
"Tidak ada yang seperti itu. Itu hanya di dalam drama saja." Ucap Anton dan kembali mengacak rambuk kekasihnya.
"Lalu ceritakan bagaimana cara mu mendapatkan posisi itu?" Tanya Alice penasaran.
"Sebenarnya organisasi ini di miliki oleh paman ku, adik kandung ayah. Dan sejak kecil aku lebih sering bersama paman di bandingkan dengan orang tua kandung ku sendiri. Aku juga selalu mengikuti pekerjaan paman sejak kecil sehingga aku di berikan pelatihan beladiri untuk melindungi diri ku. Selain itu karna aku mampu untuk mengembangkan sayap organisasi dan paman pun akhirnya memutuskan untuk mundur dan aku yang menggantikannya. Tapi selain itu paman masih suka membantu untuk beberapa pengaturan di dalam, meski otoritas utama tetap berada di tangan ku." Ucap Anton dan mulai mengelap mulutnya tanda dia sudah selesai makan.
"Ahh begitu.. aku pikir ada drama pertumpahan darah di antara kelompok bahkan mungkin kaki tangan paman mu yang menginginkan kekuasaan." Ucap Alice menebaknya sebagai drama sinetron.
"Hahaha tidak-tidak seperti itu di dalam The Black Phanter. Malah siapapun yang bisa mengembangkan sayapnya lebih lebar ke dunia luar ada kemungkinan bisa untuk mendapatkan posisi yang lebih tinggi. Dan mungkin yang kau pikir itu hanya untuk para mafia kelompok lainnya yang mendapatkan kekuasaan dengan cara menindas yang lemah. Di Black Phanter lebih ke organisasi yang bersih dan lebih erat hubungan kekeluargaannya. Sehingga sampai ke bawahan pun akan mengikuti pengaturan yang di inginkan oleh ketua sebelumnya, dan mereka menghormati dan mentaati itu." Jawab Anton.
"Lalu sejak kapan kau mengikuti jejak paman mu?" Tanya Alice penasaran.
"Emhh entahlah aku juga lupa. Namun kata paman sekitar 12 tahun yang lalu." Jawab Anton ragu-ragu.
"Loh mengapa bisa kau lupa?" Tanya Alice bingung.
"Hemm entahlah.." Ucap Anton sambil menaikan bahunya.
"Lalu apakah Paul dan Alex adalah kaki tangan paman mu sebelumnya?" Tanya Alice penasaran.
"Hemm kau benar.. dia sudah di dalam sejak usia belia. Lebih tepatnya dia di selamatkan oleh paman dan kemudian dia mengabdikan diri kepada paman. Hampir semuanya seperti itu. Jadi dalam perekrutan organisasi kami tidak sembarangan memasukkan anggota begitu saja. Selain tentu saja kemampuan beladiri dan penggunaan senjata. Mereka juga harus terbebas dari segala bentuk 'kriminal kotor'."
"Hoammm.." Alice tidak sengaja menguap saat mereka masih berbicara di ruang restoran itu.
"Sepertinya kau sudah lelah.. Baiklah kita kembali ke kamar." Kita bisa bicarakan ini lagi nanti." Ucap Anton dan mengajak kekasihnya kembali ke dalam kamar.
Alice mulai merebahkan tubuhnya di atas kasur. 10 menit berlalu namun gadis itu masih belum juga terlelap, padahal dia sangat lelah dan mengantuk. Gadis itu terduduk di kasur dan menyilangkan kakinya di atas kasur.
__ADS_1
"Kamu belum tidur?" Tanya Anton yang baru saja keluar dari kamar mandi.
"Coba kamu tidur disini." Ucap Alice sambil menepuk-nepuk bantal di sampingnya.
"Ha? kenapa?" Tanya Anton bingung.
"Sudah lakukan saja." Ucap Alice menyuruh Anton.
Anton mengikuti keinginan gadis itu dan mulai merebahkan tubuhnya di atas bantal. Alice langsung menyelusupkan kepalanya ke dada bidang Anton dan kemudian menjadikan lengan Anton sebagai bantalan tidurnya.
"Hemm pinjamkan aku tangan mu.. sepertinya aku tidak bisa tidur tanpa ini." Ucapnya. Lalu tidak berapa lama dengkuran halus terdengar dari bibirnya.
"Sepertinya aku sudah menjadi candu bagi mu." Gumam Anton dan merapihkan helaian rambut yang menghalangi wajah Alice.
"Ternyata bukan kamu saja yang menjadi candu ku. Aku mencintai mu My Sunshine, mimpi indah." Ucapnya dan mencium pelipis gadis itu.
Anton membenarkan posisinya tanpa membuat banyak gerakan, kemudian ikut terlelap di samping tubuh kekasihnya yang sudah memeluk mimpinya.
***
Brakkkk semua barang barang di atas meja di jatuhkan hingga berserakan dan pecah di lantai.
Seorang pria tampan bertubuh kekar masuk ke dalam ruangan kerja itu.
