JiHan (Janji Dan Penghianatan)

JiHan (Janji Dan Penghianatan)
Tamu yang tak terduga2


__ADS_3

“Jangan berpura-pura suci dasar wanita *******. Aku tahu kebusukkan mu. Lalu bagaimana bisa Johan menjadi pecandu alkohol dan bermalam di hotel, bahkan dia sudah tidak perduli lagi dengan pekerjaan yang dia cintainya dengan mati-matian itu. Pasti itu semua bujuk rayu mu karna kau hanya ingin menghancurkannya bukan. Aku juga bahkan menemukan stuk belanjaan barang barang mewah atas tas maupun dress bahkan lingerie. Itu semua pasti perbuatan mu bukan. Dasar wanita tidak tahu diri. Hiks hiks hiks.. Bisakah kau meninggalkan dia. Kumohon lepaskanlah dia. Hiks hiks hiks.” Ucap Zeline dengan isakkan yang menyayat hati.


“Aku tidak pernah memohon kepada siapapun selama ini. Namun untuk mu aku benar-benar memohon kepadamu. Tolong.. tolong  lepaskanlah dia.. hiks  hiks hiks. Aku memohon kepadamu.” Ucap gadis itu sambil menggenggam tangan Alice dan memelas kepadanya.


“Sudah aku katakana, aku tidak tahu apapun mengenai Johan. Aku dan dia tidak memiliki hubungan apapun sejak awal. Kami hanya berteman saja. Kau salah paham selama ini.” Jelas Alice dan mencoba menangkan gadis itu.


“Ada apa ini?” Tanya suara baritone di belakang Zeline.


“Sayang apa yang terjadi?” Lanjut suara baritone itu yang tak lain adalah Anton.


Zeline yang mendengar itu langsung menolehkan kepalanya dan melihat sesosok pria tampan mengenakan kemeja pas badan berwarna kuning pucat. Zeline langsung melepaskan genggaman tangannya kepada Alice.


“Tidak ada apa-apa, hanya sebuah kesalah pahaman saja.” Ucap Alice kepada Anton.


“Nona Zeline, anda salah paham. Saya dan Johan memang tidak memiliki hubungan apapun sejak awal. Jika anda memiliki kesalah pahaman atau apapun itu, lebih baik anda selesaikan langsung dengan Johan. Bukan datang ke saya, karena itu tidak akan menyelesaikan masalah apapun di antara kalian.” Jelas Alice.


“Tidak mungkin, kau pasti kekasih Johan kan. Kau tidak perlu berbohong lagi. Aku sudah tahu semuanya. Aku juga melihat kau pergi menemani dia saat di pesta kapal pesiar itu.” Ucap Zeline tetap tidak percaya.


“Tidak seperti itu, dia hanya meminta saya untuk menemaninya sebagai rekannya saja. Dan saya mau menemaninya karena rasa bersalah saya akibat kecelakaan sebelumnya.” Jelas Alice.


“Nona, saya tidak tahu apa kesalah pahaman antara Nona dan kekasih saya. Namun saya bisa jelaskan bahwa gadis di depan anda itu adalah kekasih saya. Saya dan dia sedang menjalin hubungan, bahkan kami dalam waktu dekat akan melakukan acara pertunangan.” Jelas Anton, yang malah membuat Alice melebarkan matanya.

__ADS_1


“Tapi…”


“Sepertinya Nona tidak ada keperluan lain lagi di sini, anda bisa pergi sekarang.” Ucap Anton tegas dan mencoba mengusir Zeline dari sana.


Dengan terpaksa Zeline pergi dari sana tanpa mengucapkan satu patah kata pun. Dia sudah terlalu bingung dengan semuanya. Lagi pula benar kata Alice, seharusnya dia menyelesaikan urusannya langsung dengan Johan bukan malah pergi kesana kemari hanya untuk meluapkan amarahnya.


“Anton ada apa, tumben pagi-pagi sudah kemari.” Tanya gadis itu bingung dengan kemunculan sang pujaan hati yang tiba-tiba tanpa pemberitahuan sebelumnya setelah kepergian Zeline.


“Aku merindukan mu. Bolehkah aku masuk. Aku sedang membutuhkan mu.” Ucap pria itu berubah menjadi sendu.


“Ahh,, masuklah.” Ucap gadis itu dan mempersilahkan kekasihnya itu masuk.


