JiHan (Janji Dan Penghianatan)

JiHan (Janji Dan Penghianatan)
Cemburu


__ADS_3

Antonius PoV


Aku Antonius saat ini aku bekerja sebagai dokter specialist anak di rumah sakit swasta. Sebenarnya aku adalah owner dari Rumah Sakit Swasta Kasih Ibu yang merupakan tempatku bekerja, namun tak banyak orang mengetahuinya bahkan orang tua ku sendiri. Selain itu masih banyak hal yang aku sembunyikan rapi dari orang lain maupun orang tua ku. Mereka tidak mengetahuinya karena aku selalu menutupinya dan menyamarkannya semuanya dengan rapi.


Salah satunya aku memiliki penyakit Claustrophobia yang merupakan ketakutan berlebihan terhadap ruang sempit atau tertutup, seperti lift atau ruangan yang tanpa jendela. Gejalanya bisa timbul biasanya berkeringat, gemetar, pusing, mual, nyeri dada, mulut kering, sulit bernafas, detak jantung cepat, telingga berdengung, menggigil atau justru merasa panas, merasa seperti dinding di sekitar akan menghimpitnya, keinginan buang air kecil yang tidak terkendali.


Untuk pengobatannya melakukan Terapi Desensitisasi/ Teori Pemaparan Diri adalah perawatan yang dilakukan dengan cara menempatkan diri sendiri dalam situasi yang membuat anda takut. Kemudian Terapi Perilaku Kognitif merupakan jenis terapi bicara yang dilakukan antara pasien dan terapis, bisa dengan psikolog atau psikiater. Lalu yang terakhir adalah Obat-obatan anti depresan/ obat anti cemas untuk membantu mengurangi gejala panic dan cemas ketika berada di ruang sempit. Aku melakukan itu semua di bawah observasi psikiater yang merupakan senior sekaligus teman ku.


Selain itu aku merupakan orang yang tertutup dan dingin jika di luar lingkup kerjaku sebagai dokter anak, sehingga mereka yang tidak mengenalku dengan baik akan beranggapan bahwa aku sombong dan angkuh. Aku tidak peduli akan hal itu, itu malah memudahkan ku untuk melakukan apapun yang aku mau dalam hidupku dan mereka tidak akan menyadari akan kekurangan ku. Aku lebih bersyukur lagi karena tidak ada wanita-wanita penggoda di sekelilingku.


Hingga suatu malam saat aku bertemu dengan seorang wanita yang tiba-tiba terjatuh menimpa tubuhku di tangga darurat apartement


ku. Aku melihat wajahnya sangat cantik dengan makeup tebal dan wangi yang menyengat persis seperti wanita penggoda. Aku ingin segera pergi dari sana karena aku tidak ingin bertemu wanita semacam itu, namun saat aku hendak pergi sepertinya wanita itu mengalami cedera, sehingga aku mengurungkan niat ku untuk pergi dan membantunya. Sialnya lagi entah mengapa aku malah membawanya kedalam apartement ku dan malah membiarkannya tinggal sejenak. Namun ya sudahlah mungkin aku merasa kasihan karena dia mengalami cedera dan lagi pula aku yakin, aku tidak akan bertemu dengan wanita ini lagi, karena saat kami berpisah kami tidak saling memberikan kontak masing-masing.


Namun sepertinya tuhan berkehendak lain, awalnya aku akan pergi melakukan visit untuk melihat perkembangan kondisi pasien ku. Seperti biasa aku selalu menggunakan tangga darurat atau escalator untuk pergi ke lantai ruang perawatan anak yang merupakan satu lantai di bawah ruang kerjaku. Namun saat aku akan menuruni tangga aku malah tidak sengaja mendengar suara seorang wanita dan seorang anak kecil. Saat aku melihatnya agak dekat, aku melihat seorang wanita muda dan seorang anak kecil salah satu pasien yang aku tangani sedang berbicara. Aku memperhatikan mereka dan mengawasi mereka tanpa sadar.


Aku juga melihat wajah gadis itu dengan wajah cantiknya meski dia memiliki mata yang sembab dan hidungnya yang memerah karena terlalu banyak menangis. Awalnya aku tidak mengenali gadis itu karena waktu bertemu di apartemen dia menggunakan make up yang sangat tebal dan saat ini hanya terlihat make up natural dan wajahnya tampak polos hingga saat dia menyebutkan namanya dan aku tidak sengaja melihat kearah kakinya yang masih mengenakan bebat yang aku buat malam itu, dan aku memastikannya lagi saat dia meminta berbicara di ruangan ku mengenai kondisi kesehatan pasien anak kecil itu yang bernama Anatasya.

__ADS_1


Aku mengaguminya saat dia mencoba menenangkan Anatasya pada waktu itu dan dia mengajak untuk makan siang dan aku tidak menolaknya. Kami membicarakan banyak hal saat makan siang, dia wanita yang menarik tak seperti apa yang aku bayangkan pada awalnya. Kemudian dia meminta sesuatu.


