JiHan (Janji Dan Penghianatan)

JiHan (Janji Dan Penghianatan)
Ancaman


__ADS_3

Sedangkan di waktu yang lain di negara X..


Belinda Stary turun dari mobilnya dan hendak pergi masuk ke dalam sebuah mall, namun wanita itu membelalakan matanya saat melihat billboard dan melihat beberapa foto Alice yang tersebar di seluruh kota X.


"Apa-apaan gadis ini? Wajahnya terlalu mirip dengan wanita sialan itu dan matanya sangat mirip dengan Frans. Aku sudah memberimu kesempatan untuk hidup tapi kau malah dengan beraninya muncul di depan ku! Aku tidak bisa membiarkan mu hidup tenang!!" Ucap wanita itu sambil mengepalkan tangannya.


Belinda mengambil ponselnya dan menelpon seseorang.


📞"Sayang.. Urus beberapa media di bawah naungan Baskoro, hentikan pemberitaan mengenai gadis model baru itu sekarang juga!" Ucap wanita itu tegas.


📞"Bukankah sebelumnya kau bilang tidak masalah dia hanya mirip saja dan tidak mempermasalahkan ini?" Ucap Fiktor di sebrang sana.


📞"Tidak masalah jika dia ingin hidup biasa saja sebagai warga biasa.. Tapi jika dia ingin di kenali seluruh kota X tentu saja itu akan menjadi masalah! Tidakkah kau berfikir jika salah satu keluarga tua yang masih setia kepada keluarga Baskoro akan curiga dengan kehadiran gadis yang terlalu mirip dengan Amelia Putri dan Frans! Mengapa kau biarkan media meledak seperti itu? Apakah kau sudah bodoh!!" Maki Belinda emosi.


📞"Maaf sayang aku akan segera mengurusnya." Ucap Fiktor dan segera menyelesaikan kekacauan ini.


📞"Yasudah urus itu dengan benar jangan membuat keaalahan." Ucap Belinda dan kemudian mematikan panggilan telepon itu.


"Aku tidak bisa tinggal diam.. Aku harus menyingkirkan gadis itu! Dia terlalu beresiko! Dia ancaman terburuk untuk ku."


Belinda melihat kontak di ponselnya dan menghubungi seseorang.


📞"Darling.. Apakah kau sibuk? Aku butuh bantuan mu.." Ucap Belinda manja.


📞"Hai beb.. Apa yang kau perlukan?" Tanya suara pria di sebrang sana.


📞"Aku akan ke tempat mu.." Ucapnya lagi manja.


📞"Tentu datanglah kemari." Ucap pria itu dan kemudian Belinda segera mematikan ponselnya.

__ADS_1


Belinda segera masuk kembali kedalam mobilnya dan memacu mobil itu menuju suatu klub malam. Wanita itu langsung masuk dan segera naik ke lantai atas di mana pemilik klub berada.


"Darl.." Ucap wanita itu saat membuka pintu ruangan itu.


"Hai beb.. Tumben pagi-pagi sudah kemari.. Apakah kau merindukan ku?" Ucap pria itu sambil menggoda belinda dengan ciuman-ciumannya di leger wanita itu.


"Hemm.. Aku merindukan mu.. Tapi aku juga butuh bantuan mu." Ucap Belinda dan menikmati sentuhan dari pria muda di depannya itu.


"Apa yang kau inginkan sayang.." Ucap pria itu menggoda dan menyuruh Belinda duduk di atas pangkuannya.


"Aku ingin kau mencari informasi gadis ini dan temukan di mana dia berada dan segera singkirkan dengan cepat!" Ucap Belinda dan menyerahkan handphonenya kepada pria itu.


Pria itu mengambil telepon milik Belinda dan melihatnya dengan seksama. Gadis yang luar biasa cantik dengan tubuh yang indah.


"Wow.. Dia sangat cantik.." Ucap pria itu tanpa sadar.


"Ah.. Tentu saja tidak sayang.. Kau jauh lebih cantik dan menarik tentu saja.." Ucap pria itu dan langsung mencium bibir Belinda agar eanita tua itu tidak marah.


"Aku tidak percaya pada mu.." Dorong Belinda menolak cumbuan dari pria itu.


"Ayolah sayang.. Kau tahu.. Aku hanya sayang dan cinta kepada mu.. Kau tahu itu kan.. Aku hanya terpesona sekilas saja.. Tidak lebih.. Aku akan segera mendapatkan gadis itu dan melenyapkannya untuk mu.. Apakah kau senang dengan itu sayang?" Tanya pria itu lagi masih berusaha mencium leher dan pipi Belinda agar wanita itu tidak marah lagi.


