JiHan (Janji Dan Penghianatan)

JiHan (Janji Dan Penghianatan)
Dua Matahari


__ADS_3

Alice yang sedang termenung memperhatikan keindahan malam itu di balik jendela yang menghadap ke tengah laut malam, tubuhnya duduk dengan lututnya pada sofa, kedua tangannya terlipat di atas jendela. Gadis itu masih dengan menggunakan kimono handuknya, namun dia melepaskan lilitan handuk kecil di kepalanya membiarkan angin malam menggerakkan rambut panjangnya menggelitik punggung dan wajahnya.


Anton yang sudah selesai mandi keluar dengan handuk kimononya. Pria itu termenung saat memandangi punggung gadis itu yang menghadap ke lautan lepas dengan rambut yang tergerai indah bergerak-gerak lembut dengan latar sinar cahaya bulan dan ribuan bintang di atasnya serta lautan luas sebagai selimutnya. Anton mengambil ponselnya lalu mengabadikan moment indah itu.



Anton tersenyum saat melihat hasil foto yang dia dapat, kemudian pria itu meletakkan ponselnya dan mulai mendekati Alice. Pria itu berdiri di belakang Alice yang sedang duduk di balik jendela itu.


"Belum mengeringkan rambut? Nanti kamu bisa flu." Ucap Anton lembut berdiri sambil memegangi rambut Alice yang masih basah.


"Ahh.. kamu sudah selesai? hemm.. aku nyaman seperti ini." Ucap Alice memandang wajah kekasihnya lalu kembali memandang lautan lepas. Anton tersenyum hangat lalu pria itu mengambil handuk kecil yang berada di samping sofa yang di duduki gadis itu. Anton mengangkat handuk itu dan meletakkannya di rambut Alice, menggosok-gosokkan lembut rambut gadis itu agar cepat kering.


"Aku tahu.. tapi jika tidak benar-benar di keringkan kamu nanti bisa flu." Ucap Anton lagi masih menggerakkan handuk dengan kedua tangannya itu mengeringkan rambut basah Alice.


"Sudah.." Ucap pria itu saat memegang rambut Alice yang sudah kering. Kemudian pria itu meletakkan handuk kecilnya kembali di samping tubuh gadis itu, lalu memeluk tubuh indah itu dari belakang.


"Terima kasih." Ucap Alice tulus.


"Untuk service pengeringan rambut?" Goda Anton kepada kekasihnya itu.


"He'em.. dan untuk semua yang telah kamu lakukan buat aku. Aku tahu banyak hal yang sudah kamu lakukan untuk membuat ku bahagia." Ucap Alice sambil memiringkan wajahnya agar dia dapat melihat wajah kekasihnya yang berada tepat di belakang tubuhnya.


"Aku yang seharusnya berterimakasih kepada mu. Karena kamu telah memberikan kita kesempatan untuk bisa saling berbagi kasih." Ucap Anton dan mengecup kening Alice. Alice memejamkan matanya menikmati ketenangan dari ciuman kekasihnya dan nyanyian deburan ombak yang menjadi suara latar mereka.


"Aku mencintai mu Alice Anatasya.. Selalu berada di samping ku menemani ku hingga aku menutup mata ya." Ucap Anton memeluk tubuh Alice erat. Alice melingkarkan tangannya di atas dekapan tangan pria itu.

__ADS_1


"Iya.. Aku juga mencintai mu Anton." Kedua orang itu menikmati momen kebersamaan mereka yang yang memandang jauh kelautan luas di saksikan oleh bulan dan bintang yang bermandikan cahaya.


"Sudah semakin larut malam, sebaiknya kira istirahat. Besok kita memiliki beberapa jadwal yang padat." Ucap Anton dan menarik kekasihnya untuk pergi beristirahat.


Pria itu menutup jendela dan mereka berdua menuju ranjang yang berada di dalam kamar itu.



Alice merebahkan tubuhnya di atas kasur itu. Memandangi kekasihnya yang masih sibuk menutup beberapa pintu dan membiarkan satu pintu terbuka membiarkan angin laut malam masuk mengiringi tidur mereka nantinya.


