
Keesokan paginya pak Aldo datang ke hotel di mana tempat Anton menginap. Pria itu telah membawa informasi yang di mengenai apa yang di inginkan keponakan bosnya dahulu.
"Paman Aldo.. maaf merepotkan mu." Ucap Anton saat Aldo baru saja tiba dan langsung di persilahkan duduk di sofa ruang tamu itu.
"Tidak masalah.. keponakan bos ku, adalah bos kecil ku juga.. lagi pula kini kau sekarang juga sudah menjadi ketu The Black Phanter.." Ucap Aldo sedikit memuji.
"Aku di sini membawakan dua kabar.. satu kabar buruk dan satunya lagi kabar baik.. mana yang ingin kau dengar lebih dahulu." Ucap Aldo dengan wajah serius.
"Kabar buruk.. apa kabar buruknya." Ucap Anton sedikit takut dan penasaran.
"Kabar buruknya informasi mengenai kecelakaan itu masih belum di ketahui mengenai kebenarannya karena terlaly banyak simpang siur informasinya. Jadi kami masih menyelidiki untuk kasus itu." Jelas Aldo. Anton mengerti, pasalnya itu adalah kejadian yang sudah lama, sudah pasti akan membutuhkan waktu untuk mengetahuk kebenarannya.
"Tapi kau tidak perlu khawatir.. aku akan segera memberitahukanmj jika ada informasi terbaru." Ucap Aldo kembali menenangkan Anton.
"Baik paman.. aku percaya kepada mu.. maaf aku jadi sangat merepotkan mu." Ucap Anton lagi.
"Tentu tidak masalah.. dan berita baiknya, aku sudah tau siapa Baskoro yang kau maksud." Ucap Aldo kembali memberikan informasi.
"Bisa beri tahu aku lebih jelas paman." Ucap Anton yang mulai tertarik mengenai informasi yang akan di berikan pak Aldo.
"Keluarga besar Baskoro merupakan keluarga terpandang di negara ini. Mereka merupakan keluarga yang menjaga kekuatan bisnisnya dari generasi ke generasi. Bahakan mampu bertahan menjadi keluarga dengan kekayaan tertinggi di dunia."
"Keluarga generasi pertama Lucifer Baskoro mereka mendirikan sebuah bank dan finance house terbesar di kota X, kemudian di generasi kedua Erick Baskoro mengembangkan ke pembangunan- pembangunan kota X dan kota-kota sekitar, kemudian di generasi ke tiga mengembangkan energi, jasa keuangan, real estate, kilang anggur dan bahkan memiliki stasiun media terbesar di negara X dan bahkan sebuah rumah sakit besar."
"Yang di pegang oleh Frans Baskoro, yang merupakan generasi ke tiga keluarga Baskoro. Namun saat itu di keluarga itu mereka selalu memiliki anak tunggal, sehingga Ayah Frans Baskoro bernama Erick Baskoro yang merupakan generasi kedua keluarga Baskoro memutuskan mengangkat seorang anak dan di didik dari kecil untuk membantu Frans mengurus semua properti mereka karena mereka semakin berkembang."
"Dan puluhan tahun kemudian.. Pernikahan Frans Baskoro dan Amelia Putri seorang gadis cantik yatim piatu yang beruntung mendapatkan pangeran tampan dan kaya. Mereka juga di karuniai seorang putri yang cantik bernama Adeliana Fransisca Baskoro segera setelah 1tahun menikah."
__ADS_1
"Kemudian setelah perayaan ulang tahun Adeliana yang ke5 tahun, tidak lama setelah itu Fiktor Baskoro anak angkat Erick Baskoro menikah dengan seorang wanita dari kalangan sosialita bernama Belinda Stary. Setelah pernikahan mereka, banyak rumor yang mengatakan bahwa Belinda tidak menyangka bahwa Fiktor adalah seorang anak angkat. Namun dia tetap menginginkan beberapa properti milik keluarga besar Baskoro. Karena Ayah Frans, Erick juga menyayangi anak angkatnya seperti putranya sendiri, dan Frans juga tidak keberatan, maka di berikanlah sebuah perusahaan jasa keuangan untuk Fiktor."
"Banyak kabar yang beredar bahwa Belinda masih tidak puas dengan hasil yang di berikan oleh keluarga Baskoro itu. Hingga beberapa tahun kemudian setelah Lucifer Baskoro meninggal dan Erick Baskork sering sakit-sakitan, banyak beberapa properti milik Lucifer yang di tangani oleh Fiktor, bahkan beberapa properti milik Erickpun di tangani oleh Fiktor."
