
Billy menemui Belinda di rumah sakit dengan bantuan orang dalam yang dibayar dengan harga yang mahal.
"Ohh kau Billy.. Aku kira ayah ku yang akan datang kemari." Ucap Belinda tidak menyangka yang datang adalah Billy bukan Markus ayahnya.
"Tuan sedang sibuk mengurus perusahaan. Saya mewakili Tuan untuk bertemu dengan nona." Ucap pria tua itu sopan.
"Kau tidak perlu memberikan alasan Billy.. Aku tahu kau berbohong, Ayah ku lebih memilih diam di rumah ketimbang harus bertemu dengan ku di sini. Apalagi jika ada seseorang yang mengenalinya dia akan memilih tidak menganggapku anak ketimbang mempermalukan nama baiknya." Ujar Belinda sarkas.
"Nona Belinda sepertinya anda salah paham.. Tuan memperdulikan anda namun saat ini tuan memang sedang ada urusan di perusahaan yang tidak bisa di wakili." Ucap Billy kembali meyakinkan Belinda.
"Sudahlah Billy aku tahu siapa ayah ku.. Kau tidak perlu menyanjungnya untuk membuat ku senang. Aku yakin dia masih menganggap ku anak karena masih menginginkan harta warisan dari Baskoro milikku bukan." Ujar Belinda yang langsung mengenai targetnya.
"Nona..."
"Billy kau mungkin sudah lupa, aku bukanlah anak kecil lagi Billy.. Aku sudah terlalu tua untuk di sebut nona.. Bahkan untuk di kelabui dan di manfaatkan olehnya." Ucap Belinda dengan senyum sinisnya.
"Langsung saja pada intinya Billy.. Bukankah kau kesini untuk berbisnis dengan ku.. Kau pasti menginginkan semua harta yang aku miliki dari keluarga Baskoro dan menggantikannya dengan kebebasan ku bukan?" Tanya Belinda lagi.
"Ya Nyonya Belinda.." Jawab Billy jujur meski dia sedikit tidak enak hati untuk menyatakan kedatangannya itu.
"Baiklah.. Aku pasti akan menyerahkan semua harta yang aku miliki dari keluarga Baskoro untuk perusahaan Stary namun syaratnya adalah keluarkan aku dari sini bagaimanapun caranya. Bahkan aku tidak ingin masuk kedalam penjara." Ucap Belinda tenang.
__ADS_1
"Baik Nyonya Belinda.. Nyonnya pasti sudah memiliki rencana untuk keluar dari sini bukan?" Tanya Billy lagi.
"Tentu saja.. Namun sebelum itu kau harus membantuku mengurus seseorang agar semua ini bisa berjalan lancar bukan.." Ucap Belinda dengan senyum percaya dirinya.
"Maksud Nyonya?" Tanya Billy sedikit banyak paham maksud Belinda namun dia ingin memastikan lagi keinginan wanita itu.
"Kau tahu keponakan kecil ku bukan? Urus dia dengan baik agar warisan itu turun ke tangan Fiktor dan dengan otomatis itu akan menjadi milikku. Bahkan jauh lebih baik lagi jika kau berhasil meminta gadis itu untuk menandatangani surat pemindahan hak warisnya." Ujar Belinda tenang dengan senyum mengembang di wajah liciknya.
"Tapi Nyonya bukankah itu hal ilegal?" Tolak Billy lagi sedikit enggan.
"Billy kalian benar-benar merasa diri kalian bersihkah? Selama ini buka kah kalian yang menghasut ku agar mendapatkan hak ku di keluarga Baskoro.. Dan disaat seperti ini kau masih memikirkan mengenai hal yang boleh dan tidak boleh dilakukan? Ha! Lucu sekali.. Bahkan kalian sediri yang memberikan ku serbuk racun yang tidak berbau dan berwarna itu untuk para sesepuh! Dan kini kalian ingin mencoba mencuci tangan! Jangan harap!"Ujar Belinda mulai terbawa emosi.
Wanita itu sudah tidak tahan berada di dalam rumah sakit ini. Wanita itu ingin sekali keluar dari jeruji dan ruang isolasi di rumah sakit ini.
