JiHan (Janji Dan Penghianatan)

JiHan (Janji Dan Penghianatan)
Melawan


__ADS_3

"Baiklah.. Mulai.." Ucap Alice memerintahkan agar Juna menangkap beberapa pelelangan ilegal itu tanpa menimbulkan kekacauan.


"Kita pergi ke belakang panggung untuk melihat situasi kedua gadis itu." Ucap Alice kepada Maya.


"Baik." Ucap Maya.


Alice dan Maya berlari dan melompat melewati beberapa undakan anak tangga bahkan mereka menerobos masuk langsung ke belakang panggung.


"Hei!! Apa yang kalian lakukan?" Ucap salah seorang dari kedua penjaga yang ada di belakang panggung itu.


Alice dan Maya langsung bergerak cepat dan melumpuhkan kedua pria itu dengan satu tendangan di perutnya dan di tengkuk pria itu sehingga mereka pingsan seketika.


"Ayo!" Ucap Alice lagi dan di ikuti oleh Maya di belakangnya.


Mereka menyusuri lorong hingga mereka melihat beberapa penjaga di lorong itu dan melakukan aksi saling serang. Alice dengan tendangan dan meninju dengan akurat di titik-titik yang bisa dengan cepat melumpuhkan mereka. Begitu pula dengan aksi Maya yang bisa mengimbangi Alice dan menaklukkan targetnya dengan cepat.


Alice mendapat serangan pukulan ke arah wajahnya namun segera di tangkis dan melakukan serangan balik melumpuhkan pria itu dalam waktu seketika.


"Di sini clear.. Bukankah itu mereka." Ucap Alice saat melihat bayangan dua orang pria sedang menyeret kedua gadis dengan tangan dan kaki yang terikat namun sedikit kelonggaran.


"Ayo kejar." Ucap Alice dan mengejar kedua pria itu.


Dengan cepat Alice berlari dan melompat kemudian menolak pada sebuah tembok dan segera berputar di udara dan tiba tepat di depan kedua pria yang sedang memegang kedua tali gadis itu.


"Hei!! Siapa kalian?" Tanya salah satu pria itu geram.


"Kalian tidak perlu tahu siapa kami."


"Kalian di culik dan berasal dani negara A bukan?" Ucap Alice kepada kedua gadis itu. Kedua gadis itu mengangguk bersamaan dengan cepat. Mereka tidak bisa bicara dan melihat karena telah di tutupi kain hitam.


"Baiklah.. Gadis menunduk!!" Ucap Alice berteriak dan dengan cepat kedua gadis itu menurut dan menunduk jongkok sesuai perintah Alice. Mereka hanya diam di sana menunggu perintah lagi meski dengan kaki dan tangan yang sedikit gemetar.

__ADS_1


Sedangkan Alice melayangkan tendangan kakinya tepat di wajah pria itu yang mengakibatkan pria itu mundur seketika. Maya juga melakukan serangannya menyerang pria yang satu lagi dan mereka melakukan pukulan demi pukulan untuk melumpuhkan lawan mereka.


Kedua pria itu terkapar pingsan. Alice dan Maya membantu kedua gadis itu membuka ikatan pada mata dan mulutnya kemudian membuka ikatan pada tangan kedua gadis itu dengan pisau lipat yang di berikan oleh Bahar yang di simpan tersembunyi di sakunya.


"Kalian sudah aman.. Kalian tidak perlu takut lagi." Ucap Alice menenangkan mereka.


"Terima kasih kak.. Sungguh terima kasih.. Aku sangat ketakutan.." Ucap salah seorang gadis di sana.


"Ayo kita pergi dari sini, di sini masih belum aman." Ucap Alice.


Belum selesai mereka akan beranjak, tiba-tiba sekelompok orang pria datang dari arah belakang Alice, mencoba untuk mengejar mereka.


"Hahaha.. Hai cantik.. Apakah kalian mengira akan bisa lepas dengan mudahnya? Kalian kan belum bermain-main dengan kami." Ucap salah seorang pria itu.


"Sepertinya akan sedikit lama.. Aku akan menangani ini dahulu, kau pergi dengan kedua gadis itu dahulu." Ucap Alice datar.


