
"Ini tempat sementara kalian Bu A.. ehemm Zara dan Hanum.." Ucap manager wanita mereka yang merupakan salah satu staf RJP yang sudah menyamar lebih awal dari mereka.
Alice dan Maya masuk ke dalam apartemen dengan dua kamar yang di dominasi dengan warna merah muda.
"Terima kasih Bu Rosa." Ucap Alice dengan gaya riang. Bagaimanapun mereka harus segera masuk ke dalam peran mereka di manapun mereka berada, agar tidak mudah membocorkan identitas asli mereka.
"Jika anda salah menyebutkan nama, bukankah anda mesti kembali pulang dan istirahat." Ucap Alice dengan senyum dinginnya. Rosa menyadari kesalahannya, dan kemudian dia menjawab ucapan dari Zara. Ucapan Alice menyiratkan jika sampai dia salah menyebutkan nama, Alice tidak akan segan-segan melemparnya langsung ke negara A lagi.
Yaa.. Zara adalah nama panggung model untuk Alice, sedangkan Hanum adalah nama panggung model untuk Maya.
"Baiklah sepertinya saya memerlukan istirahat di rumah. Tidak akan ada lain kali. Selamat istirahat untuk kedua model baru ku.. nanti malam akan ada pemotretan pertama kalian." Jelas Bu Rosa manager mereka. Yang memiliki artian dalam ucapannya adalah dia tidak akan melakukan kesalahannya lagi.
Rosa segera pergi dari sana dan mempersiapkan untuk acara pemotretan nanti malam.
"Zara.. bukankah kau terlalu ketus dengan Bu Rosa." Ucap Maya mengingatkan kepada Alice.
"Aku juga akan melakukan hal yang sama juga kepada mu Hanum. Kita ada di depan sorotan cahaya panggung, kesalahan sekecil apapun tidak di perbolehkan. Jika kau lupa, kau juga bisa beristirahat di rumah." Ucap Alice dingin. Hari ini mood gadis itu benar-benar buruk, jika kau membuat sedikit kesalahan, Alice pasti akan langsung memakan mu tak tersisa.
'Sebenarnya apa yang di pikirkan gadis ini? sebelum mereka berpisah dari gedung RJP sepertinya moodnya masih baik. Tapi saat di bandara moodnya Anjlok sampai ke dasar. Ada apa dengannya?' Batin Maya sedikit khawatir.
Alice menarik kopernya masuk kedalam kamarnya dan kemudian gadia itu duduk di pinggir ranjang. Alice mengeluarkan ponselnya dari dalam tas tangannya. Gadis itu menyalakan ponselnya dan memeriksa isi pesannya.
'Pesannya sudah di baca namun mengapa pesannya tidak di balas. Apa yang dia lakukan?' Batin Alice bingung. Dia sedikit penasaran dengan foto itu, apakah anak kecil itu dirinya atau anak yang hanya mirip dengannya.
Plakk plakk plakk
Alice menampar kedua pipinya sendiri dengan kedua tangannya.
__ADS_1
"Zara sadar, tugas mu di sini adalah untuk menangkap Bahar Angkasa dan mencari tahu keterlibatannya dengan Bos Besar dan siapa Bos Besar sebenarnya. Jangan alihkan perhatian mu. Fokus mu sekarang adalah pekerjaan mu dan tugas mu. Hal lainnya bisa di cari tahu lain kali setelah kasus berantai ini seleaai sampai ke akarnya." Ucap Alice menyemangati dirinya sendiri dan menyadarkan dirinya agar fokus kepada tujuannya berada di sini.
Alice menyimpan ponselnya di atas nakas kemudian gadis itu merebahkan tubuhnya yang lelah akibat seharian ini. Pikirannya juga mulai lelah dan bercabang. Alice mencoba memejamkan matanya dan membiarkan hati, pikian dan fisiknya beristirahat. Tidak lama dengkuran halus dan nafas teratur serta wajah damai Alice nampak saat gadis itu sudah menjemput mimpinya.
***
Anton mendapatkan notifikasi pesan dari ponselnya yang berasal dari Maya.
💌 "Tugas pertama akan di lakulan nanti malam."
Anton menghembuskan nafas beratnya. Tanpa di sadari pria itu, Pak Aldo melihat semua gerak-gerik yang Anton lakukan itu.
