JiHan (Janji Dan Penghianatan)

JiHan (Janji Dan Penghianatan)
Sakit?


__ADS_3

"Apa?" Tanya Galih bingung dengan ucapan Naira.


"Ya.. Aku datang kesini atas perintah dari ibu ku.. Dan aku datang kesini untuk meminta maaf juga dengan tulus kepada mu karena masalah yang sudah aku buat sebelumnya.. Maaf sungguh aku meminta maaf kepada mu karena telah melibatkan mu dalam masalah ini.. Maaf sudah membuat keributan ini." Ucap Naira masih dengan wajah menunduk menatap ujung kakinya dan memainkan kedua jarinya di depan tubuhnya.


Sosok Naira yang sedang berdiri di depan Galih dengan wajah yang menunduk dan memaikan dan mengaitkan kedua jari tangannya tampak seperti seorang anak kecil yang sedang mengakui dosa di hadapan orang tuanya. Dan Galih merasa sangat familiar dengan tinggah gadis di depannya itu sama persis seperti dirinya sewaktu masih remaja dan selalu membuat masalah dan melakukan pengakuan dosa seperti itu di depan ayahnya.


Pria itu tersenyum dan tertawa kemudian, "Hahaha.. Kau seperti sedang berhadapan dengan ayah mu saja.. Sudah angkat wajah mu.. Kau sudah meminta maaf sebelumnya kepada ku.. Kau tidak perlu melakukannya terus menerus." Ujar Galih sambil menutup mulutnya dengan tangannya terkepal.


Naira mengangkat wajahnya dan melihat sosok Galih yang lain di hadapannya. Pria yang selama ini dia lihat selalu bersikap dingin dan datar kini bisa tersenyum begitu bebas dan hangat, pria itu sangat terlihat tampan. Gadis itu sedikit tertegun dan menikmati pemandangan itu. Hingga suara Galih menyadarkannya kembali ke dunia nyata.


"Kau sedang apa?" Tanya Galih heran melihat wanita di depannya hanya berdiam diri saja layaknya patung.


"Manis.." Ucap Naira spontan terhadap senyuman yang sebelumnya terlihat sangat manis dan tampan di wajah pria di depannya itu.


"Hemm.. Manis?" Ulang Galih heran.


"Uhuk.. Maksud ku aku lupa beli manisan.. Emhh ini sup dari ibu.. Aku akan menyajikannya.. Jika di makan nanti sup ini akan dingin.." Ujar Naira cepat mengalihkan pembicaraan dan memilih mengeluarkan isi tas karton itu.


"Baiklah.. Kau juga temanilah aku makan.. Kebetulan tadi aku tidak sempat makan siang dan aku paling malas jika harus makan sendiri." Ujar Galih dan pria itu beranjak dari kursi kerjanya menuju kursi sofa yang ada di ruangan kerjanya itu.


Naira mengikuti pria itu pergi dan meletakkan termos dan tas karton itu di atas meja sofa itu. Gadis itu juga mengeluarkan kotak bekal nasi beserta beberapa lauhan lainnya yang sudah di siapkan Bu Mae sebelumnya.


"Emhh.. Kaunmau pakai nasi kan?" Tanya Naira lagi memastikan pria itu apa ingin memakan supnya dengan nasi.


"Hem.. Yaa.. Tolong, aku sudah sedikit lapar.." Ujar Juna dan sudah duduk tegak menanti makanan yang akan di siapkan Naira.


Gadis itu menyiapkan nasi dan beberapa lauhan beserta mangkuk untuk sup ayam gingseng yang ibunya buatkan tepat di depan meja Galih. Gadis itu juga menyiapkan sumpit dan juga sendok untuk pria iti makan.

__ADS_1


Gadis itu tersenyum senang, dia melayani Galih layaknya melayani seorang kekasih.


"Apa yang kau pikirkan?" Tanya galih yang membuyarkan lamunan Naira.


"Ehemm.. Ayoo makan.." Ucap Naira sedikit gugup dan dengan cepat memasukkan nasi tanpa lauhan kedalam mulutnya.


"Kau tidak pakai lauhan?" Tanya Galih heran melihat gadis di depannya hanya memakan nasi saja.


