JiHan (Janji Dan Penghianatan)

JiHan (Janji Dan Penghianatan)
Tak terduga


__ADS_3

Saat Alice selesai mandi, Alice kembali ke kamarnya untuk mengambil keranjang pakaian kotornya dan bertepatan dengan terbukanya pintu kamar mandi yang mempertlihatkan tubuh tegap kekasihnya itu yang baru saja selesai mandi.


Anton mengenakan kaus polo berwarna putih polos pas tubuh dengan wajah yang segar dan rambut yang basah. Belum lagi dengan  celana training panjang. Sepertinya persiapan pria itu untuk beristirahat di sini memang sudah di rencanakannya.


Saat Alice mengambil keranjang itu, dan segera melewati Anton yang sedang berdiri, tiba-tiba tangan gadis itu di cekalnya. Anton menarik Alice ke dalam pelukannya. Di peluk tubuh gadis itu dari belakang dengan erat


“Apa yang kau lakukan Anton.” Tanya Alice bingung dan kaget saat tubuh pria itu mendekap erat tubuhnya dari belakang.


“Kau wangi.” Ucap pria itu sambil menciumi pucak kepala kekasihnya itu, kemudian turun ke lehernya.


“Astaga, hentikan Anton. Banyak yang harus aku kerjakan. Kau lihat itu, pakaian ku jadi tercecer berantakan.” Kesal gadis itu. Karena ulah kekasihnya tadi pakaian kotornya menjadi tercecer di lantai. Namun Anton masih tidak bergeming.


“Anton, Awas..” Kesal gadis itu dengan menyikut perut kekasihnya itu dengan cukup keras, sehingga mengakibatkan pelukannya terlepas dengan cepat.


“Awwhhh.” Rintih Anton.


“Astaga kejamnya Al. perutku sakit.” Ucapnya sambil mengelus perutnya yang sakit akibat sikutan tangan Alice.


“Habisnya kamu di kasih tau tidak mendengarkanku. Rasakan saja. Minggir, aku mau menyuci dahulu, kau menginjak pakaian kotor ku.” Ucap gadis itu ketus, untuk menutupi kegugupannya.


“Al, kita kan sudah lama tidak bertemu. Wajar dong kalau aku ingin selalu memelukmu setiap kali kita berpapasan.” Bela Anton.


“Aku banyak kerjaan, kau istirahat saja sana.” Ucap gadis itu setelah mengabil semua baju kotor itu di lantai dan segera beranjak keluar dari kamar itu.


Alice menuju ruang cuci, memasukkan baju kotornya yang terpisah dari baju yang berwarna dan memberinya detergen dan memutar mesin cucinya.


“Ada yang bisa aku bantu?” Tanya Anton yang tiba-tiba sudah ada di belakangnya.


“Astaga, bisa tidak berjalan itu sedikit berbunyi, mengagetkan ku saja.” Ucap Alice sambil mengusap dadanya. Anton hanya tersenyum melihat kekasihnya itu.


“Tidak ada, lagian aku ragu kau bisa membantu ku, yang ada nanti baju ku menjadi baju Barbie menciut jika kau yang mencucinya.” Ucap gadis itu sambil tersenyum geli.


Pasalnya Alice tahu jika di rumah pria itu, dia memiliki banyak para pekerja rumah tangga, dan anton pasti terbiasa hanya menyuruh dan duduk manis saja.

__ADS_1


“Wah wah wah sepertinya ada yang meragukan kemampuan ku.” Ucap pria itu sedikit kesal.


“Aku juga sebelumnya seorang mahasiswa yang tinggal di mes, yang mencuci dan memasak sendiri Nona, jadi jangan salah paham kepada ku ya. Aku bukan pria yang hanya mengandalkan jari telunjuk saja.” Ucapnya gemas dan mencubit hidung Alice.


“Benarkah?” Tanya gadis itu tidak percaya.


“Sepertinya kau tidak akan percaya jika aku tidak melakukannya langsung.” Ucap pria itu.


Anton melihat dua keranjang kotor di lantai, satu keranjang yang wadahnya tertutup dengan wadah yang agak besar, dan satu lagi keranjang tertutup dengan wadah kecil. Anton memutuskan mengambil keranjang kotor yang di wadah kecil kemudian mencoba mengangkat wadah pakaian kotor itu dan berencana akan memindahkan isinya ke dalam ember untuk merendamnya dahulu.


“Tungguuu,,, jangan ambil yang itu.” Teriak Alice kaget.


Terlambat… Anton sudah mengambil isi dari keranjang itu dan ternyata itu adalah pakaian dalam milik Alice.


“Astaga, mesum!” Teriak Alice dan merebut pakaian dalamnya yang masih di genggam pria itu dengan cepat dan memasukkannnya lagi ke keranjang kecil itu dan menutup nya rapat.


Anton hanya tersenyum melihat wajah kekasihnya yang memerah seperti kepiting rebus itu.


Namun bukan Anton namanya jika dia malu, dia malah senang untuk menggoda kekasihnya itu.


“Emhhh aku jadi tahu kesukaan mu.. Rendaa yaa…” Goda nya lagi.


“Astaga,, hentikan itu, mesum.. pergi kau dari sini.. sana pergiiiiii.” Ucapnya sambil mendorong keluar Anton dari tempat cuci itu. Anton hanya tertawa senang menghoda kekasihnya itu sambil pergi menuju kamar Alice.