"Ada yang mengganggu mu?" Tanya pak Aldo dan duduk di sofa di samping Anton.
"Ya.. ingin melakukan sesuatu namun tidak bisa melakukan apapun." Ucap Anton ambigu.
"Sepertinya masalah perempuan.." Tebakan pak Aldo tepat mengenai sasaran.
Semenjak dia meninggalkan Alice sendirian di Apartemennya untuk menemui ibunya, pria itu tidak berani untuk muncul di hadapan Alice, bahkan hanya bertegur sapa di dalam pesan pun pria itu hindari. Bodohnya dia, bukankah dia berjanji apapun yang akan terjadi dia tidak aka meninggalkan Alicenya.
"Hemm aku tahu.. terima kasih paman." Ucap Anton dan masuk ke dalam kamar yang dia tempati di rumah pak Aldo.
Anton mengambil ponsel di sakunya dan mencoba menghubungi ponsel Alice.
📞"Halo sayang.." Ucap Anton saat panggilan itu baru saja tersambung.
📞"Emhh.." Gumam gadis itu, sepertinya kekasihnya baru saja bangun dari tidurnya.
__ADS_1
📞"Apa aku mengganggu tidur siang mu?" Tanya Anton lagi.
Alice mendudukkan tubuhnya dan bersandar di kepala ranjang.
📞"Tidak, aku bahkan menunggu kabar dari mu." Ucap Alice saat dia benar-benar telah sadar dari tidurnya.
📞"Maaf kemarin malam aku menemui ibu karena info yang aku dapat ibu tidak berkata jujur mengenai di rumah sakit mana dia bertemu dengan mu. Aku bergegas menemui ibu namun hasilnya sama. Dia tidak memberitahu ku apapun. Itu membuat ku sedikit kacau dan tidak berani untuk menghadapi mu, selain tentu saja aku sibuk dengan beberapa tugas agar aku bisa meninggalkan kota A" Jelas Anton.
Pria itu sudah berjanji akan jujur bukan, maka inilah saatnya dia harus jujur kepada kekasihnya itu.
📞"Lalu apa yang terjadi?" Tanya Alice lagi.
📞"Aku meminta bantuan paman ku untuk menemui salah satu anak buahnya yang memang tinggal di kota X ini untuk menyusuri ssmua rumah sakit. Dan untuk masalah foto, maaf aku benar-benar tidak mengingatnya. Aku sudah menyuruh paul untuk menyelidikinya. Aku berharap segera ada pencerahan dan aku akan memberitahu mu." Jelas Anton lagi.
📞"Syukurlah.. aku berfikir entah mengapa dari semalam kau berubah. Ternyata kau sangat sibuk untuk membantu ku mencari identitas ku. Terima kadih untuk semuanya.Mari kita cari tahu semuanya bersama. Jangan biarkan semua beban kau tanggung sendiri di pundak mu. Berbagi khawatirlah dengan ku. Karena aku ada di sisi mu juga." Ucap Alice menenangkan Anton.
📞"Hemm tentu.. Aku mencintai mu Alice Anatasya." Ucap Anton mencurahkan seluruh hatinya.
📞"Aku juga mencintai mu Antonius Hadi Jaya." Ucap Alice tulus.
📞"Baiklah aku akan bekerja lagi. Jaga diri mu dan jangan tinggalkan barang-barang berharga mu." Ucap Anton mengingatkan.
📞"Ya.. tentu saja." Ucap Alice dan kemudia gadis itu memutuskan panggilan telepon itu.
Hanya itu.. Hanya dengan bercerita saja dirinya jauh sudah merasa lega dari sebelumnya. Sungguh menjalani kisah cinta tidak perlu serumit rumus matematika atau rumus kimia. Kau hanya perlu jujur mengenai apa yamg kau rasa dan apa yang kau inginkan.
Astaga bodohnya Anton yang dari kemarin malah menghindari kekasihnya, padahal jika langsung bertemu maka mereka lebih bisa banyak memiliki waktu untuk bersama.
__ADS_1
"Aku akan menemui mu nati." Ucap Anton bermonolog kepada dirinya sendiri. Saat ini adalah fokus mencari informasi keberadaan Bahar Angkasa orang yang bisa mencelakai kekasihnya.
Bersambung....