JiHan (Janji Dan Penghianatan)

JiHan (Janji Dan Penghianatan)
Kejujuran3


__ADS_3

“Baiklah-baiklah meski aku juga tidak tahu ada berapa jumlah helaian di rambutku. Aku akan iya kan saja perkataan mu.” Ucap Alice cepat, namun ketika melihat wajah kekasihnya yang masih tegas dan tidak sedikitpun mengendurkan ketegangannya Alicepun kembali berkata, “Baik Tentu saja.” Ucap Alice meyakinkan kekasihnya itu.


Setelah mendapatkan jawaban yang di inginkan, Anton kemudian memeluk kembali kekasihnya itu dan mencium bibir yang selalu di rindukannya itu. Mereka awalnya berciuman dengan lembut namun lama kelamaan ciuman itu menuntut dan berubah menjadi his*apan dan cec*apan kemudian Alice mendorong Anton karena kehabisan nafas.


“Kau harus banyak belajar bernafas sayang.” Goda Anton.


“Hentikan itu, aku harus pergi.” Ucap Alice dan akan beranjak bangkit dari kursi.


Anton menarik Alice kembali dan memberikan cium*an terakhirnya yang lembut dan memabukkan, cium*an itu agak panjang dan perlahan, tanpa adanya ***** di dalamnya. Dia melakukan itu untuk melepaskan rindu yang akan mereka rasakan nantinya, bahkan pria itu mengecup bibir Alice beberapa kali untuk yang terakhir kalinya sebelum benar-benar melepaskan cuim*an itu.


“Aku akan sangat merindukan mu.” Ucap Anton.


“Aku juga akan merindukan mu. Aku harus pergi sekarang.” Ucap Alice dan beranjak berdiri dari sofa. Anton yang juga beranjak dari sofa mengikuti Alice dari belakang hingga menuju lorong pintu dan akan membuka pintu.


“Aku akan mengantarkan mu.” Ucap Anton, dan  kemudian pria itu tiba-tiba diam di tempat sambil memegang gagang pintu. Pria itu baru saja teringat ini adalah lantai 20. Alice bingung dengan kekasihnya yang tiba-tiba diam.


“Ada apa?” Tanya Alice bingung.


“Aku memiliki claustrophobia. Aku naik tangga darurat tadi.” Ucap Anton jujur.


“Astaga, itukah sebabnya kau sangat berkeringat tadi?” Tanya Alice.


“Ya..” Ucap Anton.


“Astaga, maafkan aku, aku tidak mengetahuinya.” Ucap Alice menyesal.


“Tidak masalah, kau juga sudah mendapatkan balasan dari ku juga.” Ucap Anton.


“Apa? Benarkah.. tunggu jangan-jangan masalah celana Box*er tadi?” Tanya Alice curiga.


“Hahah Benar. Aku hanya sedikit membalasmu, lagi pula kau harus terbisa dengan itu.” Goda Anton lagi.

__ADS_1


“Sudahlah aku tidak masalah, bukan hal yang terlalu besar juga sebenarnya. Aku sudah berobat dan bisa mengendalikannya juga. Tak perlu kau pikirkan, hanya sebuah kebiasaan agak sedikit sulit di kendalikan. Bukankah kau harus pergi segera? Aku akan menunggu baju ku selesai baru aku akan keluar.” Ucap Anton.


“Baiklah aku akan pergi sekarang, aku mencintaimu.” Ucap Alice dan mencium bibir Anton sekilas.


“Aku juga mencintaimu.” Ucap anton dan memberikan kecupan di puncak kepala Alice.


“Aku tidak bisa mengantarkan mu, maafkan aku.” Ucap pria itu.


“Tentu tidak masalah. Bye..” Ucap Alice dan menutup kamar hotel itu, gadis itu pergi menaiki lift untuk segera turun dan keluar menuju mobilnya.


Alice mengendarai mobilnya dengan kecepatan sedang, sore ini jalanan sudah agak padat, gadis itu sesekali membunyikan klaksonnya untuk meminta jalan atau bahkan menyuruh mobil yang di depannya agar segera bergerak.


“Maaf aku terlambat.” Ucap Alice saat memasuki lobby kantor RJP dan melihat Maya dan Galih duduk di kursi ruang tunggu dan sudah siap dengan bawaan mereka.


