JiHan (Janji Dan Penghianatan)

JiHan (Janji Dan Penghianatan)
Liburan


__ADS_3

Anton tau ini kesempatan langka, pria itu tidak ingin menyianyiakan kesempatan itu. Anton memandang wajah Alice menanyakan bagaimana pendapat gadis itu. Apakah gadis itu ingin mengosongkan jadwalnya dan pergi liburan bersamanya tiga hari di Maldives.


Alice yang mengerti tatapan dari kekasihnya itu menganggukkan kepalanya tanda setuju untuk pergi liburan bersama.


Setelah selesai sarapan, Mereka pun segera mengepak seluruh kebutuhan yang akan mereka bawa. Kemudian berpamitan kepada Lidia, Bram, Alious dan Amanda, Axel dan Sisilia.


"Bersenang-senanglah.." Ucap semuanya kepada Alice dan Anton. Tampak Alice mengembangkan senyumnya sepanjang perjalan menuju bandara kota A.


"Apakah kau senang?" Tanya Anton saat mereka di dalam mobil menuju bandara kota A.


"Hemm.. aku sangat senang sekali. ini adalah liburan pertama kita." Ucap gadis itu penuh dengan Antusias.


"Baguslah jika kau senang, karena aku jauh lebih senang melihat mu bahagia." Ucap Anton dan mengecup pelipis Alice.


"Terima kasih." Jawab gadis itu senang.


Merekapun berangkat siang itu menuju Negara Maladewa atau panggilan yang sering di dengar Maldives adalah Republik Maladewa ibu kotanya adalah Male yang adalah sebuah negara kepulauan yang terdiri dari kumpulan atol (suatu pulau koral yang mengelilingi sebuah laguna) di Samudera Hindia. Maladewa terletak di sebelah selatan – barat daya India, sekitar 700 km sebelah barat daya Sri Lanka.



Mereka berangkat dari kota A pukul 10.00 AM. Dari Negara A ke Negara Maldives membutuhkan waktu 7 jam 25 menit. Transportasi utama di sana adalah Pesawat Laut dan kapal. Untuk Kapal ada dua pilihan Ferry Lokal punya pemerintah atau Private Boat Swasta / Punya Hotel. Bahasa yang mereka gunakan disana adalah bahasa Divehi. Mata uang disana menggunakan Maldivian Rufiyaa (MVR).


Mereka tiba di airport Male pukul 07.25 PM . Kota Male merupakan ibu kota dari Maldives. Setelah landing mereka keluar dari Airport dan menuju pelabuhan ferry menuju ke Kota Male (Hulhumale Ferry Terminal). Airport dan kota Male adalah dua pulau yang terpisah. Membutuhkan waktu 10 menit menggunakan kapal Ferry.

__ADS_1



Dari kota Male mereka pergi ke pelabuhan menggunakan kapal Ferry yang lain (Vilingili Ferry Terminal) untuk menuju ke pulau lokal yang mereka tuju (Gulhi / Maafushi / Guraidhoo).


Malam itu mereka memilih untuk ke Vaadhoo Island berfoto selfie dengan “Sea of Stars”. Ya.. Anton memilih tempat ini karena dia tahu mereka akan tiba saat malam hari, dan dia ingin menikmati keindahan malam ini bersama gadis yang sangat dia cintai. Menikmati keindahan ribuan cahaya di dalam laut malam. Jangan takut untuk menyentuh air laut bercahaya ini, karena cahaya berwarna biru ini muncul terbawa ombak pada salah satu pantai di Pulau Maldives pada saat malam hari tiba. Cahaya biologis ini dihasilkan oleh organisme phytoplankton yang bersifat seperti kunang-kunang. Merupakan satu momen spesial yang ingin Anton nikmati dengan orang tercinta, dan Anton tidak ingin kehilangan moment itu.



"Wahh.. indah sekali.." Ucap Alice saat tiba di bibir pantai. Gadis itu langsung melepaskan sepatu ketsnya dan berlarian mengerjar ombak bermandikan cahaya biru itu.


"Hemm cantik.." Ucap Anton sambil tidak melepaskan pandangannya melihat wajah Alice yang tersenyum bahagia bermain air dengan kaki tel*anj*angnya.


