JiHan (Janji Dan Penghianatan)

JiHan (Janji Dan Penghianatan)
Waktu bersama


__ADS_3

Sedangkan siang harinya di Maldives..


"Anton.. inikah sebabnya kau meminta ku berpamitan kepada Beno dan tuan Shing karena kau merencanakan seharian kita ini menghabiskan waktu di resort saja." Tanya Alice di sela-sela makan siang mereka.


"Uhukk..." Anton tersedak minuman jus jeruknya.


"Anton kau tidak apa-apa? pelan-pelan saja. Ini pakai kainnya.. dan tunggu." Ucap Alice menyerahkan kain bersih untuk mengelap cairan yang tersembur oleh Anton yang mengenai meja dan sedikit di tangan pria itu. Kemudian Alice bergegas ke pantry untuk mengambil segelas air putih.


"Ini minum. Agar tidak tersedak lagi." Ucap Alice menyerahkan segelas air putih kepada Anton.


"Uhuk.. uhuk.. Terima kasih." Ucap Anton dan mulai meminumnya.


"Kau sudah tidak apa-apa? mengapa kau terburu-buru sekali? tidak akan ada orang yang akan merebut makanan dan minuman mu, tidak perlu tergesa-gesa begitu." Ucap Alice saat Anton sudah selesai dengan minumnya.


"Aku tersedak bukan karena minum terburu-buru sayang." Ucap Anton.


"Lalu? apakah karena pertanyaan ku tepat mengenai sasaran?" Tanya Alice dan sedikit tersenyum memamerkan gigi putihnya.


"Hemm ya kau benar, aku ingin memiliki waktu untuk kita berdua.. aku tidak menyangka kau malah menanyakan hal itu.. kau tidak keberatan bukan dengan tindakan ku yang memgambil keputusan tanpa menanyakan dahulu kesediaan mu?" Tanya Anton sedikit khawatir mengenai rencana hari ini yang hanya ingin di reseort saja menghabiskan waktu berdua saja.


"Apakah kau bercanda? di sini saja aku bisa melakukan banyak hal. Aku bisa berjemur, berenang bahkan bermain perosotan air. Lagi pula dua hari kemarin kita sudah memainkan semua permainan. Aku tidak memiliki kritik untuk itu." Ucap Alice dan kemudian melanjutkan makan siangnya.


"Baguslah jika kau bahagia. Aku juga sangat bahagia." Ucap Anton mengusap lembut rambut Alice.


"Lalu apa yang mau kau lakukan setelah makan siang? Tanya Anton lagi.


"Emhh entahlah.. aku lelah setelah berenang dan bermain air tadi, aku hanya ingin tidur siang." Ucap Alice.


"Baiklah, setelah ini kita tidur siang saja." Ucap pria itu dan melanjutkan makan mereka.


"Ohya kita akan pulang kapan?" Tanya Alice. Dia tidak tahu mengenai kapan mereka akan pulang tepatnya.


"Nanti malam penerbangan 23.10 PM, Kita cek out dari sini sekitar pukul 10 malam. Penerbangan kita nanti 9jam 10 menit. Kita akan tiba di bandara kota A pukul 10.10 AM." Jawab Anton.


"Hmm? bukankah harusnya tiba pukul 08.10 AM?" Tanya Alice bingung.

__ADS_1


"Perbedaan waktu antara Maldives dan kota A, Kota A lebih cepat dua jam dari maldives. Sehingga kita akan tiba di bandara kota A pukul 10.10 AM." Jelas Anton.


"Ahhh begitu.. Aku melupakan perbedaan waktunya. Baiklah kalau begitu, aku akan merapihkan beberapa barang kita sebelum tidur agar memudahkan kita mengepak semuanya." Ucap Alice.


"Tentu.. aku akan membantu mu." Ucap Anton.


Anton membantu Alice mengapak beberapa barang yang tidak dingunakan lagi ke dalam koper setelah mereka selesai makan siang, dan mereka hanya mengeluarkan beberapa barang yang akan mereka gunakan nanti saat mereka berangkat, dan mengecek kembali kelengkapan tas jinjing mereka mengenai pasport dan yang lainnya.


"Huft.. akhirnya selesai." Ucap Alice dan duduk di atas kasur. Anton tersenyum melihat beberapa peluh di pelipus Alice. Pria itu mengambil tisu yang tidak jauh dari tempatnya duduk dan kemudian mengelap keringat Alice.


