JiHan (Janji Dan Penghianatan)

JiHan (Janji Dan Penghianatan)
Makan Malam


__ADS_3

Al masuk kesebuah Restoran mewah di kawasan elite kota terbesar itu.


“Ada yang bisa saya bantu, sudah buat reservasi?” Ucap seorang pelayan.


“Ya, atas nama Johan.” Ucap gadis itu.


“Mari silakan lewat sini.” Ucapnya menunjukkan jalan kepada Al, dan Al mengekorinya di belakangnya.


“Ahh terima kasih saya bisa sendiri.” Ucap Al saat dia bisa melihat Johan yang sudah duduk di sana.


Saat Alice mendekati meja mereka, Johan berdiri dari duduknya dan tersenyum mendekatinya.


“Kau tampak luar biasa Ara.” Ucap Johan sambil merangkul pinggul Alice dan mengecup pipinya.


“Kau tak keberatan kan?” Ucapnya lagi karena telah sembarangan mengecup pipinya dan merangkulnya.


‘Jika bukan demi misi, aku sudah mencincang tangan dan bibirmu.’ Batin Alice.


Alice hanya tersenyum. Kemudian Johan menarik kursi itu dan mempersilahkan Alice duduk. Kemudian Johan juga duduk di sebrangnya Alice.


Seorang pelayan menghampiri dan memberikan buku menu kepada mereka.


Alice memesan The Ripper’s Pasta With Uni and Caviar yang merupakan olahan khas italia spaghetti dengan berbagai olahan berbagai rempah  dengan tambahan daging dari bulu babi dan taburan kaviar menambah cita rasa yang sangat lezat. Sedangkan Johan memilih Salmon tartar with quail eggs and caviar adalah perpaduan salmon tartar segar, mentimun, bawang merah, telur puyuh, saus yang lezat, daun mint serta tambahan kaviar pada bagian atasnya. Johan memesan wine sedangkan Alice hanya memilih serendipity 3 chocolate merupakan minuman dengan pudding frozen haute chocolate dan es cream sundae yang menjadi bahan pelengkapnya.


Makanan mereka pun sudah habis, tadi mereka makan sambil sesekali mengobrol. Kini mereka sedang melanjutkan mengobrol sambil sesekali Johan menyesap wine nya sedangkan Alice masih menikmati minuman coklatnya. Kadang sesekali Johan mencoba untuk menggenggam tangan Alice, namun Alice selalu menepisnya dengan lembut sehingga tidak ketara Aice menolaknya.


Drrt…drrt…drrt


Suara getar ponsel Johan dari atas meja. Dia melihatnya siapa si pemanggil kemudian dia menggangkatnya.


“Hemmm.. Yaaa.” Ucapnya kemudian, tak lama dia mematikan telponnya.


“Ada apa? Ada masalah?” Tanya Al berpura-pura peduli.

__ADS_1


“Ara, maafkan aku aku harus segera pergi, aku ada urusan mendadak. Tak masalah kan?" Ucapnya dengan wajah sedikit sendu.


“Ya, tentu, kita bisa bertemu lain kali.” Ucap Alice.


“Baiklah, aku akan menghubungimu nanti.” Ucap Johan dan dia memanggil pelayan dan menyelesaikan semua pembayarannya.


Mereka berdua berjalan beriringan menuju lobi.


“Sesungguhnya aku ingin tetap bersama mu. Kau wanita yang menyenagkan. Namun di rumah sepertinya sedang kacau. Zeline membuat masalah. Aku tak ingin kau dapat masalah darinya nanti. Ma'af aku juga tidak bisa mengantar mu pulang.” Ucapnya lagi.


“Dia tak masalah. Aku bisa pulang sendiri. Kau pulanglah duluan.” Ucap gadis itu karena melihat mobil Johan yang sudah di bawakan oleh petugas valet.


“Baiklah aku pergi dahulu. Aku janji aku akan menyelesaikan semuanya. Demi kamu.” Ucapnya sambil mengecup pipi kiri Alice. Dan Johan pergi menuju mobilnya dan segera pergi dari sana.


Al memandang mobil itu hingga sudah tidak terlihat lagi.


“Apa maksudnya melakukannya demi ku. Oh gosh aku berharap dia tak berpikir macam-macam, aku hanya menemaninya makan dan dia sudah berpikir aku menginginkannya dan ingin agar dia putus dengan kekasihnya itu. Dasar terlalu narcistik. Tetapi sepertinya itu bagus juga demi kelangsungan misi, apapun tak masalah meski harus berhadapan dengan si Zeline itu.” Ucap gadis itu pada diri sendiri.