30 menit gadis itu bermain kejar-kejaran bersama ombak bercahaya biru itu. Alice tiba-tiba mendekati Anton yang sedang duduk sambil memperhatikan gadis itu.


"Kenapa? Sudah lelah?" Tanya Anton. Dia heran saat gadis itu tiba-tiba duduk di sampingnya dengan raut wajah sedikit di tekuk.


"Baiklah yuk kita makan. Setelah itu kita kembali ke resort. Lain waktu kita bermain ke sini lagi." Ucap Anton dan Alice mengangguk beberapa kali tanda setuju. Meski sebenarnya dia tidak rela meninggalkan ribuan cahaya biru itu, namun perutnya tidak bisa di ajak kompromi.


Alice dan Anton memutuskan untuk pergi menikmati makan malam mereka di pinggir pantai agar Alice masih dapat melihat ribuan cahaya biru itu.


Mereka memilih makanan khas Maldives yang dipengaruhi oleh sentuhan India. Salah satunya adalah kari. Cara memakannya pun serupa, yaitu dengan roti prata. Bedanya dengan India adalah menggunakan ikan tuna atau ayam sebagai bahan utamanya. Selain itu mereka juga memesan hidangan yang paling populer, yaitu Garudhiya Baiy. Hidangan tradisional ini berupa sup ikan tuna yang dihidangkan dengan nasi dan ikan bakar beserta bumbu-bumbu lainnya, seperti bawang dan cabai.


Setelah selesai makam malam romantis di pinggir pantai, mereka segera pergi ke Resor Soneva Fushi tempat mereka tinggal selama 3 hari di Maldives. Alice terkagum melihat pemandangan indah dari resort itu.

__ADS_1



"Kita akan tinggal di sini?" Tanyanya ragu.


"Hemm.. kenapa? kau tidak suka?" Tanya Anton khawatir jika Alice tidak suka dengan pilihannya.


"Kau konyol.. aku sangat suka.. namun tidakkah terlalu besar? kita hanya berdua saja." Ucap Alice sambil sedikit meringis memikirkan mereka tinggal hanya berdua di tempat yang besar itu.


"Tidak masalah.. aku memilih ini untuk privasi kita. Masuklah duluan. aku akan bicara dengan guide dahulu." Ucap Anton dan pergi meninggalkan Alice. Yaa mereka sedari tadi pergi persama guide itu. Setelah mengurus beberapa hal, Anton kembali ke dalam resort apung itu. Namun dia tidak melihat Alice di dalam kamar itu. Mungkin gadis itu berada di dalam kamar mandi.


Beberapa saat kemudian Alice muncul dari dalam kamar mandi dengan kimono handuk dan handuk kecil yang melilit di kepalanya.


"Kau sangat cantik.." Puji Anton saat melihat gadis itu keluar dari dalam kamar mandi.


"Pasti ada maunya." Ucap Alice ketus.


"Astaga.. tidak.. aku serius.. kau sangat cantik.." Ucap Anton sambil menarik lengan gadis itu. Hingga Alice jatuh terduduk di atas pangkuan pria itu.


"Hentikan.. sana cepat kau mandi.. bau mu tidak enak.." Ucap Alice berpura-pura dan segera bangkit dari rengkuhan kekasihnya itu.


"Iya kah? Tidak kok.. aku masih harum." Ucap Anton sambil mengendus-ngendus kedua ketiaknya.


"Baiklah.. aku akan mandi dahulu saja, agar kau tidak memiliki alasan lain lagi." Ujar pria itu dan segera memasuki kamar mandi. Mendengar itu Alice tersipu malu dan pergi ke balkon untuk melihat pemandangan malam di tengah laut itu.

__ADS_1


Angin yang berhembus, suara deburan ombak, laut yang tampak hitam kelam. Namun ada cahaya dari bulan dan bintang malam itu. Sehingga di dalam laut tampak memantulkan cahaya indah dari bulan dan bintang-bintang. Belum lagi cahaya di sepanjang jalan jembatan menambah kerlap kerlip keindahan malam yang tenang itu.


Bersambung....


__ADS_2