JiHan (Janji Dan Penghianatan)

JiHan (Janji Dan Penghianatan)
Teringat kembali


__ADS_3

Alice segera naik lift dan turun ke lantai


dasar, gadis itu menggerek kopernya hingga lobby dan menolehkan kepalanya


mencari mobil Maya. Maya menghampiri Alice dengan mobilnya, yang sebelumnya


parkir tak jauh dari sana.


“Terimakasih Dok Danita.” Ucap Alice dan


mengerek kopernya kebelakang mobil dan membuka bagasi mobil itu. Alice


memasukkan koper kecilnya kedalam bagasi dan mulai masuk ke dalam pintu


belakang penumpang.


Maya melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang


dengan arahan dari Namira, karena saat ini mereka akan pergi ke rumah kontrakan


miliknya.


“kalian sudah makan siang?” Tanya Maya.


“Belum.” Jawab Alice, Namira hanya diam saja.


“Kita makan saja dulu ya.” Ucap Maya.


“Boleh Dok.” Ucap Alice tanpa ada rasa


canggung.


“Emhh dari sini masih jauhkah kontrakkannya?” Tanya


Maya kepada Namira yang sedari tadi lhanya diam.


“Emhh tidak Dok.” Jawab Namira.


“Baiklah kita ke ruko ini saja ya, fastfood


tidak masalah kan?” Tanyanya Maya kepada kedua gadis itu. Saat melihat toko


makanan fastfood yang bersebelahan dengan toserba yang lumayan besar.


“Iya.” Ucap keduanya.


Alice, Maya dan Namira turun dari mobil yang di


parkirkan Maya tidak jauh dari pintu tempat makan itu.


Mereka memesan makanan, Alice yang berinisiatif


membayar makanan mereka.


“Aku akan mentraktir Dokter dan Namira karena


sudah mengantarkanku tadi.” Ucap Alice asal.


“Ahh baiklah jika begitu.” Ucap Maya dan


memberikan senyum kepada Alice.


“Kau cari saja meja untuk kita.” Ucap Alice kepada


Namira.


Namira menuruti perkataan Alice dan pergi


mencari meja yang kosong untuk mereka bertiga.


“Gadis itu tidak akan mau menerima jika tidak


ada sesuatu hal. Sepertinya dia sedang kesulitan.” Ucap Alice.


“Hemm ya, aku juga dapat melihatnya.” Ucap Maya.


Alice dan Maya membawa nampan isi makanan dan


membawanya menghampiri Namira yang sedang duduk. Namira bangkit saat melihat


Alice dan Maya menghampirinya.


“Biar saya bantu.” Ucap Namira kepada Maya,


saat melihatnya membawakan nampan berisi makanan itu.


“Tidak masalah. Duduk saja.” Ucap Maya. Namun sepertinya


gadis itu enggan untuk beranjak, sehingga Maya mengalah dan membiarkan gadis

__ADS_1


itu untuk membawakan nampannya yang berisi berbagai makanan itu.


Maya duduk dahulu di susul oleh Alice dan


meletakkan nampan di atas meja. Namira juga meletakkan nampan berisi makanannya


di atas meja. Mereka semua duduk dan memulai makannya sambil sesekali berbicara


mengenai hal-hal yang sederhana. Mereka menyelesaikan makanan mereka kemudian


beranjak pergi dari sana.


“Tunggu.. bisakah kita ke toserba dahulu.” Ucap


Alice. Namira sedikit mengerutkan keningnya.


“Emhh baiklah.” Ucap Namira. Maya hanya diam


dan mengikuti kedua gadis itu.


“Apa yang sedang kamu butuhkan?” Tanya Namira.


“Sedikit bahan pokok, aku membutuhkannya untuk


makan malam kita nanti.” Ucap Alice.


“Ahh sebelah sini.” Ucap Namira menunjukkan


jalan lorong bagian bahan mentah sayuran maupun daging.


“sepertinya kau sudah sangat sering kemari.” Tanya


Alice.


“Aku bekerja di sini.” Ucap Namira sedikit


tidak enak.


“Oh, lalu kenapa kamu sedikit tidak nyaman? Apa


kamu tidak nyaman kita berbelanja disini?” Tanya Alice.


“Emhh tidak, aku hanya takut kalian tidak


nyaman jika ada yang mengenali ku disini.” Jawab Namira jujur.


“Tidak masalah.. emhh sejujurnya Namira, aku


bekerja? Selain aku juga ingin mandiri, aku juga tidak ingin berada di rumah


sendiri.” Ucap Alice sedikit berbohong.


