JiHan (Janji Dan Penghianatan)

JiHan (Janji Dan Penghianatan)
Welcome home


__ADS_3

Author PoV..


Keesokan harinya Alice dan Anton sudah tiba di kota A. Mereka di jemput oleh Alious dan juga Amanda istrinya.


"Hai Al.. wah warna kulitmu sekarang sedikit kecoklatan.. bagus sekali." Ucap Amanda saat bertemu dengan Alice di depan pintu kedatangan luar negri. Amanda memeluk dan mengecup pipi kiri dan kanan Alice.


"Terima kasih Kak Amanda.. Maaf Kak Alious, Kak Amanda, jadi merepotkan kalian yang harus menjemput kami langsung." Ucap Alice sedikit tidak enak, saat setelah Amanda melepaskan rangkulannya.


"Kau terlalu sungkan calon adik ipar." Goda Alious kepada Alice. Sambil menepuk bahu Alice ringan menenangkan gadis itu.


"Hemm.. benar.. kita kan keluarga tidak ada kata merepotkan." Ucap Amanda menimpali ucapan suaminya. Sambil merangkul mesra tangan suaminya.


"Aku sudah mengatakannya dari saat kami di dalam pesawat bahwa kalian tidak keberatan. Tapi tetap saja Al keras kepala beranggapan tidak enak merepotkan kalian. Kau dengar itu sayang, mereka berdua tidak masalah dengan ini, jadi jangan terlalu kau pikirkan." Ucap Anton menenangkan Alice.


"Baiklah aku mengerti.. Terima kasih kak Amanda, kak Alious." Ucap Alice tulus.


"Baiklah yuk cepat masuk ke dalam mobil. Semua orang sudah menunggu kalian di rumah utama. Kau tidak masalah bukan makan siang dahulu di rumah utama? Ayah dan Ibu merindukan mu Al." Ucap Alious.


"Ahh iya kak tidak masalah. Tapi aku malah merepotkan kalian semua." Ucapnya lagi.


"Sudah Al.. tidak ada yang merasa di repotkan." Ucap Amanda dan Aliouse bersamaan.


Anton dan juga Aliouse membantu memasukkan koper milik Alice dan juga milik Anton. Kemudian mereka semua masuk ke dalam mobil.


"Kau tahu semua anggota keluarga tidak sabar untuk segera bertemu dengan mu karena merindukan mu. Belum lagi ibu ingin menanyakan beberapa hal mengenai pendapat mu untuk pesta yang sekitar tiga mingguan lagi." Ucap Amanda saat dia sudah duduk di kursi depan penumpang.


"Ahh begitukah? padahal aku tidak begitu paham kak.." Ucap Alice.


" Tidak apa, tugas mu hanya memilih yang menurut mu kau inginkan saja. Selebihnya biar kami yang urus." Ucap Amanda berbalik menghadap ke arah kursi penumpang di tengah melihat ke arah Alice dan Anton yang duduk di kursi belakang.


"Baiklah kalau begitu kak.. Aku tenang memiliki kalian yang membantu ku." Ucap Alice dengan penuh syukur.

__ADS_1


***


"Kami pulang.." Ucap Alious dan Anton berteriak saat memasuki pintu rumah.


"Welcome Home.." Ucap semua yang ada di ruang keluarga.


"Ahh kalian sudah datang.. kau pasti lelah Al.. Kau mau istirahat dahulu di atas atau mau langsung makan?" Tanya Lidia saat bertemu dengan Alice dan memeluk hangat gadis itu.


"Senang melihat mu kembali Nak." Ucap Bram dan merangkul Alice sebentar dan melepaskan rangkulannya.


"Iya Pah, Mah.. Senang bisa kembali lagi.. Emhh aku belum lapar mah, tadi dapat sarapan di pesawat.. Aku akan ke atas saja membersihkan diri." Ucap Alice meminta izin.


"Ohh ya sudah.. Sari.. tolong bawakan koper dan bawaan Alice ke kamar di sebrang kamar Anton ya." Ucap Lidia kepada salah seorang pelayan di rumah itu.


"Baik Nyonya.. Mari Nona Alice, nanti saya bantu bawakan barangnya.. mari lewat sini." Ucap Sari menunjukkan jalan menuju kamar Alice.


"Terima kasih mbak sari. Mah, Alice ke atas dahulu.." Ucap Alice dan beranjak pergi mengikuti Sari sang pelayan.


"Baru di sapa nih aku ceritanya.. padahal datangnya bersamaan loh mah." Ucap Anton berpura-pura merasa di abaikan.


