
Tok tok tok pintu ruang perawatan Alice terketuk dari arah luar ruangan. Alice yang baru saja selesai makan malam dan meminum obatnya sudah jauh tampak lebih bersemangat.
"Masuk.." Ucap Anton menanggapi ketukan di pintu itu. Pria itu mengira seorang perawat akan melakukan tugasnya.
Daun pintu tergeser dan terbuka menampilkan seorang pria muncul dari daun pintu itu.
"Maaf mengganggu.." Ucap pria bertubuh tinggi tegap itu dengan wajah sedikit kaku dan tegang.
"Ahh Kak Jun.. Masuklah.. Mengapa kau tampak kaku sekali." Ujar Alice yang terkekeh geli melihat kekakuan pria itu.
"Ehem.." Dehem pria itu untuk menghilangkan sedikit kegugupannya dan melangkah masuk kedalam ruangan itu.
"Silahkan duduk kak.." Ujar Alice lagi mempersilahkan pria itu duduk di kursi sofa.
"Masalah kerjaan kah?" Tanya Alice lagi penasaran. Gadis itu masih tiduran di kasur yang sudah ditinggikan setengah duduk oleh Anton.
"Emhh bukan.. I ini masalah pribadi.." Ujar Juna jujur dan sedikit terbata-bata.
"Bicara saja kak.. Tidak perlu setegang itu." Alice sedikit heran dan penasaran dengan apa yang akan di ucapkan pria yang biasanya bersikap tenang dan dewasa itu.
Juna mengambil posisi duduknya dengan duduk tegak menghadap kearah Alice dan mencoba menghembuskan nafasnya perlahan dan mencoba tenang, "Al.. Bukankah selama ini kau selalu bersama dengan Maya.. Apakah kau tahu sesuatu mengenai wanita itu?" Akhirnya Juna mengatakan juga apa yang ingin di tanyakan pria itu sampai rela datang mengganggu istirahat pasien ini.
"Ah.. Ada apa kak?" Tanya Alice heran, kemudian teringat sesuatu, "Ahh benar juga, aku tidak melihat Maya di acara pesta pernikahan kita. Padahal aku sudah mengundangnya." Ujar Alice heran dan menghadap wajah suaminya itu. Anton hanya diam dan berwajah datar.
"Alice, sebenarnya sudah satu minggu ini aku mencari Maya. Dia resign tanpa pemberitahuan kepada ku. Aku mencarinya ke kota tempat tinggalnya yang merupakan alamat yang berada di surat lamaran kerjanya. Namun yang aku temukan adalah Maya lain yang mengaku bahwa semua data yang ada di dalam berkas itu adalah miliknya yang bahkan dia tidak pernah memasukkan lamaran itu ke RJP. Selain itu pas foto yang aku tunjukan pun wanita itu tidak mengenalinya. Aku sudah menunggu dan sabar selama beberapa hari ini untuk mencari jejaknya, dan hebatnya dia sama sekali tidak muncul di manapun. Dia bagaikan tidak pernah ada. Aku tahu kau dekat dengannya dan aku yakin kau pasti tahu sesuatu.." Juna menjelaskan semua yang telah dia alami beberapa minggu ini.
Alice hanya membelalakan matanya tidak tahu harus berkata apa.
"Alice.. Tolong bantu aku untuk menemukannya.. Kau tahu sesuatu mengenai dia kah?" Tanya Juna lagi dengan wajah sendunya.
"Kak.. Aku benar tidak tahu dia pergi, bahkan identitas aslinya aku tidak tahu." Jawab Alice jujur.
"Al.. Aku pernah mendengar dia dipekerjakan oleh seseorang untuk menjaga mu. Bisakah kau berfikir lagi siapa yang mungkin akan melakukan itu? Ku mohon aku benar-benar sudah tidak bisa berfikir lagi dia berada dimana. Aku mohon beri tahu aku." Ucap Juna lagi, sesekali pria itu melirik kearah Anton.
__ADS_1
"Ku mohon.. Aku serius dengannya, aku tidak ingin kehilangannya." Ucap Juna tulus sambil memandang Anton dan juga Alice.
"Sayang.." Ucap Alice sambil melihat wajah suaminya.
"Huft.. Sepertinya kau sudah curiga bukan, aku yang memperkerjakan dia." Ucap Anton santai sambil menghembuskan nafas panjang.
