JiHan (Janji Dan Penghianatan)

JiHan (Janji Dan Penghianatan)
Diamnya Alice


__ADS_3

Anton memutuskan untuk kembali ke hotel sparkle. Pria itu mengemudikan mobilnya dengan perlahan karena hotel dan mall SS jaraknya cukup dekat. Anton memarkirkan mobilnya di basemant hotel dan beranjak masuk ke lantai tiga melewati tangga darurat sampai lantai 5. Tanpa pria itu sadari seseorang membuntutinya hingga sampai ke dalam kamar pria itu yang bernomer 512. Anton terlalu larut dalam kegundahan di hatinya sehingga mengendurkan kewaspadaannya.


Setelah memperhatikan pria itu sebentar orang yang membuntutinya itu tersenyum miring kemudian turun ke lantai dasar, memesan sebuah kamar hotel tepat di samping kamar pria itu. Bahkan orang itu juga menyuap sang resepsionist untuk memberikannya kunci cadangan kamar dengan nomer 512.


Anton merebahkan dirinya di atas sofa sambil memandangi ponselnya frustasi. Berharap kekasihnya mau menghubunginya. Tak berapa lama ponsel pria itu berbunyi, ID pemanggilnya adalah sebuah nomer tidak di kenal. Namun pria itu dengan semangat mengangkatnya karena dia yakin, itu pasti Alice yang menghubunginya.


“Halo sayang.” Ucap pria itu langsung menjawab panggilan itu.


“Iya ini aku.” Ucap Alice dari sebrang sana.


“Al, kamu tidak marah kan? Kamu tidak berfikir macam-macam tentang ku kan? Sungguh aku benar-benar tidak tahu bahwa wanita itu tiba-tiba saja muncul di depan ku, bahkan terus-terusan mengganggu ku sampai selalu datang ke kantor. Padahal aku sudah menjelaskannya bahwa aku sudah bertunangan dan bahkan akan segera menikah. Namun gadis itu terus-terusan saja mengganggu ku.” Jelas Anton panjang lebar namun Alice tidak bereaksi sama sekali.


“Al… kau masih di sana?”


“Hemm..”


“Al..  aku serius Al, aku tidak berbohong padamu tentang perasaan ku. Aku serius kepadamu. Aku bahkan tidak pernah menanggapi wanita itu. Sumpah demi apapun. kumohon jangan diam kan aku seperti ini. Aku sudah menderita karena merindukan mu, dan sekarang kau marah padaku. Lama-lama aku bisa gila.” Keluh Anton frustasi.


“Siapa sebenarnya wanita itu, bagaimana bisa dia selalu mengikutimu begitu saja jika memang kau tidak menanggapinya.” Ucap Alice akhirnya berbicara panjang kepada Anton.


“Ceritanya panjang, aku tidak mau memberitahukan lewat ponsel, aku takut kau malah lebih salah paham lagi. Maukah kau kemari? Aku akan menjelaskan semuanya padamu. Semuanya.. asalkan kau tidak marah, apalagi jika salah paham padaku. Aku tidak menginginkan itu” Ucap pria itu memohon.


“Baiklah aku akan kesana.”


“Aku akan menjemputmu.”


“Tidak perlu, aku yang akan kesana sendiri. Kau tinggal di mana aku akan datang kesana.” Ucap Alice.


“Aku di hotel sparkle kamar nomer 512.” Jawab Anton gembira.


“Baiklah.” Jawab Alice kemudian menutup ponselnya.

__ADS_1


Setelah mendapatkan telpon dari kekasih hatinya, Anton langsung bersemangat dan bergegas ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya.


Tanpa di ketahui Anton, seseorang masuk kedalam kamarnnya menggunkaan kunci cadangan mencoba untuk menggoda pria itu di dalam kamarnya. Orang itu mengelilingi kamar hotel, bahkan melihat ponsel Anton yang baru saja ada notifikasi pesan di layar itu.


‘Aku berangkat ke sana sekarang.’ Isi dari pesan itu. Orang yang diam-diam masuk ke dalam kamar hotel itu langsung memiliki ide lain untuk melakukan sesuatu hal dan mengetikkan suatu pesan kepada seseorang melalui ponselnya.


‘Telepon pemilik kamar 512, bilang mobilnya tersenggol dan suruh dia turun ke lantai bawah untuk menyelesaikannya.’ Isi pesan itu dan kemudian orang itu bersembunyi di balkon hotel kamar itu.


Tak berapa lama Anton keluar dengan menggunakan kimono handuknya dan berjalan menuju lemari pakaiannya. Telepon kamar bordering..


“Halo..”


“Pak ada sedikit masalah, mobil bapak di tabrak oleh salah seorang tamu yang mabuk, bisakah bapak turun sebentar untuk menyelesaikan masalahnya?” Pinta suara di sebrang sana.


“Ahh, baiklah.” Ucap Anton kemudian menutup panggilan itu dan bergegas mengenakan pakaiannya dan pergi keluar kamar.


