JiHan (Janji Dan Penghianatan)

JiHan (Janji Dan Penghianatan)
Revenge2


__ADS_3

*Flashback On


Dua hari yang lalu di dalam cafe Wings.


"Bos ada seorang gadis yang mengikuti kita dari saat kita keluar dari diskotek." Ucap salah satu pengawal di bagian paling belakang rombongan itu.


"Hemm ya aku tahu. Paul.." Ucap K.


"Mengerti." Ucap Paul dan Alex kompak.


Mereka melewati sebuah persimpangan kemudian memasuki sebuah ruangan untuk melakukan kesepakatan dengan salah satu ketua mafia di kota itu. Beberapa saat kemudian mereka keluar dan melihat gadis itu berada di depan toilet bersama seorang pria.


"Ahh dia, apa yang dia lakukan di sini. Aku sungguh penasaran dengan apa yang dia lakukan disini. Kalian ikuti gadis itu, jangan pernah muncul apapun yang terjadi kecuali dia akan kehilangan nyawanya. Aku yakin dia pasti akan membuat keributan.. Hemm sungguh gadis yang sangat menarik. Aku jadi ingin ikutan bermain dengannya." Ucap pria bertopeng itu saat berjalan memasuki sebuah lift.


Sedangkan di dalam grup RJP


“Bos kami menemukan informasi yang kau inginkan, nama gadis itu adalah Bintang Puspita usianya 24 tahun, dia merupakan seorang aktris tiga tahun yang lalu, namun dia berhenti satu tahun yang lalu dari dunia itu dan berhentinya dia bersamaan dengan hilangnya gadis bernama Jessy Amartha yang merupakan salah satu sahabatnya sekaligus seorang aktris. Dan Anya adalah nama samarannya dan sertifikat pernikahan maupun riwayat penyakit semuanya adalah palsu.


Sedangkan pria itu bernama Bima Putra dia merupakan mantan narapidana pencucian uang dan penipuan begitu juga dengan Banyu Biru dia bahkan pernah melakukan tindakan penculikan maupun  penyekapan kekasihnya sendiri.” Jelas seorang pria di depan Galih sambil menunjukkan beberpaa foto dan berkas kepadanya.


“Ahh ternyata dugaan Alice benar. Aku akan menghubunginya agar dia lebih hati-hati. Kau pergilah dulu.” Ucap Galih.


Galih mencoba menelpon Alice, namun ponsel gadis itu tidak bisa di hubungi. Galih mencoba melacak GPS dari ponsel itu, dan sinyal terakhir adalah di sebuah jalan kecil. Galih memeriksa lokasi itu dengan sebuah perangkat yang mampu melihat dengan jelas kondisi lokasi itu.


“Gedung tua? Untuk apa Alice ada di sana” Ucap Galih bingung dan khawatir karena ponsel Alice masih belum bisa terhubung.


20 menit kemudian masukklah sebuah video, penculikan itu di lakuakan oleh dua orang, seorang wanita dan seorang pria dan tempat penculikannya adalah sebuah gedung tua dan kumuh itu. Galih segera menghubungi Jun dan juga Roy untuk memberikannya informasi terbaru.

__ADS_1


Roy dan Jun datang dengan tergesa-gesa ke dalam ruang kerja Galih dan langsung berdiri di belakang Galih yang masih memperhatikan video itu di perangkat layar besar di depannya.


“Apa yang terjadi?” Tanya Roy.


“Alice sudah masuk kedalam perangkap mereka, namun sepertinya di gedung itu hanya ada dia dan rekannya tidak ada gadis lain di sana.” Ucap Galih.


“Mungkin mereka memiliki tempat lain untuk memindahkan para gadis itu. Kita lihat di mana mereka menyembunyikan para gadis itu.” Ucap Juna dan di angguki oleh Roy.


“Mereka bergerak.” Ucap Galih saat melihat video itu, saat ini sudah menunjukan pukul 02.19 AM mereka  bergerak dan menuju sebuah mobil dan mereka memasuki perumahan Ibiza.


“Kenapa mereka malah di bawa pulang ke rusun itu?” Tanya Juna bingung. Melihat itu merupakan sebuah rumah susun yang di tempati oleh Alice dan Maya sebelumnya.


“Lihat, ada seorang gadis juga di sekap di sana. Penculik itu hanya tiga orang? Lalu dimana sisa gadis lainnya yang di culik?” Tanya Roy bingung saat di ruangan kecil itu hanya terlihat Maya dan satu orang gadis lainnya.


“Apa mungkin mereka memiliki tempat lainnya untuk mengumpulkan para gadis itu.” Tanya Galih.


Keesokan harinya..


