JiHan (Janji Dan Penghianatan)

JiHan (Janji Dan Penghianatan)
Mengungkap masa lalu


__ADS_3

"Oke kita akan siapkan set darat dahulu ya.. di sana.." Ucap pria itu pada sebuah tempat yang sudah di setting sedemikian rupa seperti sebuah batu karang di tengah lautan.


Alice di banru dengan beberapa orang untuk memposisikan ekornya dan beberapa gaya rambut beserta gaya duduknya.


"Oke.. kita akan mulai.." Ucap pria itu dan kemudian mengambil foto beberapa pose dan gerakan tubuh dan mimik wajah Alice.


"Okey.. lanjut yang lain.. lebih terlihat expresif." Ucap pria itu memerintahkan Alice..


"Okeeyy.. bagus.. Sudah selesai dengan foto di sini.. sekarang lanjut ke air." Ucap pria itu lagi.


Alice di bantu beberapa staf untuk pindah ke set berikutnya.


"Okey kau nanti berenang ke tengah dan mengapung dahulu, hanya perlihatkan wajah mu tanpa di angkat terlalu tinggi dari dalam air. Setelah itu masuk kedalam air dan nanti akan langsung merekam semua gerakan mu di dalam air. Jangan lupa untuk memberikan beberapa kode, dan kami akan memberikan kode ganti jika itu berhasil atau ulang jika itu buruk kita akan mengulang dari saat kau mengambang di awal." Perintah pria itu, Alice mengangguk mengerti.


Alice mulai berenang ke tengah dan memulai sedikit membasahi tepi rambutnya tanpa membasahi make up wajahnya, agar terkesan dia benar-benar muncul dari dalam air.


"Oke.. siap...action.." Ucap pria itu memberi arahan dan kamera perekam dari atas ataupun dari bawah air sudah siap.merekam semua pergerakan Alice. Mereka semua di sana diam tanpa sepatah katapun.


Alice melakukan semua yang di perintahkan sampai aba-aba menyuruhnya masuk menyelam kedalam air. Gadis itu kemudian masuk dan berenang di dalam air menari-nari bahkan meliuk-liukan tubuhnya bagaikan seekor ikan yang sedang berdansa. Semua teroana dengan kepiawaian Alice bernanag dan membawakan peran itu, bahkan melakukan beberapa gerakkan mengajak sambil tersenyum bagaikan menyihir mereka untuk yerus mengikuti mermaid itu. Hingga Akhir scane yang di perankan oleh Alice berakhir dan gadis itu melakukan penutupannya. Namun sutradara masih belum menyudahi rekaman itu.


"Ehemm.." Ucap Maya dari kejauhan memberikan kode agar semuanya tersadar dan akhirnya sutradarapun terkesiap.


"Ehemm.. Cut!!! bagus bagus bagus sangat bagus. Ini benar-benar yang aku harapkan." Ucap pria itu memuji Alice dengan kerjanya.


Alice muncul ke permukaan dan mengambil nafasnya. Cukup lama gadis itu berada di dalam air tanpa gelembung udara yang kentara. Gadis itu akan membuang gelembung udara saat dia sedang bergerak berputar atau menari yang mengakibatkan gelembung di sekujur tubuhnya bergerak, barulah dia membuang nafas perlahan-lahan. Sehingga tidak membuat buruk saat berada di dalam kamera.


"Kau sungguh sangat cerdas untuk mengakalinya. Bahkan semua orang di sini terkesiap oleh penampilan mu." Puji Sutradara itu.


"Terima kasih atas pujiannya." Ucap Alice sopan sambil sedikit membungkuk dan kemudian di bantu untuk naik ke daratan. Handuk dan selimut langsung menyelimuti gadis itu.


"Baiklah semua sudah selesai sekarang tinggal sedikit mengedit. Kau benar-benar memiliki bintang yang berbakat." Ucap sutradara itu kepada Rosa.

__ADS_1


"Sutra dara terlalu memuji. Malah kami yang berterima kasih banyak atas kesempatan yang telah di berikan kepada kami." Ucap Rosa merenadah.


"Aku sungguh sangat menantikan perkembangan dari anak itu. Jika kau tidak keberatan. Besok lusa bawalah dia ke acara pesta Pima Entertaiment di Queen Hotel. Aku akan memberikan 2 tiket untuk kedua anak didik mu. Mereka melakukan hal yang sangat menakjubkan, aku berharap mereka akan menggembangkan sayapnya di dunia perfilman." Ucap Sutradara itu.


"Baik.. Terima kasih atas undangannya. Kami pasti akan datang." Ucap Rosa bahagia.


Tidak lama setelah berbasa-basi, Rosa pamit dan segera pergi ke ruang ganti untuk menemui kedua artisnya.


