
-Juna POV-
Aku sudah menyelesaikan pekerjaan ku, Billy mengakui kesalahannya dan mau bekerja sama untuk menangkap Jhon Markus. Aku juga sudah mempersiapkan berkas-berkas untuk penangkapan dan tuduhan-tuduhan atas percobaan pembunuhan. Dan bahkan lebih hebatnya lagi Billy mau mengakui bahwa kematian Lucifer dan Erick, adalah Jhon yang merencanakan.
Sedikit banyak semua hampir terkuak, beberapa barang bukti sudah di amankan, meski untuk kasus Lucifer dan Erick sudah kadaluarsa, namun dengan di tambahnya kasus baru mungkin kita bisa membuka kembali kasus lama ini.
Meskipun ada permintaan dari Billy yang ingin dipenuhi agar dia mau membuka mulutnya dan mengakui serta menyerahkan dirinya, namun permintaannya tidak bertentangan dengan hukum dan masih bisa di bicarakan dan aku telah menyetujuinya.
Pria tua itu hanya ingin bertemu sekali dengan Marina dan juga Belinda. Pria tua yang malang yang kini hanya ingin bertemu dengan orang yang dicintainya selama seumur hidupnya itu.
Aku sudah membicarakannya dengan petugas keamanan di kota X untuk melakukan koordinasi agar pertemuan itu bisa terlaksana.
Setelah semua pekerjaan ku selesai, aku memberanikan diri ku berkunjung menjenguk Alice di rumah sakit. Aku harus menyelesaikan masalah pribadi ku dengan segera. Aku sungguh sangat merindukannya dan aku tidak ada pilihan lain selain menemui Alice dan juga suaminya meski ini sudah malam.
Aku memohon meminta bantuan dari Alice dan juga Anton entah mengapa aku sedikit curiga 'Tuan' yang di maksud oleh Maya adalah pria itu, bukankah dia sudah mengakui bahwa dia adalah 'The K' bos mafia The Black Phanter. Kemungkinan tebakan ku benar, bahwa bos Maya adalah dirinya.
Dan Foila.. Tebakan ku benar.. Dia mengakui bahwa dia adalah bos dari Maya dan memberitahu semua kisah wanita itu. Aku terdiam berfikir dan merenung.. Baiklah.. Aku sudah mengambil keputusan.. Dan keputusan ku adalah aku akan memperjuangkannya dan membuatnya bahagia.
Aku tahu ini tidak akan mudah, tapi aku sudah memutuskan apapun yang telah dialami olehnya dimasa lalu, aku akan menerimanya seluruhnya.
Aku tahu semua kepahitan di hidupnya dan mengerti alasan mengapa dia histeris pada malam itu. Aku terlalu terburu-buru dan bahkan hampir menorehkan luka baru lagi kepadanya pada malam itu. Untunglah aku bisa mengendalikan diri ku pada malam itu.
Aku memang selalu kehilangan kontrol pikiran ku dan perasaan ku jika sedang bersama dengannya. Namun mengetahui semua kepahitan wanita itu, aku harus lebih-lebih mengontrol diri ku sendiri dan mencoba mendekatinya perlahan-lahan hingga dirinya sendiri sudah terbiasa dan mau menerima ku.
Aku mengambil ponsel ku dan mengirimkan pesan kepada Roy sahabat ku.
__ADS_1
✉ Aku pergi menjemput calon istri ku.. Semua pekerjaan sudah aku selesaikan, selebihnya sudah aku serahkan ke Galih.
Itulah isi pesan ku untuk bos sekaligus sahabat ku.
Aku segera membeli tiket penerbangan langsung ke kota B menuju pantai K, dan segera berangkat menuju bandara kota A.
Drtt drtt drrtt ponsel ku bergetar ada panggilan di sana dengan ID Roy.
Kenapa pria ini menghubungi ku.. Dengan cepat aku menggeser layar hijau dan menjawab panggilannya.
📞 "Jun siapa calon istri mu? Memang kau akan menikah?" Tanya Roy lagi penuh dengan tanda tanya.
Aku memutar bola mataku malas dengan ucapannya, masa perlu aku jelaskan lagi.