"Tapi.." Ucap Maya ragu saat melihat 8 orang pria bertubuh tegap dan sangar itu.


"Baiklah.. Kau saja yang pergi dengan mereka, biar aku yang menghalangi mereka dahulu." Ucap Maya dan mendorong Alice beserta kedua gadis itu untuk segera lari.


"Tapi..." Ucap Alice belum selesai namun Maya memotong ucapannya.


"Cepat!!! Tidak ada waktu." Ucap Maya dan wanita itu telah bersiap dengan kuda-kudanya.


Alice yang melihat itu hanya bisa pasrah dan mengajak lari kedua gadis itu untuk berlindung dan bersembunyi dahulu baru akan membantu Maya.


"Baiklah.. Ayo kita pergi dari sini." Ucap Alice dan menarik kedua gadis itu berlari dengan kencang meski kedua gadis itu terseok-seok karena mereka memang lemas karena beberapa hari mereka terikat dan tidak cukup makan.


"Hai kalian mau kemana!!" Ucap salah satu pria yang melihat alice hendak mengajak lari kedua gadis itu.


"Kalian tidak bisa kemana-mana sebelum kalian bisa melewati ku." Ucap Maya serius dan menghalangi jalan pria sangat itu.

__ADS_1


Alice berlari menyusuri lorong masih dengan menarik kedua gadis itu. Alice melihat beberapa kamar di lorong itu dan mencoba membukanya satu persatu berharap ada salah satu kamar yang bisa mereka gunakan untuk bersembunyi.


Alice berlari kesana kemari membuka satu persatu kamar itu. Hingga dia melihat sebuah pintu kamar dengan papan lempar busur yang tertempel di pintunya dan melihat gantungan kunci di sana.


"Ahh dapat.." Ucap Alice saat melihat ada sebuah kamar yang terbuka.


Alice melihat ke dalam sekilas dan memastikan tidak ada orang di dalam sana dan aman untuk persembunyian kedua gadis itu.


"Kalian masuk dahulu dan bersembunyilah di dalam." Ucap Alice lagi.


"Tidak mau kak.. Kami takut." Ucap kedua gadis itu.


"Kalian akan aman di dalam. Aku sudah memastikan didalam tidak ada orang. Kalian akan aman di sini. Nanti kakak akan menjemput kalian." Ucap Alice lagi meyakinkan mereka.


"Kakak tidak akan berbohongkan? Kakak akan kesini lagi dan menyelamatkan kami kan?" Tanya kedua gadis itu lagi masih takut dengan ruangan itu.


"Ya.. Kalian bisa percaya dengan ucapan kakak. Pegang kunci ini dan kunci dari dalam. Jangan buka pintunya kecuali kakak yang datang." Perintah Alice.


"Baik kak.. Kakak hati-hati." Ucap kedua gadis itu dan berjalan masuk ke dalam kamar kemudian mengkuncinya dari dalam.


"Aku harus membantu Maya." Ucap alice monoton kepada dirinya sendiri, namun belum banyak langkah dia melewati lorong itu, tiba-tiba tiga orang pria menghampiri mereka dengan sebilah pisau di tangan mereka masing-masing.


"Kau mau kemana?" Ejek pria itu kepada Alice yang akan pergi meninggalkan tempat itu membantu Maya.


"Haish.. Sepertinya aku masih membutuhkan waktu lama di sini.. Aku berharap Maya di sana baik-baik saja." Ucap Alice dan segera mengeluarkan pisaunya lagi.


"Wah.. Kau mempersiapkan ini juga ternyata." Ucap salah seorang pria itu memuji.


"Hentikan omong kosong mu dan cepatlah maju. Aku tidak memiliki waktu lama untuk bermain-main dengan kalian." Ucap Alice ketus dan itu malah membuat kelima orang bersenjata itu semakin bersemangat ingin bermain bersama Alice.


Alice menerjang mereka dan mencoba menyerang titik-titik yang tidak vital namun bis melumpuhkan mereka. Bagaimanapun kematian adalah hadiah yang terlalu baik untuk kebusukan hal yang telah mereka lakukan.

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2