
“Ada apa? Katakan?” Tanya Alice semakin bingung.
“Aku akan menjelaskan semuanya kepadamu. Tapi kumohon dengarkan aku, mungkin nanti kau kan marah, tapi ku mohon dengarkan hingga aku benar-benar selesai berbicara.” Ucap Anton meminta persetujuan dari Alice.
“Baiklah aku janji.” Ucap Alice menyetujui permintaan Anton. Anton memandang wajah Alice dan melihat manik matanya gadis itu, laki-laki itu mencoba untuk menceritakan semuanya.
“Sepertinya kau tidak mendengarkan pembicaraan kami hingga selesai. Ibu tidak menyutujui hubungan kita karena dia menyayangi kita berdua. Dia takut aku tidak bisa melindungi mu dan dia takut aku akan menyakiti mu dan meninggalkan mu. Ibu ku mengenalmu jauh sebelum ini. Mungkin saat kau mendengar pembicaraan kami, kau mendengar bahwa ibu ku mengenal mu saat dia yang menjadi donator mu. Namun itu salah, dia mengenalmu jauh sebelum saat itu.” Ucap Anton.
“Apa maksud mu, apa mungkin dia benar adalah ibu ku?” Tanya Alice langsung curiga mendengar pernyataan Anton.
“Bukan, dia bukan ibu mu. Sebenarnya ceritanya agak rumit dan panjang, aku juga masih menyelidiki mengenai kebenarannya. Tapi aku akan menjelaskannya secara singkat dari yang ibu ku katakan kepada ku. Dia menemukan mu di rawat di sebuah rumah sakit, saat itu keadaan mu koma dan kemudian dari pihak keluargamu ada sedikit konfik yang membuat mu harus di ‘Amankan’ ke negara lain. Dan ibu ku setuju membawa mu bersamanya ke negara A. Dia menjaga dan merawat mu dari kejauhan namun tetap memantau perkembangan mu selama ini. Ibuku tidak setuju hubungan kita karena dia takut aku akan terlibat dengan ‘konflik’ keluarga mu ini. Dia takut aku tidak bisa melindungi mu atau bahkan untuk melindungi diri ku sendiri.” Ucap Anton kemudian dia berhenti bicara dan melihat respon dari Alice.
“Apakah dia tahu siapa keluarga ku?” Tanya Alice ragu namun penasaran dengan kenyataannya.
“Dia bilang dia tidak tahu. Dia hanya bertemu dengan dokter yang mengaku sebagai dokter keluarga mu tapi dokter itu tidak memberitahukannya dari keluarga mana.” Ucap Anton menjelaskan.
“Jadi Ibu tidak menyetujui kita karena takut aku akan melibatkan mu dengan konflik keluarga ku ini. Jika begitu, bukankah itu lebih bagus jika kita memang tidak bersama Anton?” Tanya Alice sambil memandang manik mata Anton.
“Kau salah. Aku bisa melindungi diri ku sendiri dan melindungi mu, aku tidak selemah yang kau pikirkan selama ini Alice.” Ucap Anton tenang.
__ADS_1
“Tapi selain karena konflik keluarga ku yang tidak aku ketahui akan seberbahaya apa, pekerjaan ku juga akan membahayakan mu Anton.” Ucap Alice lagi.
“Aku tidak lemah Alice. Aku the K. Aku bisa melindungi diri ku dan bahkan melindungi diri mu.” Ucap Anton yakin.
“Apa???” Alice membelalakan matanya tidak percaya dengan pendengarannya sendiri.
“Ya.. aku the K, pria yang bersama mu saat di pulau tak berpenghuni.” Ucap Anton lagi. Bagaimanapun pria itu telah memutuskan untuk memberitahukannya saat ini juga, meski ini adalah waktu yang tepat ataupun tidak. Dia tidak ingin kejadian kemarin terulang lagi. Dan dia ingin memulainya lagi dengan Alice tanpa ada kebohongan di dalamnya.
“Apa? Bagaimana bisa? Aku melihat K saat bersama mu di kota M Anton.” Ucap Alice mengingat kejadian di kafe wings saat membuntuti rombongan the K itu.