"Ihhh dah bosen mengkhawatirkan kamu.. mending mikirin calon mantu mamah aja." Ucap Lidia dan beranjak duduk di sofa ruang keluarga.


"Wahh jahatnya.. papah juga nih?"


"Hahaha papah tetap mengkhawatirkan kalian berdua kok." Ucap papah menengahi keduanya.


"Ishh so melodrama nih calon pengantin." Celetuk Sisilia saat mendengar adik iparnya itu.


"Hahaha.. Ohya kak kayaknya Alice kelelahan, masalah pesta pernikahan besok saja ya di bahasnya.. Aku gak tega lihat dia kecapekan begitu." Ucap Anton meminta waktu agar kekasihnya di beri jeda dahulu dari atribut-atribut pesta itu.


"Ahh.. ya sudah kalau begitu.. Kau sih pasti membuatnya begadang dan memforsirnya kan? ayo ngaku?" Ucap Sisilia tepat sasaran. Anton yang di pojokkan oleh Sisilia, dia hendak pergi dari ruang keluarga.

__ADS_1


"Mah, Pah, Kak aku pergi ke atas, istirahat dahulu.. dahh.." Ucapnya dan segera lari dari sana.


"Dasar anak itu!! bukannya Alice di jaga malah di buat lelah.. awas saja kalau Alice sampai sakit karena kelelahan." Gerutu Lidia.


"Jahra tolong buatkan minuman gingseng untuk Alice sekarang dan berikan langsung ke kamarnya." Ucap Lidia menyuruh salah satu pelayan yang ada di sana.


"Baik Nyonya." Ucap pelayan itu dan segera beranjak menuju dapur dan menyiapkan minuman gingseng untuk Alice.


"Dasar anak itu.. Ohya mengenai dekorasi dan makanan semuanya sudah kamu atur kan Sisil dan Amanda?" Tanya Lidia mengenai perlengkapan untuk acara pernikahan nanti.


"Sudah Bu.. Semuanya sudah siap kalau Alice memang tidak memiliki penolakan dengan pilihan kita." Ucap Amanda dan Sisilia mengangguk setuju.


"Baiklah.. berarti kita tinggal memperlihatkannya ke Alice saja, dan biarkan dia memutuskannya. Ohya tinggal mengenai vitting baju yang belum." Ucap Lidia mengingat hal yang sangat penting itu.


"Ini semua karena anak nakal itu.. kita jadi mundur lagi buat vitting bajunya." Gerutu Lidia. Amanda, Sisilia dan Bram hanya menertawakan Lidia yang marah-marah karena kelakuan anak bungsu di keluarga mereka.


Alice memasuki kamarnya dan segera membersihkan dirinya. Rasanya sedikit tidak nyaman saat kau belum mandi tapi sudah berkunjung bertamu, meski sudah cuci muka dan menggosok gigi di toilet pesawat. Namum tetap saja rasanya berbeda saat benar-benar bisa mengguyur seluruh tubuh mu dengan air dan menggunakan sabun bukan..


Setelah mandi Alice menggunakan dress selutut tanpa lengan berwarna hijau yang ada di dalam lemari beserta pakaian dalamnya. Sepertinya Lidia benar-benar menaruh beberapa peralatan dan perlwngkapan wanita di kamar ini untuk di tinggali oleh Alice.


Alice mendudukkan bokongnya di atas kasur, namun entah mengapa matanya rasanya sangat berat. Mungkin akibat perbedaan waktu dan dia masih jetlag. Alice memutuskan merebahkan tubuhnya dan menaruh kepanya di atas bantal. Tidak membutuhkan waktu lama gadis itu sudah tertidur lelap.


Anton mengetuk-ngetuk pintu kamar Alice, namun tidak ada sahutan dari dalam. Anton membuka hendle dan mendorong pintu itu kemudian mengintip ke arah dalam kamar. Anton melihat kekasihnya sudah camtik namun tertidur di atas kasur.


Anton berinisiatif mendekatkan dirinya kepada Alice dan mencium kening gadis itu.


"Selamat istirahat sayang." Ucapnya dan kemudian mengambil selimut dan menyelimuti tubuh kekasihnya yang sedang terlelap.


Kemudian Anton mengambil remot Ac dan menyalakan pendingin ruangan itu. Setelah memastikan ruangannya sudah dingin, Anton pergi menuju pintu keluar dan menutup rapat lagi pintu itu. Kemudian Anton pergi menuju kamarnya dan pergi membersihkan dirinya.


Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2