JiHan (Janji Dan Penghianatan)

JiHan (Janji Dan Penghianatan)
Perhatian yang manis


__ADS_3

Nb. Chapter ini mengandung konten 21+ mohon bijak dalam membacanya. Jika merasa tidak nyaman mohon untuk menskipnya terimakasih.


***


“Jika kau mau membunuhku, sudah dari semalam kau bisa melakukannya. Jika kau ingin memberikan obat seperti bajingan tua itu, sudah pasti kau bisa memasukkannya saat sarapan tadi.” Ucap gadis itu dengan jelas.


“Kau sangat pintar.” Ucapnya memuji Alice. “Aku menginginkan mu sekarang dengan keadaan sadar Ice.” Lanjutnya dan dia mengambil handuk kecil dan mengeringkan rambut gadis itu yang tergerai sedikit membasahi punggung dress gadis itu.


“Apa yang kau lakukan?” Tanya Alice.


“Kau bisa masuk angin jika rambutmu masih basah cantik. Aku tidak menginginkan malam kita terganggu dengan kau yang sakit tentu saja.” Ucap pria itu. Dan Alice diam saja melanjutkan makannya dengan tenang.


‘Perhatian yang manis.. Sayangnya dia orang yang paling berahaya, aku tidak boleh terjebak dengannya.’ Batin Alice.


Wangi tubuh gadis itu sudah seperti candu bagi K, dia sungguh sudah tergila-gila dengan gadis itu. Hanya dengan mencium bau tubuhnya yang sehabis mandi sudah membuatnya turn on. Namun pria itu dengan sabar menunggu gadis itu selesai makan dan pria itu juga ikut menemaninya makan.


Setelah makan Alice berencana mencuci piring bekas makannya dan peralatan memasak yang kotor. K membiarkannya dan memandangi gadis itu membersihkan peralatan masaknya dan menaruhnya ke dalam lemari gantung yang tersedia di sana. K tak pernah melepaskan pandangannya kepada gadis itu.


“Apa yang ingin kau lakukan lagi?” Tanya pria itu.


“Entahlah.” Ucap gadis itu.


“Ikut dengan ku.” Ucap pria itu.


“Kau suka menonton film?” Tanya pria itu.


“Tidak terlalu.” Ucap gadis itu.

__ADS_1


“Apa film yang kau suka?”Tanya pria itu.


“Tak ada.” Ucap gadis itu simpel.


Lelaki itu membawa Alice ke sebuah ruangan home theather, di sana terdapat layar lebar dengan berbagai jenis sound sistem dan terdapat dua jenis sofa yang nyaman. Satu sofa seperti sebuah kasur, dan yang satunya lagi sofa panjang yang nyaman.


Alice duduk di sofa yang panjang terdekat dengan pintu keluar, karena sofa yang seperti kasur berada di bawah undakan anak tangga. Pria itu menyalakan dan memutarkan sebuah film dan dia bergerak duduk di samping gadis itu.


Alice tampak serius menonton film yang sedang di putar itu, namun lama kelamaan dia mulai mengantuk dan tanpa sengaja dia menyandarkan kepalanya pada bahu K dan tidur terlelap. K yang melihat itu tersenyum dan mematikan volume pada layar itu dan membiarkan film yang sedang berputar itu tanpa suara. Setelah merasa Alice sudah tertidur nyenyak, pria itu membawa Alice dalam gendongannya dan meletakkannya pada sofa di bawah yang lebih lebar seperti kasur dan menidurkan gadis itu disana.


K sudah tidak tertarik untuk menikmati film yang dia tonton, dia malah menikmati menonton wajah cantik Alice yang sedang terlelap. Sesekali pria itu merapihkan helaian rambut Alice yang menutupi wajah cantiknya, dia pula mencuri ciuman dari bibir gadis itu.


“Emhhh..” Alice terbangun setelah dia tidur 2jam, lelaki itu masih setia di samping Alice. K selalu memandangi wajah Alice dan kadang sesekali pria itu mencuri ciuman-ciuman pada pelipis, mata, kening, hidung, bibir, yang ada di seluruh wajah gadis itu tak ada yang terkecuali.


“Kau sudah bangun putri tidur.” Ucap K.


“Hemm jam berapa sekarang?” Tanya Alice.


“Apa maksudmu?” Tanya Alice bingung.


