
"Kau sudah siap Zara?" Tanya Rosa memastikan.
"Tentu.. Yuk.." Ucap Alice mengajak kedua orang itu pergi meninggalkan kamar itu dan menuju roftop yang terdapat kolam renang di lantai 5.
"Selamat pagi.." Ucap Alice dan Maya ceria saat bertemu dengan staf produksi.
"Ahh.. kalian bersiaplah ke ruangan itu." Ujar salah satu staf menyuruh mereka bergerak ke ruangan yang sudah di sediakan.
Alice dan Maya mengikuti intruksi staf itu dan masuk ke dalam untuk make up dan hairdo untuk menata rambutnya.
"Baiklah yey dulu nek.. kesindang capcus." Ucap pria kemayu itu kepada Alice dan menunjuk kursi yang tersedia di depan pria kemayu itu.
"Baik Kak Riska.. mohon bantuannya kak Riska." Ucap Alice yang tahu dari staf produksi bahwa pria kemayu itu bernama Rizki namun lebih suka di panggil Riska. Alice mendekati penata rias kemayu itu dan duduk di depan meja rias.
"Ihh kulit wajah yey bagus ya.. OHh NO! Matamu! kenapa ini mata yey bengkak begindang.. yey kurang tidur ya? aihh bikin kerjaan aja sih buat eike.. lain kali di kasih masker mata biar gak begindang lagi." Ucap pria kemayu itu heboh saat melihat mata Alice yang sedikit membengkak, dan dia sedikit menekan-nekan lebih kuat kepada lingkaran di bawah mata Alice karena kesal.
"Maaf kak Riska.. saya tidak menjaga diri saya." Ucap Alice meminta maaf, lebih baik menyalahkan dirinya sendiri dari pada nanti di tekan-tekan dan di remas-remas wajahnya bak membuat kue donat.
"Aihh.. kesyel dehh eike.. tapi yey malah pinter banget deh ambi hati eike.. yaudinlah.. eike maafin, lain kali jangan sampai terulang lagi. Jika yey membutuhkan saran produk mana yang lebih cucok, yeyy bisa minta ke eike..biar kak kayak panda gini wajah yey.. nyebelin deh.." Ucap pria kemayu itu lagi.
"Baik kak Riska terima kasih banyak." Ucap Alice dan memberikan senyum menawannya.
"Iyelah itu.." Ucap pria itu dan kembali melanjutkan merias Alice sedemikian rupa agar tidak tampak mata pandanya. Tidak terlihat menor namun tetap menawan.
"Okey selesai.. sekarang yey ke sebelah sana biar di rapihin rambut yey.." Ucap Riski atau Riska pria kemayu itu.
"Terima kasih kak Riska." Ucap Alice sopan.
"Ehh you yang sekarang kesindang." Ucapnya kepada Maya yang sudah ditunjuk oleh pria kemayu itu.
__ADS_1
Alice berdiri dan mendekati penata rambut yang berada di meja rias yang lainnya yang tidaj terlalu jauh dari kak Riski.
"Ayo sini.. biar saya raoihkan rambutnya." Ucap seirang wanita yang mempersilahkan Alice untuk duduk di kursi yang wanita itu geser.
"Mohon bantuannya kak Franda." Ucap Alice yang mengetahui bahwa penata rambut itu bernama Franda.
"Kamu sopan sekali.. baiklah siap ya.. saya akan mulai." Ucap wanita itu saat melihat Alice sudah duduk dengan nyaman di kursi di depan meja rias itu.
"Silahkan kak." Ucap Alice lagi.
Frandapun melakukan keahliannya dalam menata rambut Alice yabg sesuai dengan makeup dan dress yang di kenakan gadis itu. Franda memiliki imajinasi akan membuat kepangan-kepangan kecil dari pangkal rambut hingga puncak kepaladan kemudian mengikatnya tinggi-tinggi lalu sebagian sisanya di gerai. Sehingg menampakkan wajah kecil Alice dan leher jenjangnya yang menawan.
"Sudah selesai.. silahkan pakai bajunya di sebelah sana, nanti akan ada yang membantumu jika kamu kesulitan." Ucap Franda kepada Alice menunjuk sebuah ruang ganti.