“Saat itu anak buah ku yang sedang menyamar dan melakukan negosiasi dengan salah satu Mafia di kota M.” Jelas Anton.
“Lalu kenapa kau memberitahukan semua ini kepada ku sekarang? Dan bagaimana jika aku memberitahukan kebenaran ini kepada orang lain?” Tanya Alice lagi.
“Tidak apa, berarti sudah saatnya aku muncul di hadapan mereka.” Ucap Anton enteng.
“Aku memberitahukan mu karena aku tidak ingin ada kebohongan lagi di antara kita. Aku ingin memberitahukan semua hal kepada mu. Aku ingin memulai lagi dari awal tanpa adanya kebohongan di antara kita lagi, meski kenyataan itu bisa saja menyakitkan. Namun aku yakin, lebih baik sakit saat mengetahui kebenarannya daripada di bohongi bukan. Dan sekarang saatnya giliran mu memilih. Masih maukah kamu mempertimbangkan bersama diri ku yang adalah seorang ketua genk Mafia The Black Phanter? Yang bisa kapan saja membuatmu ikut terlibat dalam bahaya jika memilih bersama ku.” Lanjut Anton.
“Tapi ibu muuu..” Belum selesai Alice menyelesaikan kalimatnya, Anton sudah memotong ucapan Alice.
__ADS_1
“Ibu ku menyetujui hubungan kita. Karena dia tahu aku tidak lemah, dan dia juga tahu bahwa kau juga bukan gadis yang lemah. Jadi sekarang semua keputusan ada di tangan mu. Maukah kau menerima ku dengan semua beban di pundak ku. Maukah kau memberi ku kesempatan untuk berdiri di samping mu lagi?” Tanya Anton lagi.
“A a aku tidak tahu. Aku sungguh bingung dengan semua informasi saat ini.” Ucap Alice tidak menjawab pertanyaan Anton dan malah memalingkan wajahnya. Anton menarik tangan Alice, agar gadis itu memandang wajahnya lagi.
“Baiklah aku mengerti. Aku akan memberikan mu waktu untuk berpikir. Tapi satu hal yang harus kau tahu. Aku sungguh sangat mencintaimu. Aku tidak bisa tanpa mu. Kumohon pikirkan baik-baik.” Ucap Anton. Alice hanya memandang mata pria itu, mata itu begitu jernih dan tegas seakan semua ucapan yang di keluarkan oleh pria itu adalah kesungguhan dari dalam hatinya.
“Baiklah aku akan memikirkannya.” Ucap Alice kemudian mengalihkan pandangannya dari wajah pria itu lagi.
“Baiklah kalau begitu, aku akan pulang dahulu. Bolehkah aku memeluk mu?” Tanya Anton meminta izin gadis itu. Alice menganggukkan kepalanya tanda setuju.
Anton merengkuh tubuh gadis di depannya itu, memeluknya erat di dekapannya. Ada kenyamanan dan ketentraman di hatinya saat mencium lagi bau tubuh gadis itu. Bahkan tanpa sadar Anton mencium puncak kepala gadis itu lembut. Mencurahkan semua rasa rindu dan cinta yang selama ini dia tahan beberapa hari ini. Alice yang merasakan pelukan hangat dan ciuman lembut itu, meluluhkan hatinya juga. Bagaimanapun juga, gadis itu masih sangat mencintai pria di depannya ini. Namun dengan banyaknya informasi yang dia dapatkan membuat otaknya tidak bisa berpikir jernih. Namun hatinya tahu, dia tidak bisa jauh dari pria ini.
Tak berapa lama Anton merenggangkan pelukannya dan mejauhi tubuh gadis itu. Ada rasa kehilangan yang di rasakan oleh kedua orang itu.
“Aku pergi. Pikirkanlah baik-baik. Aku akan datang lagi untuk mendengarkan jawaban mu.” Ucap Anton dan pamit pergi meninggalkan gadis itu. Alice hanya menganggukkan kepalanya memberi tanda setuju akan permintaan pria itu.
Anton pergi keluar dari rumah Alice dan bergegas menaiki mobilnya dan memutuskan akan tinggal di kediaman utama kedua orang tuanya.
Bersambung....
__ADS_1