“Sebentar, aku akan mengambil tas ku di atas.” Ucap Alice dan segera naik ke atas ruangannya, mengambil koper kecil dan passport serta dokumen baru untuk penyamarannya itu, tidak lupa gadis itu juga mengirimkan sebuah pesan ke pada kekasihnya.


‘Aku akan berangkat. Aku akan merindukanmu.’ Pesan wanita itu dan mematikan ponselnya tanpa menunggu jawaban dari kekasihnya itu, kemudian meletakkannya di laci meja kerjanya dan mengambil ponsel yang lain saat dia akan melakuakn misinya.


“Kau akan ikut juga?” Tanya Alice kepada Galih.


“Tentu.. aku mengawasi kalian dari dekat. Nanti Juna akan menyusul.” Ucap Galih singkat.


“Tumben.” Ucap Alice bingung.


“Ingat kau juga sedang dalam incaran orang.” Ucap Galih kesal.


“Ahh iya, maaf aku lupa.” Ucap Alice dan sedikit memeletkan lidahnya.


“Wah sepertinya kau sekarang bisa bersikap manis Al, sungguh kemajuan yang luar biasa.” Ucap Galih.


“Apa maksudmu?” Tanya Alice bingung.

__ADS_1


“Kau biasanya tidak akan bersikap seperti tadi.. kau akan bersikap kaku layaknya kanebo kering.. wah wah wah dengan memerankan gadis remaja sepertinya kemajuan kehidupan pribadi mu akan lebih berwarna Al.” Goda Galih.


“Hentikan itu Gal, atau aku akan turunkan kau dan kau naik penerbangan mu sendiri.” Kesal Alice.


“Hahah kau sangat imut sekarang ya Alice, apakah perubahan ini ada hubungannya dengan pria itu? apakah dia yang melakukannya? Aku jadi ikut bahagia untukmu.” Ucap Galih sambil mengacak-acak rambut Alice membuat gadis itu tambah kesal.


“Kau duduk di depan saja, aku mau duduk di belakang bersama Maya saja, kau resek.” Kesal Alice saat mobil tiba di depan mereka.


“Maya kau duduk di depan.” Perintah Galih.


“Tidak kau yang duduk di depan.” Kesal Alice.


“Aku bos nya kenapa kau yang mengaturku.” Ucap Galih pura-pura kesal.


“Aku kepala tim misi kali ini, jadi aku bisa memerintahmu.” Kesal Alice.


Maya yang melihat perdebatan itu meninggalkan mereka dan langsung saja masuk duduk di kursi depan. Maya sengaja menggunakan earphonenya untuk mengabaikan perdebatan kedua orang itu.


Alice dan Galih yang melihat Maya yang sudah masuk ke dalam mobil, terpaksa harus duduk bersama di kursi belakang, mereka masuk dengan sedikit dorong-dorongan layaknya bocah kecil. Supir pribadi Galih yang melihat kejadian itu tersenyum dengan kelakuan bosnya itu.


Mereka tiba ke bandara 45 menit kemudian.. Mereka melakukan chekin dan masuk ke dalam untuk menunggu penerbangan. Ketiganya tidak membutuhkan bagasi sehingga mereka akan menaruh tas koper mereka di dalam kabin pesawat.


Penerbangan dari Negara A ke Negara B membutuhkan waktu 1 jam 50menit. Negara B merupakan Negara kecil posisinya berada di tengah-tengah antara Negara A dengan negara X. Sedangkan kota yang mereka tuju adalah kota S yang merupakan kota perbatasan antara Negara B dengan negara X.


Setelah sampai di ibu kota negara B, mereka melanjutkan perjalanan menggunakan pesawat yang lebih kecil untuk menuju kota S, perjalanan kali ini membutuhkan waktu 2jam penerbangan dan 45 menit menggunakan mobil menuju Hotel Tansilvenia.


Mereka sampai tepat pukul 11.00 PM di hotel kota S itu. Alice, Maya maupun Galih memilih langsung masuk kamar masing-masing dan beristirahat untuk melanjutkan aktifitas besok pagi.


Galih memesan kamar hotel presidential suit yang memiliki tiga buah kamar, satu dapur kecil dan bar pantry di dalamnya. Mereka menggunakan hotel dengan tiga kamar sengaja karena nanti Juna akan menempati kamar Alice. Karena bagaimanapun gadis itu nanti akan tinggal bersama Namira untuk melindunginya. Dan Maya akan tinggal bersama Galih dan Juna di dalam hotel itu.


Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2