"Ehem..Ya.." Ujar Naira semakin gugup.


Galih menghembuskan nafasnya panjang, pria itu dengan telaten berbaik hati memberikan lauhan dengan sumpit miliknya dan meletakkannya di atas sendok Naira yang sudah terisi oleh nasi.


"Cepatlah makan.. Kau membutuhkan nutrisi untuk pertumbuhan." Ujar Galih asal dan pria itu juga melahap nasi dan lauhannya sendiri.


Naira yang di perlakukan begitu manis merasa sangat senang dan berbunga-bunga. Dengan semangat gadis itu menyuapkan sendok yang berisi lauhan dari pemberian Galih tadi.


Naira tiba-tiba ingin menanyakan sesuatu yang membuatnya penasaran, "Emhh bolehkah aku bertanya?" Ujar Naira saat mereka telah selesai dengan makan siang yang kesorean dan makan malam yang kecepatan.


"Hemm tentu.. Kau mau bertanya apa?" Kata Galih penasaran dengan pertanyaan yang akan di tanyakan gadis itu.


"Apakah kau memiliki kekasih?" Tanya Naira langsung kepada rasa penasarannya terhadap pria di depannya itu.


"Mengapa?" Galih berbalik bertanya kepada gadis di depannya itu.


"Aku hanya ingin tahu saja.. Maksud ku jika kau sedang tidak dalam hubungan dengan siapapun..Emhh maksud ku akan kah ada yang marah atas kesalah pahaman ini?" Kata Naira dengan terbata-bata.


"Aku memang tidak memiliki kekasih.. Tapi aku sudah memiliki seseorang yang mengisi hati ku.." Ucap Galih dingin.

__ADS_1


Naira yang mendengar kenyataan isi hati pria itu entah mengapa hatinya merasa sedikit nyeri tepat di ulu hati. Belum lagi entah mengapa dia merasakan sesak di dalam dadanya.


'Apa yang terjadi? Aku tidak memiliki riwayat Asthma atau penyakit pernafasan sebelumnya.. Namun mengapa dada ku serasa sesak.. Serasa seluruh oksigen di ruangan ini begitu sedikit.. Bahkan sakit dindada ku yang membuat seluruh tubuh ku terasa ngilu.. Aihh ada apa dengan ku saat ini.. Ingin rasanya mata ini menangis tanpa sebab..' Batin Naira sambil gadis itu menunduk menatap kedua tangannya yang bertautan di atas pahanya.


"Kau kenapa?" Tanya Galih heran melihat gadis itu hanya menunduk seperti melihat sesuatu dan tidak lama bahu gadis itu sedikit bergetar.


Lelehan air mata tiba-tiba menetes di antara tangannya yang berada di atas pangkuannya. Bahunya semakij bergetar.. Gadis itu tidak kuat menahan rasa sakit yang entah dari mana itu.


Galih melihat tingkah aneh Naira dan segera mendekati sofa di mana gadis itu duduk dan menarik tangan gadis kecil itu.


"Hei ada apa?" Tanya Galih heran dan menarik agar Naira mau mendongakkan wajahnya.


Betapa terkejutnya Galih saat melihat gadis di depannya itu sedang meneteskan air mantanya, "Kau kenapa?" Ulang Galih lagi bertanya.


"Sakit kak.." Ucap gadis itu sambil menatap langsung manik mata Galih yang tepat berada di depannya dengan jarak yang tidak terlalu jauh.


Lelehan demi lelehan air mata membasahi kedua pipinya.


"Apa? Dimana yang sakit.. Tunggu.. Tunggu.." Ucap Galih sedikit kalut dan bingung saat gadis di depannya tampak sangat menderita.


"Hikss.. Hikss ini sangat sakit kak.. Rasanya sangat tidak nyaman.." Ucap gadis itu sambil menangis dan sedikit terisak.


"Naira kau tidak apa-apa? Bagian mana yang sakit?" Tanya Galih cemas.


"Hati ku sakit.. Entah mengapa rasanya sesak.." Jawab Naira masih dengan air mata yang membanjiri wajahnya.


Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2