📞 "Laristha.. Jika dia menginginkannya aku ingin segera menikahinya.. Maka dari itu untuk beberapa waktu kedepan aku akan berada di luar kota, jika tidak terlalu urgent aku akan mengerjakan tugas ku dari sana." Ucap ku sambil berjalan keluar dari taksi online.
"Sama-sama mas."
Mood ku sedang bagus aku tersenyum sepanjang perjalanan menuju ke dalam gate keberangkatan dalam negri. Mungkin beberapa orang mengira aku sedang show off ataupun sedikit sakit jiwa, aku tidak perduli yang penting aku sangat ramah hari ini semua orang aku berikan senyuman.
Bahkan ada beberpa pramugari yang mengira aku sedang menggodanya dan berinisiatif mendekati ku dan bahkan mengajak ku berkenalan. Aku dengan ramah dan murah hati menolaknya tentu saja, aku sudah ada pemilik dan tidak membutuhkan pemilik lain yang menggoda ku.
"Anda membutuhkan seuatu tuan? Kau tampan sekali.. Apakah kau ke kota B untuk berlibur?" Tanya salah seorang pramugari itu lagi dengan senyum menggoda. Keduanya sangat cantik dan anggun tentu saja.
Ya ini adalah penerbangan terakhir ke kota B dan aku memilih first class untuk lebih menjaga privasi dan kebetulan hanya aku yang ada di kabin ini.
__ADS_1
"Terima kasih.. Tapi aku saat ini tidak membutuhkan apapun.. Bisa kalian meninggalkan ku sendiri? Aku menginginkan privasi.." Ujar ku yang kini berwajah serius.
Sepertinya senyuman ku yang menggoda sepanjang jalan ini malah membuat ku berada dalam bahaya, untunglah aku bukan pria yang dahulu lagi. Jika tidak, sudah pasti mereka akan menjadi teman kencan ku selama berada di kota B itu.
"Ahh maaf tuan atas ketidak nyamanannya.. Silahkan beristirahat, jika membutuhkan kami, anda bisa langsung menghubungi kami.. Kami undur diri.." Ucapnya sopan dan pergi meninggalkan ku sendirian di tempat nyaman ku ini.
Aku menyandarkan tubuh ku dan mencoba untuk memejamkan mata ku, bayangan Maya muncul didepan membuat ku tersenyum dan lambat laun mulai terlelap dengan mimpi indah ku bersama dengannya.
"Tuan.. Kita sudah landing.." Ucap seorang pramugari yang mengingatkan ku.
Aku sedikit meregangkan tubuh ku, astaga aku benar-benar tertidur selama penerbangan ini, sepertinya aku benar-benar kelelahan akhir-akhir ini.
Aku berjalan keluar menuju gate kedatangan dan segera masuk kedalam taksi dan memintanya untuk segera mengantarkan ku menuju pesisir pantai K.
Jantung ku berdetak lebih cepat dan tidak beraturan.. Aku benar-benar seperti seorang remaja belasan tahun yang baru pertama jatuh cinta dan akan menemui kekasihnya untuk berkencan pertama mereka. Sungguh manis dan sedikit memalukan jika seseorang tahu apa yang aku rasakan sekarang, playboy yang merasakan jatuh cinta pertama? Haishh sungguh konyol bukan.
Aku tiba di pantai K dan memilih menginap di hotel terbesar di tepi pantai itu, ini sudah terlalu larut malam tentu saja, dan aku tidak mungkin mencarinya di sepanjang pantai pagi-pagi buta seperti ini.
Aku akan mencoba beristirahat lagi di kamar hotel dan besok pagi baru mencari jejaknya perlahan. Pesisir ini tidak kecil tentu saja, namun tidak terlalu besar juga. Aku yakin, pasti aku akan segera menemukannya dimanapun dia berada.
Sungguh aku tidak sabar untuk bertemu dengannya, namun ku paksakan mata ku untuk terpejam dan beristirahat agar besok aku benar-benar bisa mencarinya dengan semaksimal mungkin.
"Aku merindukan mu.. Aku sudah di sini sekarang.. Aku tidak akan melepaskan mu lagi.. Aku akan menjadikan mu satu-satunya milik ku." Gumam ku sambil menatap kunci ponsel yang aku nyalakan dengan menampakkan sosoknya menggunakan pakaian SMA.
"Good night my future wife.."
__ADS_1
Bersambung....