
💌 Haloo reader semua..
Terima kasih atas dukungannya selama ini. Baik like, rate, komen, vote dan giftnya.
Terima kasih sudah selalu setia menemani Author pemula ini yang hanya remahan rengginang nan halugen.
Selalu menemani ya jangan bosen-bosen untuk mampir dan berikan like, rate, komen, vote, gift beserta jejaknya. Author juga menerima kritik dan saran jika ada kekurangan dalam materi yang di bawakan.
Uhukk.. untuk chapter ini akan sedikit plus plus plus ya.. boleh minggir sedikit jika masih di bawah umur ya..
Tertanda: Author Vi4😗
___Happy Reading♥️___
"Anton.." Ucap Alice saat pria itu menurunkan Alice di atas r*anj*angnya. Gadis itu masih melingkarkan tangannya di tengkuk Anton, dan duduk berselonjor kaki.
"Alice.. bolehkan.. aku sudah tidak bisa menahannya." Ucap pria itu yang mengungkung gadis itu di atas kasur dan memandangi gadis yang di cintainya dengan penuh harap.
"Bodoh.. kau bertanya di saat seperti ini." Ucap Alice dan menarik tengkuk Anton. Alice menc*ium bibir tebal Anton melu*mat dan menye*sap nya. Anton yang di beri kode tidak menyianyiakan kesempatannya.
Pria itu mengambil alih kendali cium*annya dan membuat ciuman itu panas. Bahkan dia merem*as dan mengusap seluruh tubuh gadis itu.
"Ah.." Alice kembali meloloskan des*ah*annya. Kemudian Anton membantu Alice membuka baju jumsuit nya dan hanya menyisakan pakaian dalamnya yang berwarna merah membara. Tidak membutuhkan waktu lama untuk Anton kembali menciumi ceruk leher Alice yang terbuka dan mulai turun menciumi dada dan bahakan tangannya tidak tinggal diam mer*em*as salah satu buah mangga muda itu, tangan yang satunya dia gunakan untuk membuka kaitan pada pelindung dua buah mangga itu.
Setelah pelindung itu terlepas Anton melemparnya kesembarang arah. Anton mendorong tubuh Alice pelan hingga gadis itu merebahkan dirinya. Anton melihat keindahan yang terpancar di sana saat matahari senja yang menyusup di jendela yang mulai jingga memperlihatkan tubuh Alice menjadi jauh lebih indah di tambah dengan semburat merah jambu yang merona di wajah Alice.
__ADS_1
"Indah.." Ucap Anton tersenyum hangat. Alice semakin merona saat di tatap intens oleh Anton. Gadis itu mencoba menarik lengannya untuk melindungi da*danya, namun tangan Anton menariknya tidak membiarkan Alice mengganggu pemandangan indah yang sedang dia lihat.
"Jangan.. ini sangat indah." Ucap Anton.
"Tapi malu." Ucap Alice semakin bersemu merah.
"Kau cantik.." Dan kemudian Anton menundukkan wajahnya dan mulai mencium bibir Alice dengan penuh hasrat. Tangannya mulai mere*mas mangga itu dan bahkan bermain dengan kedua tangannya. Setelah itu dia melepaskan ciumannya dan mulai mencicip mangga muda itu. Dia mulai menjil*ati, menghis*ap dan menggi*git kecil membuat sang empunya tidak bisa menahan suaranya, "°Ahh.. Anton.."
Suara serak itu membuat Anton kehilangan akalnya, pria itu melepaskan sebentar tubuh gadisnya dan segera duduk dengan bertumpu pada lututnya kemudian membuka kaus yang dia kenakan dan melemparnya kesembarang arah. Alice yang melihat tubuh Anton yang toples di saat seperti ini membuatnya membelalakan matanya dan mendekti tubuh itu, mulai mengelus tubuh yang terpahat indah dengan kotak-kotaknya. Tangan yang kekar, dada yang bidang dan beberapa otot perutnya itu membuat Alice semakin berani meng*elus dan mere*mas tubuh pria itu.
"Al..." Ucap Anton yang merasakan sentuhan tangan Alice di tubuhnya. Cup.. Kemudian gadis itu mulai mengecup pipi Anton kemudian turun ke rahang pria itu dan turun menuju leher pria itu. Tidak saja sampai di sana Alice mulai mengecup dada bidang Anton dan mulai turun ke bawah mengecup tulang iga, dan turun kebawah lagi hingga perut kotak-kotak pria itu.
"Al..." Ucap Anton dengan suara serak dan berat.
"Gadis nakal." Ucap Anton dan mulai menci*um bibir Alice menyesap dan melu*mat bibir dan bermain di dalam rongga mulut kekasihnya.
Anton mulai merebahkan kembali tubuh gadis itu, mulai mer*aba tubuh bagian bawah Alice.