Seseorang yang bersembunyi di luar balkon kembali masuk ke dalam kamar dan bahkan masuk ke dalam kamar mandi. Orang itu melepaskan pakaiannya di dalam kamar mandi dan mengenakan handuk kimono yang berada di dalam kamar mandi itu. kemudian dia sedikit membasahkan rambutnya dan tubuhnya juga menyemprotkan parfum Anton di tubuhnya.


Teng tong..


Anton mengurungkan niatnya untuk ke kamarnya mengambil baju, pria itu langsung bergegas kembali ke depan untuk membukakan pintu untuk kekasihnya itu.


Saat pintu terbuka bersamaan dengan seseorang yang tiba-tiba saja akan memeluk tubuh Anton dari belakang. Anton terkejut dengan sebuah tangan yang akan melingkari perutnya itu, begitu juga dengan Alice yang terkejut melihat kekasihnya topless dengan seorang wanita di belakang badannya dan akan merangkul pria itu dari arah belakang.


Anton dengan refleksnya yang cepat langsung menepis tangan itu dan membalikkan badannya dengan cepat kemudian mendorong tubuh orang itu hingga jatuh terduduk.


“DIANA? Sedang apa kau disini?” Ucap Anton terkejut dengan kehadiran Diana. Yang lebih mengejutkan lagi wanita itu hanya mengenakan pakaian da*lamnya saja.


“Sayang, bukankah kita akan melanjutkan hal yang tertunda tadi, mengapa kau lama membuka pintu. Aku kan masih merindukanmu.” Ucap Diana manja masih dalam posisi duduk di atas lantai dengan sedikit merapatkan tubuhnya malu-malu.


“Dasar wanita GIL*A! Kau sudah benar-benar keterlaluan.” Anton membentak sambil memaki wanita itu.

__ADS_1


“Alice aku bersumpah tidak tahu bahwa wanita gil*a ini ada di dalam kamar ku.” Ucap Anton cepat berbalik kembali ke Alice kemudian menggenggam tangan Alice.


“Sayang, jangan berbohong lagi. Kau tadi masih mesra bersama ku tadi sebelum wanita ini datang.” Ucap wanita itu lagi.


“Aku sungguh-sungguh sudah habis kesabaran. Kau benar-benar wanita mur*ahan yang tidak tahu diri. Jangan pernah muncul di hadapan ku lagi. PERGI KAU DARI SINI!” Bentak Anton. Alice yang hanya melihat kejadian itu hanya diam saja dengan wajah datarnya.


“Alice aku bersumpah ini tidak seperti yang kau bayangkan.” Jelas Anton makin khawatir melihat Alice yang diam saja dari tadi.


“Anton sayang…” Belum sempat wanita itu mengatakan sesuatu lagi, Alice langsung memotong ucapan wanita itu dan bergerak menghampiri wanita itu yang masih duduk di lantai.


“Hentikan ocehan mu Itu.. itu tidak berarti apa-apa bagiku. Bahkan semakin kau berbicara, semakin aku yakin aktingmu benar-benar seperti opera sabun murahan.” Alice berhenti dan jongkok tepat di depan wanita itu. Alice menggapai handuk kimono di samping wanita itu dan memakaikannya kepada wanita itu.


“Kau Diana bukan?” Tanya Alice.


“Benar aku Diana kekasih Anton.” Ucap wanita itu membalas ucapan Alice angkuh merasa dia akan menang kali ini.


“Hentikan kebohongan mu itu.” Bentak Anton saat mendengar kebohongan Diana kepada Alice.


Alice mendekatkan wajahnya di telinga Diana kemudian membisikkan sesuatu.


“Jangan pernah bermimpi di siang bolong Nona DIANA, jika tidak kau akan benar-benar membutuhkan psikolog bahkan seorang psikiater untuk membenahi otakmu itu.” Ucap Alice sinis.


Nb. Psikolog dan psikiater berbeda.. Perbedaan yang paling mendasar antara seorang psikiater (orang yang menggeluti ilmu psikiatri) dan psikolog (orang yang menggeluti ilmu psikologi) adalah latar belakang pendidikan dan ruang lingkup kerjanya. Secara garis besar, psikiater adalah dokter, sedangkan psikolog bukan dokter.


Psikiatri adalah ilmu kedokteran yang berfokus pada kesehatan jiwa, sedangkan psikologi adalah ilmu non-kedokteran yang mempelajari perilaku dan perasaan seseorang.


Dokter yang telah selesai menjalani pendidikan spesialisasi di bidang psikiatri disebut psikiater atau dokter spesialis kesehatan jiwa (SpKJ). Tugas pokok seorang psikiater adalah mendiagnosis dan mengobati pasien yang mengalami gangguan mental, serta melakukan pencegahan terhadap gangguan ini.


Karena psikiatri adalah suatu cabang ilmu medis, maka psikiater diperbolehkan untuk meresepkan obat-obatan untuk membantu mengatasi gangguan mental yang dialami pasien. Berbeda halnya dengan psikolog, mereka tidak memiliki wewenang untuk meresepkan obat.


Psikolog lebih banyak menangani kondisi psikologis yang berkaitan dengan masalah sehari-hari, sementara psikiater lebih banyak menangani gangguan kejiwaan yang sudah parah dan memerlukan pemberian obat-obatan.

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2