
💌 Haloo reader semua..
Terima kasih atas dukungannya selama ini. Baik like, rate, komen, vote dan giftnya.
Terima kasih sudah selalu setia menemani Author pemula ini yang hanya remahan rengginang nan halugen.
Selalu menemani ya jangan bosen-bosen untuk mampir dan berikan like, rate, komen, vote, gift beserta jejaknya. Author juga menerima kritik dan saran jika ada kekurangan dalam materi yang di bawakan.
Uhukk.. untuk chapter ini akan sedikit plus plus plus ya.. boleh minggir sedikit jika masih di bawah umur ya..
Tertanda: Author Vi4😗
___Happy Reading♥️___
"Emh..." Alice terbangun saat tengah malam, gadis itu mengerjap-ngerjapkan matanya menyesuaikan dengan cahaya yang remaram di dalam kamar itu.
Alice yang melihat dirinya masih memeluk Antin dengan erat mencoba melepaskan pria itu dan bergerak menjauhi tubuh berotot itu. Alice terduduk di ranjangnya dan menarik selimut untuk menutuoi tubuh bangian atasnya.
"Emhh kau sudah bangun?" Tanya Anton saat merasakan gerakan di ats kasur itu. "Ini masih malam.. tidurlah lagi." Ucap pria itu lagi sambil menepuk-nepuk bantal di samping Anton.
"Aku tidak bisa.. aku lapar." Ucap Alice sambil tersenyum malu.
Growl....
Suara dari perut Alice telah berbunyi, pertanda penghuni di dalamnya meminta untuk segera di isi.
"Hehe.. baiklah.. aku juga lapar.. kita berdua melewatkan makan malam, tentu saja sekarang merasa lapar." Ucap Anton dan sekarang mulai duduk seperti kekasihnya itu.
"Yuk bersihkan diri dahulu, nanti aku akan membuatkan kita makan tengah malam." Ucap Anton dan Alice mengangguk tanda setuju. Alice dan Anton bangkit dari ranjang dan menuju kamar mandi. Pria itu menuju ke salah satu wastafel dan Alice menggunakan wastafel lainnya.
Alice mengambil sebuah handuk kimono untuknya dari dalam laci wastafel dan menggunakannya. Kemudian memeberikan Anton sebuah handuk kimono juga untuk menutupi tubuh mereka yang polos.
"Kenapa harus malu? aku sudah melihat semuanya." Goda Anton di sela-sela dia menggosok gigi.
"Itu berbeda. cepat kenakan ini." Ucap Alice yang sudah tersipu merah dan menyerahkan handuk kimono agar Anton mau memakainya.
"Baiklah.. sesuai perintah anda Nona." Ucap Anton dan mengenakan handuk kimono di tubuhnya dan membiarkan sikat giginya masih di dalam mulutnya.
Alice membilas wajahnya menggunakan facial foam, dan kemudian menggosok giginya juga.
__ADS_1
"Aku sudah selesai. Aku akan ke dapur dahulu." Ucap Anton yang sudah selesai kemudian sebelum pria itu beranjak pergi dari kamar mandi, Anton mengecup pipi merah yang merona milik Alice yang menggemaskan itu.
"Hemm.." Ucap Alice yang masih menggosok giginya.
Anton beranjak pergi keluar dari dapur, sedangkan Alice setelah menggosok gigi gadis itu kemudian memutuskan untuk mandi dan membersihkan tubuhnya.
Beberapa saat kemudian Alice keluar dengan wajah segar dan bau harum sabun menguar dari kamar mandi.
"Kau mandi malam-malam begini sayang?" Tanya Anton saat melihat Alice sudah keluar dan duduk di meja makan dengan handuk kimono dan hamduk kecil yang melilit kepalanya.
"Hemm aku sedikit tidak nyaman dengan lengket." Ucap Alice dan kemudian bersemu memerah kembali di wajahnya.
"Hemm baiklah.. Ohya aku membuatkan spagheti makanlah." Ucap Anton dan menyodorkan sepiring spagheti bolognise kepada Alice.
"Terima kasih.. ini tampak lezat." Ucapnya dan memulai mencicipinya.
"Wahh ini enak sekali." Ucapnya dan kemudian mulai melahap spageti itu dengan riang. Anton melihat semua tingkah kekasihnya itu dan kemudian tersenyum.
"Ya.. makanlah perlahan.. nanti kau akan sakit lerut jika makan terburh-buru. Masih ada beberapa di dapur jika kau masih menginginkannya." Ucap Anton sambil membersihkan sudut bibir Alice dengan ibu jarinya dan kemudian pria itu juga memulai makannya dengan lahap.
"Apa rencana kita besok?" Tanya Alice penasaran dengan kegiatan besok di sela-sela makannya.
"Berjemur." Ucap Anton singkat.