"Billy beritahu kepada Markus! Jika dia menginginkan aset milik Baskoro untuk membantu usahanya dan memperthankan nama Stary, maka bantu akau melakukan hal itu setelah itu bebaskan aku dari sini, gunakan seseorang sebagai kambing hitam dan aku akan menyerahkan semuanya kepadanya."
"Jangan lupakan jika dia tidak membebaskan ku, aku juga tidak akan lupa untuk menyeret semua orang yang ikut andil dalam hal ini termasuk Markus." Belinda tersenyum sinis dan kemudian keluar dari ruang kunjungan itu yang membuat Billy sedikit mematung.
"Sepertiinya kau sudah sangat jauh berubah.. Sudah sehitam itu kah hati mu nona kecil? Gadis kecil yang selalu baik hati dan sopan.. Kemana dia.." Gumam Billy sambil melihat pintu yang perlahan menutup dari sebrang bilik kunjungannya.
"Haish.. Aku sendiripun sudah jauh berubah.. Aku malah menjerumuskan bocah kecil itu dan bahkan ikut andil dalam membangun karakternya yang kini menjadi wanita yang ambisius dan gila." Hembusan nafas berat dan panjang dan kemudian Billy berdiri dari duduknya.
__ADS_1
Billy keluar dari ruangan itu. Pria itu mengucapkan terima kasih dan menyalami seorang petugas dengan memberikan satu paperbag merek dari suatu makanan, namun di dalamnya isinya bukanlah makanan namun isinya adalah beberapa gepok uang atas bantuan yang di berikan oleh pria itu.
"Jika anda membutuhkan bantuan saya, anda bisa menghubungi saya lagi." Ucap seorang petugas itu.
"Tentu. Kalau begitu saya pamit dahulu." Ujar Billy dan segera pergi meninggalkan Rumah Sakit Jiwa itu.
Mobil Billy melaju dengan kecepatan tinggi dan pergi menuju perusahaan keluarga Stary.
"Bagaimana hasilnya?" Tanya Bahar saat Billy sudah sampai di hadapan Baskoro untuk menanyakan hasilnya.
"Nona Belinda bersedia memberikan seluruh hak waris miliknya untuk anda jika anda mau membereskan seorang gadis agar warisan itu akan lebih banyak menjadi miliknya. Kemudian setelah itu Nona Belinda menginginkan kebebasannya dengan memberikan seorang kambing hitam untuk membebaskannya dari segala tuduhan." Jelas Billy lagi.
"Heh! Berani meminta sesuatu kepada ku! Memang anak kurang @jar! Tapi saat ini itu bukanlah masalah.. Masalah terbesar kali ini adalah dana investasi yang semakin menurun karena para investor yang mengambil investasi mereka secara paksa.. Baiklah lakukan apa yang di inginkan wanita itu. Bantu dia menyelesaikan masalahnya, agar lebih cepat masalah wanita itu selesai, akan lebih cepat untuk kita mempertahankan perusahaan Stary dan bahkan kita bisa ada kesempatan untuk mengembangkannya." Ujar Markus tersenyum bahagia sambil membayangkan rencana untuk pengembangan perusahaannya kedepannya.
"Baik Tuan.. Saya akan laksanakan segera untuk mencari tahu mengenai informasi gadis yang merupakan keponakan Nona Belinda. Dan dengan cepat saya akan menggerakkan beberapa orang bayaran untuk segera menjalankan pembersihan." Ujar Billy sopan dan tegas.
"Bagus Billy.. Kau selalu mengikuti ku selama ini dan bekerja dengan baik di sampingku, dan selama itu pula aku tidak pernah kecewa dengan kemampuan diri mu.. Lakukan yang terbaik untuk tugas mu kali ini juga. Karena keberhasilan mu dalam kasus ini, bisa membuat keluarga Stary kembali bangkit berjaya tanpa dipandang remeh." Ucap Markus dengan wajah seriusnya menatap kearah wajah Billy.
"Baik tuan saya mengerti. Saya akan melakukannya dengan baik dan tidak akan membuat anda kecewa." Balas Billy dan mengangguk dengan tegas.
"Bagus! Kau boleh pergi sekarang." Ujar Markus sambil menepuk bahu Billy kuat.
__ADS_1
Billy keluar dari ruang kerja Markus dan dengan cepat segera mencari tahu mengenai informasi gadis yang di incarnya itu.
Bersambung..