JiHan (Janji Dan Penghianatan)

JiHan (Janji Dan Penghianatan)
Kegagalan


__ADS_3

Nb. Chapter ini mengandung konten kekerasan dan bahasa yang kasar, mohon bijak dalam membacanya dan tidak untuk di tiru ya.


****


“Ma'af sedikit terlambat, tadi aku sempat di ikuti beberapa lalat namun tenang saja aku telah mengalihkan perhatian mereka dan mereka tidak bisa mengikuti ku sampai sini.” Ucap pria yang duduk di ujung di sebrang Macel, sepertinya dia leader dari kelompok yang baru saja tiba itu.


“Ya langsung saja, mana barangnya.” Ucap Macel tak mau berbasa-basi.


“Silakan di cek.” Ujar pria itu menyodorkan ke enam tas hitam itu di atas meja dan membukakannya. 2 tas pertama di sana terdapat banyak bungkusan berwarna putih seperti sebuah kristal sebanyak 2 tas penuh, dan 2 tas lainnya terdapat bungkusan berbagai macam tablet berbagai warna baik yang berbentuk bulat kecil maupun besar ataupun berbentuk kaplet, dan 2 tas terakhir lainnya terdapat bubuk berwarna putih seputih salju.


“Ya barang ini asli.” Ucap seorang pria yang berdiri di samping Macel yang memastikan ke aslian barang itu.


“Sepertinya ini tidak sebanyak perjanjian kita.” Ucap pria tua Macel itu.


“Benar, ini hanya sedikit yang kami bawa. Sisanya ada di dalam tempat lain. Aku akan memberikannya jika kita sudah menyepakati harganya.” Ujar pria bertubuh tegap itu.


“Ahh baiklah aku menyetujui harganya. Baiklah katakana di mana sisanya? Biar anak buahku memastikannya di sana dan akan menyerahkan uangnya sekarang.” Ucap Macel tanpa basa-basi.


“Baiklah, sisa barangnya ada di dalam kontener PT. Jiwa Jaya yang berada di dekat pelabuhan, kontener itu berNo.801. Kalian bisa mengeceknya di sana.” Ucap Pria bertubuh tegap itu.


‘Baiklah semua sudah terekam dan orang lapangan pasti langsung bergerak dan semuanya sudah memiliki buktinya ini. Baguslah semua berjalan dengan baik.’ Ucap Alice di dalam hatinya.


‘Transaksi itupun sudah selesai, pria bertubuh tegap beserta rekannya sudah pergi dari ruangan itu. Aku yakin nanti mereka semua pasti akan di tangkap sebentar lagi.’ Batin Alice.


‘Apa yang terjadi? Mengapa mereka masih belum bergerak?’ Batin Alice khawatir, pasalnya harusnya saat ini mereka melakukan pembekukan kepada para tersangka ini.


Brak… pintu di banting dengan keras.


“Lapor bos, kami menemukan 30 orang penyelinap masuk ke dalam kapal pesiar ini yang menyamar sebagai pelayan bahkan ada yang menyamar sebagai body guard.” Lapor seseorang pria di sana.


“Bawa mereka kemari semua.” Ucap Macel.


“Ma'af bos beberapa yang tidak bisa kita tangani sudah kami selesaikan di tempat.” Ucap pria itu lagi.


“Tak malasah, selesaikan saja semaumu. Berani sekali mereka mengganggu acara ku. Bawa sisa mereka kehadapan ku sekarang!!” Ucap Macel penuh dengan amarah.


‘Astaga apa yang terjadi. Apakah kami tertangkap basah?’ Batin Alice khawatir.


“Ini bos 5 orang yang tersisa. Sepertinya salah satu dari mereka adalah ketuanya.” Ucap pria itu dan menyuruh bawahannya menyeret 5 orang yang tersisa. 3 orang mengenakan jas berwarna hitam layaknya penjaga dan 2 orang mengenakan pakaian pelayan sebagai penyusup.


“Berlutut.” Ucap pria yang merupakan kaki tangan pak tua itu. Kelima orang itu berdiri dengan tegak meski wajah dan tubuhnya sudah babak belur di pukuli oleh mereka. Tangan mereka di ikat kebelakang menggunakan cable tie. Pria tua Macel  duduk di kursi yang di sediakan oleh anak buahnya tepat di depan para penyusup itu.