“Duduklah.” Saat memasuki ruang tamu Alice mempersilahkan Anton duduk. Namun pria itu dengan tiba-tiba memeluk tubuh Alice dari belakang.


“Sesuatu terjadi. Aku membutuhkan mu untuk memulihkan kembali energy ku. Bisakah sebentar saja seperti ini. aku benar-benar lelah.” Ucap pria itu dengan suara yang sedikit getir.


“Apa yang terjadi?” Tanya Alice penasaran.


“Bayi itu sudah pergi. Dia tidak bisa bertahan, aku sudah mencoba melakukan semua yang sudah ku bisa untuk menyelamatkannya, Namun….. aku tetap saja tidak bisa membantunya.” Ucap Pria itu dengan suara bergetar.


“Astaga…” Ucap Alice, sambil menutup mulutnya dengan tangan kanannya, kemudian gadis itu dengan cepat membalikkan tubuhnya untuk melihat dengan jelas wajah pria yang kini ada di depannnya itu. Gadis itu memegang wajah kokoh pria yang di cintainya itu namun kini wajahnya itu tanpak sendu dan matanya mulai berkaca-kaca.

__ADS_1


“Dia sungguh sangat berjuang untuk mendapatkan hiduppnya sampai detik detik terakhirnya.. Bahkan bayi itu menggenggam tanganku untuk meminta pertolongan padaku.. Namun aku tidak bisa berbuat apa-apa saat dia benar-benar menghembuskan nafas terakhirnya. Kelainan di  jantungnya yang membuatnya lebih tidak bisa bertahan.” Ucap pria itu dengan wajah sedih.


“Sayang, kau bukan Tuhan.. Kau sudah melakukan yang terbaik untuk bayi itu, bayi itu juga pasti merasakan itu. Itu mungkin yang terbaik untuknya saat ini. Dia pasti tidak akan merasakan sakit lagi, dia tidak akan menderita lagi, bahkan dia mungkin bertemu dengan Tuhan bahkan para bidadari yang akan menyayanginya disana dan bahkan dia pasti akan lebih bahagia berada di surga sana.” Ucap Alice sambil mengusap-ngusap wajah sedih pria di depannya itu dengan punggung jari-jari tangan kanannya.


“Ya kau benar.. Dia pasti tidak akan menderita lagi, dia tidak akan merasakan sakit lagi.” Ucap pria itu akhirnya dan mulai tersenyum. Kemudian Anton menggambil tangan kanan Alice yang berada di pipinya kemudian mengecup tangan gadis itu dan menggenggamnya.


“Terima kasih sayang, aku sudah merasa tenang saat ini. Maafkan aku yang sungguh telah terbawa emosional ini.” Ucap pria itu.


“Iya tak masalah.” Ucap Alice.


“Aku baru mengetahui ternyata kekasih ku ini ternyata sangat lembut hatinya.” Ucap Alice saat keduanya sudah duduk di sofa dan sudah mulai bercengkrama.


“Apakah aku terlihat tanpa hati bagimu nona cantik?” Tanya Anton pura-pura kesal dengan pertanyaan kekasihnya itu.


“Emhh sedikit, wajahmu agak tidak cocok sepertinya.” Gurau Alice.


“Emhh entahlah, mungkin karena aku mengetahui kisah anak itu dari awal sehingga aku meraskan simpati dan menjadi empati kepadanya. Dari saat pembuahan dia sudah berjuang untuk bertahan hingga dia bisa menjalani hidupnya di dalam Rahim selama 40 minggu, dan setelah dia keluar, dia juga masih berjuang dengan hidupnya. Itu membuatku benar-benar terharu..” Jelas Anton.


“Ya.. aku mengerti.. aku sungguh tak menyangka, aku baru mengetahui hal yang pasti tidak akan orang lain ketahui sebelumnya mengenai dirimu, jika aku bukan kekasihmu.” Ucap gadis itu sambil tersenyum mencoba untuk mengalihkan pembicaraan agar kekasihnya itu tidak bersedih kembali.


“Ya, banyak hal yang tak akan kau sangka, malah masih banyak hal yang belum kamu ketahui.. pelan-pelan saja, kau pasti akan mengetahui segalanya tentang ku.” Ucap pria itu sambil tersenyum.

__ADS_1


“Ah ya mengenai ucapan mu di depan Zeline tadi, apa maksudmu?” Tanya Alice yang kembali teringat dengan ucapan pria itu yang akan melakukan acara pertunangan dalam waktu dekat.


Bersambung....


__ADS_2