"Bolehkah aku mendapatkan lagi? aku masih lapar." Ucap gadis itu memperlihatkan piringnya yang kosong.
"Tentu saja. Ada di dapur, ambilah semua itu milik mu." Ucap Anton dan menunjuk kesebuah teflon yang berada di atas kompor.
Alice beranjak berdiri dan mengambil seluruh isi di dalam teflon itu dan memimdahkannya ke dalam piringnya.
"Aku benar-benar akan gendut jika aku makan tengah malam seperti ini." Ucap Alice saat dia sudah kembali dari dapur dan duduk di kursi makannya.
"Tak apa. Aku akan selalu mencintai mu meski kau akan gendut." Ucap Anton dan mencubit sedikit pipi gadis itu.
"Huh.. ucapan yang belum bisa di pastikan kebenarannya." Dengus Alice.
"Kau meragukan perasaan ku sayang? meski kau gendut atau kurus, itu tidak akan berubah. karena yang aku cintai adalah Alice Anatasya yang mandiri, cantik dan baik hati." Ucap Anton dan mengecup bibir Alice yang sedang manyun itu.
"Hemm baiklah aku percaya itu. Jangan ganggu, aku sedang menikmati makanan lezat ku." Ucap Alice dan memulai kembali memakan spagetinya lagi.
__ADS_1
Anton terkekeh melihat itu. Kemudian setelah Anton selesai makan, pria itu tidak beranjak pergi. Pria itu masih duduk di atas meja makan masih menemani Alice menghabiskan piring ke dua nya.
"Aku yang akan memberekannya." Ucap Alice mengambil piring di depan Anton dan menyatukannya dengan piring miliknya. Kemudian beranjak menuju dapur. Mengambil teflin yang sydah kotor dan memasukkannya di wastafel cuci piring.
Alice mulai mencuci piring-piringnya dan kemudian mencuci teflon dan beberapa alat lainnya. Anton yang melihat punggung Alice dari dirinya yang sedang duduk di meja makan bangkit berdiri dan mendekati tubuh wanita itu.
Anton memeluk pinggang wanita itu kemudian mendekatkan dirinya ke leher samping Alice.
"Kau sangat wangi." Ucap Anton dengan suara serak.
"Aku kan baru mandi. Tentu saja aku wangi." Ucap Alice dan masih tetap melanjutkan pekerjaannya. Tidak terganggu dengan Anton yang mulai menciumi tengkuknya.
Anton mulai memeluk tubuh Alice dan mendekatkan tubuh gadis itu merapat ke tubuh bidangnya.
"Hentikan itu Anton. Nanti kau akan terkena basah." Ucap Alice yang sedang membilas piring kotor itu.
"Hmmm.." Hanya gumaman yang keluar dari bibir Anton. Namun pria itu tidak melepaskan sama sekali kecupan-kecupannya atau bahkan pekukannya kepada Alice.
"Anton bisakah kau minggir dahulu. kau mengganggu ku." Ucap Aljce denga. sedikit tidak nyaman di buatnya oleh tangan-tangan Anton yang sudah mulai menjelajah.
"Hemmm.." Anton hanya bergumam kembali.
"Anton sebentar lagi aku selesai. Biarkan aku menyelesaikan ini dahulu. Bisakah menyingkirkan tangan mu dulu." Ucap Alice yang mulai geram dengan tinggah Anton.
Pria itu tidak mendengarkan Alice malah membakih tibuh Alice dan menyambar bibir kecil wanita itu. Menciumnya dan ******* bibir kecil ranum itu.
Alice yang tidak siap dengan serangan itu hanya diam saja menikmati ciuman dari kekasihnya itu. Anton melepaskan ciuman mereka dan membersihkan tangan Alice di wastafel.
"Kau bisa meninggalkan itu sayang. Ada hal yang tidak bisa menunggu." Ucap Anton dengan suara yang serak dan berat dari samping belakang tubuh Alice.
Anton kembali membalikkan tubuh Alice dan mulai memberikan ciuman ciumannya lagi.
"Kau memang tidak pernah mau menunggu." Ucap Alice di sela-sela ciuman mereka.
"Aku bahkan terlalu lama menunggu sehingga membuatku sudah tidak bisa menunggu mu lagi sayang." Ucap Anton menggoda dan mulai mengangkat gadis itu kedalam peukannya. Dia tidak melepaskan ciuman mereka.
Alice mengaitkan kedua kakinya kepinggang Anton agar tubuhnya tidak terjatuh. Pria itu berjalan dengan menggendong Alice dan menuju ke kamarnya lagi.
Mereka melakukan olahraga malam panas lagi, bahkan tidak hanya sekali di atas kasur. Mereka juga melakukannya saat Alice sedang membersihkan dirinya di dalam kamar mandi.
__ADS_1
Malam-malam yang panjang dengan seorang kekasih yang kau cintai dan suasana di pulau yang romantis.
Bersambung....