“Berlutut!” Ucapnya lagi, namun kini dengan paksaan menendang bagian belakang lutut yang membuat mereka mau tak mau langsung terjatuh berlutut dengan keras karena tangan mereka tidak dapat menyeimbangkan tubuh mereka. Mereka jadi berlutut di bawah kaki pria tua itu.


‘Sungguh perasaan ku jadi terbakar ingin segera menemb*ak pria tua ini.’ Batin Alice yang tidak tahan melihat salah seorang dari mereka yang menggenakan kacamata, Alice mengenalnya. Dia pernah melakukan pelatihan bersama dengannya selama 6bulan. Namanya adalah Zio yang merupakan kepala tim dalam penyusupan mata-mata ini.

__ADS_1


“Wah wah wah sepertinya kalian sangat berani menginjakan kaki di sini. Siapa yang menyuruh kalian?” Tanya pria tua itu kepada salah satu mereka. Pria tua itu duduk di kursi di hadapan pemimpin mata-mata itu, dia mengangkat dagu penyusup itu menggunakan ujung sepatunya.


“Jawab!” Bentak anak buah Macel dan memu*kul pelipis Zio. Namun Zio tetap diam tak bergeming.


Alice ingin bergerak menggambil pistolnya.


“Jangan macam-macam Al mereka sangat banyak, kau hanya akan mengantarkan nyawamu.” Ucap Zio seperti hembusan angin. Alice hanya menepalkan tangannya di kedua sisis tubuhnya saat mendengar ucapan Zio.


“Oh kau pikir kami hanya menggertak ha?” Ucap Macel. Micel menggerakkan jari telunjuknya kearah keempat orang di belakang Zio, Anak buah Macel mengerti maksudnya dan mene*mbak keempat orang di belakang Zio tanpa ampun.


Alice memebelalak melihat keempat anggota Zio jatuh tergeletak bersim*bah darah. Alice ingin mengeluarkan pistolnya lagi yang beradadi pahanya namun sebelum itu dia mendengar.


“Ingat, keamanan mu yang utama. Apapun yang terjadi Alice!!” Ucap pria itu pelan seperti hembusan angin.


“Apa yang kau gumamkan?” Tanya anak buah Macel sambil memukul kembali pelipisnya hingga dia terjatuh ke lantai. Kemudian Zio melepaskan talinya dengan toolkit yang dia bawa, kemudian dia mengeluarkan pil bunuh diri yang di sembunyikan pada salah satu ujung gagang kacamata yang dia kenakan. Pil bunuh diri itu terkandung racun sianida di dalamnya. Zio melakukannya dengan sangat cepat tanpa bisa di cegah oleh para pengawal Macel yang berjaga di belakangnya. Sehingga hanya bisa membuat Alice membelalakan mata dan menutup mulutnya yang ingin menjerit itu.


“Bos dia sudah tewas.” Ucap pengawal Macel.


“Ha, dia lebih memilih bunuh diri daripada meberitahukan yang terjadi.” Kesal Macel.


“Buang mereka semua kelaut.” Lanjut Macel kejam.


“Ara kau tidak apa-apa?” Ucap Johan khawatir. Johan membawa Alice ke dalam pelukannya. Alice mengepalkan tangannya hingga memutih.


“Bos sepertinya aku akan membawanya kembali ke kamar dahulu.” Ucap Johan.


“Ya, ya tentu saja. Bawa lah dia ke kamar mu Johan.” Ucap pria tua licik itu dengan senyum yang jahat.


Johan membawa Alice ke dalam kamarnya dan memberikan air putih kepadanya untuk menenangkan gadis itu. Tidak lama kemudian...


Tok tok tok suara ketukan pintu berbunyi. Johan membuka pintu tersebut di sana terlihat anak buah kepercayaan Macel.


“Ada apa X.” Tanya Johan bingung pada anak buah kepercayaan Macel itu.


“Ma'af aku di suruh bos.” Ucapnya ambigu kemudian memukul bagian tengkuk Johan dan membuat pria itu pingsan seketika, dan X membawa tubuh Johan keluar dari kamar itu.


“Johan.. Ada apa?” Ucap Alice ingin bangkit dari duduknya di pinggir tempat tidur, namun kepalanya terasa sangat pusing.