"Sehingga saat di ulang tahun yang ke 10, tiba-tiba terjadi kecelakaan maut yang mengakibatkan Frans, Amelia dan seorang supir menibggal di tempat kejadian. Dan anak mereka Adeliana Fransisca Baskoro koma di rumah sakit kota X." Ucap Aldo dan kemudian dia diam sejenak.
"Seperti yang di katakan dokter di kota X, 1bulan setelah kecelakaan itu Adeliana di nyatakan meninggal dan sejak saat itu Erickpun merasa sangat terpukul dan tidak lama meninggal dunia. Sehingga bisa di pastikan seluruh kekayaan milik keluarga Baskoro langsung di ambil alih oleh Fiktor Baskoro." Ucap Aldo namun pria itu sedikit mwngerutkan keningnya.
"Ada apa paman?" Tanya Anton memperhatikan perubahan sikap pak Aldo itu.
"Ada rumor yang beredar bahwa salah seorang pelayan melihat bahwa Belinda memberikan obat-obatan berbahaya untuk pak Lucifer dan pak Erick sehingga mereka meninggal dengan tidak wajar. Namun karena saat itu keadaan sedang genting, bayak yang tidak menyadari hal itu. dan pelayan yang sebagai saksi juga menghilang." Jelas Aldo.
"Saya malah berpikir mungkin kecelakaan itu juga bukan merupakan kecelakaan tidak di sengaja." Ucap Aldo dengan intuisinya.
"Baiklah aku paham paman. Jika begitu terus selidiki tentang kebenaran mengenai meninggalnya tuan Lucifer, tuan Erick beserta kecelakaan yang terjadi di keluarga Baskoro." Ucap Anton yakin.
"Baiklah saya pamit dahulu.. ada beberapa hal yang mesti saya lakukan." Ucap Aldo pamit meninggalkan Anton.
"Baik paman. Hati-hati dan terima kasih untuk informasinya." Ucap Anton.
"Ya sama-sama Nak." Ucap pria tua itu dan segera pergi meninggalkan kamar hotel Anton.
Anton mengambil ponselnya dan menyalakan ponselnya. Dia melihat beberapa email yang masuk di notifikasi ponselnya. Pasalnya dari semalam memang ponselnya mati dan baru tadi pagi ponselnya di charger dalam kondisi mati.
"Email dari Maya.." Ucap Anton monoton dan segera membuka isi email itu.
"Astaga nanti malam?" Ucap Anton terkejut dan segera mengambil telepon hotel dan menelepon ke kamar yang di tempati Paul.
__ADS_1
"Halo.." Ucap Paul.
"Paul datang ke kamar saya beaerta Alex." Ucap Anton dan menutup telepon kamar hotel itu.
"Astaga bodohnya aku tidak memperhatikan ponsel ku mati.. untung saja aku segera mengetahui email ini. Jika tidak Alice melakukan misi sendirian." Ucap Anton merutuki kebodohannya sendiri.
Tok tok tok
Todak berapa lama Alex dan Paul muncul dari belakang pintu kamar Anton.
"Anda memanggil kamu Tuan." Ucap Paul dan Alex bersamaan.
"Ya.. bantu aku selidiki ada acara apa di pesta Queen hotel nanti malam." Ucap Alice dan mempersilahkan kedua anak buah kepercayaannya duduk di sofa ruang tamunya.
"Baik Tuan." Ucap Paul dan sudah menjelajahi dunia virtual itu.
Beberapa menit kemudian..
"Tuan.. Pesta di Queen Hotel nanti malam adalah pesta yang di adakan oleh anggota kelas atas anggota perfileman dan penyiaraan yang di adakan oleh Fiktor Baskor." Ucap Paul menjelaskan.
"Apa?? siapa maksud mu?" Tanya Anton lagi untuk memastikan pendengarannya.
"Yang mengadakan acara itu adalah Fiktor Baskor." Ucap Paul lagi menjelaskan.
"Fiktor Baskoro.. sepertinya pria tua itu tidak ingin membuang-buang waktunya dan ingin menyelesaikan urusannya secepat mungkin." Ucap Anton membuat Paul dan Alex saling berpandangan bingung mendengar ucapan tuannya itu.
Bersambung....
__ADS_1