"Ah..." Suara itu lolos begitu saja dari mulut Alice saat tangan itu hanya menyentuh ringan di atas kain tipis yang sudah mulai lembab.
"Sepertinya kau sudah siap." Ucap Anton namun pria itu tidak segera melakukan apapun. Dia hanya mulai kembali bermain-main menci*umi tubuh gadis itu terutama buah mangga kesukaannya. Tangan yang lainnya mulai menyelinap masuk di bahan yang sudah lembab itu. Dia memainkannya pelan di dasar kulit itu. Dan kemudian dengan pasti menyelusupkan jarinya mas*uk bermain pelan dan pasti di sana. Alice mencengram bahu Anton saat merasakan sesuatu menyeyentuh di dalam sana.
"Ah... Anton.." Ucap Alice lagi namun matanya sudah sayu menyerah tehadap apapun yang akan terjadi berikutnya.
"Bolehkan?" Ucap Anton lagi menatap mata wanita itu. Alice menganggukkan kepalanya. Di saat seperti ini, pertanyaan bodoh macam apa itu. Gerutu Alice di dalam hatinya meskipun dia tidak maupun dengan dirinya yang sudah di kuasai panas membara di tubuhnya akan sangat sulit untuk menghentikannya.
__ADS_1
Anton segera melepaskan seluruh sentuhannya dan mulai melepaskan kain yang menempel di tubuhnya. Phanter di sana sudah sangat siap, Alice membelalakan matanya saat benar-benar melihat si phanter yang sedang menunjukkan taringnya. Meskipun ini bukan yang pertama kali buat mereka, namun saat dulu mereka melakukannya tanpa rasa cinta bahkan Alice tidak tahu wajah di balik topeng itu.
Anton mulai mendekati Alice lagi dan mulai melepaskan kain penghalang terakhir milik Alice. Anton melemparnya kesembarang arah dan mulai memposisikan tubuhnya menghadap gadis itu.
Anton menunduk dan menciumi lagi bibir Alice menyesap dan ******* bibir kecil itu kemudian Anton memposisikan Phanternya untuk menjelajah hutan miliknya. Anton melepaskan phanter itu di tempatnya.
"Ahh.." Suara Alice yang terdengar dari dalam mulut Anton. Sesuatu yang penuh terasa oleh tubuhnya.
"Alice..." Ucap Anton tidak tahan dan mulai membiarkan Phanternya mengambil alih misinya di dalam hutan di tempat miliknya. "Ah.. Anton.." Ucap Alice lagi saat phanter benar-benar tidak memberikan Alice waktu istirahat, Phanter itu mulai mengamuk di dalam sana mengobrak abrik seluruh hutan di sana.
"Anton.. aku sudah tidak tahan." Ucap Alice dengan wajah merona dan bercucuran keringat. "Bersama, sebentar lagi." Ucap Anton dan tidak lama kemudian..
"Anton../Alice..." Ucap mereka bersamaan dan Phanterpun melepaskan bisa di taringnya. Setelah di rasa seluruh bisa nya sudah habis, Anton mulai merebahkan tubuhnya di samping gadis itu. Anton menatap kesamping kekasihnya yang tampak kelelahan dan bermandikan keringat.
"Terima kasih sayang." Ucap pria itu dan menarik Alice masuk kedalam rengkuhannya dan mencium kening Alice mesra, "Aku mencintai mu Alice Anatasya." Ucap pria itu lagi.
"Aku juga mencintaimu Anton." Ucap Alice dan menyelusup di dada bidang pria itu. Ada rasa nyaman di sana, Alice yakin dia benar-benar sangat mencintai pria di depannya ini. Alice mengangkat tangannya dan menyelusupkannya di pinggang pria itu, menarik tubuh pria itu agar mendekatkannya ke dalam tubuhnya. Udara dingin angin pantai yang menguar masuk kedalam kamar mereka mengalahkan kehangatan dari tubuh Anton.
"Istirahatlah.. kau pasti lelah." Ucap Anton dan mencium pelipis gadis itu. Alice menuruti keinginan pria itu dan mulai memejamkan matanya. Fisiknya sudah lelah karena seharian ini bermain air dan kemudian di lanjutkan permainan yang menguras tenaga. Membuat tubuh dan batinnya relaks dan mulai terlelap begitu saja.
Saat mendengar suara dengkuran halus dan nafas yang teratur dari Alice, Anton mengambil selimut yang tidak jauh darinya tanpa harus membuat banyak gerakan. Anton menutupi tubuh mereka berdua yang tanpa menggunakan pakaian barang sehelaipun.
Anton tersenyum melihat Alice yang tenang di dalam dekapannya dan mulai memejamkan matanya. Menyambut mimpinya..
Bersambung....
__ADS_1