
“Tentu saja tidak seperti itu. Bagaimana mungkin Alice adalah anakku saat aku tidak pernah hamil, dan tiba-tiba saja melahirkan anak usia 10 tahun.. kau terlalu banyak mendengar dan melihat opera sabun Anton.” Kesal Lidia saat mendengar tudingan anak bungsunya itu dan Bram hanya tertawa terbahak-bahak mendengarkan ucapan istrinya itu.
“Jika tidak, lalu apa lagi? Ayolah bu jangan berbelit-belit.” Ucap Anton kesal karena penasaran.
“Aku bertemu Alice saat di rumah sakit pusat kota X di negara X. 10 tahun yang lalu aku mendengar dari para perawat seorang anak kecil mengalami kecelakaan yang menewaskan kedua orang tuanya, dan bahkan dirinya sendiri koma. Ibu merasa kasihan kepadanya dan iba karena tidak ada satupun anggota keluarga yang menjaganya atau bahkan merawatnya.
Hingga tanpa sengaja ibu jadi selalu saja memperhatikan perkembangan gadis kecil itu dari hari ke hari. Hingga sudah tiga bulan anak kecil itu koma, bahkan mungkin pihak keluarga merasa tidak ada harapan untuk anak itu, hingga mereka memutuskan untuk mencabut semua life support anak itu. Ibu sempat menolak kepada dokter yang merawatnya, dan akan membiayai semua kebutuhan anak itu saat di rumah sakit dengan biaya ibu sendiri hingga anak itu sadar.
Namun dokter itu akhirnya mengatakan yang sebenarnya kepada ibu, bahwa sepertinya memang keluarga anak itu yang menginginkannya agar dia segera menemui kedua orang tuanya di surga sana dengan dalih meringankan penderitaannya. Ibu mendengar itu langsung dari dokter rumah sakit itu sekaligus dokter kepercayaan keluarga besarnya anak kecil itu.
Dokter itu merupakan sahabat dari ayah gadis itu, namun dia tidak dapat berbuat apa-apa untuk menolong bocah malang itu karena tekanan dari pengaruh keluarga besar dari bocah itu yang tidak bisa dia tanggung sendiri. Hingga dokter itu memutuskan untuk mencabut life supportnya.
Saat dokter melepaskan sungkup oksigen, tiba-tiba bocah itu malah membuka matanya. Dokter dan ibu tentu saja bahagia, namun saat tersadar anak itu kehilangan ingatannya dan kemudian tertidur kembali. Sang dokter yang ingin melindungi gadis itu meminta ibu untuk membawa pergi jauh gadis kecil itu dari negara X, dan karena kasihan ibu menyetujuinya dan membawanya kenegara A dan menaruh gadis kecil itu di depan pintu panti asuhan Cahaya Hati.
Sepertinya masalah di dalam keluarga gadis kecil itu cukup rumit. Ibu tidak menginginkan kalian berdua terlibat di dalamnya.” Ucap Lidia mengahkiri ucapannya.
“Apakah hanya itu saja yang membuat ibu khawatir?” Tanya Anton.
“Hemm ya itu saja. Tidak ada yang lain.” Ucap Lidia berbohong.
“Ibu aku bisa melindungi Alice. Aku tidak selemah yang ibu pikirkan.” Ucap Anton meyakinkan ibunya.
“Bagaimana mungkin kau bisa melindungi Alice, bahkan mungkin malah kau yang berada dalam bahaya Nak. Kita tidak tahu seberbahaya apa keluarga besar gadis itu.” Ucap Lidia khawatir.
“Ibu tidak perlu khawatir. Aku adalah ‘The K’ aku bisa melindungi kekasih ku dan keluarga ku.” Ucap Anton.
“Apa?” Ucap Lidia sambil menutup mulutnya dengan kedua tangannya tak percaya dengan apa yang di dengarnya.
“Apa maksudmu Nak?” Kini Bram yang terkejut dengan ucapan Anton.
“Benar ayah, aku menggantikan paman di The Black Phanter. Jadi kalian tidak perlu mengkhawatirkan aku. Aku bisa melindungi diri ku sendiri. Aku juga akan melindungi Alice dan kalian semua. Percayakan semuanya padaku.” Ucap Anton yakin.
