
Alice, Maya dan kelima model lainnya tampak enggan untuk pergi. Namun pria itu berbicara mengenai para petinggi tadi. Mereka tidak bisa begitu saja menolak dan memilih meninggalkan tempat ini. Apalagi ini adalah dunia bidang mereka selain itu ini adalah sebuah kapal yang sedang berlayar dan berada di tengah lautan. Kelima wanita itu bergidik membayangkan hal yang buruk yang tidak mereka inginkan.
"Aku harap ini bukan hal yang buruk." Gumam salah satu wanita model itu.
"Aku harap demikian. Namun entah mengapa aku malah memiliki pikiran yang buruk. Jika memang merayakan karena kita bekerja dengan baik, mengapa hanya kita bertujuh saja? bukankah total model ada 25orang, belum lagi para staf dan karyawan yang lainnya yang membantu kelancaran acara tadi." Ucap salah satu model yang memiliki pemikiran yang rasional.
"Karena mendengarkan penjelasan mu, aku jadi tambah takut membayangkan hal yang akan terjadi." Ucap salah satu model lainnya.
"Sudah diam. Berdoa dan berharap saja tidak terjadi sesuatu yang buruk." Ucap wanita lainnya.
Alice dan Maya hanya diam dan mendengarkan perdebatan dengan berbisik-bisik itu. Untunglah sebelumnya Alice sudah membawa alat andalannya saat akan berangkat ke acara peragaan busana tadi.
Bahkan saat tiba-tiba seseorang yang meminta mereka menunggu, entah mengapa Alice merasa curiga dan lebih memilih mengenakan perhiasan yang dapat merekam sekaligus memberikan GPS.
Jika benar-benar ada sesuatu, dia dapat menjadikan itu sebagai alat bukti. Alice diam-diam menyalakan perekam suara dan video itu yang ada di kalung dan kedua giwangnya yang berpura-pura sedang membetulkan letak antingnya dan posisi kalungnya.
"Baiklah kita sudah sampai. Silahkan masuk." Ucap pria itu dan membuka pintu di depannya itu.
Di dalam sana terlihat ada tujuh orang pria dengan beberapa rambut putih di kepalanya dan bahakan ada yang sudah sedikit botak dan mereka semua memiliki perut yang sama-sama membuncit.
"Masuklah.. tidak perlu malu-malu.. kalian bisa duduk dengan santai." Ucap pria itu mempersilahkan ketujuh wanita itu untuk duduk di sofa yang ada di ruangan itu.
Alice dan gadis lainnya menuruti keinginan pria itu dan duduk di sofa yang ada dengan duduk sejajar semuanya.
"Jika boleh tahu, ada apa memanggil kami kesini." Ucap Alice dengan berani menanyakan untuk apa kehadiran mereka.
__ADS_1
"Hahaha anak muda memang kadang tidak sabaran." Ucap pria itu lagi dengan tawa yang menurut Alice sangat menjijikkan.
"Kami hanya ingin memberi kalian pesta karena keberhasilan kalian untuk acara tadi dan kami semua adalah investor untuk acara tadi." Ucap pria itu tadi dengan senyum yang menurut Alice sangat aneh.
"Baiklah tidak perlu canggung.. di sini kita kan sedang berpesta." Ucap pria itu dan dengan lancangnya duduk di tengah antara Alice dan Maya. Begitu juga dengan keenam pria tua lainnya yang dengan lancangnya mereka duduk di antara para model-model itu, sehingga duduk mereka semua di selingi oleh para pria itu.
"Tidak perlu cemas, kalian hanya perlu menuangkan minuman untuk kita, bukankah kita sedang berpesta. Hahaha." Ucapnya lagi dan membuat semua pria tua itu ikut tertawa juga.
'Aihh sepertinya memang inilah yang di katakan Jesica sebelumnya.' Batin Alice.
Para model itu dengan terpaksa membantu menuangkan minuman dan memberikannya kepada para pria petinggi itu. Setelah kurang lebih 1jam berbincang-bincang dan menemani mereka minum, Bahkan salah satunya ada yang dengan sengaja menaruh tangannya di paha salah satu model dengan tenangnya. Alice memutuskan akan menyelesaikan ini agar dia dan rekan-rekannya bisa pulang ke kamar mereka masing-masing.