“Kau ingin bekerja? Benarkan? Kau yakin?” Tanya


Namira serius.


“Iya aku yakin, dan aku serius tentang itu. Jadi


bolehkah aku?” Tanya Alice dengan wajah memelas.


“Emhh oke. Lagi pula kita memang membutuhkan


satu pekerja lagi, nanti aku akan menemui manager toserba ini.” Ucap Namira.


“Teriama kasih Namira.. Tapi nanti aku ingin


jam kerja ku dan kamu selalu bersama ya.. please… aku tidak mau sendirian di rumah”


Ucap Alice sendu.


“Baiklah.” Ucap Namira setuju dengan usulannya Alice


itu.


“Terima kasih banyak Namira.”Ucap Alice dan


memeluk gadis itu.


Alice menyelesikan belanjaannya dan membayar


tagihannya, sedangkan Namira izin pamit menemui managernya untuk memberitahukan


perihal pekerjaan untuk Alice. Namira menghampiri Alice dan Maya saat gadis itu


sudah bertemu dengan managernya itu.


“Dia bilang setuju, dan bisa mulai bekerja saat


aku masuk bekerja besok.” Ucap Namira memberikan informasi kepada Alice.

__ADS_1


Alice memeluk Namira kembali karena sudah


meykinkan bosnya untuk menerima Alice bekerja. Alice membawa barang


belanjaannya dan masuk ke dalam mobil, Maya dan Namirapun membantu memasukkan


barang belanjaan itu ke dalam mobil, merekapun melanjutkan perjalannan kerumah


kontrakkan Namira.


Rumah susun enam lantai itu terlihat lusuh


karena cat yang sudah pudar di beberapa sisi, dan bahkan beberapa bagian


tertutupi debu bahkan lumut. Namira mengajak Alice dan Maya masuk menaiki lift


dan menuju lantai tiga. Namira berhenti di depan rumah kontrakkan bernomor 308,


gadis itu membuka kuncinya menggunkana sandi danmembuka heandle pintu.


“Mari masuk.” Ucap Namira kepada kedua orang


itu. Rumah yang minimalis namun tetap bersih dan tertata rapih setiap perabotan


di rumah itu.


“Silahkan duduk.” Ucap Namira sambil


mempersilahkan duduk di sebuah sofa minimalis berwarna merah maroon.


Namira pergi ke dapur dan menyiapkan minuman


untuk Alice dan Maya. Dan membawanya di nampan kecil dan menaruhnya di atas


meja ruang tamu itu.


“Jus jeruk tidak masalah kan?” Tanya Namira dan


meletakkan gelas-gelas itu di hadapan Alice dan Maya.


“Iya tidak apa-apa.” Ucap Alice dan Maya


bersamaan.


“Ah ya, kamu menempati kamar ini. Kamar mandi kecil


ada di dalam.” Ucap Namira menunjukkan sebuah pintu yang terlihatlebih besar


dari kedua pintu yang lainnya yang terlihat dari sana.


“Dan itu kamar aku. Yang ini kamar mandinya.” Ucap


Namira menunjuk sebuah pintu yang lebih kecil berada tidak jauh dari pintu kamar


mandi.


“Dan di sebelah sana dapur dan ruang cuci,


serta ruang jemur.” Tunjuk namira kesebuah ruang yang hanya tersekat oleh untaian


manik-manik yang di bentuk menyerupai gorden untuk pembatas.


“Rumah mu sangat nyaman.” Ucap Alice.


“Terima kasih. Sebenarnya aku jarang di rumah,


aku di rumah hanya untuk tidur. Namun stelah kepulangan kakak ku, dia


melarangku untuk melakukan semua pekerjaan sekaligus. Jadi aku keluar dari


semua pekerjaan ku dan hanya menyisakan pekerjaan di toserba saja. Aku hanya


merasa sangat di sayangkan jika aku keluar. Lagi pula pemilik toko sangat murah


hati dan mau menerima jam kerja ku yang fleksible karena aku masih sekolah.” Ucap


Namira.


Mendengar ucapan Namira, Alice mengingat


kembali masa-masa saat dia masuk SMA dan mulai bekerja untuk menghasilkan


uangnya sendiri, dia juga pernah seperti Namira bekerja di beberpa tempat untuk


membantu mengumpulkan uang agar tidak merepotkan suster Salsa. Dia merasakan


benar-benar seperti mengulang kembali masa hidupnya semasa SMA, gadis itu jadi


lebih merasakan kedekatan di antara mereka berdua karena merasa mereka berdua

__ADS_1


sedikit banyak memiliki kesamaan dalam menjalani hidup.


__ADS_2