"Aku serius dengannya ku mohon beritahu dia dimana." Ucap Juna lagi serius. Awalnya pria itu hanya menebak dan mengira-ngira saja, namun setelah mendengar ucapan Anton, pria itu tambah yakin dan harus meminta tolong kepada Anton.
"Sayang.. Ku mohon bantu Kak Juna.." Pinta Alice dengan wajah memelas.
"Aku tidak tahu dia berada di mana sayang.. Dia hanya mengirimkan ku email bahwa dia keluar untuk mengerjakan pekerjaan pribadi dan akan kembali jika dia sudah selesai." Ucap Anton jujur kepada Alice dan juga Juna.
"Lalu siapakah dia sayang kalau memang namanya bukan Maya?" Tanya Alice penasaran. Juna juga masih setia menunggu dan menanti penjelasan dari Anton.
"Hemm.. Ya benar nama dia sebenarnya adalah Laristha, Sebenarnya ini tidak pantas jika aku jelaskan.. Tapi kondisi Maya tidak sesederhana kelihatannya. Dan aku lebih memilih lebih baik kau mencari gadis lainnya saja untuk kebaikan kalian berdua." Ucap Anton lagi dengan wajah seriusnya.
"Apakah menurut mu kau bisa mengatur dengan siapa kau bisa jatuh cinta? Bisa kah kau meninggalkan Alice saat itu, saat kau tahu kau dan dia memiliki banyak perbedaan dan mungkin tidak bisa bersama. Kini ini yang aku rasakan kepada wanita itu.. Aku mohon jelaskan semuanya pada ku agar aku bisa memahami dia dan mengerti apa yang sebenarnya yang terjadi kepadanya." Pinta Juna dengan wajah yang tidak kalah serius.
"Baiklah jika itu mau mu.."
"Laristha adalah seorang anak yang kehilangan kedua orang tua sejak Balita, dia tinggal di kota B bersama dengan bibinya adik dari pihak ibunya yang merupakan seorang janda. Semuanya berjalan baik sampai bibinya menikah lagi dengan seorang pria saat gadis itu beranjak remaja. Mereka tidak tahu bahwa pria itu adalah seorang pemabuk dan penjudi. Sampai suatu saat gadis itu yang menginjak Sekolah Menengah Pertama, dia hampir pernah di lecehkan oleh pamannya yang sedang mabuk, untunglah saat itu bibinya tiba dengan cepat dari pulang kerja dan menyelamatkannya. Namun naasnya penyelamatan itu berakhir tragedi, bibinya kehilangan nyawanya saat melindungi Ristha dari amukan pamannya dengan botol minuman di tangannya"
"Setelah kejadian itu pamannya di penjara dan Ristha hidup sebatang kara dan bekerja serabutan untuk memenuhi kehidupannya. Hampir pernah di lecehkan oleh pemilik toko tempatnya bekerja namun dia yang malah di salahkan oleh istri pemilik toko karena mencoba menggoda suaminya."
"Tidak sampai di situ saja, hanya selang 3tahun pamannya tiba-tiba keluar dari penjara dan menemukan bahwa Ristha sudah berubah menjadi gadis cantik dan anggun. Pamannya kembali pulang kerumah mendiang istrinya dan menyeret membawa Ristha ke sebuah bar dan menjadikan wanita itu sebagai pembayaran hutang judi dan minumnya di bar itu."
"Gadis itu di jual dengan harga tinggi dan dia hampir di lecehkan oleh 8 orang pria hidung belang. Seluruh pakaiannya hampir tidak tersisa, memar dan lebam di seluruh tubuh dan wajahnya. Untunglah aku tiba di sana sebelum mereka melakukan semuanya lebih lanjut."
"Namun sayangnya akibat perlakuan pria-pria yang hadir di dalam hidupnya, dia menjadi memiliki trauma terhadap pria. Dia hampir pernah mencoba melakukan bunuh diri beberapa kali sebelum akhirnya aku memberikan pengobatan dan pendampingan mental untuknya. Hidupnya tidak mudah, dia memiliki banyak luka di tubuhnya terlebih lagi di dalam batinnya."
Anton kembali menghembuskan nafasnya kasar mengingat semua kejadian malang yang menimpa wanita itu.