“Apa kau gila Nak? Dunia itu sangat berbahaya.” Ucap Bram tidak menyangka anak bungsunya mengikuti jejak adik kandungnya itu.
__ADS_1
“Aku sudah melakukannya selama dua tahun terakhir yah.. ayah tidak perlu khawatir. Semuanya baik-baik saja.” Ucap Anton meyakinkan kepada kedua orang tuanya itu.
“Apa kau gila Anton.. jika kau masuk ke dalam organisasi itu, bukan hanya kau yang beresiko celaka namun Alice juga bisa dalam bahaya.” Ucap Bram yang marah besar karena kecolongan oleh anaknya itu.
“Ayah,, Alice juga bukan gadis yang biasa-biasa saja. Dia merupakan salah satu ketua tim utama di RJP. Dia bukan gadis lemah yang ayah pikirkan. Dia bahkan seorang gadis yang kuat dan hebat. Kalian tidak perlu mencemaskan itu. Baik resiko kerjaan ku ataupun kerjaan Alice, aku akan melindunginya dengan nyawaku sendiri.” Ucap Anton yakin.
“Baiklah jika itu kemauan mu. Kau harus bicara juga kepada gadis itu, apakah dia mau menerima mu dengan semua beban yang ada di pundak mu itu, jangan menyembunyikan apapun kepada gadis itu, atau kau akan menyesalinya nanti.” Ucap Bram menasehati anak bungsunya itu.
“Baik yah.. tentu saja.. aku akan jujur kepadanya nanti.” Ucap Anton yakin.
Flashback Off
***
“Benar kata mu Yah.. aku menyesalinya.. seharusnya aku bisa jujur kepadanya saat ada kesempatan.. sekarang dia mengetahuinya karena mendengarkan ucapan kita siang itu bukan dari kejujuran ku kepadanya, bahkan gadis itu belum mendengarkan semua penjelasan ku.. sungguh bodohnya aku.. lalu apa yang harus aku lakukan sekarang?” Tanyanya monoton kepada dirinya sendiri sambil menutup wajahnya dengan kedua tangannya.
Anton teringat sesuatu, pria itu mengambil ponselnya dan menghubungi spy nya.
“Halo di mana kau? Apakah Alice bersama mu?” Tanya Anton langsung saat panggilan itu terhubung.
“Apa ada informasi terbaru?” Tanya Anton.
“Nona Alice berencana akan melakukan misi lagi dalam waktu dekat. Sepertinya misinya kali ini sangat berbahaya, karena gadis itu berencana masuk ke dalam perusahaan ‘Bos besar’ yang merupakan salah seorang yang mengincar nyawanya. Dia ingin menjadikan dirinya sendiri sebagai umpan.” Jelas mata-mata itu.
“Astaga apa yang gadis bodoh itu lakukan.” Ucap Anton kesal saat mendengar penjelasan dari mata-matanya itu.
“Sepertinya Nona Alice melakukan itu untuk menghindari sesuatu. Entah mengapa aku melihat saat siang tadi, gadis itu sepertinya berbeda dari biasanya.” Ucap mata-mata itu.
“Huftt… aku tahu itu.. baiklah jika ada sesuatu hal yang lain, segera hubungi aku.” Ucap Anton cepat.
“Baik Tuan.” Ucap mata-mata itu kemudian menutup teleponnya.
Setelah panggilan terputus Anton berinisiatif menghubungi Paul.
__ADS_1
“Halo Paul, segera selidiki kejadian 10 tahun yang lalu di panti asuhan Kasih ibu, dan coba cek di rumah sakit pusat di kota X di negara X sepuluh tahun lalu mengenai kecelakaan pada tahun itu yang menewaskan seluruh anggota keluarga.” Ucap Anton kepada Paul. Entah mengapa dia memiliki firasat, bahwa ibunya masih menyembunyikan sesuatu hal lain padanya. Apapun itu dia akan mengungkap semuanya sendiri, jika ibunya tidak mau jujur kepadanya dia bisa menggunakan cara lain untuk bisa mengetahui dan mengungkapkan kebenarannya.
