JiHan (Janji Dan Penghianatan)

JiHan (Janji Dan Penghianatan)
Cedera


__ADS_3

Setelah makan siang tadi Anton pamit untuk kembali bekerja, dan Alice memutuskan akan kembali ke toko.


Alice sedang sibuk merangkai sebuah buket bunga untuk pesanan seorang pelanggan yang akan di ambil nanti malam, tiba-tiba ada suara ribut-ribut di depan tokonya lalu muncul lah seorang wanita yang cantik di depan meja yang dia gunakan untuk alasnya menyimpan bunga-bunga dan merangkai bunga-bunga disitu.


 “Hei kau kah yang bernama Ara?” Tanya wanita itu dengan angkuh.


“Ya saya Ara pemilik toko bunga ini ada yang bisa saya bantu.” Ucap Alice sopan sambil berdiri dari duduknya.


“Tinggalkan tunangan ku atau aku akan menghancurkan wajah licikmu itu dan menghancurkan toko kecilmu ini.” Ancam wanita itu.


‘Ahh aku baru ingat wanita ini adalah Zeline tunangan Johan. Akhirnya kejadian juga di labrak karena menjadi perebut lelaki orang.’ Batin Alice sambil meringis.


“Ma'af saya tidak mengerti maksud anda nona.” Ucap Al pura-pura bodoh.


“Hentikan wajah bodoh mu itu, aku tau semuanya.” Ucap wanita itu sambil melemparkan banyak foto yang menunjukkan foto kedekatan Al dengan Johan saat makan malam dan saat Johan hendak menunggu mobilnya.


“Ahh sepertinya anda sudah salah paham.” Ucap Alice.


“Jangan berpura-pura, wajah pura-pura mu tidak mempan padaku. Dasar wanita murahan, wanita rendahan yang miskin. Kau hanya mengincar harta kan? Ini kuberi kau 100jt, tinggalkan Johan sekarang juga.” Ucap wanita itu kesal sambil melemparkan cek seharga 100jt. Lalu aku mendekati wanita itu.


“Baiklah kalau begitu aku tidak akan main-main lagi.” Ucap Alice.


“Jika kau merasa lebih hebat dari ku yang wanita rendahan dan miskin ini, mengapa kau takut lelakimu akan lebih memilihku ketimbang kau yang memiliki segalanya Nona.” Ucap Alice sarkas.


“Lagi pula kau percuma datang kesini, memberi ku uang dan mengancam ku, jika lelakimu saja memang tidak ingin denganmu. Lebih baik kau tanyakan langsung ke lelaki mu itu dan rayu lelakimu itu. Permisi aku masih banyak urusan kau boleh pergi sekarang. Pintu keluarnya sebelah sana.” Lanjutku mengusirnya.


“Kau benar-benar wanita tak tau malu.” Ucap wanita itu dan hampir saja menampar Alice ketika tangan kekar seseorang menghalanginya.


“Apa yang kau lakukan di sini Zeline. Kita sudah selesai dan jangan pernah kau mengganggu ku atau orang-orang di sekitarku. Kau dengar itu Zeline.” Ucap Johan keras kepada Zelin sambil menghempaskan tangannya Zeline yang hendak menampar Alice tadi.


“Kau tidak apa-apa kan Ara?” Ucap Johan khawatir.


“Ya aku tidak apa-apa.” Jawab Alice tenang.

__ADS_1


“Aku tau semua ini karena wanita murahan ini kan? Apa yang sudah dia berikan kepadamu hingga kau berubah begini Johan.” Kesal Zeline.


“Hentikan Zeline, ini tidak ada hubungannya dengan Ara, aku menyukainya karena dia wanita yang bisa membuatku tenang. Sedangkan dengan mu sudah lama perasaan ku hilang, aku hanya menjalaninya demi perjanjian kerja sama antara dua keluarga saja, namun sekarang aku berubah fikiran. Tanpa pernikahan itu pun aku yakin tetap bisa menyukseskan kedua perusahaan ini.” Papar Johan.


“Kau pasti sudah di sihir oleh wanita penyihir ini, Johan kau harus sadar.” Teriak Zeline putus asa.


“Aku sudah menjelaskan semuanya sebelumnya, dan aku akan bilang untuk terakhir kalinya. Kita sudah selesai Zeline. Jangan pernah menganggu hidup ku dan orang-orang di sekelilingku.” Tutup Johan sambil mengusir Zeline keluar dari toko.


“Johan kau kejam. Aku tidak akan membiarkan ini terjadi Johan. Aku akan memb*unuh wanita j*lang itu.” Ucap Zeline kesal sambil mengambil sebuah vas bunga dan hendak memukulkannya ke Alice, namun tubuh Alice di halangi oleh tubuh Johan sehingga Vas itu melukai bahu Johan.


“Ahhh.” Teriak Johan. Zeline kaget akan tindakannya dan melepaskan vas itu, sehingga vas itu pecah berkeping-keping.


“Johan Kau tidak apa-apa?” Ucap Alice kaget akan perbuatan Johan yang melindunginya.