"Maaf tuan, kami sudah lelah setelah melakukan rangkaian foto shoot dan juga peragaan busana kali ini. saya harap kalian mengizinkan kami untuk kembali beristirahat." Ucap Alice dengan sopan kepada semua pria petinggi itu.
"Ha? ini baru saja jam 1 pagi. kalian sudah mau pulang. kalian tidak menghormati kami?" Ucap sang pria tua yang dari tadi banyak bicara itu.
"Kau berani? bahkan aku bisa membatalkan kontrak kalian dengan agensi kalian masing-masing jika kalian tidak melayani kami dengan baik!! kau harus melayani ku di atas tempat tidurku tentu saja!!" Ucap pria itu yang sudah sedikit mabuk.
"Ah.. tuan lepaskan tangan saya." Ucap salah satu model yang merasa akan di seret ke kamar juga, begitu dengan wanita lainnya.
"Tunggu!! kami di sini bukan untuk memuaskan ***** kalian! kami di sini untuk bekerja sebagai model profesional!!" Ucap Alice sambil berteriak dan membuat para pria itu tertawa geli.
"Heh!! kau tahu!! bahkan jika kalian melaporkan ini kepada agensi kalian, kalianlah yang akan di salahkan karena tidak bisa memuaskan kami. Asal kalian tahu, agensi kalianlah yang menunjuk kalian untuk di serahkan kepada kami dengan memohon-mohon agar di ikut sertakan dengan bayaran kalian menemani kami tentu saja." Ucap pria tua menyebalkan itu.
Bahkan salah satu pria tua itu, tanpa rasa tahu malunya hendak melakukan hal yang tidak senonoh di hadapan semua orang karena saking tidak tahannya.
__ADS_1
Pria tua itu menarik wanita itu kedalam kungkungannya dan mecoba merobek pakaian atasan wanita itu.
"Tuan aku mohon hentikan itu." Ucap wanita itu memelas.
"Sudah jangan banyak bicara, kita bisa melakukannya bersama-sama di sini, bukankah itu akan lebih menarik." Ucap pria tua yang sudah gila itu. Dan para pria tua lainnya dengan sama gilanya mencoba melakukan hal yang sama.
"Ayolah jangan sok suci, bukankah kalian selalu seperti ini untuk mendapatkan sponsor atau pekerjaan." Ejek salah seorang pria itu.
"Tuan kumohon hentikan ini atau aku akan melaporkan kalian kepada pihak yang berwenang." Ucap salah seorang wanita yang sedang meronta-ronta.
"Jangan jadi wanita tak tahu malu, kami sudah melakukan hal ini sejak sebelum kalian lahir. Bahkan pihak yang berwajibpun akan diam jika kami memberikan pelicin." Ucap salah satu pria itu.
"Kami selalu melakukannya dengan bersih sehingga kami tidak pernah tertangkap." Ucap pria itu bangga.
"Tidak.." Jerit salah satu wanita yang gaunnya sudah mulai di sobek.
"Manusia kotor!!" Teriak Alice dengan keras.
Alice yang sudah geram dan bersabar untuk mendapatkan bukti nyata dengan semua tingkah laku para pria tua bejad ini, dengan kode kepada Maya, Alice melayangkan tendangan kepada pria di depannya dengan keras sehingga pria itu tertabrak dengan rekannya yang lainnya yang hendak melakukan hal yang tidak sopan itu.
Kemudian Alice menerjang pria lainnya yang akan melakukan hal serupa dan membuat mereka tersungkur satu persatu.
Para wanita itu membenarkan pakaian mereka dan Alice memberikan jas-jas yang sudah tergeletak untuk membantu menyembunyikan hasil perbuatan para pria jahanam itu. Meski mereka jijik dengan pakaian para pria bejad itu, namun mereka tidak ada pilihan untuk menutupi tubuh mereka dengan atasan yang terkoyak.
Semua wanita berlari kemudian sambil takut-takut berdiri tepat di belakang punggung Alice dan Maya yang bersisian berdiri santai.
__ADS_1
Bersambung....