"Ibu.. apa yang terjadi mengapa berantakan begini?" Tanya pria itu.
"Semalam Ibu menghadiri acara ulang tahun perusahaan Hadi Jaya grup karena merasa kita pernah beberapa kali ikut kerja sama dengan mereka, bahkan ibu masih melakukan kerja sama dengan Lidia. Tapi malam itu mereka malah melangsungkan acara pertunangan dengan gadis sialan itu. Apakah mereka tidak menganggap ku! Anak ku mati karena gadis sialan itu! dan mereka malah mengangkatnya sebagai menantunya! Jangan bermimpi! Anton adalah milih Diana. Jika di dunia mereka tidak bisa bersama, ibu akan mengantarkan pria itu segera ke akhirat untuk menemani Diana. Dan untuk wanita si*alan itu berani-beraninya memfitnah anak baik ku mencoba untuk membunuhnya. Aku akan benar-benar membunuh gadis kecil itu untuk menemani menjadi pembantu Diana di alam baka sana!" Ucap wanita tua itu yang ternyata adalah Aneu ibu dari Diana wanita yang terobsesi dengan Anton.
"Bagaimana bisa anak manis ku ingin melenyapkan seseorang. Membunuh seekor semutpun dia tidak tega, bisa-bisanya menuduh percobaan pembunuhan terhadap gadis miskin itu. Apa yang akan di dapatkan Diana dengan membunuhnya!! tidak ada!! dan bahkan keluarga besar Hadi Jaya mempercayai kebohongan itu!! sungguh munafik gadis kecil itu. Berani sekali dia merebut posisi Diana dan bahkan memfitnahnya!!" Ucap Aneu lagi berapi-api sambil menyampaikan sumpah serapahnya kepada Alice.
__ADS_1
"Ibu tenang saja aku pasti akan membalaskan dendam atas adik ku Diana. Bagaimanapun caranya gadis itu harus hidup menderita seperti mati segan hidup tak mau. Aku akan membuatnya jauh menderita dari apa yang telah di rasakan Diana." Ucap Irfan yang ternyata adalah kakak tertua Diana.
"Apa yang akan kamu lakukan Irfan? kau harus berhati-hati bagaimanapun gadis itu pasti di lindungi oleh Anton." Ucap Aneu sedikit khawatir anak bungsunya akan melakukan sesuatu hal yang berbahaya. Bagaimanapun dia baru saja kehilangan anak bungsunya, dia tidak ingin kehilangan anak sulungnya juga.
"Ibu tenang saja. Aku masih waras untuk bertindak secara terang-terangan melawan kekuasaan Hadi Jaya. Aku akan melakukannya secara diam-diam dan sembunyi-sembunyi sehingga mereka tidak bisa menargetkan kita sebagai dalang di balik semuanya." Ucap Irfan yakin.
"Baiklah nak.. kalau begitu katakan saja jika kau membutuhkan bantuan ibu. Ibu pasti akan membantu mu untuk menghancurkan gadis sialan itu." Ucap Aneu sambil mengepalkan kedua tangannya hingga menampakkan telapak tangannya yang memutih.
"Ibu tenang saja.. aku bisa mengerjakan semuanya sendiri. Baik Anton maupun wanita j*al*ang itu, keduanya pasti akan menderita." Ucap Irfan sambil tersenyum sinis dan mulai merencanakan beberapa sekenario kotor di dalam otaknya.
***
Drrt drrt drrt ponsel Anton bergetar di atas nakas. Pria itu terbangun dari tidurnya dan melihat kekasihnya masih tertidur di atas tangannya. Pelan-pelan Anton memindahkan kepala Alice ke atas bantal. Kemudian pria itu meraih ponselnya dan membuka notifikasi pesan yang membuatnya terbangun. Setelah membaca pesan itu pria itu tersenyum cerah dan pelan-pelan bangkit dari tempat tidur menuju kamar mandi.
Anton membangunkan Alice segera setelah dia menyelesaikan mandinya. Pria itu menghujani Alice ratusan ciuman di seluruh wajah gadis itu agar gadis itu terbangun.
"Emhh..." Gumam Alice merasa tidurnya terganggu oleh sesuatu.
"Bangun sayang.. segera mandi sana, kita akan pergi." Ucap Anton dan tetap menghujani gadis itu kecupan-kecupan di seluruh wajah gadis itu.
"Anton.. kau menyebalkan.. aku kan masih mengantuk." Ucap Alice mendorong wajah Anton dan gadis itu langsung terduduk di atas kasur.
"Hahaha wajah mu lucu.. cepat mandi sana dan bersiaplah." Ucap Anton kemudian sambil mengecup pelipis gadis itu.
"Hemm baiklah.." Ucap Alice dan bergegas ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya.
Setelah selesai gadis itu keluar kamar mandi menggunakan dress panjang one piece berwarna kuning.
"Kita akan kemana?" Tanya Alice penasaran.
__ADS_1
"Rahasia.." Ucap Anton dan menuntun gadis itu keluar dari hotel.
Bersambung....