“Ponsel Alice di nyalakan, meski mungkin menggunakan kartu lain tapi aku bisa meretas data di memori kartu yang di masukkan ke ponsel itu dari sini, namun itu akan memakan waktu yang lumayan lama.” Ucap Galih memberitahu kemajuan kepada Roy dan Juna yang masih setia memantau Alice dari sana.


“Apapun itu lakukan saja.” Ucap Roy dan di angguki Juna.


Mereka makan, mandi dan mengerjakan pekerjaan lainnya dari ruangan Galih, mereka bertiga tidak pernah melepaskan pantauannya dari video Alice sedikitpun.


“Mereka bergerak lagi.” Ucap Galih saat itu waktu menunjukkan pukul 10.20 PM, ketiga gadis itu di bawa kesebuah mobil berwarna hitam dan kemudian tidak tampak apapun pada video itu sepertinya pencahayaan disana sangat buruk, hingga setelah dua jam lamanya perjalanan mereka, mereka berhenti dan dapat melihat sebuah gedung tua disebuah pinggiran kota Z.


“Perbesar lokasi itu dari GPS lihat lokasi di sekitarnya dan pantau video yang ada pada kalung Alice.” Ucap Roy.

__ADS_1


Mereka memantau dari video yang terletak pada kalung Alice, mereka melihat banyaknya para penjaga itu lengkap dengan senapan yang ada di tangan mereka mereka juga melihat para gadis-gadis yang menjadi tawanan mereka.


“Itu mereka, Jun siapkan lebih banyak orang empat kali lipat dari jumlah penjaga yang ada di sana tadi, siapkan dua regu untuk menerobos dan mengemankan para tawanan itu. Minta bantuan kepada keamanan setempat namun tetap kita yang mengambil kendali.” Peritah Roy kepada Juna.


“Siap Pak.” Ucap Juna.


“Galih selalu pantau semua gerak-gerik mereka dan ambil semua data yang bisa kau retas dan jadikan itu sebuah bukti untuk menahan mereka selamanya di dalam penjara.” Ucap Roy tegas.


“Siap Pak.” Ucap Galih.


Galih, Roy dan Juna kembali sibuk dengan urusan mereka masing-masing untuk rencana penyergapan itu.


“Aku menemukan data terbaru.” Ucap Galih.


“Aku menemukan data, suatu aplikasi namun tidak sembarangan anggotanya. Kebanyakan anggota mereka adalah seorang pengusaha dari negara X, negara S maupun negara A kita juga ada yang ikut bergabung. Selain itu mereka kebanyakan adalah pegawai pemerintahan di negara mereka ataupun pengusaha. Ada satu yang merupakan aparat sipil negara di negara kita negara A, dan kita sebelumnya tidak memiliki bukti untuk menjerumuskannya kedalam penjara. Namun dengan bukti keterikatannya dengan kasus ini, kita bisa memasukkan mereka semuanya. Bukti bahkan dana yang mereka gunakan juga sudah aku kumpulkan. Namun yang membuat aku bingung adalah dalang di belakang semuanya ini adalah Bima, aku yakin dalang di balik Bima masih ada. Namun mereka masih belum bisa aku temukan, mereka terlalu licin, aku kesulitan untuk mengungkapkannya.” Ucap Galih membeberkan penemuan barunya.


“Dan besok malam, di Hotel Cemara mereka akan melakuakan transaksi pros*titusi pertama atas nama Monic, dengan kamar no 2022. Selain itu ada dua gadis lainnya dengan nama Angel kamar no 2028, dan nama Ana dengan kamar 2020.” Jelas Juna.


“Baiklah, gunakan bukti yang ada di video Alice maupun cctv yang ada di hotel itu, selain itu kirimkan tiga regu untuk membantu Alice dan Maya maupun membebaskan warga sipil itu. Selian itu Karena ini berhubungan dengan beberapa negara lain, kau tau apa yang harus kau lakuakan kan Juna.” Ucap Roy.


“Siap Pak.” Ucap Galih dan Juna bersamaan.


Mereka semua kemudian bekerja kembali kepada tugas masing-masing. Juna dan Roy yang mempersiapkan para pengawal maupun bekerja sama dengan kepolisian kota itu maupun dengan para tentara dan tidak lupa memberitahuakan kepada FBI maupun memberikan informasi kepada CIA. Dan Galih yang memantau pergerakan mereka maupun mengumpulkan semua informasi untuk menjadikannya bukti pemberatan nantinya. Mereka bergerak sedemikian rupa membuat semuanya agar aman dan terkendali. Karena kasus ini melibatkan beberapa negara jadi tidak mudah hanya mengurusnya dengan pihak kepolisian kota setempat.


Flashback off..


Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2