"Kenapa kau bekum tidur?" Tanya Anton dan mendekati ranjang merebahkan tubuhnya di samping Alice.


"Hanya memastikan ini bukan mimpi." Ucap Alice dan menyusup masuk ke dalam rengkuhan tubuh pria itu dan menjadikan lengan prianya sebagai bantalannya.


Anton menutup mata Alice dengan tangannya yang bebas, "Tidurlah.. aku tahu kau sangat lelah, begitu juga besok. kita akan pergi ke beberapa tempat. Jika kau tidak tidur sekarang, aku tidak bisa menjamin kita akan bisa pergi jalan-jalan besok pagi." Ucap Anton yang tidak tahan melihat wajah kekasihnya yang begitu menggoda. Pria itu kemudian melepaskan tangannya dan menunjukkan senyum jahilnya kepada Alice. Alice yang melihat itu langsung membenamkan wajahnya di balik dada Anton dan mencoba mulai untuk tidur.


Lambat laun suara nafas Alice mulai tenang. Gadis itu benar-benar kelelahan dan langsung saja terlelap begitu saja. Anton yang melihat itu tersenyum hangat dan mengecup kening gadis itu.


"Selamat tidur my angel.." Ucapnya dan mencoba untuk memejamkan matanya menyambut mimpinya bersama sang pujaan hatinya yang berada di dalam dekapannya. Malam itu di lalui dengan manis meski hanya dengan rangkulan di atas tempat tidur yang mengiringi tidur mereka.


***


Keesokkan harinya..


"Bangunlah.. apa kau ingin melihat sunrise?" Ucap Anton lembut berbisik di telinga Alice. Gadis itu mengerjap-ngerjapkan matanya dan mulai menyesuaikan dengan cahaya temaram kamar itu.

__ADS_1


"Bangunlah putri tidur.." Ucap Anton sambil mencubit cuping hidung Alice.


"Aku ingin melihat sunrise." Ucap Alice dan gadis itu mulai bangkit dari tidurnya dan segera berjalan ke luar kamar menuju depan resort itu. Alice duduk di pinggir kolam yang berairkan lautan memandang indah ke arah cahaya matahari yang mulai menyinari di pagi hari itu.



Anton terpukau melihat dua matahari yang indah itu.. Matahari yang menyinari dunia dan matahari yang menyinari dunianya. Anton tidak tinggal diam, pria itu langsung mengambil ponselnya dan mengabadikan moment indah itu tanpa sepengetahuan Alice.


Alice membalikkan badannya dan menghadap ke arah Anton memberikan senyum menawannya. "Ngapain di sana? Sini.. dari sini indah banget loh." Ujarnya sambil tersenyum yang tidak pernah lepas dari wajahnya.


"Hemm dari sini jauh lebih cantik." Ucap Anton tersenyum menanggapi ucapan kekasihnya itu, ponselnya tidak hanya memfoto namun merekam moment indah itu.


"Kenapa? kau takut kena air? baiklah rasakan ini!" Ucap Alice dan menciprat-cipratkan air ke arah Anton sambil tertawa bahagia.


"Hei.. ayolah ini masih pagi." Ucap pria itu sambil mengelak dari cipratan air laut yang di berikan pujaan hatinya itu dengan ponselnya yang masih merekam.


"Ayolah.. kemari Anton.. aku ingin menikmati ini bersama mu." Ucap gadis itu yang menghentikan aksi mencipratinya air dan mulai bertingkah merajuk layaknya bocah kecil yang tidak di berikan permen.


"Astaga.. baiklah.. baiklah.. aku kesana." Ujar Anton dan mematikan rekaman itu lalu meletakkan ponselnya, kemudian berjalan menyusuri pinggiran kolam renang yang berisi air laut itu. Pria itu berjalan perlahan dan duduk di belakang kekasihnya itu dan memeluk tubuhnya dari belakang.


"Mengawali pagi yang sangat indah ya.. Aku bisa betah lama-lama di sini." Ucap Alice dan memandang ke samping ke arah wajah kekasihnya itu.


"Kita akan sering berlibur untuk membuat mu selalu tersenyum." Ucap Anton dan mencium pelipis kekasihnya itu lembut.


Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2