"Kau sudah tau semuanya, ini tidak akan mudah untuk mu maupun dirinya.. Kau sudah mengetahui semuanya jika kau ingin mundur aku tidak akan pernah menyalahkan mu.. Jika kau ingin maju dia tidak akan mudah membuka hatinya untuk mu." Ujar Anton lagi yang kini menatap langsung pada mata pria itu yang duduk di sofa di sebrangnya dengan mata yang berkaca-kaca.
__ADS_1
"Kasihan Kak Maya dia sudah menjalani hidup yang sangat berat hingga bisa mencapai sampai seperti ini.. Pantas saja saat aku melakukan misi dengannya dia seperti orang yang berbeda saat berhadapan dengan para pria tua mata keranjang itu, dia seperti memiliki dendam tersendiri jika aku tidak menghentikannya waktu itu.." Alice meneteskan air matanya terharu dan sedih terhadap kisah hidup wanita yang selama ini melindunginya.
"Ya.. Kini dia berubah menjadi wanita yang kuat dan hebat di luarnya, namun hati dan batinnya masih terluka dan luka itu sudah menganga dan mungkin saja sudah membusuk. Sulit untuknya untuk mencoba memulai dan melupakan." Ujar Anton lagi masih menatap Juna.
Juna berjalan kearah Anton dan juga Alice, pria itu berhenti dan berdiri tepat di depan Anton dan Alice, "Aku sudah berfikir dan memutuskan, aku akan mengobati lukanya dengan berada di sisinya dan menemaninya sampai sisa hidupnya. Meski mungkin dia tidak menginginkan hubungan pernikahan atau apapun itu dengan ku, tapi aku akan tetap berada di sisinya. Jadi tolong.. Tolong bantu aku temukan dimana dia berada saat ini.." Juna meminta tolong kepada Anton dengan wajah seriusnya.
"Huft.. Baiklah karena kau sudah berbicara begitu tidak mungkin aku tidak membantu mu." Ucap Anton yang kemudian mengeluarkan ponselnya dari saku celananya dan mengetikkan sesuatu di sana.
Beberapa saat kemudian muncul notifikasi pesan dari seseorang di ponselnya, "Sudah kuduga, dia berada di kota B di pesisir pantai K.. Aku sudah mengatakan yang aku tahu selebihnya kau cari tahu sendiri.." Ucap Anton dan menepuk bahu Juna memberikan semangat untuk pria itu.
"Terima kasih.." Jawab Juna dengan penuh rasa bersyukur.
"Kak Jun.. Bawa dia kembali kesini.." Pinta Alice.
"Tentu.. Tentu saja aku akan membawanya kembali.." Ujar Juna dan dengan cepat pria itu berlari keluar dari ruang rawat Alice.Namun tiba-tiba Juna muncul lagi di balik pintu itu memunculkan hanya kepalanya saja.
"Maaf aku belum bilang terima kasih kepada kalian.. Dan semoga kau lekas sehat Al.. Kau adik ku yang baik.. Ohya meski kau sudah membantu ku, jika kau menyakiti adikku ini aku tetap tidak akan memaafkan mu." Ucap Juna tegas kepada Anton.
"Tentu saja, aku akan melindunginya. Begitu juga dengan mu, jika kau membuat Ristha menangis aku akan membuat mu menyesal." Jawab Anton tidak kalah serius.
"Tentu saja tidak mungkin! Aku akan membuatnya bahagia! Bye aku pergi menyusulnya dulu!" Ujar Juna dan kemudian menghilang lagi dari balik celah pintu itu.
"Aku berharap mereka memiliki kisah yang baik.." Ucap Alice penuh doa untuk kedua orang terdekatnya itu.
"Tentu saja sayang.. Mereka akan bahagia seperti kita nantinya." Ucap Anton dan mengecup mesra pelipis Alice.
"Okey my wife kini saatnya kau istirahat.. Ini sudah larut dan kau membutuhkan banyak istirahat." Ucap Anton mesra dan Alice menyetujui perintah suaminya.
Anton merendahkan posisi kasur dengan remot yang ada di samping kasur dan kemudian merebahkan tubuhnya juga di samping Alice.
"Nite *My wife..."
"Nite My Husband*.."
__ADS_1
Bersambung....