Saat sampai di halaman rumah sekaligus tokonya dia melihat ada sebuah mobil terparkir di sana. Ya mobil kuning yang memesona terlihat sangat kontras di halamannya yang hanya di terangi lampu taman.


“Yo kau baru pulang.” Ucap seorang pria yang tiba-tiba datang di samping pintu kemudi saat Al baru saja keluar dari mobilnya. Dan Alice tetap berjalan menuju rumahnya diikuti oleh Galih.


“Yaa. Ngappain lagi kesini bukannya istirahat. Bukan kah besok masih ada kerjaan?” Ucap Al.


“Hanya memastikan kau pulang malam ini.” Ucapnya ambigu.


“Memang aku harus pulang ke mana?” Ucap Al binggung.


“Sudah lupakan. Apa yang terjadi? Ini masih jam setengah 10.” Tanyanya penasaran.


“Tak ada. Kami hanya bicara dan makan, kemudian dia pamit pulang dahulu karena ada masalah.” Jelas Alice sambil meletakan clutch di meja dekat sofa.


“Pantas saja kau pulang jam segini.” Ucap Galih sambil mendudukan pantatnya.

__ADS_1


“Sudah liat aku pulang, sana kau pulang. Aku mau mandi dan tidur. Aku lelah berakting semalaman.” Keluh alice sambil membuka heelsnya dengan duduk di samping Galih.


“Al.. Aku tidur di sini saja ya, aku lelah sepertinya aku tidak bisa membawa mobilku malam ini.” Ucapnya memohon.


“Apa? Ngapain? Di rumahku tidak ada makanan, aku tadikan keluar seharian.” Tolak Alice.


“Kau pikir aku kesini minta makanan. Aku Cuma numpang tidur. Sana kau pergi saja mandi dan tidur, gak usah perdulikan aku.” Ucap Galih mengusir Alice, Alice pun beranjak dan menuju kamarnya untuk membersihkan diri.


“Sungguh hati ku tidak tenang Al, jika saja aku bisa menggantikan mu melakukan misi ini, aku akan dengan senang hati menggantikan misi ini untuk mu. Aku tidak rela kau berdandan dan memberikan senyummu kepada pria berengsek itu. Yang lebih menakutkan adalah jika kau benar-benar terjerat oleh bajingan itu. Mangkanya aku ada di sini menunggumu dan mengkhawatikanmu.” Ucapnya pelan seperti bisikan kepada langit-langit ruang tamu dengan tubuh merebahkan diri ke sofa dengan ke dua tangannya yang menjadi bantalannya.


“Kau bicara apa?” Ucap Al sambil keluar dari kamar dengan rambut yang masih basah. Sambil melemparkan sebuah selimut kepada Galih.


“Tak Ada.” Bohong Galih. Dia menangkap selimut yang di lemparkan Alice.


“Bukankah kau tau aku memiliki pendengaran yang sangat baik. Kau tidak bisa menipuku Gal.” Ucap Alice.


“Yaa tidak ada yang bisa meragukan kepekaan pendengaranmu. Yang ku ucapkan tadi benar. Rasanya aku ingin sekali menggantikanmu menjalankan misi.” Ucap Galih jujur.


“Kau tidak perlu mengkhawatirkan aku, kau ingat ini bukan misi pertama ku.”Jawab Alice.


“Aku tau Al, tetapi pria itu seorang Casanova dan aku melihatnya sendiri sepertinya dia sungguh-sungguh tertarik kepada mu Al. dia pasti akan melakukan apapun agar kau tertarik kepadanya.” Jelas Galih.


“Bagaimana kau bisa berfikiran seperti itu? Aku hanya menjalankan misi sesuai intruksi dan tidak kontak fisik yang berlebihan lagi pula aku baru beberapa kali bertemu dengannya.” Jawab Alice polos.


“Aku mengetahuinya dari tatapannya pada mu melalui kamera pengawas maupun alat yang kau gunakan, aku selalu mengawasi kalian. Selain itu Al, kau itu terlalu merendahkan dirimu sendiri. Kau memiliki daya tarik yang tidak bisa di tolak oleh lelaki mana pun.” Papar Galih.


“Kau terlalu berlebihan. Hentikan pembicaraan ini. Aku lelah aku ingin tidur.” Tutup Alice dan dia segera pergi menuju kamarnya.


“Al aku sungguh menyukaimu dan takut kehilangan mu.” Ucap Galih yang iya yakini Al pasti masih bisa mendengarnya.


Setelah Alice mendengar ucapan terakhir Galih, Al memutuskan menggunakan earplug dan memejamkan matanya dan mulai tertidur karena kelelahan.


Bersambung.....

__ADS_1


__ADS_2