“Baik Tuan..” Ucap Paul cepat dan Anton menutup panggilannya dan memandangi ponselnya itu. Layar kunci dengan foto gadis yang sangat di cintainya dengan senyum yang sangat indah yang bisa membuat dunia Anton juga ikut bersinar.
“Aku akan melakukan apapun agar kau mau memaafkan ku.” Ucap Anton yakin dan mengusap foto di layar itu.
***
Sekilas info..
Mengenai end life support itu panjang kali lebar ya guys.. Tidak segampang itu juga untuk mengajukannya..banyak pro dan kontra juga, tapi yang pasti disini hanya cerita saja. Khayalan othor saja..
Jadi kenapa harus di lakukan end life support? biasanya di ajukan saat perawatan yang di berikan terasa sia-sia atau futile care di intensive care unit (ICU) hal ini masih menjadi topik yang sering diperdebatkan. Karena Selain definisi yang belum jelas, keputusan tentang kapan suatu perawatan medis mulai dianggap tidak bermanfaat dan harus dihentikan secara etis juga masih menjadi topik yang kontroversial. Selain masalah biaya bagi pihak keluarga tentu saja.
Beberapa ahli menyarankan untuk mengganti istilah perawatan yang sia-sia (futile care) dengan istilah perawatan medis yang tidak tepat (medically inappropriate treatment). Hal ini bermaksud untuk menegaskan bahwa keputusan penghentian perawatan di ICU seharusnya berdasarkan penilaian dari tim medis.
Pemberian perawatan medis di ICU yang dinilai sia-sia (futile) bertentangan dengan tiga prinsip etika kedokteran, yakni beneficence, non-maleficence, dan distributive justice. Alasan mengapa futile care dinilai bertentangan dengan ketiga prinsip tersebut adalah:
Beneficence: karena perawatan yang diberikan sudah tidak membawa manfaat bagi pasien
Non-maleficence: karena perawatan yang diberikan bisa menimbulkan rasa tidak nyaman bagi pasien
Distributive justice: karena perawatan yang sia-sia di ICU untuk seorang pasien mungkin bisa dimanfaatkan oleh pasien lain yang lebih membutuhkan.
Ketika menghadapi kasus di mana pasien dinilai sudah tidak menerima manfaat dari perawatan medis yang diberikan, dokter dapat mempertimbangkan untuk withholding atau withdrawing terapi.
Withholding berarti bahwa dokter tidak lagi memberikan perawatan atau tindakan lebih (no therapeutic escalation) ketika keadaan pasien memburuk. Contohnya adalah tidak melakukan resusitasi jantung-paru pada pasien yang dinilai sudah tidak bisa menerima manfaat dari tindakan tersebut.
Sementara itu, withdrawing berarti bahwa dokter menghentikan terapi yang awalnya bertujuan untuk mempertahankan kehidupan tetapi akhirnya dinilai sudah menjadi sia-sia dan hanya memperpanjang proses kematian. Contohnya adalah melepaskan ventilasi mekanik.
Bahkan ada juga pasien yang pernah menyampaikan keinginan pribadinya terkait end of life support sebelum kondisinya memburuk, maka proses pembuatan keputusan withholding atau withdrawing terapi biasanya tidak terlalu dibebankan kepada keluarga pasien. Akan tetapi, keluarga pasien perlu tetap dilibatkan dalam diskusi.
*Othor pernah liat di salah satu film drakor tentang kedokteran yang pasiennya sendiri sudah menulis permintaan menolak untuk di lakukan resusitasi jantung jika terjadi sesuatu kepadanya..
__ADS_1
Untuk di indonesia Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 37 Tahun 2014 menyatakan bahwa kebijakan tentang kriteria pasien yang sakit terminal dan kriteria futile care perlu ditentukan oleh tiap direktur atau kepala rumah sakit. Setelah itu, keputusan untuk menghentikan atau menunda terapi bantuan hidup dilakukan oleh tim dokter yang menangani pasien setelah berkonsultasi dengan tim dokter dari komite etik. (Sumber.Alomedika)
Bersambung....