“Astaga,, memalukan sekali.” Ucap Alice saat sudah sendirian. Gadis itu kemudian menutup mukanya yang sudah berwarna merah seperti kepiting rebus itu dengan kedua tangannya.


Alice kemudian melanjutkan pekerjaannnya saat degup jantungnya sudah mulai dia kuasai. Setelah satu jam berkutat dengan pekerjaan rumahnya itu, Alice kembali ke ruang tamu. Namuan Alice tidak melihat kekasihnya itu di manapun.


“Emhh kemana dia, apa dia sudah pulang karena ku usir tadi? Ya sudahlah biarkan saja. Punggungku lelah, lebih baik merebahkan diri dulu ah baru nanti baru pergi ke toko.” Ucap gadis itu dan memasuki kamarnya.


Namun gadis itu terkejut saat melihat tubuh kekasihnya itu berbaring di atas kasurnya. Pria itu tidur dengan nyeyak dengan wajah yang tampan meski masih nampak wajah lelahnya. Alice tidak tega membangunkan pria itu untuk pindah, gadis itu memutuskan membiarkan kekasihnya itu istirahat di atas kasurnya dan memilih pergi ke bawah menuju tokonya.


 “Siang Non Ara..” Sapa Bu Ani saat melihat Alice masuk ke dalam tokonya.

__ADS_1


“Siang Bu Ani,, ada pesanan merangkai bunga?” Tanya Alice saat melihat bu ani mulai sibuk dengan menyiapkan beberapa bahan untuk di rangkai.


“Iya Non Ara.. saya agak kerepotan, banyak pesanan untuk hari ini. Malah ada pesanan rangkaian 1.000 bunga mawar untuk acara lamaran nanti malam, nanti sore pesanannya sudah akan di ambil.” Jelas wanita yang jauh lebih tua dari Alice itu.


“Ohh begitu, ya sudah Bu Ani menyipakan pesanan yang lainnya saja. Biar saya yang merangkai 1.000 bunga mawar itu.” Ucap gadis itu menawarkan bantuannya.


“Baik Non.” Ucap Bu Ani dan mengerjakan pekerjaan yang lainnya.


Alice yang serius menata dan merangkai 1.000 bunga mawar itu, mengerjakannya dengan sepenuh hati. Gadis itu ingin si penerima bunga itu bisa merasakan ketulusan dan kebahagiaan dari kekasihnya dalam rangkaian bunga yang dia buat. Dan bahkan dari setiap rangkaian bunga itu terselip doa agar pasangan itu selalu di berikan kebahagiaan.


Tak terasa waktu berjalan begitu cepat, Alice sudah menyelesaikan rangkaian 1.000 bunga mawar itu. Dan saat akan mengambil kartu ucapan yang masih kosong dan mengambil sebuah pulpen untuk menuliskannya, Bu Ani teringat sesuatu dan menghalangi Ara menuliskan sesuatu di kartu itu.


“Tunggu Non Ara, bibi lupa. Ini kartu ucapannya untuk bunga itu.” Ucap Bi Ani dan menyerahkan kartu ucapan itu.


“Ahh,, tumben Bi.. baiklah kalau begitu.” Ucap Alice dan menyimpan kembali kartu dan bolpoinnya. Dan mengambil kertas dari tangan Bi Ani yang akan dia letakkannya ke atas bunga tersebut, namun kartu itu terjatuh dan terbuka di atas meja, sehingga gadis itu bisa membaca semua isi dalam kartu tersebut.


‘Satu-satunya hal yang bisa ku janjikan padamu saat ini adalah hati ku yang tulus cinta dan sayang kepadamu. Akan ku lakukan yang terbaik untuk  mencintaimu, membahagiakanmu dan melindungimu dengan cara yang sama seperti hari ini seumur hidupku. Maukah kau melangkah bersama ku untuk menua bersama? Will you be a part of my life forever? A.A.’


Alice membacanya dan tersenyum melihat tulisan di kartu tersebut. Biasanya dia yang menuliskan kata-kata mutiara untuk kliennya. Namun untuk pelanggannya saat ini, pelanggan tersebut sudah menuliskannya langsung dengan tulisan tangannya sendiri. Alice kemudian menyelipkan kartu ucapannya itu di atas rangkaian bunga tersebut. Dan mulai merapihkan meja di depannya itu.


Tok tok tok


Suara ketukan di depan mejanya. Alice langsung menonggak ke atas ke arah sang pembuat ketukan suara itu. Alice terkejut saat melihat kekasihnya sudah tampan bersih dan wangi, seperti baru selesai mandi. Dan bahkan menggunakan pakaian yang berbeda.


Saat ini pria itu mengenakan kemeja lengan pendek pas tubuh berwarna biru toska semi casual dan celana jeans hitam. Tampilannya kini sangat kontras dengan warna kulitnya yang membuatnya semakin terlihat tampan.


“Ahh kau sudah bangun.. Ada apa kenapa turun?” Tanya Alice bingung.


“Bagaimana? Apa jawaban mu?” Tanya Anton penasaran.


“Apa maksudnya? Jawaban apa?” Tanya Alice yang bingung dengan pertanyaan kekasihnya itu yang tiba-tiba muncul dengan sebuah pertanyaan.


Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2