngerjapkan matanya dan mulai menyesuaikan pada cahaya di dalam kamar itu.


"Emh.. Kau baru bangun juga Zara?" Tanya Maya saat melihat Alice juga sedang meregangkan tubuhnya di kasur.


"Iya.. Ohya bolehkah aku menggunakan kamar mandi duluan?" Tanya Alice.


"Tentu.. aku akan menyiapkan minuman." Ucap Maya singkat dan berjalan menuju ke arah pantry. Sedangkan Alice masuk ke dalam kamar mandi dan membersihkan tubuhnya.


Tidak lama Alice datang dengan mengenakan kaus pendek dengan hot pants. Maya sudah membuatkan dua teh manis hangat untuk mereka berdua. Setelah itu Maya masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan dirinya.


Jadwal mereka pagi ini sama dengan jadwal kemarin yaitu foto shoot. Namun kali ini mereka mengenakan salah satu produk kecantikan. Maya mengenakan baju jumpsuit pendek.


Setelah menikmati tehnya, tidak lama terdengar bunyi bel dari luar kamar mereka. Alice membuka kamarnya dan di sana terlihat sosok Rosa yang sudah siap dengan baju casualnya.


"Kalian sudah siap?" Tanyanya kepada Alice dan Maya.


"Iya.." Ucap Alice dan Maya bersamaan.


"Kalian belum sarapan? Kita ke restoran." Ucap Rosa. Alice dan Maya mengangguk setuju.


Alice, Maya dan Rosa berjalan bersisian mereka pergi menuju restoran kapal. Setelah sampai restoran, mereka mulai memilih makanan sesuai selesa mereka masing-masing.


Alice dan Maya juga berpapasan dengan beberapa model lainnya dan saling menyapa. Bagaimanapun juga ini adalah waktunya sarapan jadi mereka pasti akan bertemu di sini.


"Bolehkah aku bergabung?" Tanya seorang model yang sebelumnya berbicara dengan Alice saat peragaan busana semalam.


"Tentu duduk saja." Ucap Alice sopan. Kemudian mereka berbincang sambil memakan sarapan mereka hingga wanita itu menanyakan sesuatu.


"Apakah kalian tahu? Beberapa orang model utama tiba-tiba tidak bisa mengikuti acara foto shoot hari ini, jadi mungkin kita akan memiliki waktu yang lebih panjang." Ucap wanita itu.


"Ahh benarkah?" Tanya Alice yang berpura-pura tidak tahu.


"Ya.. Aku mendengarnya dari salah satu staf yang bingung mencari pengganti mereka." Ucap wanita itu lagi.


"Ahh.. Begitu.." Ucap Alice yang hanya menimpali ucapan wanita itu.

__ADS_1


"Tapi bukankah itu aneh? Maksudku mengapa bisa kelima orang itu bersamaan tidak bisa datang." Ucapnya masih membahas mengenai tidak absennya kelima model utama yang membuatnya penasaran.


"Hemm.. Mungkin mereka mengalami mabuk laut atau sakit yang lain sehingga benar-benar terpaksa tidak bisa mengikuti acara pengambilan gambar hari ini." Ucap Alice tenang.


Ya.. penyergapan dan penangkapan semalam aku yang menyuruh semua orang membersihkannya dengan tenang dan tidak menimbulkan kecurigaan apapun. Bagaimanapun ini adalah tempat umum, lebih sedikit yang tahu lebih baik untuk keamanan misi selanjutnya.


Jika gadis ini terlalu banyak curiga bukankah akan menyebarkan rumor yang tidak baik. Lebih baik mengakhiri pembicaraan ini lebih cepat lebih baik.


"Baiklah.. Yuk kita ke tempat pemotretan." Ucap Alice yang sudah selesai dengan sarapannya. Dia juga tidak ingin menimbulkan kecurigaan baru untuk wanita itu.


"Ahh.. Baiklah ayo." Ucap wanita itu dan mengikuti kelompok Alice menuju lokasi pemotretan.


Benar kata wanita itu saat mereka tiba situasi tim staf sedikit kacau namun mereka tidak ada satupun yang membahas absennya kelima orang itu. Aku yakin di dalam staf ini ada beberapa dari tim RJP yang sudah membantu mereka agar tidak boleh mengekspose apapun.