"Baik kak Terima kasih." Ucap Alice sopan.
Alice berdiri dan masuk kedalam ruang ganti itu dan di sana dia sudah mendapati sebuah pakaian berenang berupa bikini.
"Baiklah.. persiapkan mental mu Al." Ucapnya dan kemudian mengganti pakaiannya dengan pakaian renang itu.
Bikini berwarna hijau dengan corak coklat ini memiliki ikatan tali belakang leher sehingga mengaharuskannya mengikatkan sendiri dengan erat agar tidak terlepas dan dengan celana pinggul rendah dengan pita di kiri dan kanannya sebagai paduannya.
Alice tampak menawan menggunakan pakaian itu. Gadis itu mengambil handuk kimono yang berada di sana dan memakainya kemudian keluar dari ruang ganti itu.
"Ahh.. sudah selesai? maaf aku tadi sedang ke belakang jadi tidak membantu mu memakaikannya." Ucap seirang staf yang merasa bersalah bahwa dia meninggalkan Alice untuk berpakaian sendiri.
"Tidak apa-apa kak.. tidak kesulitan juga." Ucap Alice santai agar tidak membebani star wardobe itu.
"Terima kasih.. kalau begitu silahkan langsung ke luar ruangan saja. Sudah di tunggu oleh oara staf fotografer." Ucap wanita wardobe itu.
__ADS_1
"Baik.. terima kasih." Ucap Alice dan beranjak keluar dari ruangan itu.
Alice melihat cahaya matahari yang sudah beranjak tinggi memberikan kesan ribuan berlian yang bertaburan di atas lautan biru itu. Ombak laut yang tenang wangi asin air laut tiupan angin yang menerpa rambutnya mengingatkannya kembali kemasa di mana dia bersama kekasihnya.
"Aku adalah Zara seorang model.. lupakan semuanya. aku adalah Zara." Gumam gadis itu sambil menutup mata menyemangati dirinya sendiri dan kemudian menghembuskan nafasnya kasar. Gadis itu kemudian membuka matanya dan berjalan dengan percaya dirinya ke arah kru fotogarafer itu.
"Maaf menunggu lama." Ucap Alice sopan dan kemudian menyapa kru itu.
"Ahh.. kau Zara ya? sudah siap ?" Tanya fotografer itu.
"Sudah." Ucap gadis itu ceria.
"Baiklah.. buka bathrobemu dan duduk di ujung sana." Ucap fotografer itu menunjukan ke arah haluan yang berbentuk V terbalik. Alice pergi ke ujung itu dan duduk di sana dengan menghadap ke arah sang fotografer sehingga di belakangnya terlihat lautan yang membentang luas beserta langit yang cerah.
"Bagus! ganti! yap! ganti! oke pertahankan! Bagus! ganti!." Ucap fotograer itu memberikan Alice intruksi.
Alice melakukan gerakan-gerakan yang berbeda sesuai arahan sang foto grafer itu.
"Oke bagus.. sekarang pindah.. Kau masuk ke air dan basahi rambut mu setelah itu berpose saat menaiki tangga kolam renang " Ucap sang fotografer memerintahkan intruksi selanjutnya.
Alice menurutinya dan perlahan masuk ke dalam kolam renang itu kemudian menenggelamkan dirinya dan perlahan muncul kepermukaan agar tidak merusak tatanan makeup ataupun rambutnya. Setelah itu Alice memegang hendle tangga kolam renang itu dan berjalan naik.
"Oke!! bagus!! ganti!! lanjut!! oke selesai." Ucap sang fotografer memberikan intruksi bahwa pengambilan foto Alice telah selesai.
Seorang staf segera berlari kearah Alice dan memberikan Bathrobenya. Alice menggenakan kembali bathrobe itu dan mendekati sang fotografer untuk melihat hasil dari jepretan pria itu di layar monitornya.
"Baik bagus semua.. kau bisa mengganti pakaian mu." Ucap sang fotografer itu saat melihat hasil dari pengambilan fotonya.
"Baik Terima kasih Pak." Ucap Alice dan kemudian beranjak masuk ke dalam ruangan ganti yang sebelumnya dia masuki.
__ADS_1
Bersambung....