“Johan sayang kau tidak apa-apa? Mengapa kau melindunginya sayang? cepat siapkan mobil, kita pergi kerumah sakit.” Teriaknya kepada supirnya.


“Hentikan Zeline, pergi sekarang juga.” Ucap Johan kesal.


“Kita harus kerumah sakit Johan, kau berdarah.” Ucap Al khawatir, dan segera memapah Johan menuju mobilnya.


Alice membawa Johan ke rumah sakit terdekat yaitu Rumah Sakit Kasih Ibu. Sore itu setelah mendapatkan perawatan, Johan di masukkan keruang perawatan untuk melakukan pemantauan dua hari ini.


“Mengapa kau melakukan itu Johan?” Tanya Alice sambil duduk di kursi di samping tempat tidur Johan.


“Aku tidak ingin kau terluka Ara.” Ucap Johan.


“Tetapi malah kau yang terluka sekarang.” Ucap Al tidak enak. Bahu Johan bergeser dan terdapat luka sobek karena ujung vas yang tajam.


“Aku tak masalah asal kau baik-baik saja Ara.” Ucap Johan.


“Ara, kau temani aku ya.” Ucap Johan.


“Ya aku akan menemani mu di sini.” Ucap Alice.

__ADS_1


“Aku agak mengantuk. Sepertinya pengaruh obat.” Ucap Johan.


“Ya sudah kau istirahat saja. Aku akan tetap di sini.” Jawab alice.


Saat memastikan Johan tertidur, Alice menggunakan kesempatan ini untuk mengambil dompet yang terletak di atas meja samping tempat tidur. Alice membukanya diam-diam dan menggambil sebuah kartu yang berwarna gold hitam tertera di kartunya Black Panther dan sebuah kartu berwarna merah hitam dan tertulis Tiger Woods. Al mengambil kedua kartu itu dan mengambil tasnya dan pergi ke kamar mandi.


Dia mengeluarkan alat dari dalam tas tangannya hasil modifikasi Galih. Seperti sebuah remote kecil dan Al menscaner kartu tersebut di atasnya dan menghasilkan duplicate access card dari celah samping dari remote itu, dan Al melakukannya dengan kartu yang satunya lagi. Kemudian Alice merapihkan semua alat dan duplicate access card itu kedalam tasnya dan bergegas keluar dari kamar mandi untuk mengembalikan kartu-kartu tersebut kedalam dompet Johan seperti semula.


Alice berencana pergi dari sana untuk membeli makan malamnya. Karen saat ini sudah menunjukkan pukul 18.00, Johan masih tertidur karena efek samping dari obatnya. Alice menuruni lift dan berjalan menuju kafetaria di rumah sakit, dia membeli beberapa makanan, camilan, minuman dan membungkusnya dia berencana makan di ruangan Johan saja.


Saat dia tiba di depan ruang rawat Johan dia melihat ternyata Johan sudah bangun. Lalu dia membuka kamar rawatnya dan masuk.


“Ahh kau sudah bangun? Ma'af aku tadi ke cafeteria di bawah sebentar. Sepertinya makan malam mu sudah sampai. Kau ingin makanan rumah sakit ini atau makanan yang aku bawa? Sepertinya tidak ada pantangan makanan kan?” Rentetan pertanyaan dan penjelasan dari Alice. Johan hanya melihatnya dengan senyumannya.


“Aku bahagia jika di perhatikan seperti ini oleh mu Ara.” Ucap Johan sambil masih tersenyum.


“Aku makan makaan yang dari rumah sakit saja, kau bisa memakan makananmu.” Ucap Johan.


“Baiklah aku siapkan.” Ucap Alice sambil mendekatkan meja makan pasien yang sudah tersedia di pinggir ruangan itu, dan menaruh makanan yang di sediakan rumah sakit di atasnya.


“Sepertinya kau akan kesulitan, biarkan aku menyuapimu.” Ujar Alice tidak enak karena bagaimanapun cedera lelaki itu karena dia mencoba melindunginya, jadi dia merasa bertanggung jawab untuk membantu pria itu hingga pulih.


“Terima kasih Ara.” Ujar Johan yang menerima suapan dari Alice. Alice membantu makan Johan hingga selesai dan merapihkan kembali meja dan baki berisi piring kotor ke tepi ruangan.


“Kau makanlah sekarang.” Ujar pria itu, dan Alice duduk di sora dan membuka bungkusan makanannya yang berada di meja itu dan memakannya dengan sesekali berbicara dan bergurau dengan Johan. Tanpa mereka sadari seseorang mengawasi dan mengikuti mereka sejak Alice keluar dari kafetaria rumah sakit.


“Aku sudah selesai, aku akan pulang.” Ujar Alice kepada Johan.


“Kau akan pergi?” Tanyanya, lelaki itu tampak tidak ingin berpisah dengan gadis itu.


“Sebenarnya aku tidak ingin kau pergi, namun aku juga tidak tega jika kau harus tidur di sofa, baiklah hati-hati di jalan Ara.” Ucap Johan.


“Baiklah aku akan pulang dahulu, besok pagi aku akan menjenguk kau lagi.” Ucap Alice sambil mengemasi barangnya dan keluar dari ruang perawatan itu.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2