“Dok sepertinya aku tidak memiliki kontak mu, bolehkah aku memiliki kontakmu.” Tanya gadis itu.


“Tentu, namun di luar kerjaan panggil aku Anton baru aku setuju.” Ujar ku, karena dari tadi pembicaraan kita dia selalu memanggilku dengan sebutan Dok. Aku jadi merasa jauh darinya tidak seperti malam itu. Entah mengapa aku terganggu dengan hal itu.


“Baiklah. Anton.” Ucapnya sambil memberikan senyum yang sangat manis.


Aku sampai hampir tidak menyadari bahwa tiba-tiba seorang pria muncul dan berbicara pada gadis itu dan dia tampak sangat akrab dengan gadis itu. Entah mengapa aku jadi menanyakan hal konyol mengenai hubungan mereka saat kesal melihat kedekatan mereka. Dan aku merasa sedikit lega saat pria itu bilang bahwa mereka hanya sebatas teman, meski aku yakin pria itu mengganggapnya tidak demikian. Entah mengapa aku jadi merasa sedikit cemburu akan kedekatan mereka dan aku melihat pria itu juga menyadarinya bahwa bisa saja aku menjadi saingannya dalam mendekati gadis itu. Akupun memberanikan diri berbicara terang-terangan bahwa aku menantikan makan malam dengannya. Kemudian pria itu menarik tangan Ara segera dari sana. Aku semakin yakin pria itu akan menjadi saingan cinta ku juga.


Dan setelah aku melakukan visitku ke pasien yang aku tangani, aku sengaja menunggunya hingga dia keluar dari ruang perawatan dan akan pergi menaiki lift. Aku mencegatnya dan mengajaknya makan siang bersama.  Meski hanya makan di cafeteria rumah sakit dan menggobrol sebentar karena aku masih ada konsultasi lain hari itu, namun tetap hal itu sungguh membuatku bahagia dan cukup membuatku tersenyum selama seharian ini.


Namun hal tak terduga terjadi, saat aku akan makan malam di cafeteria rumah sakit aku tidak sengaja melihat Ara ada di sana, aku pikir dia sudah pulang siang tadi. Dan aku mencoba mengikutinya karena ku pikir dia akan pergi ke ruang perawatan anak, namun tanpa di duga dia masuk ke ruang melati Vip merupakan ruang perawatan dewasa. Aku sempat berpikir mungkin sanak keluarganya. Aku mencoba mengintip di kaca pintu ruangan itu ternyata di sana ada seorang lelaki yang aku yakin dia bukan pria yang terakhir kali aku lihat. Ini pria berbeda.


Aku melihat kedekatan mereka, Ara membantu menyuapinya dan pandangan pria itu terlihat sangat mengagumi Ara. Sungguh itu membuat hati ku panas. Hingga tak tersadar oleh ku seorang perawat datang menghampiri ku.


“Oh dokter Anton, ada yang bisa saya bantu?” Tanya perawat di sana.

__ADS_1


“Ah aku sepeprti mengenali pasien di dalam. Siapa dia?” Tanya ku pura-pura.


“Oh dia Pak Johan, pasien dokter Bayu, dia cedera dislokasi bahu dan luka robek grade 2 di bagian pangkal tangannya.” Jelas perawat itu.


“Dan gadis di dalam?” Tanyaku lanjut.


“Sepertinya dia kekasihnya dok, sungguh beruntung sekali lelaki tampan itu ada wanita cantik disisinya, wanita itu selalu menemaninya dan merawatnya dari saat lelaki itu masuk ke rumah sakit.” Jawab perawat itu dengan jelas.


Entah mengapa hati ku semakin panas, aku cemburu mendengar penjelasan dari perawat itu dan akupun pergi dari sana menuju tempat Mikail untuk mendiskusikan pelaksaanaan oprasi pasien ku Anatasya untuk mengalihkan perhatianku. Beberapa hari kemudian aku menyibukan diriku dan bahkan aku tidak pernah bertemu dengan Ara lagi, aku sangat merindukannya.


Akhirnya siang ini aku berencana akan pergi ke lantai ruang perawatan pria itu, dan tanpa sengaja aku meihat Ara akan turun ke bawah menaiki lift. Aku menghentikannya dan mengajaknya makan siang di mall tempat kita makan sebelumnya, iapun menyetujuinya.


Setelah aku memikirkannya selama beberapa hari ini dan aku juga masih memikirkannya selama perjalanan ke mall ini, akhirnya aku putuskan aku akan menyatakan perasaan ku kepada Ara, meskipun mungkin ini terasa aneh karena terlalu cepat. Namun aku tidak mau membohongi diriku sendiri apalagi aku takut ini akan terlambat jika tidak segera aku katakana.


Akhirnya aku mengatakannya dan aku lega juga setelahnya. Selain itu dia juga berjanji tidak akan menjauhi ku dan akan memberikan ku kesempatan untuk mendekatinya. Untuk saat ini, ini sudah cukup bagi ku. Aku puas akan kedekatan kami sekarang.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2