"Zara dan Hanum kalian melakukannya dengan sangat baik. Yuk sekadang kita pulang.. Sudah lewat tengah malam juga." Ucap Rosa dan mengajak kedua anak didiknya keluar dari tempat itu. Sebelumnya mereka pamit kepada sutrasara dan kru lainnya bahkan mengucapkan terima kasih atas bantuan mereka.


***


"Zara.. Hanum.. kalian sungguh sangat luar biasa.. Besok lusa kalian bisa mengikuti acara besar di Queen Hotel. Di sana merupakanacara bergengsi, pasti semua kalangan yang terlibat dengan entertaiment akan hadir di sana. Aku benar-benar tidak mengangka kalian akan secepat ini memasuki dunia mereka." Puji Rosa dengan gembira.


Mereka mulai mendekati tujuan mereka agar lebih di terkenal, bagaimanapun lebih cepat mereka terkenal akan lebih cepat juga misi mereka di laksanakan. Mereka akan menanti musuh ini mengambil umpannya.


"Baguslah.. Aku jadi tidak sabar untuk segera menyelesaikannya." Ucap Alice.


"Untunglah berenang mu sangat bagus sekali Zara, dan lagi kau benar-benar bisa menahan nafas dengan sangat lama di dalam air." Puji Maya lagi.


"Hemm begitulah.. aku hanya hobi berenang." Ucap Alice singkat.


'Hemm ternyata tidak sia-sia ya berlibur kemarin di air dapat meningkatkan kemampuan ku dalam menyelam, dan menjadi bisa membuatkan beberapa gerakan yang menarik karena berenang dengan para ikan-ikan itu sebelumnya.' Batin Alice bangga.


'Aku jadi merindukan dia.. sedang apa ya dia.." Batin Alice merindukan kekasih hatinya.


***


Sedangkan di sisi lain..


"Tuan ini dokter yang seharusnya di jadwalkan untuk ibu anda di pusat kota X 10tahun yang lalu." Ucap Paul memperkenalkan seorang lelaki tua.

__ADS_1


"Maaf Pak bisa menjelaskannya." Ucap Paul kepada pria tua itu.


"Benar saya Markus dokter obgyn. Jika atas ama Lidia Handoko saya mememang mempunyai pasien itu, kebetulan kami teman satu sekolah dasar dahulu. Saya dokter obgyn yang menangani oprasinya. 10 tahun yang lalu seharusnya dia ada janji kontrol pasca pengangkatan rahimnya namum dia tidak datang, padahal saya yakin perawat sebelumnya sudah mendaftar dan melibat dia di ruang tunggu namun saat di panggil dia tidak ada." Jelas dokter tua itu.


"Lalu bolehkah di jelaskan lebih lanjut?" Tanya Anton mulai serius, dia tahu ibunya sering bolak balik negara X untuk berobat. Dan ternyata ini adalah masalahnya.


"Namun karena hari itu rumah sakit di hebohkan dengan suatu kecelakaan tabrakan hebat dari keluarga penting, maka rumah sakit ini di kawal dan di tutup sementara untuk beberapa hari itu." Jelas Markus.


"Bahkan dokter yang tidak berkepentingan dengan kondisi itu di rumahkan hingga rumah sakit di buka kembali." Jelas dokter Markus.


"Kalau boleh tahu siapa orang penting itu?" Tanya Anton penasaran.


"Keluarga besar Baskoro pemilik perusahaan property dan stasiun media terbesar di kota ini. Bahkan rumah sakit pusat kota ini pun milik keluarganya." Jelas dokter Markus.


"Lalu apa yang terjadi pada keluarga mereka?" Tanya Anton penasaran.


"Pasangan suami istri dan seorang supir di nyatakan meninggal di tempat. Sedangkan seorang anak kecil koma selama 1 bulan dan di nyatakan meninggal di hari berikutnya." Jelas dokter Markus lagi.


"Lalu apakah ibu saya datang untuk kontrol setelah kejadian itu?" Tanya anton penasaran.


"Tidak dia tidak datang kontrol, saya mendengar dari teman dokter saya yang memang kenal dengan Lidia, beberpa waktu setelah kejadian itu dia tidak sengaja bertemu di rumah sakit pinggiran kota S di negara B. Dia bilang bahwa dia sedang menunggui anaknya yang sakit." Ucap dokter tua itu.


'Ha? apa? memang ada anaknya yang sakit? tunggu sepertinya aku melupakan sesuatu..' Batin Anton sedikit tidak tenang entah karena apa.


"Kalau boleh tau kapan lebih tepatnya kejadian 10 tahun yang lalu itu?" Tanya Anton dengan pasti.


"Emhh tunggu kalau tidak salah tanggal 03-07-2011.. Ini adalah tanggal lahir putri kecil itu.. Ahh tunggu ini adalah foto keluarga mereka di tahun sebelumnya." Ucap dokter Markus memperlihatkan sebuah foto keluarga.


"Apa???" Ucap Anton sambil melihat foto itu dwngan wajah pucat.


Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2