“Aku sudah menunggu selama 2 jam dan berusaha menahan semua gejolak ini, sekarang aku sudah tidak bisa menahannya lagi.” Ucap pria itu di akhiri dengan ciuman yang langsung di tujukan kepada bibir Alice.


Meski demikian pria itu tetap menciumi bibir gadisnya itu dengan lembut, Alice mencoba mendorong tubuh pria itu. Namun pria itu tidak membiarkan Alice pergi begitu saja, pria itu mengambil tangan Alice dan memenjarakan kedua pergelangan tangan gadis itu dengan satu tanggan kirinya di atas kepala gadis itu. Tangan kanannya mulai menggerayangi punggung Alice dan melepaskan kaitan bra di punggung gadis itu, dia melakukan semuanya tanpa melepaskan ciuman di bibir gadis itu.


“Aku sudah menunggu begitu lama, ini saatnya giliran ku cantik.” Ucap pria itu di sela-sela ciuman bibir yang lama-kelamaan menjadi ciuman panas dan Alice juga mulai membalas ciuman pria itu. K baru melonggarkan cekalan tangannya kepada gadis itu dan mulai memegang ceruk leher gadis itu untuk memperdalam ciuman mereka, tangan kanannya menarik gadis itu agar terduduk dan memposisikan gadis itu di atas pangkuannya.


Alice yang sudah di kelilingi oleh nafsunya mengalungkan tangannya ke leher K dan sesekali gadis itu meremas rambut K, dan terdengar desahan yang lolos dari bibir gadis itu saat K meremas payu*daranya dan sesekali pria itu menghisapnya. Mereka saling membelit dan menghisap mencoba memuaskan dahaga yang mereka rasakan. Hingga..

__ADS_1


“Sekarang,, aku sudah tidak tahan lagi.” Ucap Alice.


“Sesuai permintaan mu Nona.” K memasukinya dan mereka berdua mulai mencari kepuasan bersama.


“Anton…” Ucap Alice dengan mata terpejam saat dia sudah mencapai puncaknya.


“Ice…” Ucap K saat ia mendapatkan pelepasannya. “Sepertinya pria itu benar-benar spesial bagimu. Kau melakukannya dengan ku namun tetap mengucapkan nama pria itu lagi.” Kesal K.


“Bukan urusanmu. Siapapun yang ku ucapkan bukan masalah untuk mu bukan, aku hanya membayar hutangku.” Ketus gadis itu.


“Ya, kau benar juga.” Ucap pria itu tersenyum sinis.


“Namun kau tidak berpikir kita sudah selesai bukan?” Ucap pria itu.


“Apa maksudmu. Aku lelah dan lapar.” Ucap Alice.


“Aku tidak memintanya sekarang. Setelah makan kita akan melakukannya lagi.” Ucap pria itu dan berdiri mengenakan celana dan kausnya kemudian dia segera pergi ke dapur untuk menyiapkan makan malam.


“Astaga apakah dia tidak ada lelahnya.” Gerutu Alice. Kemudian mengenakan pakaiannya dan berjalan menuju dapur.


“Aku membuat steak kau tidak masalah bukan?” Tanya K. Saat gadis itu tiba di hadapannya.


“Ya tentu saja.” Ucap gadis itu.


Tak berapa lama masakan itupun jadi, K menaruhnya di atas meja bar. K membuat Rosemary Garlic Butter Steak dengan perpaduan bawang putih, rosemary, butter dan wine putih membuat harumnya semakin menggoda indra penciuman, Alice sudah tidak tahan lagi dan mulai mencicipinya.


“Emhh enak.” Ucap gadis itu.

__ADS_1


Alice makan dengan lahap dan K tersenyum melihatnya. K juga makan dengan tenang di samping Alice. Setelah selesai makan, K memenuhi janjinya yang tadi dia ucapkan di ruang menonton. Mereka melanjutkan olah raga malamnya di dalam kamar mandi, tentu saja itu bukan undangan dari Alice melainkan K masuk menerobos kamar mandi saat Alice sedang berendam di dalam bathtub dan mereka melakukan olahraga yang panas di dalam sana. Setelah mereka selesai membersihkan diri, mereka beristirahat beberapa saat dan melanjutkan olahraga malam yang panas di tempat tidur hingga mereka berdua telah kelelahan dan terlelap saling berpelukan.


Bersambung...


__ADS_2