Alice, Maya dan wanita itu mereka langsung mengganti pakaiaan dan segera di makeup mereka juga jadi memiliki jadwal agak panjang dari jadwal yang di tentukan.


"Akhirnya sampai juga." Ucap Maya yang langsung merebahkan tubuhnya di atas sofa saat sudah tiba di dalam kamar mereka.


Serangkaian acara pengambilan gambar memang tidak mudah apalagi karena ada perubahan dari jumlah modelnya menjadi sedikit kacau. Membuatnya baru saja menyelesaikan acaran itu hingga sore hari.


"Emhh aku di sini saja." Ucap Maya masih dengan tertelungkup di atas sofa itu.


"Sepertinya kau sangat lelah." Ucap Alice saat melihat Maya sama sekali tidak mau beranjak dari sofa.


"Aku lebih memilih berhadapan dengan musuh ketimbang berhadapan dengan kamera. Itu membuat ku lelah berpose dan tersenyum sepanjang hari." Keluhnya namun masih tidak mengubah posisinya.


"Haha aku setuju untuk satu itu. Baiklah aku akan berendam dahulu untuk meninggalkan penat. Kau bisa istirahat di kasur jika kau ingin tidur." Ucap Alice mengingatkan agar Maya pindah ke kasur.


"Hmmm.." Hanya bergumam yang terdengar dari mulut Maya.


Alice menggeleng-gelengkan kepalanya dan beranjak menuju kamar mandi dan memilih menyiapkan air untuknya berendam air hangat. Beberapa hari jadwalnya padat membuatnya sedikit melupakan kesedihan di hatinya.


Tok tok tok.. Suara diketok dari luar kamar.


"Aihh.. Mengganggu saja." Gerutu Maya dan masih enggan beranjak. Namun suara itu tidak kunjung berhenti. Membuat Maya beranjak dari tidurnya dan langsung membuka pintu itu dan mengintip sedikit.

__ADS_1


"Ya.." Ucap Maya melihat seorang pria mengenakan pakaian hitam putih dan membawa troli kecil. Namun wajahnyabtidak terlihat karena tertutupi topi.


"Ya?" Tanya Maya untuk apa kedatangan orang ini.


"Layanan kamar." Ucap suara sedikit di buat-buat.


"Aih.. Benar-benar ya. Kami tidak meminta untuk layanan kamar. Mungkin anda salah mengetuk ruangan." Ucap Maya dan hendak menutupi pintu kamar itu.


Namun belum sempat pintu itu tertutup, tiba-tiba ada sesuatu yang mengganjal di pintu itu dan kemudian pria berpakaian hitam putih itu memaksa mendorong pintu hingga Maya terdorong ke dalam ruangan.


"Hei!" Keluh Maya hendak protes.


Maya baru saja menyadarinya ada yang tidak beres, namun mau bagaimana lagi pria itu dan trolinya sudah masuk ke dalam kamar mereka.


"Kau benar-benar tidak bisa lebih waspada." Gerutu pria itu dan melepaskan topinya.


"Kau!" Ucap Maya dan membelalakan matanya tidak percaya.


"Bukankah kau harusnya lebih waspada. Bagaimana jika penyusup masuk." Keluh pria itu lagi.


"Ya.. Dan kau penyusupnya Jun." Ucap Maya kesal.


Maya memang merasa bersalah karena dia tadi tidak waspada dan itu bisa saja menjadi petaka jika orang lainnya yang masuk kedalam kamar mereka. Namun gadis itu tidak mau mengakuinya di depan pria ini.


"Mau apa datang kemari?" Ucap Maya ketus.


"Membawa ini." Ucap Juna melirik kepada troli yang dia bawa.


"Apa ini?" Ucap Maya dan melihat di atas troli ada sebuah penutup dari bahan stainles dan membukanya.


Di sana terlihat beberapa makanan penutup yang tampaknya lezat. Maya mengerutkan dahinya bingung.


"Untuk apa kau membawa ini? Kau beralih profesi menjadi


koki pastry?" Ucap Maya bingung dengan kedatangan Juna yang tiba-tiba bahkan pria itu membawakan datu troli kecil berisi makanan penutup.

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2