“Apa yang terjadi?” Ucapnya pada diri sendiri.


“Apakah kau baik-baik saja cantik?” Ucap Macel tiba-tiba berada di dalam kamar itu dan hendak mendekati Alice.


“Mengapa kau kemari? Mana Johan?” Ucap gadis itu, dia tidak bisa berdiri dengan tegak karena kepalanya sangat berat dan pandangannya kabur.


“Tenang cantik, dia aman sedang istirahat di dalam kamar lain, bagaimanapun dia masih salah satu anak buah ku.” Ucapnya.

__ADS_1


“Lepaskan aku.” Ucap Alice dengan lemah, badannya sudah lemas. Dia tidak bisa menepis lengan busuk sang pria tua ini yang memegang tubuhnya.


‘Astaga apa yang harus aku lakukan. Aku tadi tidak waspada sehingga langsung saja meminum minuman yang di berikan Johan tadi. Oh tuhan bagaimana ini.’ Batin Alice khawatir.


“Lepaskan aku.” Ucap Alice lagi saat menyadari lengan pria itu sudah sepenuhnya memeluk tubuhnya dan mencium bahu gadis itu.


“Ku mohon hentikan. Aku kekasih anak buah mu Johan.” Ucap Alice memelas.


“Nah.. maka dari itu cantik, aku juga harus menikmati mu bukan, karena kau adalah milik anj*ing piaraan ku maka aku juga bisa mencicipimu jika aku ingin kan?” Ucap Macel dengan sangat menjijikan.


“Kumohon lepaskan aku.” Tolak Alice lagi. Namun apa daya semua tenaga yang dia keluarkan tidak berguna sama sekali karena dia telah di pengaruhi oleh obat yang di masukkan ke dalam minumannya.


“Bukankah kau menikmati ini cantik? Bukankah kau merasa nyaman ketika aku sentuh.” Ucap Macel sambil mengecup leher jenjang Alice dan menggerayangi tubuhnya.


“Astaga apa yang kau lakukan?” Tanya Alice panic.


“Aku hanya memberi kau sedikit obat perangsang, ahh tidak, memang aku memberikan banyak obat kepada mu cantik.” Ucap pria itu.


“Ahhh Tidakkk…” Pria tua itu berhasil merobek atas gaunnya hingga terkoyak dan memperlihatkan tubuh indah bagian atas Alice. Alice tidak bisa membebaskan dirinya.


“Tidakkkk ku mohon hentikan.” Pria itu mulai menciumi bagian atas dada Alice. Tidak lama kemudian…


Brakk Brakkk Brakkkk suara pintu di dobrak dengan paksa.


“Wah wah wah.. kau berani sekali bermain trik kotor di dalam kapal pesiar ku Macel.” Ucap suara di ujung pintu dengan sangat kesal.


"Siapa yang berani mengganggu kesenangan ku." Ucap pria tua itu kesal. Berdiri di belakang sang pendobrak, kemudian pria bertopeng itu maju dan menunjukkan dirinya.


“Tu..tuan K.. ini tidak seperti yang kau bayangkan.” Sangkal pria tua itu.


“Apa maksudmu menggunakan kapal pesiar ku untuk melakukan transaksi narkoba adalah kesalahpahaman?” Ujar pria yang menggunkan topeng sebagai K itu kesal.


“Bu bu bukan begitu tuan K..” ucap Macel terbata-bata.


“Seret pria busuk ini dan ikat dia di kamar dan kunci dia. kemudian hubungi polisi akan keberadaannya. Kapal pesiar ini akan segera menepi di dermaga terdekat. Kau siapkan yacht segera, kita akan pergi dari sini.” Ucap K kepada anak buahnya.


“Baik tuan.” Ucap anak buah K.


“Tuan K.. tunggu.. tunggu.. aku bisa jelaskan.. tunggu tuan.” Ucap Macel berusaha berontam tak mau dia diserahkan kepada polisi.


“Bagai mana dengan wanita ini tuan?” Ucap salah satu anak buah K. K melihat Alice berantakan dengan bagian atas dresnya yang sudah compang camping. K lalu mendekatinya dan melihat gadis itu lebih dekat.


‘Ahh kau ternyata ada di sini. Kau sungguh membuatku penasaran cantik.’ Ucap pria itu dalam hati.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2