"Hemm ya.. Lakukan itu segera! Dan aku memaafkan mu." Perintahnya.


"Tentu saja.. As you wish my lady.." Ucapnya menggoda dan Belinda tergoda ucapan manis pria itu.


"Baiklah aku harus pergi sekarang.. Si tua pasti menunggu ku.. Aku akan kesini jika masalah sudah selesai." Ucap wanita tua itu.


"Tentu saja.. Kapanpun aku akan menunggu mu sayang." Ucap pria itu dan melepaskan Belinda dari pangkuannya dan mengantarkan wanita itu keluar dari ruangannya.

__ADS_1


"Keluarlah sayang.." Ucap pria itu saat memastikan pintu ruangan kerjanya di kunci kembali.


"Apa yang dia inginkan?" Tanya wanita itu.


"Menyelidiki seseorang dan melenyapkannya." Ucap pria itu santai.


"Emhh Boy.. Aku lelah harus bersembunyi jika dia dengan tiba-tiba muncul dan mengganggu kencan kita." Ucap wanita itu kesal.


"Sabarlah sayang.. Kaukan tahu wanita tua itu yang memberikan ku klub malam ini. Jika semua hartanya sudah menjadi milikku, nanti baru aku akan menyingkirkan dia.. Untuk sekarang sabarlah dahulu ya." Ucap pria itu dan menggoda wanita di depannya yang hanya mengenakan rok pendek. Pakaian bagian atasnya entah sudah kemana. Bercak-bercak merah di leher dan dada nya menandakan mereka baru saja melakukan sesuatu namun belum terselesaikan dengan tuntas.


"Ayoo kita lanjutkan yang tadi lagi.." Ucap Boy menggoda kekasihnya.


"Aku sudah tidak berselera lagi." Ucap kekasihnya marah.


"Benarkah? Baiklah aku akan membuatmu berselera lagi tentu saja." Ucap Boy dan segera melakukan aksinya membuat kekasihnya mendamba akan dirinya dan akhirnya merekapun melakuakan hal yang sebelumnya tertunda.


***


"Tuan.. Semua media sudah reda dan tidak banyak menampilkan nona Alice lagi.. Namun di dalam pemegang saham Baskoro yang masih tetap setia kepada keluarga Lucier Baskoro mereka mulai mencurigai bahwa ada kemungkinan itu adalah Adeliana yang merupakan putri Frans dan Amelia. Beberapa orang sednag mencari informasi mengenai nona Alice, yang saya khawatirkan beberapa orang yang mencari ini adalah orang berniat jahat kepada nona tuan." Ucap Paul menjelaskannya.


"Ucapan mu benar.. Namun kau tidak perlu khawatir selain aku, RJP pasti juga tidak akan membiarkan identitas Alice di ketahui.. Tetap pada rencana awal.. Tambah beberapa orang wanita sebagai pengawal Alice. Jagan keamanan gadis itu dari jauh agar dia bebas mengikuti dan menjaga Alice dari dekat maupun dari jauh. Ingat jangan bergerak jika tidak ada yang mencurigakan." Ucap Anton kembali mengingatkan.


"Baik Tuan.." Ucap Paul dan pergi dari ruangan kerja Anton.


"Aku tidak akan biarkan siapapun menyakiti mu.. Aku akan selalu melindungi mu menggantikan ke dua orang tua mu." Ucap Anton dan kembali fokus ke laptopnya mengerjakan pekerjakan Black Phaner dan merancang sesuatu untuk menjadikan Alice kembali ke dalam keluarga Baskoro dan dengan bebasa menggunakan nama Adeliana.


"Aku sudah menemui seorang dokter kejiwaan dan membantu ku therapi untuk mengingat apa yang sebenarnya terjadi di tahun itu. Kini sedikit demi sedikit aku sudah mengingat mu gadis kecil dengan jepit srowberi dengan wajah chubby dan pipi merah. Kau yang meminta ku untuk bersama mu waktu itu, aku akan mengabulkan permintaan mu itu. Aku akan selalu bersama mu dan melindungi mu. Meski aku tidak bisa menampakkan diri ku di depan mu." Ucap pria itu kepada sebuah foto gadis kecil yang berdiri memegang banner pekan olah raga sekolah mereka.


Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2