"Terima kasih." Ucap gadis itu.


"Aku pasti akan sangat merindukan pulau cantik ini." Ucap Alice saat melihat jauh ke depan kearah lautan biru yang cantik.


"Kau sudah akan merindukan tempat ini saat kau masih di sini? Apakah masih ada yang ingin kau lakukan atau kau datangi?" Tanya Anton.


"Tidak bukan itu. Pulau ini begitu indah, aku hanya sedikit tidak rela akan segera pulang." Ucap Alice.


"Emhh begitu baiklah.. Bagaimana jika kita akan melakukan kunjungan kita lagi selama satu bulan ke pulau ini saat kita bulan madu nanti. Bagaimana kau mau?" Tanya Anton.


"Tentu saja. Itupun jika kau mau." Ucap Anton.


"Tentu saja. Aku mau.. tapi satu bulan itu terlalu lama. Bagaimana jika dua minggu saja?"


"Tentu.. apapun keinginan mu." Ucap Anton yakin. Alice yang girang mendengar itu, gadis itu langsung menghambur melompat kepelukan kekasihnya itu.


"Terima kasih Anton." Ucap Alice dan mengecup sekilas bibir tebal Anton. Namun Anton tidak membiarkan kecupan itu singgah begitu saja. Anton menghentikan tubuh Alice dan kembali mendekatkan bibir mereka dan mulai mencium dan ******* bibir tipis gadis itu. Alice menanggapi ciuman Anton yang lambat laun menjadi cumbuan yang panas.


Tidak sesuai rencana mereka yang akan segera tidur siang, setelah makan siang dan mengemas beberapa barang, mereka malah memulai memadu kasih lagi dan kemudian baru terlelap. Mereka benar-benar tidak ingin menyia-nyiakan waktu kebersamaan yang mereka miliki di pulau cantik ini.


****


"Terima kasih atas tumpagannya Pak." Ucap Maya saat mobil itu sudah tiba di depan kostan Wanita itu.


"Hmm.. ohya bisakah aku mampir sebentar? maksud ku janjian ku dengan teman ku masih ada waktu sekitar dua jam. Bisakah aku menunggu di sini sebentar?" Tanya Juna. Maya hanya menghembuskan nafasnya pelan, ingin rasanya dia melempar saja pria itu jika saja dia bukanlah bosnya.

__ADS_1


"Baiklah pak.. saya akan mentraktir anda kopi, turunlah." Ucap Maya dan segera turun dari mobil. Juna mengikuti wanita itu.


"Anda tunggulah disini." Ucap Maya, saat mereka berjalan melewati sebuah gazebo cantik yang asri dan kemudian gadis itu beranjak masuk kedalam rumah.



Tidak berapa lama gadis itu keluar dengan sebuah nampan berisi ice kopi dan juga setoples biskuit.


"Maaf merepotkan mu." Ucap pria itu saat Maya sudah meletakkan nampan beserta isinya dan kemudian duduk di gazebo itu.


"Tidak masalah. Anggap saja balasan untuk traktiran makan siang tadi." Ucap wanita itu.


"Kostan mu bagus dan bersih." Ucap Juna memulai pembicaraan.


"Ahh ya.." Jawab Maya singkat.


"Sudah berapa lama kau tinggal di sini?" Tanya Juna lagi.


"Sekitar tiga bulan.. namun aku akan segera pindah minggu ini." Ucap Maya.


"Ahh begitukah mengapa? ku pikir kau nyaman tingal di sini."


"Iya di sini nyaman.. Namun terlalu jauh dari RJP, aku sedikit lelah di jalan jika harus mengejar waktu. Aku lebih memilih tempat yang mungkin lebih dekat dengan RJP." Ucap Maya.


"Sudah dapat?" Tanya Juna mulai penasaran. "Upss sorry." Ucap Juna lagi saat menyadari pria itu benar-benar penasaran tentang wanita itu.


"Belum.. masih mencari." Jawab Maya singkat.


"Ahh.. kalau begitu aku memiliki beberapa teman yang memiliki sebuah apartemen yang di sewakan dan dekat dari RJP hanya dengan jalan kaki, jika kau mau aku akan menemani mu untuk melihat-lihat." Ucap Juna menawarkan.


"Ahh benarkah? baiklah kalau begitu mungkin aku akan merepotkan mu." Ucap Maya.


"Tentu tidak masalah." Ucap Juna dan kemudian mereka membicarakan banyak hal di sore hari itu.


Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2